‹ Semua renungan

Selasa, 12 Mei 2026

Pintu Terbuka tapi Tinggal

Kalau pintu penjara tiba-tiba terbuka di tengah malam, apa yang wajar dilakukan tahanan? Lari. Secepat mungkin, selagi sempat. Itu naluri siapa saja yang terbelenggu.

Malam itu Paulus dan Silas di penjara Filipi, kaki dipasung, punggung penuh bilur. Bukannya mengeluh, mereka berdoa dan menyanyi sampai tahanan lain mendengarkan. Lalu gempa mengguncang, semua pintu terbuka, semua belenggu terlepas. Kesempatan sempurna untuk kabur.

Tapi mereka tinggal. Ketika kepala penjara terbangun, melihat pintu menganga, ia menghunus pedang hendak membunuh diri, sebab menurut hukum Roma nyawanya menjadi ganti nyawa tahanan yang lolos. Saat itulah terdengar seruan Paulus dari dalam kegelapan: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"

Mereka menahan kebebasan sendiri demi menyelamatkan orang yang justru memasung mereka. Kebebasan yang dipakai untuk mengasihi, bukan untuk kabur. Dan buahnya besar: malam itu juga kepala penjara dan seisi rumahnya dibaptis, lalu membasuh luka mereka dan menghidangkan makanan.

Sering kita mengira kemerdekaan artinya lepas dari orang yang menyusahkan. Injil menunjukkan kemerdekaan yang lebih tinggi: bebas, tetapi memilih tinggal demi keselamatan orang lain.

Kebebasan yang kita punya hari ini kita pakai untuk kabur, atau untuk menyelamatkan seseorang?

Tuhan, ketika pintu kebebasan terbuka, berilah aku hati untuk tinggal bila ada jiwa yang bisa kuselamatkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →