Minggu, 28 Desember 2031

Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yusuf

Pesta

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 1 Yohanes 2:18-21

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.

Mazmur Tanggapan Mazmur 96:1-2,11-13

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.
Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,
biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai
di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bacaan Injil Yohanes 1:1-18

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Renungan

Yang Kekal Punya Alamat

Setiap orang punya alamat masa kecil. Sebuah rumah dengan dapur yang baunya masih terekam, halaman tempat kita jatuh dan berdarah, ambang pintu yang tingginya kita ukur dengan coretan tiap tahun. Alamat itu membentuk kita jauh sebelum kita bisa memilih. Kita adalah anak dari sebuah tempat, sebuah keluarga, sebuah rutinitas.

Injil hari raya Keluarga Kudus justru membuka dengan kalimat yang paling jauh dari soal alamat. "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Ini tentang Yang Kekal, yang tak punya awal, yang ada sebelum ada tempat mana pun. Bagaimana mungkin Yang seperti itu dipasangkan dengan pesta tentang sebuah keluarga?

Justru di situlah keajaibannya. Firman yang kekal itu, yang tidak butuh rumah, tidak butuh keluarga, tidak butuh alamat, memilih untuk memilikinya. "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita." Ia yang tak punya awal kini punya hari ulang tahun. Ia yang mengisi seluruh ruang kini punya satu alamat di Nazaret. Ia yang adalah Allah kini punya ibu yang memanggil-Nya makan dan ayah angkat yang mengajari-Nya memegang martil.

Kita mudah menganggap kehidupan keluarga sebagai sesuatu yang biasa, bahkan membosankan. Rutinitas yang berulang: memasak, mencuci, menegur, memaafkan, mengantar, menjemput. Hari-hari yang tampak tak istimewa. Tetapi hari raya ini mengangkat semua itu menjadi kudus. Sebab Allah sendiri memilih tumbuh besar di dalamnya.

Yesus tidak turun dari langit sebagai orang dewasa yang siap mengajar. Ia memulai sebagai bayi, lalu kanak-kanak, lalu remaja di sebuah rumah tukang kayu. Ia belajar berjalan sambil dipegangi. Ia belajar adat dan doa dari orang tua-Nya. Selama bertahun-tahun, karya penyelamatan dunia berlangsung dalam bentuk yang paling sederhana: seorang anak tumbuh dalam sebuah keluarga.

Surat Yohanes hari ini mengingatkan bahwa waktu ini adalah waktu yang terakhir, zaman yang penuh kebingungan dan suara-suara palsu. Justru di zaman seperti itu, keluarga menjadi tempat pertama iman diwariskan, tempat anak-anak belajar mengenali suara yang benar di antara sekian banyak suara.

Maka keluarga kita, dengan segala keributan dan kekurangannya, bukan tempat yang terlalu remeh bagi Allah. Ia sendiri pernah tinggal di alamat seperti itu. Yang Kekal memilih punya rumah, supaya rumah kita boleh menjadi kudus.

Tuhan, Engkau yang kekal memilih tumbuh dalam sebuah keluarga. Kuduskanlah rumah kami dengan segala rutinitas dan kekurangannya, dan jadikan ia tempat iman berakar. Amin.

Invitatorium

PESTA PARA KANAK-KANAK SUCI PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia memberikan mahkota kemartirannya kepada kanak-kanak suci.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menyembah Kristus yang telah lahir. Ia memberikan mahkota kemartirannya kepada kanak-kanak suci.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Keluarga Kudus

Ya Allah, datanglah menolongku.

Tuhan, bersegeralah menolongku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Sukacita bagi dunia, Tuhan telah datang!

Biarlah bumi menerima Raja-Nya;

Biarlah setiap hati menyiapkan tempat bagi-Nya,

Dan Surga serta alam bernyanyi,

Dan Surga serta alam bernyanyi,

Dan Surga, dan Surga, serta alam bernyanyi.
Sukacita bagi dunia, Sang Juruselamat memerintah!

Biarlah manusia menggunakan lagu-lagu mereka;

Sementara ladang dan banjir, batu dan bukit serta dataran

Mengulang sukacita yang bergema,

Mengulang sukacita yang bergema,

Mengulang, mengulang, sukacita yang bergema.
Jangan lagi dosa dan kesedihan bertumbuh,

Jangan pula duri mengganggu tanah;

Ia datang untuk membuat berkat-Nya mengalir

Sejauh kutuk ditemukan,

Sejauh kutuk ditemukan,

Sejauh, sejauh, kutuk ditemukan.
Ia memerintah dunia dengan kebenaran dan rahmat,

Dan membuat bangsa-bangsa membuktikan

Kemuliaan kebenaran-Nya,

Dan keajaiban kasih-Nya,

Dan keajaiban kasih-Nya,

Dan keajaiban, keajaiban, kasih-Nya.

PSALMODI

Ant. 1 Ketika orang tua-Nya membawa Kanak-kanak Yesus ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya dalam pelukannya dan memuji Allah.

Mazmur 24

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,

dunia dan semua penduduknya.

Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;

di atas air Ia menegakkannya.
Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menginginkan hal-hal yang sia-sia,

yang tidak bersumpah untuk menipu sesamanya.
Ia akan menerima berkat dari Tuhan

dan upah dari Allah yang menyelamatkannya.

Demikianlah orang-orang yang mencari-Nya,

mencari wajah Allah Yakub.
Hai gerbang-gerbang, angkatlah kepalamu;

terangkatlah, hai pintu-pintu purbakala.

Biarlah masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa, yang gagah perkasa,

Tuhan, yang gagah perkasa dalam perang.
Hai gerbang-gerbang, angkatlah kepalamu;

terangkatlah, hai pintu-pintu purbakala.

Biarlah masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ketika orang tua-Nya membawa Kanak-kanak Yesus ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya dalam pelukannya dan memuji Allah.

Ant. 2 Para Majus masuk ke rumah dan menemukan Kanak-kanak itu bersama Maria, ibu-Nya.

Mazmur 46

Allah adalah bagi kita perlindungan dan kekuatan,

penolong yang dekat, di saat kesesakan,

maka kita tidak akan takut meskipun bumi berguncang,

meskipun gunung-gunung jatuh ke dasar laut;

meskipun airnya bergelora dan berbusa,

meskipun gunung-gunung diguncang oleh gelombangnya.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Aliran sungai memberi sukacita kepada kota Allah,

tempat kudus di mana Yang Mahatinggi bersemayam.

Allah ada di dalamnya, ia tidak akan terguncang;

Allah akan menolongnya pada fajar hari.

Bangsa-bangsa bergejolak, kerajaan-kerajaan terguncang:

Ia mengangkat suara-Nya, bumi menyusut.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Marilah, perhatikanlah perbuatan-perbuatan Tuhan,

perbuatan-perbuatan dahsyat yang telah Ia lakukan di bumi.

Ia mengakhiri perang di seluruh bumi;

busur Ia patahkan, tombak Ia hancurkan.

Ia membakar perisai-perisai dengan api.

Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah,

tertinggi di antara bangsa-bangsa, tertinggi di bumi!”
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Para Majus masuk ke rumah dan menemukan Kanak-kanak itu bersama Maria, ibu-Nya.

Ant. 3 Yusuf bangun di malam hari dan membawa Kanak-kanak itu serta ibu-Nya ke Mesir.

Mazmur 87

Di gunung-Nya yang kudus adalah kota-Nya

yang dikasihi Tuhan.

Tuhan lebih menyukai gerbang-gerbang Sion

daripada semua kediaman Yakub.

Tentang Engkau diceritakan hal-hal yang mulia,

Wahai kota Allah!
Babel dan Mesir akan Aku hitung

di antara mereka yang mengenal Aku;

Filistia, Tirus, Etiopia,

ini akan menjadi anak-anaknya

dan Sion akan disebut Ibu

karena semua akan menjadi anak-anaknya.”
Dialah, Tuhan Yang Mahatinggi,

yang memberikan tempat kepada setiap orang.

Dalam daftar bangsa-bangsa-Nya Ia menulis:

Ini adalah anak-anaknya,

dan sambil menari mereka akan bernyanyi:

Dalam Engkau semua menemukan rumah mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Yusuf bangun di malam hari dan membawa Kanak-kanak itu serta ibu-Nya ke Mesir.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Anak-anakmu akan diajar oleh Tuhan sendiri.

Ia akan memberkati mereka dengan kepenuhan damai sejahtera.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus

5:21—6:4

Hidup Kristiani dalam keluarga dan masyarakat
Tunduklah seorang kepada yang lain karena hormat akan Kristus.
Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala Gereja, tubuh-Nya, dan juga Juruselamatnya. Sebagaimana Gereja tunduk kepada Kristus, demikian pula istri-istri hendaknya tunduk kepada suaminya dalam segala hal.
Hai suami-suami, kasihilah istrimu, sebagaimana Kristus mengasihi Gereja. Ia menyerahkan diri-Nya untuk Gereja, untuk menguduskannya, menyucikannya dengan permandian air oleh kuasa sabda, untuk mempersembahkan kepada diri-Nya Gereja yang mulia, kudus dan tak bercacat, tanpa noda atau kerut atau apa pun yang serupa itu. Suami-suami hendaknya mengasihi istrinya seperti tubuhnya sendiri. Siapa yang mengasihi istrinya, mengasihi dirinya sendiri.
Perhatikanlah bahwa tidak seorang pun pernah membenci dagingnya sendiri; tidak, ia memeliharanya dan merawatnya seperti Kristus merawat Gereja—karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya,

dan akan bersatu dengan istrinya, dan keduanya akan menjadi satu daging.”
Ini adalah gambaran yang agung; maksudku, ini mengacu kepada Kristus dan Gereja. Bagaimanapun juga, setiap orang hendaknya mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri, dan istri hendaknya menghormati suaminya.
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam Tuhan, karena itulah yang diharapkan darimu. “Hormatilah ayahmu dan ibumu” adalah perintah pertama yang disertai janji — “supaya kamu berbahagia dan panjang umur di bumi.”
Hai bapa-bapa, janganlah membuat anak-anakmu marah. Didiklah mereka dengan didikan dan nasihat yang sesuai dengan Tuhan.

RESPONSORIUM Efesus 6:1-2; Lukas 2:51

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam Tuhan, karena itulah kewajibanmu;

hormatilah ayahmu dan ibumu.
Yesus kembali bersama Maria dan Yusuf ke Nazaret; di sana Ia tinggal dan taat kepada mereka.

Hormatilah ayahmu dan ibumu.

BACAAN KEDUA

Dari sebuah pidato oleh Paus Paulus VI

Nazaret, sebuah teladan
Nazaret adalah semacam sekolah di mana kita dapat mulai menemukan seperti apa kehidupan Kristus dan bahkan memahami Injil-Nya. Di sini kita dapat mengamati dan merenungkan daya tarik sederhana dari cara Putra Allah dikenal, mendalam namun penuh makna tersembunyi. Dan secara bertahap kita bahkan dapat belajar meniru-Nya.
Di sini kita dapat belajar menyadari siapa Kristus sebenarnya. Dan di sini kita dapat merasakan dan memperhitungkan kondisi dan keadaan yang mengelilingi dan memengaruhi kehidupan-Nya di bumi: tempat-tempat, suasana zaman, budaya, bahasa, adat istiadat keagamaan, singkatnya segala sesuatu yang Yesus gunakan untuk memperkenalkan diri-Nya kepada dunia. Di sini segala sesuatu berbicara kepada kita, segala sesuatu memiliki makna. Di sini kita dapat belajar pentingnya disiplin rohani bagi semua yang ingin mengikuti Kristus dan hidup sesuai ajaran Injil-Nya.
Betapa aku ingin kembali ke masa kecilku dan menghadiri sekolah sederhana namun mendalam yaitu Nazaret! Betapa indahnya berada dekat dengan Maria, belajar lagi pelajaran tentang makna hidup yang sejati, belajar lagi kebenaran-kebenaran Allah. Tetapi di sini kita hanya berziarah. Waktu mendesak dan aku harus mengesampingkan keinginanku untuk tinggal dan melanjutkan pendidikanku dalam Injil, karena pendidikan itu tidak pernah selesai. Tetapi aku tidak dapat pergi tanpa mengingat, secara singkat dan sambil lalu, beberapa pemikiran yang kubawa dari Nazaret.
Pertama, kita belajar dari keheningannya. Andai saja kita bisa sekali lagi menghargai nilainya yang besar. Kita membutuhkan keadaan pikiran yang indah ini, karena kita dikelilingi oleh hiruk pikuk protes yang keras dan klaim yang saling bertentangan yang begitu khas dari masa-masa yang bergejolak ini. Keheningan Nazaret hendaknya mengajari kita bagaimana bermeditasi dalam damai dan tenang, untuk merenungkan hal-hal yang sangat rohani, dan untuk terbuka terhadap suara kebijaksanaan batin Allah dan nasihat para guru-Nya yang sejati. Nazaret dapat mengajari kita nilai studi dan persiapan, meditasi, kehidupan rohani pribadi yang teratur, dan doa hening yang hanya diketahui oleh Allah.
Kedua, kita belajar tentang kehidupan keluarga. Semoga Nazaret menjadi teladan tentang bagaimana seharusnya keluarga itu. Semoga ia menunjukkan kepada kita karakter keluarga yang kudus dan abadi serta mencontohkan fungsi dasarnya dalam masyarakat: sebuah komunitas kasih dan berbagi, indah karena masalah yang ditimbulkannya dan imbalan yang diberikannya; singkatnya, lingkungan yang sempurna untuk membesarkan anak-anak—dan untuk ini tidak ada penggantinya.
Akhirnya, di Nazaret, rumah seorang anak tukang, kita belajar tentang pekerjaan dan disiplin yang menyertainya. Aku secara khusus ingin mengakui nilainya—menuntut namun menebus—dan memberinya penghormatan yang layak. Aku ingin mengingatkan semua orang bahwa pekerjaan memiliki martabatnya sendiri. Di sisi lain, pekerjaan bukanlah tujuan itu sendiri. Nilai dan karakter bebasnya, bagaimanapun, tidak hanya berasal dari tempatnya dalam sistem ekonomi, seperti yang mereka katakan, tetapi lebih dari tujuan yang dilayaninya.
Sebagai penutup, izinkan aku menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada orang-orang di mana pun yang bekerja untuk mencari nafkah. Kepada mereka aku ingin menunjukkan teladan besar mereka, Kristus saudara mereka, Tuhan dan Allah kita, yang adalah nabi mereka dalam setiap tujuan yang mempromosikan kesejahteraan mereka.

RESPONSORIUM

2 Korintus 13:11; Efesus 5:9; Kolose 3:23

Milikilah hati yang bersukacita, berusahalah untuk menjadi kudus, tolong-menolonglah, tetaplah bersatu, hiduplah dalam damai.

Bernyanyilah dan bermazmurlah bagi Tuhan dalam hatimu.
Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hatimu, seolah-olah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Bernyanyilah dan bermazmurlah bagi Tuhan dalam hatimu.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji Dikau;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan Dikau;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Segala ciptaan menyembah Dikau.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji Dikau.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji Dikau.

Pasukan para martir berjubah putih memuji Dikau.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan Dikau:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, Pembela dan Penuntun.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi Hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji Dikau.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang berkenan memberikan kepada kami

teladan cemerlang Keluarga Kudus,

dengan murah hati berikanlah agar kami dapat meniru mereka

dalam mempraktikkan kebajikan hidup berkeluarga

dan dalam ikatan kasih,

dan demikian, dalam sukacita rumah-Mu,

suatu hari nanti menikmati ganjaran abadi.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Salam para martir suci
Yang laksana bunga wangi
Gugur dihempaskan taufan
Dibunuh menjadi kurban.

Demi Kristus kamu tewas
Dibantai raja yang ganas
Hati kami sungguh pilu
Bila mengingat nasibmu.

Belum lagi kamu tahu
Akan ini akan itu
Sudah menjadi pahlawan
Bermahkotakan kemartiran.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang lahir dari perawan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Ant.1: Mereka akan bermain-main bersama aku berpakaian putih, sebab mereka ternyata pantas, alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Mereka akan bermain-main bersama aku berpakaian putih, sebab mereka ternyata pantas, alleluya.

Ant.2: Para kanak-kanak yang dibunuh itu melambangkan pujian bagi Tuhan, yang tak mungkin mereka lakukan selama masih hidup.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Ant.2: Para kanak-kanak yang dibunuh itu melambangkan pujian bagi Tuhan, yang tak mungkin mereka lakukan selama masih hidup.

Ant.3: Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu untuk melambungkan musuh dan lawanMu.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu untuk melambungkan musuh dan lawanMu.

Bacaan Singkat (Yer 31,15)

Terdengarlah ratapan Rakhael menangisi anak-anaknya, dan tidak mau dihiburkan, sebab mereka tidak ada lagi.

Lagu Singkat

P: Orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya. U: Orang. P: Dan Tuhanlah ganjaran mereka. U: Untuk. P: Kemuliaan. U: Orang.

Ant.Kidung: Para kanak-kanak suci di bunuh oleh raja jahat demi Kristus. Mereka mengikuti anakdomba yang tak bercela sambil bernyanyi: mulialah Engkau, ya Tuhan.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Para kanak-kanak suci di bunuh oleh raja jahat demi Kristus. Mereka mengikuti anakdomba yang tak bercela sambil bernyanyi: mulialah Engkau, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Kristus mengalahkan raja bengis bukan dengan senjata, melainkan dengan pasukan cemerlang para kanak-kanak. Marilah kita merayakan kemenangan mulia mereka dan berseru:
U: Barisan para martir memuji Engkau , ya Tuhan.
P: Ya Kristus, para kanak-kanak suci memuliakan Dikau bukan dengan madah melainkan dengan darah,* semoga kami memberi kesaksian tentang Engkau dengan perkataan dan perbuatan.
P: Engkau mengaruniakan mahkota kemenangan kepada para kanak-kanak suci, meskipun mereka belum mampu berjuang bagiMu,* semoga berkat pertolonganMu kami tetap bertahan dalam perjuangan iman.
P: Engkau telah membasuh pakaian para kanak-kanak suci dalam darahMu,* semoga kami suci dari setiap noda dosa.
P: Engkau menerima para kanak-kanak suci di surga sebagai buah bungaran kerajaanMu,* semoga kami kelak Kauterima dalam perjamuan nikah di surga.
P: Sebagai anak kecil Engkau mengalami pengungsian dan penganiayaan,* lindungilah para kanak-kanak yang diancam maut karena bencana alam, kelaparan atau perang.

Bapa kami

Doa Penutup

Allah, Bapa yang mahabaik, hari ini martir-martirMu yang tak bersalah meluhurkan Dikau bukan dengan madah melainkan dengan darah. Semoga iman yang kami akui dengan perkataan, kami nyatakan pula dengan perbuatan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

PESTA PARA KANAK-KANAK SUCI SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat (Kis 3,12a.14)

Aku menangis, air mataku bercucuran. Anak-anaku binasa karena musuh terlalu kuat.

P: Tuhan berkenan kepada orang suciNya.
U: Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Doa Penutup

Allah, Bapa yang mahabaik, hari ini martir-martirMu yang tak bersalah meluhurkan Dikau bukan dengan madah melainkan dengan darah. Semoga iman yang kami akui dengan perkataan, kami nyatakan pula dengan perbuatan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

PESTA PARA KANAK-KANAK SUCI SORE II

Lih. Oktaf Natal Hal. 78

Madah

Yesus Putra tunggal Bapa
Yang menebus manusia
Sudah lahir dari dulu
Sebelum adanya waktu.

Engkaulah cahaya Bapa
Harapan kami semua
Dengarkanlah doa kami
Yang kami panjatkan ini.

Untuk membebaskan kami
Engkau merendahkan diri
Lahir dari perawan murni
Tak berdaya bagai bayi.

Mulialah Engkau ya Tuhan
Yang lahir dari perawan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulialah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.

Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.

Kidung, Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.

Bacaan Singkat (1Yoh 1:1-3)

Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan, tentang sabda hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan mewartakan kepada kamu tentang hidup kekal yang ada pada Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami mewartakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami ialah persekutuan dengan Bapa dan dengan PuteraNya Yesus Kristus.

Lagu Singkat

P: Sabda menjadi manusia lemah,* Alleluya, alleluya. U: Sabda. P: Dan tinggal di antara kita. U: Alleluya. P: Kemuliaan. U: Sabda.

Ant.Kidung (Mi 28 Des): Santa perawan yang suci murni melahirkan bagi kita Allah yang menjadi anak kecil dan lemah. Marilah kita semua menyembah Allah, yang datang untuk menyelamatkan kita.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Santa perawan yang suci murni melahirkan bagi kita Allah yang menjadi anak kecil dan lemah. Marilah kita semua menyembah Allah, yang datang untuk menyelamatkan kita.

Doa Permohonan

P: Allah telah mengutus PuteraNya yang dilahirkan dari seorang wanita dan hidup di bawah hukum Taurat untuk membebaskan semua orang yang tunduk pada hukum itu. Marilah kita berdoa penuh harapan:
U: Semoga PuteraMu menyertai kami, ya Tuhan.
P: Allah, sumber cinta kasih dan damai, baharuilah iman semua orang Kristen akan penjelmaan PuteraMu,* agar mereka bertekun mengucapkan syukur kepadaMu.
P: Kuatkanlah pengharapan orang yang sakit, yang tua dan yang miskin,* berilah kelegaan hati kepada orang yang tertindas, pengharapan kepada yang putus asa, dan penghiburan kepada yang berduka.
P: Ingatlah semua orang yang ditahan dalam penjara,* dan mereka yang diusir dari tanah airnya.
P: Waktu kelahiran PuteraMu, para malaikat melambungkan madah pujian di dunia ini,* semoga orang-orang yang telah berpulang memuji Engkau di surga bersama rombongan para malaikat.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, luhurlah karya kekuasaanMu, ketika Kauciptakan manusia menjadi abdiMu. Namun lebih luhur lagi karya cinta kasihMu, ketika Kauperbaharui kami menjadi anakMu. Maka kami mohon, semoga kami memiliki kehidupan ilahi seperti Kristus yang telah menjadi manusia seperti kami. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem

Martir

Kelahiran Yesus yang konon akan menjadi 'Raja Israel' membawa kegoncangan bahkan ancaman terhadap kekuasaan Herodes Agung. Kemarahan Herodes semakin menjadi-jadi karena Tiga Raja dari Timur, yang disuruh kembali ke Yerusalem untuk memberitahukan kepadanya tempat kelahiran bayi Yesus, pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain. Ia segera memerintahkan agar bayi Yesus dibunuh dan semua bayi yang ada di Betlehem. Tanpa mempedulikan ratap tangis ibu-ibu, disuruhnya membunuh semua kanak-kanak di daerah Betlehem. Maksudnya gagal karena Kanak-kanak Yesus sudah dibawa lari orangtua-Nya ke Mesir.

Herodes memang dikenal sebagai penguasa yang berhasil membangun Yerusalem dengan berbagai monumen, namun ia sebenarnya adalah boneka mainan kaisar Romawi. Namanya sendiri busuk karena ke bengisan dan kebejatan hidupnya. Ia membunuh banyak orang termasuk tiga orang puteranya sendiri. Isterinya ada 10 orang. Dengan melihat pada kepribadiannya yang bejat ini, kita dapat memahami tindakannya.

Pada hari ini Gereja bukan saja menghormati kanak-kanak itu sebagai martir-martir Kristus, melainkan juga terutama menekankan nilai kesucian hidup dan kemurnian hati sebagai suatu cita-cita iman semua orang Kristen. Pesta hari ini menghimbau semua orang Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, meskipun kerap harus mengorbankan nyawa, menumpahkan darah karena cinta kasih kepada Allah dan sesama. Di dalam diri kanak-kanak Suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang se-sempurna-sempurnanya.

Santa Fabiola

Janda

Fabiola Iahir di Roma pada pertengahan abad ke-4 dari sebuah keluarga ningrat. Masa mudanya sangat tidak terpuji. Mula-mula ia menikah dengan seorang pemuda yang bejat hidupnya. Karena tidak tahan maka ia berusaha cerai. Setelah ia berhasil secara sipil, ia menikah Iagi dengan lelaki lain. Sebagai orang Kristen, tindakannya ini sangat tidak terpuji dan mencoreng nama baik Gereja. Namun Tuhan rupanya tidak sudi membiarkan Fabiola bertindak semakin sembrono. Tuhan mulai campur tangan.

Tidak lama kemudian dua laki-laki yang menjadi suaminya itu meninggal dunia. Fabiola sendiri menyesali sikap hidupnya dan bertobat. Ia menaati aturan hidup sebagai anggota Gereja, melakukan silih di hadapan seluruh umat sehingga diterima kembali sebagai anggota Gereja. Pertobatannya secara terbuka dilakukannya di muka basilik Lateran. Paus Santo Siricius menerimanya kembali dalam pangkuan ibu Gereja.

Corak hidupnya yang baru diwarnai dengan pengabdian tulus dalam karya-karya cinta kasih. Harta bendanya ia manfaatkan untuk kepentingan Gereja Roma. Ia mendirikan rumah sakit khusus untuk membantu orang-orang miskin. Para pasiennya adalah gelandangan-gelandangan yang ditemuinya di jalan-jalan atau yang meringkuk di dalam penjara. Rumah sakit ini menampung siapa saja sehingga menjadi semacam rumah sakit umum pertama dalam sejarah Barat.

Pada tahun 395 Fabiola berziarah ke Yerusalem dan mengunjungi Santo Hieronimus, Santa Paula dan Santa Eustakium. Ketika itu Hieronimus sedang bermusuhan dengan Uskup Rufinus berkenaan dengan ajaran Origenes yang ditentangnya. Orang berusaha mempengaruhi Fabiola agar memihak Rufinus. Namun Fabiola tetap mendukung Hieronimus, gurunya. Fabiola mendirikan sebuah biara dan membantu Hieronimus dalam usaha menerjemahkan Kitab Suci. Tetapi kemudian ia pindah dari biara itu: biara itu menjadi tempat ziarah yang sangat ramai; kondisi hidup umat sangat tidak menyenangkan: umat Kristen terpecah-pecah, dan dari luar ada ancaman serangan bangsa Hun, dll.

Untuk sementara Fabiola dengan kawan-kawannya mengungsi ke Jaffa, sambil menantikan ketenteraman di Yerusalem. Setelah keadaan pulih dan aman, Fabiola pulang ke Roma dan kawan-kawannya kembali ke Yerusalem. Di Roma masih terdapat banyak masalah. Meskipun demikian, Fabiola tetap meneruskan karya cintakasihnya selama tahun-tahun terakhir hidupnya. Bersama Santo Pammachius, ia mendirikan rumah sakit umum besar di Porto untuk peziarah yang miskin dan sakit. Dalam satu tahun saja rumah sakit itu terkenal dari Parthia sampai ke Britania. Fabiola wafat pada tahun 399. Ia sangat dicintai dan dihormati