Jumat, 26 Desember 2031

Pesta S. Stefanus, Martir Pertama

Pesta

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 6:8-10;7:54-60

Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini--anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria--bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Mazmur Tanggapan Mazmur 31:3-4,6,8,16-17

(31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
(31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
(31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.
(31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.
(31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
(31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.

Bacaan Injil Matius 10:17-22

Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Renungan

Yang Menjaga Jubah

Di setiap peristiwa besar, ada tokoh utama yang disorot dan ada sosok kecil di pinggir yang nyaris tak diperhatikan. Dalam kisah kematian Stefanus, martir pertama, mata kita tertuju pada wajahnya yang bercahaya, pada doanya yang mengampuni. Tetapi ada satu kalimat kecil yang mudah terlewat.

"Saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus." Seorang muda, menjaga tumpukan jubah orang yang sedang melempari batu. Namanya Saulus. Ia belum jadi siapa-siapa, hanya penjaga pakaian yang menyetujui pembunuhan.

Kita tahu kelanjutannya. Saulus muda itu kelak menjadi Paulus, rasul terbesar yang membawa Injil sampai ke ujung kekaisaran. Dan bagaimana benih pertobatannya ditanam? Salah satunya di hari itu, ketika ia menyaksikan seorang martir mati sambil mengampuni para pembunuhnya. Doa Stefanus, "janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka", pasti termasuk menanggung Saulus yang berdiri di situ.

Sehari sesudah Natal, Gereja sengaja menaruh kisah darah ini. Seakan hendak berkata bahwa bayi yang lahir kemarin datang ke dunia yang keras, dunia tempat kesaksian bisa berujung pada batu. Tetapi juga dunia tempat kematian seorang saksi bisa menjadi benih iman seorang penganiaya.

Kita tak pernah tahu siapa yang sedang menjaga jubah di pinggir hidup kita, memperhatikan cara kita menanggung penderitaan. Bisa jadi kesaksian kita yang paling sunyi sedang menanam sesuatu di hati yang tak kita duga.

Tuhan, seperti Stefanus, berilah aku kekuatan untuk mengampuni bahkan yang melukai. Pakailah kesaksianku menanam benih di hati yang tak kukenal. Amin.

Invitatorium

PESTA SANTO STEFANUS PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Lihatlah! di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih payah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang diberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka menaikkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir dalam perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

PSALMODI

Ant. 1 Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.

Mazmur 2

Mesias, raja dan penakluk

Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kis 4:27).

Mengapa keributan ini di antara bangsa-bangsa,

di antara bangsa-bangsa gumaman yang sia-sia ini?

Mereka bangkit, raja-raja bumi,

para pangeran bersekongkol melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari kita buang kuk mereka.”
Dia yang duduk di surga tertawa;

Tuhan menertawakan mereka dengan ejekan.

Kemudian Dia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan menimpa mereka dengan teror.

“Akulah yang telah menempatkan raja-Ku

di Sion, gunung suci-Ku.”
Aku akan mengumumkan ketetapan Tuhan:
Tuhan berkata kepadaku: “Engkau adalah Putra-Ku.

Akulah yang telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mintalah dan Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepada-Mu,

menempatkan ujung-ujung bumi dalam kepemilikan-Mu.

Dengan tongkat besi Engkau akan memecahkan mereka,

menghancurkan mereka seperti bejana tukang tembikar.”
Sekarang, hai raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, hai penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan rasa takut dan gentar,

berikanlah penghormatan kepada-Nya agar Dia tidak marah dan Engkau binasa;

karena tiba-tiba kemarahan-Nya akan menyala.
Berbahagialah mereka yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.

Ant. 2 Stefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.

Mazmur 11

Allah adalah penopang yang tak pernah gagal bagi orang benar

Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan keadilan; mereka akan dipuaskan (Matius 5:6).

Dalam Tuhan aku berlindung.

Bagaimana Engkau dapat berkata kepada jiwaku:

“Terbanglah seperti burung ke gunungnya.
Lihatlah orang fasik menyiapkan busur mereka;

mereka memasang anak panah mereka pada tali busur

untuk menembak orang-orang jujur dalam kegelapan.

Dasar-dasar yang telah hancur, apa yang dapat dilakukan orang benar?”
Tuhan ada di bait-Nya yang kudus,

Tuhan, yang takhta-Nya ada di surga.

Mata-Nya memandang ke dunia;

pandangan-Nya menguji manusia fana.
Tuhan menguji orang benar dan orang fasik:

Dia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Dia mengirimkan api dan belerang kepada orang fasik;

Dia mengirimkan angin yang membakar sebagai bagian mereka.
Tuhan itu adil dan mencintai keadilan:

orang jujur akan melihat wajah-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Stefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.

Ant. 3 Tidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.

Mazmur 17

Selamatkanlah aku, Tuhan, dari mereka yang membenci-Mu

Selama hidup-Nya di bumi… Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dan didengar (Ibrani 5:7).

Tuhan, dengarkanlah perkara yang adil,

perhatikanlah seruanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepada doaku: tidak ada tipu daya di bibirku.
Dari-Mu semoga penghakimanku datang.

Mata-Mu membedakan kebenaran.
Engkau menyelidiki hatiku, Engkau mengunjungi aku di malam hari.

Engkau menguji aku dan Engkau tidak menemukan kesalahan padaku.

Kata-kataku tidak berdosa seperti kata-kata manusia.
Aku menjauhi kekerasan karena firman-Mu,

Aku menjaga kakiku di jalan-jalan-Mu;

tidak ada goyangan dalam langkah-langkahku.
Aku di sini dan aku memanggil, Engkau akan mendengar aku, ya Allah.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku; dengarkanlah kata-kataku.

Tunjukkanlah kasih-Mu yang besar, Engkau yang tangan kanan-Nya menyelamatkan

sahabat-sahabat-Mu dari mereka yang memberontak melawan mereka.
Jagalah aku seperti biji mata-Mu.

Sembunyikanlah aku dalam bayangan sayap-Mu

dari serangan kekerasan orang fasik.
Musuh-musuhku mengepungku dengan niat mematikan.

Hati mereka tertutup rapat, mulut mereka berbicara dengan sombong.

Mereka maju melawanku, dan sekarang mereka mengepungku.
Mata mereka mengawasi untuk menjatuhkan aku ke tanah

seolah-olah mereka adalah singa yang siap mencakar

atau seperti singa muda yang bersembunyi.
Tuhan, bangkitlah, hadapilah mereka, pukulah mereka!

Biarlah pedang-Mu menyelamatkan jiwaku dari orang fasik;

biarlah tangan-Mu, ya Tuhan, menyelamatkan aku dari manusia,

dari manusia yang upahnya ada dalam hidup ini.
Engkau memberi mereka kekayaan-Mu;

mereka bersukacita dalam kelimpahan keturunan

dan meninggalkan kekayaan mereka kepada anak-anak mereka.
Adapun aku, dalam keadilanku aku akan melihat wajah-Mu

dan akan dipenuhi, ketika aku bangun, dengan pemandangan kemuliaan-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Kesengsaraan dan penderitaan mengelilingi aku.

Namun hukum-Mu adalah kesukaanku.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kisah Para Rasul

6:8 – 7, 2a, 44-59

Kemartiran Stefanus
Stefanus adalah seorang yang penuh rahmat dan kuasa, yang melakukan mukjizat dan tanda-tanda besar di antara orang banyak. Beberapa anggota dari apa yang disebut “Sinagoga Orang-orang Merdeka Roma” (yaitu, orang-orang Yahudi dari Kirene, Aleksandria, Kilikia, dan Asia) berusaha untuk berdebat dengan Stefanus, tetapi mereka tidak dapat menandingi hikmat dan roh yang dengannya ia berbicara.
Mereka membujuk beberapa orang untuk membuat tuduhan bahwa mereka telah mendengar dia mengucapkan hujatan terhadap Musa dan Allah, dan dengan cara ini mereka menghasut rakyat, para tua-tua, dan para ahli Taurat. Bersama-sama mereka menghadapinya, menangkapnya, dan membawanya ke Sanhedrin. Di sana mereka membawa saksi-saksi palsu, yang berkata: “Orang ini tidak pernah berhenti membuat pernyataan melawan tempat kudus dan hukum. Kami telah mendengar dia mengklaim bahwa Yesus orang Nazaret akan menghancurkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang Musa wariskan kepada kami.” Anggota-anggota Sanhedrin yang duduk di sana menatapnya dengan saksama. Sepanjang itu, wajah Stefanus tampak seperti wajah malaikat.
Imam besar bertanya apakah tuduhan itu benar. Untuk ini Stefanus menjawab: “Saudara-saudaraku! Bapa-bapa! Dengarkanlah aku. Nenek moyang kita di padang gurun memiliki kemah pertemuan seperti yang Allah perintahkan ketika Dia berbicara kepada Musa, memerintahkannya untuk membuatnya sesuai dengan pola yang telah dilihatnya. Generasi berikutnya dari nenek moyang kita mewarisinya. Di bawah Yosua, mereka membawanya ke tanah selama penaklukan bangsa-bangsa yang Allah usir untuk memberi tempat bagi nenek moyang kita. Demikianlah sampai zaman Daud, yang mendapat perkenanan Allah dan memohon agar ia dapat menemukan tempat tinggal bagi rumah Yakub. Namun, Salomo-lah yang membangun bangunan untuk rumah itu. Namun Yang Mahatinggi tidak berdiam di bangunan yang dibuat oleh tangan manusia, karena seperti yang dikatakan nabi:
Langit adalah takhta-Ku, bumi adalah tumpuan kaki-Ku;

Rumah macam apa yang dapat kamu bangun untuk-Ku? tanya Tuhan.

Seperti apakah tempat peristirahatan-Ku? Bukankah tangan-Ku yang membuat semua ini?’
“Hai orang-orang yang tegar tengkuk, yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus seperti yang dilakukan nenek moyangmu sebelum kamu. Pernahkah ada nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Pada zaman mereka, mereka membunuh orang-orang yang meramalkan kedatangan Yang Adil; sekarang giliranmu telah menjadi pengkhianat dan pembunuh-Nya. Kamu yang menerima hukum melalui pelayanan para malaikat tidak mematuhinya.”
Mereka yang mendengarkan kata-katanya tersentak hatinya; mereka menggertakkan gigi karena marah kepadanya. Sementara itu Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke langit di atas dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. “Lihat!” serunya, “Aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Para penonton berteriak keras, sambil menutupi telinga mereka. Kemudian mereka menyerbu dia seperti satu orang, menyeretnya keluar kota, dan mulai merajamnya. Sementara itu para saksi menumpuk jubah mereka di kaki seorang pemuda bernama Saulus.
Ketika Stefanus dirajam, ia terdengar berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Ia berlutut dan berseru dengan suara nyaring, “Tuhan, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.” Dan dengan itu ia meninggal. Saulus, pada bagiannya, menyetujui tindakan pembunuhan itu.

RESPONSORIUM

Ketika orang-orang Yahudi merajam Stefanus, hamba Allah, langit terbuka di hadapannya; ia melihat, ia masuk.

Berbahagialah orang yang baginya langit terbuka.
Ketika batu-batu menghantamnya, dari kedalaman surga kemuliaan yang hidup bersinar padanya.

Berbahagialah orang yang baginya langit terbuka.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Fulgensius dari Ruspe, uskup

Persenjataan kasih
Kemarin kita merayakan kelahiran Raja kita yang abadi dalam waktu. Hari ini kita merayakan penderitaan kemenangan prajurit-Nya. Kemarin raja kita, mengenakan jubah daging-Nya, meninggalkan tempat-Nya di rahim perawan dan dengan ramah mengunjungi dunia. Hari ini prajurit-Nya meninggalkan kemah tubuhnya dan pergi dengan kemenangan ke surga.
Raja kita, meskipun keagungan-Nya yang luhur, datang dalam kerendahan hati demi kita; namun Dia tidak datang dengan tangan kosong. Dia membawa prajurit-Nya hadiah besar yang tidak hanya memperkaya mereka tetapi juga membuat mereka tak terkalahkan dalam pertempuran, karena itu adalah hadiah kasih, yang akan membawa manusia untuk berbagi dalam keilahian-Nya. Dia memberi dari kelimpahan-Nya, namun tanpa kehilangan apa pun bagi diri-Nya. Dengan cara yang menakjubkan Dia mengubah kemiskinan para pengikut-Nya yang setia menjadi kekayaan sementara tetap memiliki kekayaan-Nya sendiri yang tak habis-habisnya.
Maka kasih yang membawa Kristus dari surga ke bumi mengangkat Stefanus dari bumi ke surga; yang pertama kali ditunjukkan dalam raja, kemudian bersinar dalam prajurit-Nya. Kasih adalah senjata Stefanus yang dengannya ia memenangkan setiap pertempuran, dan dengan demikian memenangkan mahkota yang dilambangkan dengan namanya. Kasihnya kepada Allah mencegahnya menyerah kepada gerombolan yang ganas; kasihnya kepada sesama membuatnya berdoa bagi mereka yang merajamnya. Kasih mengilhaminya untuk menegur mereka yang berbuat salah, untuk membuat mereka bertobat; kasih menuntunnya untuk berdoa bagi mereka yang merajamnya, untuk menyelamatkan mereka dari hukuman. Dikuatkan oleh kuasa kasihnya, ia mengatasi kekejaman Saulus yang mengamuk dan memenangkan penganiayanya di bumi sebagai sahabatnya di surga. Dalam kasihnya yang kudus dan tak kenal lelah ia merindukan untuk memenangkan melalui doa mereka yang tidak dapat ia ubah melalui teguran.
Sekarang akhirnya, Paulus bersukacita bersama Stefanus, bersama Stefanus ia bersukacita dalam kemuliaan Kristus, bersama Stefanus ia memuliakan, bersama Stefanus ia memerintah. Stefanus pergi lebih dulu, dibunuh oleh batu-batu yang dilemparkan oleh Paulus, tetapi Paulus mengikuti kemudian, dibantu oleh doa Stefanus. Ini, pastilah, adalah kehidupan sejati, saudara-saudaraku, kehidupan di mana Paulus tidak merasa malu karena kematian Stefanus, dan Stefanus bersukacita dalam persahabatan Paulus, karena kasih memenuhi mereka berdua dengan sukacita. Kasih Stefanuslah yang mengalahkan kekejaman gerombolan, dan kasih Pauluslah yang menutupi banyak dosanya; kasihlah yang memenangkan bagi mereka berdua kerajaan surga.
Kasih, memang, adalah sumber segala hal baik; itu adalah pertahanan yang tak tertembus, dan jalan yang menuntun ke surga. Dia yang berjalan dalam kasih tidak dapat tersesat maupun takut: kasih membimbingnya, melindunginya, dan membawanya ke akhir perjalanannya.
Saudara-saudaraku, Kristus menjadikan kasih sebagai tangga yang akan memungkinkan semua orang Kristen naik ke surga. Peganglah itu, oleh karena itu, dengan segala ketulusan, berikanlah satu sama lain bukti praktisnya, dan dengan kemajuanmu di dalamnya, naiklah bersama-sama.

RESPONSORIUM

Kemarin Tuhan lahir di bumi agar Stefanus dapat lahir di surga;

Tuhan masuk ke dunia kita agar Stefanus dapat masuk ke surga.
Kemarin Raja kita, mengenakan daging kita, keluar dari rahim perawan untuk tinggal di antara kita.

Tuhan masuk ke dunia kita agar Stefanus dapat masuk ke surga.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji Engkau;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan Engkau;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah Engkau.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa,

langit dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Rombongan mulia para rasul memuji Engkau.

Persekutuan mulia para nabi memuji Engkau.

Pasukan martir berjubah putih memuji Engkau.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan Engkau:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang dibeli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji Engkau.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Kabulkanlah,

Tuhan, kami mohon,

agar kami dapat meniru apa yang kami sembah,

dan dengan demikian belajar mengasihi bahkan musuh-musuh kami,

karena kami merayakan hari kelahiran surgawi seorang pria

yang tahu bagaimana berdoa bahkan untuk para penganiayanya.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama Engkau dalam kesatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Ya martir pahlawan suci
Jejak Kristus kauikuti
Musuh sudah kaukalahkan
Kini engkau dimulyakan.

S'moga doamu yang sakti
Menghapuskan dosa kami
Menyingkirkan kejahatan
Yang merusak kesatuan.

Terlepas sudah tubuhmu
Dari ikatan belenggu
Lepaskan belenggu kami
Agar dapat hidup suci.

Dipujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dan Roh penghibur ilahi
Selalu tak kunjung henti. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Ant.1: Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.

Ant.2: Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Ant.2: Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.

Ant.3: Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Bacaan Singkat (Kis 6:2b-5a)

"Tak patut kami melalaikan pewartaan sabda Allah karena melayani pembagian nafkah sehari-hari. Maka dari itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang harum namanya, penuh Roh kudus serta kebijaksanaan. Mereka itu akan kami angkat untuk melaksanakan tugas tersebut. Kami sendiri akan memusatkan seluruh perhatian pada doa dan tugas pewartaan sabda". Usul itu diterima baik oleh seluruh umat.

Lagu Singkat

P: Tuhanlah kekuatanku,* Dan pujaanku. U: Tuhanlah. P: Dialah yang menjadi penyelamatku. U: Dan pujaanku. P: Kemuliaan. U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Terbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, para martir telah wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:
U: Engkau telah menebus kami dalam darahMu.
P: Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami.
P: Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.
P: Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup.
P: Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa.

Bapa kami

Doa Penutup

Allah, cinta kasih tertinggi, hari ini kami memperingati kematian Santo Stefanus, yang mendoakan para pembunuhnya. Semoga kami mengikuti teladannya dan mencintai musuh kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

PESTA SANTO STEFANUS SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Mazmur 118 (119),25-32

Dengan hati sedih aku rebah ke tanah,*
hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu.

Suka dukaku kuceritakan kepadamu, dan engkau menanggapinya,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Berilah aku pengertian akan perintah-perintahMu,*
maka aku merenungkan segala kurniaMu yang mengagumkan.

Hatiku hancur luluh karena susah,*
tabahkanlah aku menurut firmanMu.

Jauhkanlah aku dari jalan yang sesat,*
dan kurniakanlah hukumMu kepadaku.

Aku telah memilih jalan yang benar,*
aku ingin berpegang pada ketetapanMu.

Aku telah berpaut pada firmanMu, ya Tuhan,*
janganlah aku Kaukecewakan.

Dengan rajin kuikuti perintahMu,*
sebab Engkau melapangkan hatiku.

Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Mazmur 25 (26)

Ya Tuhan, belalah hakku, sebab hidupku tulus,*
kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Uji dan cobailah aku, ya Tuhan,*
selidikilah hati dan batinku.

Karena kasih setiaMu tetap di hadapan mataku,*
maka aku tetap setia kepadaMu.

Aku tidak duduk bersama para penipu,*
dan tidak bergaul dengan para munafik.

Kubenci himpunan orang durjana,*
dan dengan kaum penjahat aku tidak bersidang.

Aku membasuh tanganku, tanda tak bersalah,*
lalu mengitari mesbahMu, ya Tuhan,

sambil memperdengarkan lagu syukur,*
dan mewartakan karyaMu yang luhur.

Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu,*
tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Jangan mencabut nyawaku bersama para pendosa,*
bersama para penumpah darah.

Tangan mereka penuh kebusukan,*
mereka suka menerima suapan.

Tetapi aku hidup dengan jujur,*
bebaskanlah dan kasihanilah aku.

Kakiku berdiri pada jalan yang rata,*
aku akan memuliakan Tuhan dalam himpunan umat.

Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Mazmur 27 (29),1-3.6-9

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
pelindungku, jangan menutup telinga terhadap aku.

Jika Engkau tetap membisu,*
pasti terjerumus aku ke dalam liang kubur.

Dengarkanlah doaku, jika aku berseru kepadaMu,*
sambil menadahkan tangan ke arah rumahMu yang kudus.

Janganlah menyeret aku bersama kaum pendosa,*
bersama orang yang berbuat jahat.

Mereka berbicara ramah dengan sahabatnya,*
tetapi hatinya penuh kejahatan.

Terpujilah Tuhan, sebab Ia mendengarkan doaku,*
Tukanlah kekuatan dan perisaiku.

KepadaNya hatiku percaya, dan aku tertolong,*
maka aku bersorak gembira dan bernyanyi memujiNya.

Tuhanlah kekuatan umatNya, dan benteng keselamatan,*
bagi raja yang diurapiNya.

Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan, berkatilah pusakaMu,*
gembalakan dan dukunglah mereka selama-lamanya.

Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Bacaan singkat (1Ptr 5,10-11)

Allah, sumber segala rahmat, telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal. Ia akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita sejurus lamanya. Dialah yang berkuasa sepanjang segala abad. Amin.

P: Orang kudus yang berharap kepada Tuhan.
U: Akan dikuatkan dan takkan jatuh.

Doa Penutup

Allah, cinta kasih tertinggi, hari ini kami memperingati kematian Santo Stefanus, yang mendoakan para pembunuhnya. Semoga kami mengikuti teladannya dan mencintai musuh kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

PESTA SANTO STEFANUS SORE

Lih. Oktaf Natal Hal. 76

Madah

Yesus Putra tunggal Bapa
Yang menebus manusia
Sudah lahir dari dulu
Sebelum adanya waktu.

Engkaulah cahaya Bapa
Harapan kami semua
Dengarkanlah doa kami
Yang kami panjatkan ini.

Untuk membebaskan kami
Engkau merendahkan diri
Lahir dari perawan murni
Tak berdaya bagai bayi.

Mulialah Engkau ya Tuhan
Yang lahir dari perawan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulialah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.

Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.

Kidung, Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.

Bacaan Singkat (1Yoh 1:5b.7)

Allah itu terang, dan kegelapan sama sekali tidak ada padaNya. Jika kita hidup di dalam terang, seperti Allah hidup di dalam terang, kita akan bersatu dan rukun, dan darah Yesus PuteraNya akan menyucikan dari segala dosa.

Lagu Singkat

P: Sabda menjadi manusia lemah,* Alleluya, alleluya. U: Sabda. P: Dan tinggal di antara kita. U: Alleluya. P: Kemuliaan. U: Sabda.

Ant.Kidung (Mi 26 Des): Ketika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ketika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.

Doa Permohonan

P: Sabda Allah tinggal di tengah-tengah kita dan membuka jalan keselamatan abadi bagi kita. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan.
P: Demi penjelmaan, kelahiran dan masa mudaMu,* demi seluruh hidupMu yang dibaktikan kepada Bapa:
U: Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan.
P: Demi usahaMu, demi pewartaan Injil dan perjalanan-perjalananMu,* demi pergaulanMu dengan orang berdosa:
U: Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan.
P: Demi sakratul maut dan penderitaanMu, demi salib dan kehinaanMu,* demi kesusahan, wafat dan pemakamanMu:
U: Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan.
P: Demi kebangkitan dan kenaikanMu, demi kedatangan Roh kudus, demi kegembiraan dan kemuliaanMu yang abadi,* bebaskanlah saudara kami yang telah meninggal, ya Tuhan:
U: Bebaskanlah kami dari segala kejahatan, ya Tuhan.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, kami mohon, semoga kelahiran PuteraMu sebagai manusia baru membebaskan kami dari perbudakan dosa manusia lama. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Stefanus, Martir Pertama

Diakon dan Martir · ± wafat 34

Stefanus dikenang sebagai martir pertama Gereja, atau protomartir. Kisahnya dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Ia adalah salah satu dari tujuh orang yang dipilih para rasul menjadi diakon, yakni pelayan yang bertugas membagikan bantuan pangan kepada para janda dan warga termiskin jemaat perdana di Yerusalem. Ia digambarkan sebagai orang yang penuh iman, karunia Roh Kudus, dan kuasa mengerjakan tanda-tanda ajaib.

Pengajarannya yang berani membuat marah sejumlah orang, sehingga ia diseret ke hadapan Majelis Sanhedrin dengan tuduhan menghujat. Alih-alih membela diri, Stefanus menyampaikan pidato panjang tentang sejarah keselamatan dan menegur para pemimpin karena menolak Kristus. Mereka pun murka dan menyeretnya ke luar kota untuk dirajam dengan batu.

Saat batu menghujaninya, Stefanus menengadah dan berseru bahwa ia melihat langit terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Sebelum wafat ia berdoa meniru Tuhannya, Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Di antara para saksi yang menyetujui kematiannya berdiri seorang muda bernama Saulus, yang kelak bertobat dan menjadi Rasul Paulus. Stefanus wafat sekitar tahun 34, dan pestanya dirayakan tepat sehari sesudah Natal.

Pelindung: para diakon, tukang batu, dan mereka yang dianiaya karena iman.

Santo Stefanus

Diakon dan Martir Pertama · wafat ± 34

Stefanus adalah salah satu dari tujuh diakon pertama yang dipilih para rasul untuk melayani jemaat (Kis 6). Penuh iman dan Roh Kudus, ia berkhotbah dengan hikmat yang tak terbantahkan, hingga difitnah dan diseret ke hadapan Mahkamah Agama.

Dalam pembelaannya ia memandang ke surga dan berseru, "Aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Ia dirajam sampai mati di luar kota Yerusalem, sambil berdoa bagi para pembunuhnya: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka." Ia menjadi martir pertama Gereja, dan jubah para saksi diletakkan di kaki seorang muda bernama Saulus , yang kelak menjadi Rasul Paulus.