Minggu, 30 November 2031

Hari Minggu Adven I

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yeremia 33:14-16

"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda. Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita!

Mazmur Tanggapan Mazmur 25:4-5,8-10,14

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Bacaan Kedua 1 Tesalonika 3:12-4:2

Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.

Bacaan Injil Lukas 21:25-28,34-36

"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Renungan

Awal Tahun yang Sunyi

Tahun baru biasanya dirayakan dengan gegap gempita. Kembang api, terompet, hitungan mundur, sorak-sorai tepat tengah malam. Tetapi hari ini, tanpa banyak orang menyadarinya, Gereja memulai tahun barunya. Dan awalnya justru sunyi. Tidak ada kembang api. Yang ada hanya lilin ungu pertama dan satu kata: menanti.

Hari ini Minggu Adven Pertama. Kata adventus dari bahasa Latin berarti kedatangan. Maka tahun baru Gereja tidak dibuka dengan perayaan atas apa yang sudah kita capai, melainkan dengan penantian akan Dia yang akan datang. Sebuah awal yang rendah hati: kita memulai bukan dengan berkata lihatlah pencapaianku, melainkan dengan berkata datanglah, ya Tuhan.

Injil hari ini melukiskan penantian itu dengan latar yang justru mencekam. Akan ada tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang; bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru laut; orang akan mati ketakutan. Gambaran yang gelap. Tetapi di tengah kegelapan itu, Yesus mengucapkan kalimat yang mengubah segalanya: apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Perhatikan betapa berlawanan sikap ini dengan naluri kita. Ketika keadaan menakutkan, kita cenderung menunduk, menutup wajah, menciut. Tetapi orang Adven diminta melakukan sebaliknya: mengangkat muka. Sebab bagi orang beriman, tanda-tanda yang menakutkan itu bukan pertanda kiamat yang menghabisi, melainkan pertanda Penyelamat yang mendekat.

Nabi Yeremia sudah lama menyalakan pengharapan ini. Di tengah bangsa yang hancur dan kota yang runtuh, ia bernubuat: akan datang waktunya Aku menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud, dan negeri akan hidup dengan tenteram. Dari tunggul yang tampak mati, Allah menjanjikan tunas baru. Itulah pola kerja-Nya: memulai hidup baru justru dari tempat yang kelihatan tamat.

Lalu bagaimana kita menanti? Paulus memberi jawabannya kepada jemaat Tesalonika: kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain. Menanti kedatangan Tuhan bukan berarti duduk diam menatap langit. Ia berarti bertumbuh dalam kasih sambil menanti, supaya hati kita tak bercacat dan kudus ketika Ia datang.

Maka Adven mengajak kita memulai lagi dari awal, dengan rendah hati dan penuh harap. Di tengah tahun yang sering terasa gelap, beranikah aku mengangkat muka, sebab yang datang bukan kehancuran, melainkan Penyelamat?

Tuhan, pada awal tahun yang sunyi ini, ajarilah aku menanti dengan mengangkat muka. Tumbuhkanlah dalam diriku Tunas keadilan-Mu, dan jadikanlah aku berkelimpahan dalam kasih sampai Engkau datang. Amin.

Invitatorium

MINGGU I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Sabtu dalam Masa Adven, Peringatan Santa Lusia, Perawan dan Martir

Ya Allah, datanglah menolongku.

Tuhan, bersegeralah menolongku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, mahkota dan ganjaran agung

Bagi semua prajurit-Mu yang gagah berani dan setia,

Bebaskanlah kami dari segala ikatan dosa

Yang menyanyikan pujian martir-Mu yang setia.
Ia berbicara tanpa gentar untuk membuktikan

Iman yang teguh di dalam hatinya,

Begitu erat mengikuti Tuhan kami

Seperti Dia, ia dengan gembira menumpahkan darahnya.
Mencemooh segala yang dapat diberikan dunia

Kesenangannya yang dapat membawa bahaya,

Dengan tepat menganggapnya sebagai sampah,

Ia memilih kebahagiaan penuh di atas segalanya.
Dengan kekuatan dan keberanian ia menanggung

Kengerian kematian yang kejam,

Dan menyerahkan hidupnya dengan sukacita untuk membuktikan

Cintanya kepada-Mu, dan untuk memperoleh hidup.
Karena keteguhannya yang besar,

Kami dengan rendah hati memohon, ya Bapa yang baik,

Pada hari raya martir-Mu ini,

Ampunilah kegagalan dan kejatuhan kami.
Agar kami akhirnya juga dapat berbagi

Persekutuan semua martir di surga,

Bersukacita bersama mereka selamanya,

Bertahta bersama mereka di alam cahaya.
Segala puji dan kemuliaan tanpa akhir

Menjadi milik-Mu, ya Bapa, bersama Putra,

Dan bersama Roh Kudus juga,

Dalam waktu dan dalam kekekalan. Amin.

PSALMODI

Ant. 1 Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.

Mazmur 106

Kebaikan Tuhan; kesetiaan umat-Nya

Semua ini telah ditulis sebagai peringatan bagi kita, karena kita hidup pada akhir zaman (1 Korintus 10:11)

I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik;

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Siapakah yang dapat menceritakan perbuatan-perbuatan perkasa Tuhan?

Siapakah yang dapat memberitakan segala puji-Nya?
Berbahagialah orang yang melakukan keadilan,

yang senantiasa berbuat yang benar.

Ya Tuhan, ingatlah aku

karena kasih yang Engkau miliki bagi umat-Mu.
Datanglah kepadaku, ya Tuhan, dengan pertolongan-Mu

agar aku dapat melihat sukacita orang-orang pilihan-Mu

dan dapat bersukacita dalam kegembiraan bangsa-Mu

dan berbagi kemuliaan umat-Mu.
Dosa kami adalah dosa bapa-bapa kami;

kami telah berbuat salah, perbuatan kami jahat.

Bapa-bapa kami ketika mereka di Mesir

tidak memperhatikan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
Mereka melupakan kebesaran kasih-Mu,

di Laut Merah menentang Yang Mahatinggi.

Namun Ia menyelamatkan mereka demi nama-Nya,

untuk menyatakan kuasa-Nya.
Ia mengancam Laut Merah; ia mengering

dan Ia menuntun mereka melalui kedalaman seolah-olah melalui padang gurun.

Ia menyelamatkan mereka dari tangan musuh;

Ia menyelamatkan mereka dari cengkeraman musuh.
Air menutupi para penindas mereka;

tidak seorang pun dari mereka yang tersisa hidup.

Kemudian mereka percaya pada firman-Nya:

kemudian mereka menyanyikan pujian-Nya.
Tetapi mereka segera melupakan perbuatan-Nya

dan tidak mau menunggu kehendak-Nya.

Mereka menyerah pada keinginan mereka di padang gurun

dan menguji Allah di padang belantara.
Ia mengabulkan permohonan mereka

dan mengirimkan penyakit di antara mereka.

Kemudian mereka memberontak, iri terhadap Musa dan

terhadap Harun, yang kudus bagi Tuhan.
Bumi terbuka dan menelan Datan

dan mengubur kaum Abiram.

Api berkobar melawan kaum mereka

dan nyala api melahap para pemberontak.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.

Ant. 2 Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.

II
Mereka membuat anak lembu di Horeb

dan menyembah patung logam,

menukar Allah yang adalah kemuliaan mereka

dengan patung lembu yang makan rumput.
Mereka melupakan Allah yang adalah penyelamat mereka,

yang telah melakukan hal-hal besar di Mesir,

tanda-tanda ajaib di tanah Ham,

keajaiban-keajaiban di Laut Merah.
Karena itu Ia berkata akan membinasakan mereka,

tetapi Musa, orang yang Ia pilih,

berdiri di celah di hadapan-Nya,

untuk mengembalikan murka-Nya dari kehancuran.
Kemudian mereka mencemooh tanah perjanjian;

mereka tidak percaya pada firman-Nya.

Mereka mengeluh di dalam kemah-kemah mereka

dan tidak mau mendengarkan suara Tuhan.
Maka Ia mengangkat tangan-Nya untuk bersumpah

bahwa Ia akan menjatuhkan mereka di padang gurun;

akan menyebarkan anak-anak mereka di antara bangsa-bangsa

dan menyebarkan mereka di seluruh negeri.
Mereka sujud di hadapan Baal Peor;

memakan persembahan yang dibuat untuk dewa-dewa tak bernyawa.

Mereka membangkitkan murka-Nya dengan perbuatan mereka

dan wabah pecah di antara mereka.
Kemudian Pinehas berdiri dan campur tangan.

Demikianlah wabah itu berakhir

dan ini diperhitungkan sebagai kebaikan baginya

dari zaman ke zaman selamanya.
Mereka memprovokasi-Nya di perairan Meriba.

Karena kesalahan mereka, Musa mengalami kesulitan;

sebab mereka membuat hatinya pahit

dan ia mengucapkan kata-kata yang tergesa-gesa.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.

Ant. 3 Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.

III
Mereka gagal membinasakan bangsa-bangsa

seperti yang diperintahkan Tuhan,

tetapi sebaliknya mereka berbaur dengan bangsa-bangsa

dan belajar bertindak seperti mereka.
Mereka menyembah berhala-berhala bangsa-bangsa

dan ini menjadi jerat untuk menjebak mereka.

Mereka bahkan mempersembahkan putra-putra mereka sendiri

dan putri-putri mereka sebagai kurban kepada setan-setan.
Mereka menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,

darah putra-putra dan putri-putri mereka

yang mereka persembahkan kepada berhala-berhala Kanaan.

Tanah itu tercemar dengan darah.
Maka mereka menajiskan diri mereka dengan perbuatan mereka

dan memutuskan ikatan perkawinan mereka dengan Tuhan

sampai murka-Nya berkobar melawan umat-Nya;

Ia dipenuhi kengerian terhadap orang-orang pilihan-Nya.
Maka Ia menyerahkan mereka ke tangan bangsa-bangsa

dan musuh-musuh mereka menjadi penguasa mereka.

Musuh-musuh mereka menjadi penindas mereka;

mereka ditaklukkan di bawah tangan mereka.
Berkali-kali Allah menyelamatkan mereka,

tetapi dalam kejahatan mereka, mereka berani menentang-Nya

dan jatuh rendah karena kesalahan mereka.

Meskipun demikian Ia memperhatikan kesusahan mereka,

setiap kali Ia mendengar seruan mereka.
Demi mereka Ia mengingat perjanjian-Nya.

Dalam kebesaran kasih-Nya Ia mengampuni

dan Ia membiarkan mereka diperlakukan dengan belas kasihan

oleh semua yang menawan mereka.
Ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kami!

Kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa

agar kami dapat mengucap syukur kepada nama-Mu yang kudus

dan menjadikan pujian kepada-Mu sebagai kemuliaan kami.
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,

selama-lamanya, dari zaman ke zaman.

Biarlah semua orang berseru:

Amin! Amin! Alleluya!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah, Pencipta kami, betapa ajaibnya Engkau menciptakan manusia. Engkau mengubah debu menjadi gambar-Mu sendiri dan memberinya bagian dalam kodrat-Mu sendiri; namun Engkau lebih ajaib dalam mengampuni manusia yang telah memberontak melawan-Mu. Berilah kiranya, di mana dosa berlimpah, rahmat lebih berlimpah, agar kami dapat menjadi lebih kudus melalui pengampunan dan lebih bersyukur kepada-Mu.

Ant. Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku telah mengalami kesukaran dan kesesakan.

Tetapi dalam perintah-Mu aku menemukan penghiburan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

29:1-8

Penghakiman Allah atas Yerusalem
Celakalah Ariel, Ariel,

kota tempat Daud berkemah!

Tambahkan tahun demi tahun,

biarlah perayaan-perayaan datang.

Tetapi Aku akan mendatangkan kesusahan atas Ariel,

dengan ratapan dan kesedihan.

Engkau akan menjadi bagiku seperti Ariel,

Aku akan berkemah seperti Daud melawanmu;

Aku akan mengepungmu dengan pos-pos terdepan

dan mendirikan pekerjaan pengepungan melawamu.
Tergeletak engkau akan berbicara dari bumi,

dan dari debu yang rendah kata-katamu akan keluar.

Suaramu akan seperti suara hantu dari bumi,

dan kata-katamu seperti kicauan dari debu.

Gerombolan orang-orang sombongmu akan seperti debu halus,

gerombolan para tiran seperti sekam yang terbang.

Kemudian tiba-tiba, dalam sekejap,

engkau akan dikunjungi oleh Tuhan semesta alam,

Dengan guntur, gempa bumi, dan suara yang besar,

angin puyuh, badai, dan nyala api yang menghanguskan.

Kemudian seperti mimpi,

penglihatan di malam hari,

Akanlah gerombolan semua bangsa

yang berperang melawan Ariel

dengan semua pekerjaan tanah para pengepungnya.
Seperti ketika orang lapar bermimpi sedang makan

dan terbangun dengan perut kosong,

Atau ketika orang haus bermimpi sedang minum

dan terbangun lemas dan kering,

Demikianlah gerombolan semua bangsa,

yang berperang melawan Sion.

RESPONSORIUM Yesaya 54:4; 29:5, 6, 7

Yerusalem, jangan takut; engkau tidak akan dipermalukan;

sebab Tuhan semesta alam akan datang mengunjungimu.
Banyaknya orang dari segala bangsa yang telah berjuang melawanmu, akan menjadi seperti debu yang terbang.

Sebab Tuhan semesta alam akan datang mengunjungimu.
Bacaan Kedua

Dari Kitab Tentang Keperawanan oleh Santo Ambrosius, Uskup

Engkau menerangi rahmat tubuhmu dengan kemuliaan jiwamu
Engkau adalah salah satu umat Allah, dari keluarga Allah, seorang perawan di antara para perawan; engkau menerangi rahmat tubuhmu dengan kemuliaan jiwamu. Lebih dari yang lain, engkau dapat dibandingkan dengan Gereja. Maka, ketika engkau berada di kamarmu, pada malam hari, selalu pikirkan Kristus, dan nantikan kedatangan-Nya setiap saat.
Inilah pribadi yang Kristus kasihi dengan mengasihi engkau, pribadi yang Ia pilih dengan memilih engkau. Ia masuk melalui pintu yang terbuka; Ia telah berjanji untuk masuk, dan Ia tidak dapat menipu. Peluklah Dia, yang telah engkau cari; berpalinglah kepada-Nya, dan engkau akan diterangi; peganglah Dia erat-erat, mintalah agar Ia tidak pergi tergesa-gesa, mohonlah agar Ia tidak meninggalkan engkau. Sabda Allah bergerak cepat; Ia tidak dimenangkan oleh orang yang suam-suam kuku, tidak pula dipegang erat oleh orang yang lalai. Biarlah jiwamu memperhatikan sabda-Nya; ikutilah dengan cermat jalan yang Allah perintahkan kepadamu, karena Ia cepat dalam perjalanan-Nya.
Apa yang dikatakan mempelai-Nya? Aku mencari-Nya, dan tidak menemukan-Nya; Aku memanggil-Nya, dan Ia tidak mendengar aku. Janganlah engkau membayangkan bahwa engkau tidak menyenangkan-Nya meskipun engkau telah memanggil-Nya, meminta-Nya, membuka pintu bagi-Nya, dan bahwa inilah alasan mengapa Ia pergi begitu cepat; tidak, karena Ia membiarkan kita terus-menerus diuji. Ketika orang banyak mendesak-Nya untuk tinggal, apa yang Ia katakan dalam Injil? Aku harus memberitakan sabda Allah kepada kota-kota lain, karena untuk itulah Aku diutus. Tetapi bahkan jika tampaknya Ia telah meninggalkan engkau, keluarlah dan carilah Dia sekali lagi.
Siapa lagi selain Gereja kudus yang akan mengajarimu bagaimana memegang Kristus erat-erat? Sesungguhnya, Ia telah mengajarimu, jika engkau hanya memahami sabda-Nya dalam Kitab Suci: Betapa singkatnya waktu ketika aku meninggalkan mereka sebelum aku menemukan Dia yang jiwaku kasihi. Aku memegang-Nya erat-erat, dan aku tidak akan melepaskan-Nya. Bagaimana kita memegang-Nya erat-erat? Bukan dengan rantai pengekang atau tali yang terikat tetapi dengan ikatan kasih, dengan kendali rohani, dengan kerinduan jiwa.
Jika engkau juga, seperti mempelai wanita, ingin memegang-Nya erat-erat, carilah Dia dan jangan takut akan penderitaan. Seringkali lebih mudah menemukan-Nya di tengah siksaan fisik, di tangan para penganiaya.
Mempelai-Nya berkata: Betapa singkatnya waktu setelah aku meninggalkan mereka. Dalam waktu singkat, setelah sesaat, ketika engkau telah melarikan diri dari tangan para penganiaya tanpa menyerah pada kekuatan dunia ini, Kristus akan datang kepadamu, dan Ia tidak akan membiarkan engkau diuji terlalu lama.
Siapa pun yang mencari Kristus dengan cara ini, dan menemukan-Nya, dapat berkata: Aku memegang-Nya erat-erat, dan aku tidak akan melepaskan-Nya sebelum aku membawa-Nya ke rumah ibuku, ke kamar dia yang mengandungku. Apakah "rumah" ini, "kamar" ini, selain tempat-tempat yang dalam dan rahasia hatimu?
Peliharalah rumah ini, sapulah sudut-sudut rahasianya sampai menjadi tak bernoda dan bangkit sebagai bait rohani untuk imamat kudus, yang kokoh diamankan oleh Kristus, batu penjuru, agar Roh Kudus dapat berdiam di dalamnya.
Siapa pun yang mencari Kristus dengan cara ini, siapa pun yang berdoa kepada Kristus dengan cara ini, tidak ditinggalkan oleh-Nya; sebaliknya, Kristus datang berulang kali untuk mengunjungi orang seperti itu, karena Ia menyertai kita sampai akhir dunia.

RESPONSORIUM

Rahmat Tuhan memberinya kekuatan dalam pertempuran, dan ia dimuliakan di hadapan Allah dan manusia. Di hadapan pangeran ia berbicara dengan hikmat,

dan karena itu Tuhan langit dan bumi telah mengasihinya.
Ia adalah perawan yang menyiapkan rumah yang penuh sukacita bagi Allah di dalam hatinya.

Dan karena itu Tuhan langit dan bumi telah mengasihinya.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Semoga perantaraan yang mulia

dari Perawan dan Martir Santa Lusia

memberi kami semangat baru, kami mohon, ya Tuhan,

agar kami dapat merayakan hari kelahirannya di surga

di zaman sekarang ini dan dengan demikian melihat hal-hal yang kekal.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU I PAGI

Pembukaan:

Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,

menghormatiNya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tanganNya,

puncak gunungpun milikNya.

MilikNyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tanganNya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umatNya,

Dialah gembala kami, kami kawananNya.
Hari ini dengarkanlah suaraNya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.

Sebab Aku bersumpah dalam murkaKu:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Madah

Dengarkan suara Tuhan

Yang mengecam, kejahatan

Usirlah jauh impian

Serta karya kegelapan.
Bangunlah hati merana

Yang parah terluka dosa

Sebab Kristus bercahaya

Bersinar laksana surya.
Kristus datang bagai domba

Yang menghapus dosa kami

Mari mohon dengan tekun

Supaya diberi ampun.
Dipuja dan dipujilah

Bapa dan Putera Allah

Bersama Roh mahamulya

Selalu senantiasa. Amin.

Ant.1: Pada pagi gunung-gemunung akan melimpahkan kemanisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.
Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.
Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.
Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau
Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepadaMu.
Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.
Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.
Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayapMu aku bersorak.
Jiwaku melekat padaMu,*

tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Pada pagi gunung-gemunung akan melimpahkan kemanisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Ant.2: Gunung dan bukit akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan hutan akan bertepuk tangan, sebab Tuhan datang dan berkuasa selama-lamanya.

Dan 3,57-88.56
Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Marilah kami memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.
Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.

Ant.2: Gunung dan bukit akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan hutan akan bertepuk tangan, sebab Tuhan datang dan berkuasa selama-lamanya.

Ant.3: Sungguh, akan datang nabi agung, ia akan membaharui Yerusalem, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umatNya.
Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.
Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.
Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.
Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.
Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;
Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.
Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*

tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Sungguh, akan datang nabi agung, ia akan membaharui Yerusalem, alleluya.

Bacaan Singkat (Rom 13, 11-12)

Sudah waktunya kami harus bangun dari tidur. Sebab kini keselamatan kami lebih dekat daripada ketika kami mulai percaya kepada Yesus Kristus. Malam hampir lewat, hari mulai siang. Maka hendaklah kami hentikan segala perbuatan yang tak tahan cahaya. Marilah kami mengenakan senjata cahaya.
Lagu Singkat
P: Kristus Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami. U: Kristus. P: Engkaulah yang akan datang ke dunia. U: Kasihanilah. P: Kemuliaan. U: Kristus.

Ant.Kidung (Mi I): Roh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.
Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Roh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.

Doa Permohonan

P: Allah Bapa telah menganugerahi kami rahmatNya, agar kami dapat menantikan Tuhan Yesus Kristus yang datang dengan mulia. Marilah kami berdoa:

U: Tunjukkanlah belaskasihMu kepada kami, ya Tuhan.

P: Kuduskanlah semangat kami, jiwa dan raga kami, ya Tuhan,* dan peliharalah kami tak bercela hingga kedatangan PuteraMu.

P: Bimbinglah kami pada hari ini di jalan kebaikan,* supaya kami hidup dengan layak dan jujur di dunia ini.

P: Perkenankanlah kami mengenakan Tuhan kami Yesus Kristus,* dan jiwailah kami dengan RohMu yang kudus.

P: Ya Tuhan, kasihanilah kami, agar kami tetap berjaga,* hingga penampakan mulia PuteraMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi I)
Allah yang mahakuasa, kurniakanlah kepada umatMu kehendak yang ikhlas untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga kami beserta Kristus mewarisi kerajaan surga. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU I SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi
Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah Israel berkata,*

kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah kaum Harun berkata,*

kekal abadi kasih setiaNya.
Hendaklah orang yang takwa berkata,*

kekal abadi kasih setiaNya.
Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.
Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.
Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku
Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.
“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan mahakuasa”.
Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.
Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.
Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.
Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.
Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.
Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kami.
Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kami rayakan dengan gembira.
Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+

kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.
Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.
Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat (Gal 6,9-10)

Janganlah kami jemu berbuat baik, karena pada waktunya kami akan menuai, asal saja kami tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kami berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.
P: Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.

U: Hapuskanlah kejahatan umatMu.
Doa Penutup (Mi I)
Allah yang mahakuasa, kurniakanlah kepada umatMu kehendak yang ikhlas untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga kami beserta Kristus mewarisi kerajaan surga. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU I SORE I

Madah

Pencipta bintang mulia

Cahaya kami semua

Kristus penebus Ilahi

Kabulkanlah doa kami.
HatiMu sungguh berduka

Karna umatMu berdosa

Syukurlah Engkau berkenan

Melimpahkan pengampunan.
Pada kepenuhan masa

Engkau jadi manusia

Lahir dari bunda murni

Sahaja dan rendah hati.
Dipuja dan dipujilah

Bapa dan Putera Allah

Bersama Roh mahamulya

Selalu senantiasa. Amin.

Ant.1: Wartakanlah kepada para bangsa : “Sungguh, Allah penyelamat kami akan datang”.

Mazmur 140

Ya Tuhan, aku berseru kepadaMu, datanglah segera kepadaku,*

dengarkanlah suaraku, sebab aku berseru kepadaMu.
Semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa,*

semoga tangan yang kutadahkan Kauterima bagaikan kurban petang.
Awasilah mulutku, ya Tuhan,*

dan jagalah pintu bibirku.
Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*

jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.
Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat,*

tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.
Biarlah Allah yang adil memukul aku,*

biarlah yang maharahim menyiksa aku.
Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora,*

tak perkasa! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.
Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman Allah yang hidup,*

biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusanNya!
Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka,*

demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.
Tetapi kepadaMulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku,*

kepadaMulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.
Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang,*

dan terhadap perangkap orang berdosa.

Ant.1: Wartakanlah kepada para bangsa : “Sungguh, Allah penyelamat kami akan datang”.

Ant.2: Sungguh Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari akan bersinarlah cahaya gemilang, alleluya.

Mazmur 141

Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan,*

dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.
Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapanNya,*

aku membentangkan sengsaraku kepadaNya.
“Bila nyawaku melenyap dari padaku,*

Engkaulah yang menmendapatahui jalannya ke maut.
Sepanjang jalan yang harus kutempuh,*

para musuhku memasang jerat.
Tengoklah dan saksikan sendiri,*

tak seorangpun mau mengenal aku.
Tak perkasa aku meloloskan diri,*

tak seorangpun menghiraukan daku.
Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,+

Engkaulah pelindungku,*

milik pusakaku dalam hidup abadi.
Perhatikanlah seruanku,*

sebab aku teramat hina.
Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku,*

karena mereka terlalu kuat bagiku.
Keluarkanlah aku dari penjara maut,*

agar aku memuji namaMu!
Semoga rombongan para suci melingkungi aku,*

sebab Engkau menyelamatkan daku.

Ant.2: Sungguh Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari akan bersinarlah cahaya gemilang, alleluya.

Ant.3: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.

Flp 2,6-11
Meskipun berwujud Allah,+

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri,+

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.
Sebab Allah telah meninggikan Dia,+

dan menganugerahkan kepadaNya,*

nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus,+

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui,+

untuk kemuliaan Allah Bapa,*

Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.

Bacaan Singkat (1Tes 5,23-24)
Semoga Allah, pokok damai, menguduskan Engkau sekalian sepenuhnya; agar roh, jiwa dan tubuhmu tetap terpelihara tanpa cela sampai kedatangan Tuhan. Tuhan yang memanggil Engkau tetap setia. Ia akan melaksanakan sabdaNya.
Lagu Singkat
P: Datanglah menyelamatkan kami,* Ya Tuhan, Allah segala kuasa. U: Datanglah. P: Tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami. U: Ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Datanglah.

Ant.Kidung (Mi I): Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.
Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong
Menurut janjiNya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.
Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.

Doa Permohonan

Kristus menggembirakan hati setiap orang yang menantikan Dia. Marilah kami memohon:

U: Datanglah ya Tuhan, dan jangan terlambat.

P: Dengan gembira hati kami nantikan kedatanganMu,* datanglah ya Tuhan Yesus.

P: Engkau telah hidup sebelum awal dunia,* datanglah dan selamatkan kami di dunia ini.

P: Engkau telah menciptakan dunia dengan segenap isinya,* datanglah dan selamatkanlah karya tanganMu.

P: Engkau telah hidup dan mati sebagai manusia,* datanglah dan luputkanlah kami dari kuasa maut.

P: Engkau datang supaya kami memperoleh kehidupan yang berlimpah-limpah,* datanglah dan berilah kami kehidupan abadi.

P: Engkau hendak mempersatukan semua orang dalam kerajaanMu,* datanglah dan himpunkanlah semua orang yang ingin memandang wajahMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi I)
Allah yang maha kuasa, kurniakanlah kepada umatMu kehendak yang ikhlas untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga kami beserta Kristus mewarisi kerajaan surga. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Andreas Rasul

Rasul · abad ke-1

Andreas berasal dari Betsaida di Galilea dan bekerja sebagai nelayan bersama saudaranya, Simon Petrus. Semula ia murid Yohanes Pembaptis. Ketika Yohanes menunjuk kepada Yesus dan berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah," Andreas segera mengikuti Yesus. Ialah yang kemudian membawa saudaranya Petrus kepada Tuhan, sehingga tradisi menyebutnya sang rasul yang pertama dipanggil.

Dalam Injil, Andreas beberapa kali tampil sebagai orang yang membawa orang lain kepada Yesus. Dialah yang menemukan seorang anak dengan lima roti dan dua ikan sebelum mukjizat penggandaan roti, dan yang mengantar orang-orang Yunani yang ingin bertemu Yesus. Ia termasuk lingkaran dekat para rasul.

Sesudah kebangkitan dan kenaikan Tuhan, menurut tradisi Andreas mewartakan Injil di wilayah Skitia, Yunani, dan sekitar Laut Hitam, sampai ke Byzantium. Ia wafat sebagai martir di Patras, Yunani, disalibkan pada salib berbentuk huruf X. Konon ia tidak dipaku melainkan diikat, sehingga lebih lama menderita, dan selama itu ia terus berkhotbah kepada orang yang menyaksikannya. Salib berbentuk X itu sejak itu dikenal sebagai Salib Santo Andreas.

Pelindung: para nelayan, Skotlandia, Yunani, dan Rusia.

Santo Andreas

Rasul

Andreas, salah seorang dari keduabelas Rasul Yesus, Tuhan kita. Mulanya ia berguru pada Yohanes Pembaptis; tetapi kemudian ia bersama seorang kawannya mengikuti dan menjadi murid Yesus, segera setelah Yohanes mengarahkan perhatian murid-muridnya kepada Yesus dengan menyebutNya "Anak Domba Allah" yang dinantikan Israel (Yoh 1:36-42).

Saudara Simon Petrus ini adalah nelayan kelahiran Betsaida, sebuah kota di tepi danau Genesaret (Mrk 6:45; Yoh 1:44; 12:21). Ayahnya Yohanes (Yona) adalah juga seorang nelayan di Kapernaum, sebuah kota yang letaknya 4 km sebelah barat muara Yordan pada danau Genesaret. Andreas-lah yang membawa Simon saudaranya (yang kemudian disebut Yesus 'Petrus', Si Batu Karang) kepada Yesus. Bersama Yakobus dan Yohanes (anak-anak Zebedeus). Andreas dan Simon adalah murid-murid Yesus yang pertama. Ketika beberapa orang Yunani mau bertemu dengan Yesus, Andreas-lah yang membawa mereka kepada Yesus dan menyampaikan maksud mereka itu kepadaNya. Karena keutamaannya ini, Santo Beda menjuluki dia "Pengantar kepada Kristus.

Andreas memainkan suatu peran yang penting di dalam peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus. Ia hadir pada saat Yesus mengadakan mujizat perbanyakan roti kepada lima ribu orang; bahkan justru dialah yang memberitahukan kepada Yesus perihal anak lelaki kecil yang membawa lima ketul roti dan dua ekor ikan itu (Yoh 6:5-9). Ia juga ada di antara empat orang rasul yang mempertanyakan kepada Yesus perihal tibanya hari akhirat (Mrk 13:3, 4).

Setelah Yesus naik ke surga, Andreas ada di antara rasul-rasul lainnya di ruang atas untuk menantikan turunnya Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Konon, ia kemudian mewartakan Injil di Scytia dan Yunani, dan kemudian menurut tradisi (yang agak diragukan), ia pergi ke Byzantium, di mana ia mengangkat Stachys menjadi Uskup setempat.

Di mana, kapan, dan bagaimana Andreas wafat kurang diketahui jelas. Namun seturut tradisi, ia wafat di Patras, Acaia, digantung pada sebuah salib yang berbentuk huruf "X" (silang). Ia bergantung di salib itu selama 2 hari, dan selama itu ia terus berkotbah kepada khalayak yang datang menyaksikannya. Ia tidak dipakukan melainkan diikat saja pada salib itu, sehingga lebih lama ia menderita sebelum menghembuskan nafasnya. Salib ini kemudian dinamakan orang "Salib Santo Andreas".

Pada masa pemerintahan Kaisar Konstansius II, salib relikui Andreas itu dipindahkan dari Patras ke gereja para Rasul di Konstantinopel. Sesudah kota itu rusak oleh Perang Salib pada tahun 1204, maka salib itu dicuri dan kemudian disimpan di katedral Amalfi di Italia. Kurang jelas apakah ia pernah berkotbah di Rusia dan Skotlandia seperti yang dikatakan oleh tradisi. Yang jelas ialah bahwa ia dijadikan pelindung kedua negara itu.