‹ Semua renungan

Jumat, 27 Februari 2026

Kasbon yang Dirobek

Warung kecil di kampung biasanya punya buku kasbon. Nama dan angka dicatat rapi, kadang bertahun-tahun tidak lunas. Ada orang yang malu lewat di depan warung itu dan memilih memutar jalan, hanya karena namanya ada di buku.

Banyak orang membayangkan Allah sebagai pemilik warung yang paling teliti: semua dosa tercatat, tinggal menunggu hari penagihan. Yehezkiel hari ini membongkar bayangan itu. Jikalau orang fasik bertobat, firman Tuhan, segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia. Tidak diingat-ingat lagi. Bukan dicicil, bukan dipotong sebagian. Buku kasbonnya dirobek.

Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? tanya Allah. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Kalimat ini pantas dibawa sepanjang Prapaskah, terutama oleh kita yang sering memutar jalan menghindari Tuhan karena merasa hutang kita terlalu banyak.

Tetapi ada konsekuensinya. Yesus meminta kita berdamai dahulu dengan saudara sebelum membawa persembahan ke mezbah. Orang yang kasbonnya sudah dirobek tidak pantas menyimpan catatan hutang orang lain. Adakah nama yang masih kucatat rapat-rapat dalam hati?

Allah yang rahim, robeklah catatanku, dan mampukan aku merobek catatan yang kusimpan tentang sesamaku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →