‹ Semua renungan

Rabu, 2 Juni 2027

Dua Tangis, Satu Langit

Malam paling sunyi adalah malam ketika doa terasa memantul di langit-langit kamar. Kita bicara, dan rasanya tidak ada yang mendengar.

Kemarin kita mendengar Tobit yang buta disindir istrinya sendiri: di mana gerangan kebajikanmu? Hari ini luka itu menjadi doa. Tobit minta mati saja. Jauh di kota Ekbatana, pada hari yang sama, Sara juga dinista dan berdoa minta mati. Dua tangisan dari dua kota. Keduanya tidak saling mengenal.

Lalu Kitab Tobit mencatat kalimat yang mencengangkan: pada saat itu juga kedua doa itu dikabulkan di hadapan kemuliaan Allah. Rafael diutus. Nama itu sendiri sudah kabar baik: Allah menyembuhkan. Ia diutus bukan untuk mengabulkan permintaan mati, melainkan untuk memulihkan dua hidup sekaligus. Allah mendengar doa kita lebih dalam daripada bunyinya. Yang diminta kematian, yang diberikan kehidupan.

Injil hari ini menegaskan hal yang sama. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Sedang menangis di kamar masing-masing? Percayalah, dua tangis dari dua kota pun didengar pada detik yang sama. Dan jawaban-Nya sedang berjalan menuju kita, mungkin lewat jalan yang tidak kita duga.

Tuhan, saat aku meminta yang salah, jawablah dengan yang benar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →