Minggu, 23 November 2031
Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 2 Samuel 5:1-3
Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel." Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Mazmur Tanggapan Mazmur 122:1-5
Bacaan Kedua Kolose 1:12-20
dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Bacaan Injil Lukas 23:35-43
Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi". Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Renungan
Firdaus untuk Seorang Penjahat
Kalau kita membayangkan seorang raja, yang muncul biasanya istana, mahkota emas, singgasana, barisan pengawal. Kuasa raja diukur dari berapa banyak orang yang tunduk kepadanya dan berapa luas wilayah yang ia kuasai. Maka Hari Raya Kristus Raja hari ini terasa aneh, sebab Injil yang dibacakan justru menampilkan seorang Raja yang tergantung di kayu salib.
Tidak ada mahkota emas, hanya mahkota duri. Tidak ada singgasana, hanya dua batang kayu. Di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang dimaksudkan sebagai ejekan: Inilah raja orang Yahudi. Semua orang mengolok-olok. Kalau Engkau raja, selamatkanlah diri-Mu. Bagi mereka, raja yang tidak bisa menyelamatkan diri sendiri bukanlah raja.
Tetapi justru di sanalah Raja ini memerintah dengan cara yang tak terbayangkan. Seorang penjahat yang tersalib di sebelah-Nya, di detik-detik terakhir hidupnya, berbisik, Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja. Dan tindakan pertama Sang Raja dari atas takhta salib-Nya bukan menghukum, melainkan mengampuni: hari ini juga engkau akan ada bersama-Ku di dalam Firdaus.
Renungkanlah siapa warga pertama Kerajaan-Nya. Bukan orang saleh, bukan tokoh terhormat, melainkan seorang penjahat yang diadili setimpal dengan perbuatannya. Inilah Raja yang kuasanya diukur bukan dari siapa yang Ia taklukkan, melainkan dari siapa yang Ia ampuni.
Surat kepada jemaat Kolose membuka cakrawala yang jauh lebih luas. Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari segala ciptaan. Di dalam Dia telah diciptakan segala sesuatu, yang di sorga dan di bumi. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Raja yang tergantung tak berdaya di Golgota itu ternyata Dia yang menopang seluruh jagat raya.
Dan bagaimana Raja sebesar itu mendamaikan dunia? Bukan dengan pedang. Paulus menulis, oleh darah salib Kristus, Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. Takhta-Nya adalah salib. Kuasa-Nya adalah kasih yang memberi diri sampai habis. Dahulu rakyat mengurapi Daud menjadi raja karena ia gembala yang memimpin mereka; Kristus adalah Gembala yang lebih besar, yang menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya.
Maka mengakui Kristus sebagai Raja bukan sekadar menyematkan gelar. Ia pertanyaan tentang takhta di hati kita: siapa yang sungguh memerintah di sana? Dan kalau seorang penjahat pun masih sempat diselamatkan pada napas terakhirnya, tidak ada seorang pun dari kita yang terlambat untuk berpaling kepada Raja ini.
Yesus, Raja kami, ingatlah akan kami seperti Engkau mengingat penjahat yang bertobat itu. Perintahlah di hati kami, dan bawalah kami masuk ke dalam Kerajaan-Mu. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ya Allah, mahkota dan ganjaran agung
Ant. 1 Barang siapa merendahkan diri seperti anak kecil, ia akan menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Mazmur 131
Kepercayaan seperti anak kecil kepada Allah
Belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29).
Ant. Barang siapa merendahkan diri seperti anak kecil, ia akan menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Ant. 2 Dengan kesederhanaan hati, aku telah dengan gembira mempersembahkan segalanya kepada-Mu, ya Allahku.
Mazmur 132
Janji-janji Allah kepada keluarga Daud
Tuhan Allah akan menganugerahkan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya (Lukas 1:32).
Ant. Dengan kesederhanaan hati, aku telah dengan gembira mempersembahkan segalanya kepada-Mu, ya Allahku.
Ant. 3 Tuhan telah bersumpah kepada Daud; kerajaan-Nya akan berdiri selamanya.
Ant. Tuhan telah bersumpah kepada Daud; kerajaan-Nya akan berdiri selamanya.
BACAAN
RESPONSORIUM Zakharia 13:1; 14:8; Yohanes 19:34
RESPONSORIUM Mazmur 71:8, 23; 9:3
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kami menyembah Tuhan, Alleluya.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kami menyembah Tuhan, Alleluya.
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Ant.2: Marilah kami memuji Allah kami. Alleluya.
Ant.2: Marilah kami memuji Allah kami. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaan-Nya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaan-Nya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Ant.Kidung (Mi II): Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari mereka tinggal bersama Yesus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sore
MINGGU II SORE II
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Klemens I
Paus dan Martir
Klemens lahir di Mont Ceolius, Roma, kira-kira pada tahun 30. Ayahnya, Faustinianus adalah seorang senator Romawi, yang bersahabat baik dengan kaisar-kaisar Roma: Vespasianus, Titus, dan Domisianus. Konon Klemens berdarah Yahudi dan pernah menjadi budak yang kemudian dibebaskan. Sangat sedikit cerita yang mengungkap kehidupannya secara rinci. Yang jelas Klemens adalah Paus ketiga yang menggantikan Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja Kristus antara tahun 88-97. Rupanya beliau adalah Klemens yang disebut-sebut oleh Santo Paulus di dalam suratnya kepada Umat di Filipi: ". . Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam perkara Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan" (Flp 4:3).
Menurut Tertulianus, Klemens ditahbiskan menjadi uskup oleh Santo Petrus sendiri dan tak dapat disangsikan bahwa ia bertemu, bergaul, dan bekerja sama dengan rasul-rasul dalam penyebaran Injil Kristus. Kepemimpinan Klemens atas Gereja Kristus tidak luput dari berbagai penderitaan sebagai partisipasi dalam pemanggulan Salib Kristus. Ia hidup sejaman dan sekota dengan Kaisar Domisianus, penghambat Gereja terkenal. Domisianus inilah yang menyebabkan kesengsaraan Gereja di Roma, dan di daerah-daerah lain yang termasuk di dalam wilayah kekaisaran Romawi.
Di samping kesengsaraan dan rongrongan yang datang dari pihak kekaisaran, kesengsaraan dan rongrongan itu pun ditimbulkan oleh orang-orang Kristen sendiri. Salah satu yang terkenal ialah rongrongan terhadap Gereja yang datang dari beberapa orang serani di Korintus yang tidak mau menerima dan menghormati uskup yang telah ditahbiskan dan diangkat secara sah di sana. Sehubungan dengan peristiwa itu, Klemens menulis sepucuk surat kepada umat di Korintus. Salah satu kutipan surat itu sebagai berikut: "Saudara-saudara... ! Berita tentang kehidupan seranimu sangat buruk dan menyedihkan untuk didengar. Tidaklah layak cara hidup seranimu, bahwa kamu yang terkenal kokoh dalam iman akan Yesus Kristus, melawan imam-imammu yang telah ditahbiskan secara sah untuk melayani kamu, karena hasutan satu-dua orang. Ingatlah akan ajaran Cintakasih Kristus: cintakasih itu tidak terbagi; cintakasih tidak menghidupkan dan menggerakkan keributan dan pertentangan; cintakasih membuat segala sesuatu dalam perdamaian. Jadi kamu yang telah meletakkan dasar pemberontakan itu, tunduklah kepada imam-imam dengan patuh dan terimalah hukuman sebagai tapa.” Surat ini merupakan surat pertama Klemens yang memperlihatkan campur tangan seorang uskup terhadap masalah di keuskupan lain. Isinya menyangkut ajaran mulia perihal rahasia Tuhan dan cinta kasih antara umat. Surat itu diterima baik oleh umat Korintus dan dijadikan bacaan ibadat sebagai surat seorang 'rasul' selama beberapa kali di dalam gereja.
Santo Klemens disebut juga Klemens dari Roma dan dikenal sebagai Bapa Apostolik pertama di dalam Gereja Kristus. Ia ditangkap dan dibuang oleh kaisar Trayanus ke semenanjung Krimia, dan di sana ia meninggal dunia sebagai martir Kristus karena berbagai penderitaan yang dialaminya.
Santo Kolumban
Pengaku Iman
Kolumban lahir di Leinster, Irlandia kira-kira pada tahun 547 (buku lain 543). Pada masa mudanya ia mendapat pendidikan yang baik, namun sejenak diselingi dengan taufan keremajaannya, godaan kegilaan gadis-gadis remaja yang jatuh cinta padanya. Untunglah bahwa dalam kegelisahannya itu ia minta nasehat kepada seorang pertapa wanita. Sang pertapa saleh itu menasehati dia agar berani meninggalkan godaan-godaan itu dengan meninggalkan negerinya. Katanya: "Engkau kira engkau dapat dengan leluasa menghindari wanita? Ingatlah peristiwa Adam-Hawa, Samson-Delila serta Daud-Bersyeba! Bahkan si Bijak Salomon pun terperosok oleh wanita!" Nasehat pertapa saleh ini sungguh menyentuh hatinya; lalu ia dengan berani memutuskan untuk segera mengundurkan diri dari dunia ramai dan mencari suatu corak hidup baru, hidup di dalam kesunyian biara yang tertutup dan jauh dari gangguan duniawi.
Mula-mula ia pergi ke sebuah biara di Lough Erne; kemudian ke biara besar di Bangor. Setelah bertahun-tahun menarik diri dari dunia dan berdoa di dalam kesunyian biara, ia bersama dengan 12 orang rekannya pergi ke Gaul, Prancis untuk berkarya di sana sebagai misionaris. Di Gaul mereka disambut dengan baik dan mendapat tempat yang terhormat di dalam hati masyarakat karena kesaksian hidup mereka di berbagai bidang. Mereka hidup berdasarkan disiplin yang keras; kotbah-kotbah mereka sungguh menarik dan menyentuh hati umat; lebih-lebih mereka menampilkan suatu kekhasan dalam memberi kesaksian cinta kasih Kristiani kepada sesama. Dan cara hidup membiara mereka mampu mengimbangi kekendoran penghayatan hidup iman para rohaniwan dan perselisihan umat yang merata pada zaman itu. Kolumban mendirikan beberapa biara di Eropa yang menjadi pusat keagamaan dan kebudayaan. Namun sebagaimana para orang kudus lainnya, ia tidak luput dari ancaman musuh-musuhnya. Ia terpaksa mengadu kepada Paus sehubungan dengan keluhan-keluhan para Uskup Prancis yang tidak senang dengan sikapnya yang terbuka dan terus terang mempertahankan adat-istiadat Irlandia. Ia tidak segan~segan menghukum raja-raja yang menjalankan concubinat (beristri dua). Oleh karena semua pertentangan itu, Kolumban diperintahkan untuk kembali ke negerinya, Irlandia. Dalam perjalanannya kembali ke Irlandia, perahu yang ditumpanginya ditimpa terpaan angin ribut dan terdampar lagi ke Eropa, di Italia. Di sana ia diterima dengan baik oleh Raja Lombardia dan diperkenankan berkarya di sana.
Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, ia mendirikan sebuah biara terkenal di Bobbio. Di biara itu ia menemui ajalnya pada tanggal 23 Nopember 615. Kolumban meninggalkan banyak tulisan antara lain: traktat tentang penebusan untuk melawan Arianisme; kotbah-kotbah; puisi dan aturan hidup membiara. Biara Bobbio-nya menjadi tersohor namanya sebagai pusat hidup membiara di Eropa sampai abad 16. Selama Abad Pertengahan perpustakaannya adalah perpustakaan yang terbagus di kalangan dunia Kristen. Setelah berjalan 1200 tahun barulah biaranya ditindas oleh pemerintahan Prancis yang korup pada tahun 1803.