Rabu, 17 September 2031

Rabu XXIV Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama 1 Timotius 3:14-16

Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Mazmur Tanggapan Mazmur 111:1-6

Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.
Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.
Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.
Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.

Bacaan Injil Lukas 7:31-35

Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

Renungan

Seruling dan Kidung Duka

Di sela-sela lapak pasar, anak-anak selalu menemukan cara bermain. Kadang main pengantin-pengantinan, kadang main layatan. Repotnya kalau ada teman yang sedang merajuk: diajak main apa pun, jawabannya tidak mau.

Yesus memakai gambar itu untuk angkatan-Nya. Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Yohanes Pembaptis datang berpuasa dan tidak minum anggur, mereka bilang ia kerasukan setan. Anak Manusia datang makan dan minum, mereka bilang Ia pelahap dan sahabat orang berdosa. Lagu apa pun yang dimainkan Allah, hati yang sudah memutuskan menolak selalu punya alasan. Terlalu keras. Terlalu lunak. Terlalu kuno. Terlalu baru.

Jangan-jangan kita pun begitu. Khotbah yang tegas kita sebut menghakimi, khotbah yang lembut kita sebut tidak berbobot. Nasihat teman kita anggap sok tahu, diamnya kita anggap tidak peduli. Bukan lagunya yang salah. Telinganya yang enggan.

Paulus menyebut jemaat sebagai keluarga Allah, tiang penopang kebenaran. Keluarga hanya bisa dibangun oleh orang-orang yang mau mendengar.

Lagu Allah yang mana yang sedang kutolak akhir-akhir ini dengan seribu satu alasan?

Tuhan, lembutkanlah telingaku, supaya aku menari ketika Engkau meniup seruling dan menangis ketika Engkau berkidung. Amin.

Invitatorium

RABU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk hari Selasa dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Kornelius, Paus dan Martir, dan Siprianus, Uskup dan Martir

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, mencemooh rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka mempersembahkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir dalam perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

PSALMODI

Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Mazmur 102

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku

dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku

pada hari kesesakanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku

dan jawablah aku dengan cepat ketika aku memanggil.

Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,

tulang-tulangku terbakar seperti api.

Hatiku layu seperti rumput.

Aku lupa makan rotiku.

Aku berseru dengan segenap kekuatanku

dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.

Aku telah menjadi seperti burung pelikan di padang gurun,

seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.

Aku berbaring terjaga dan aku meratap

seperti burung yang kesepian di atap.

Sepanjang hari musuh-musuhku mencaci maki aku;

mereka yang membenciku menggunakan namaku sebagai kutukan.

Roti yang kumakan adalah abu;

minumanku bercampur dengan air mata.

Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu

Engkau telah mengangkatku dan menjatuhkanku.

Hari-hariku seperti bayangan yang lewat

dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan kekal selama-lamanya

dan nama-Mu dari zaman ke zaman.

Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:

sebab inilah saatnya untuk berbelas kasihan;

ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba

sebab hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,

tergerak oleh belas kasihan bahkan untuk debunya.

Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan

dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,

ketika Tuhan akan membangun Sion kembali

dan tampil dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Ia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;

Ia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.

Biarlah ini ditulis untuk zaman yang akan datang

agar umat yang belum lahir dapat memuji Tuhan;

sebab Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.

Ia memandang dari surga ke bumi

agar Ia dapat mendengar rintihan para tahanan

dan membebaskan mereka yang dihukum mati.

Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan

dan keturunan mereka akan kekal di hadapan-Mu

agar nama Tuhan dapat dimasyhurkan di Sion

dan pujian-Nya di hati Yerusalem,

ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama

untuk mempersembahkan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

III
Ia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;

Ia telah mempersingkat hari-hari hidupku.

Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambilku

sebelum hari-hariku genap,

Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari zaman ke zaman.

Dahulu kala Engkau mendirikan bumi

dan langit adalah karya tangan-Mu.

Mereka akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.

Mereka semua akan usang seperti pakaian.

Engkau akan mengubahnya seperti pakaian yang diganti.

Tetapi Engkau tidak berubah, dan tidak berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau bersemayam dalam hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau senantiasa menunjukkan kebesaran-Mu melalui perbuatan baik mereka.

Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Roh kami merindukan Tuhan.

Dialah penolong dan pelindung kami.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yehezkiel

8:1-6,16-9:11

Penghakiman atas Yerusalem yang berdosa
Pada hari kelima bulan keenam, pada tahun keenam, ketika aku duduk di rumahku, dan para tua-tua Yehuda duduk di hadapanku, tangan Tuhan Allah jatuh atasku di sana.
Aku mendongak dan melihat suatu bentuk yang menyerupai seorang manusia. Dari apa yang tampak seperti pinggangnya ke bawah, ada api; dari pinggangnya ke atas tampak ada cahaya seperti kilauan elektrum. Ia mengulurkan apa yang tampak seperti tangan dan mencengkeram rambut kepalaku. Roh mengangkatku ke udara dan membawaku dalam penglihatan ilahi ke Yerusalem, ke pintu gerbang utara, tempat berdirinya patung kecemburuan yang membangkitkan kecemburuan.
Aku melihat di sana kemuliaan Allah Israel, seperti penglihatan yang telah kulihat di dataran. Kerubim ditempatkan di sebelah kanan Bait Suci; Ia berkata kepadaku: Anak manusia, lihatlah ke utara! Aku melihat ke utara dan melihat di sebelah utara gerbang itu mezbah patung kecemburuan. Anak manusia, Ia bertanya kepadaku, apakah engkau melihat apa yang mereka lakukan? Apakah engkau melihat kekejian-kekejian besar yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus meninggalkan tempat kudus-Ku? Tetapi engkau akan melihat kekejian-kekejian yang lebih besar lagi!
Kemudian Ia membawaku ke pelataran dalam rumah Tuhan, dan di sana di pintu Bait Suci Tuhan, antara serambi dan mezbah, ada sekitar dua puluh lima orang dengan punggung menghadap Bait Suci Tuhan dan wajah menghadap ke timur; mereka menyembah matahari. Apakah engkau melihat, anak manusia? Ia bertanya kepadaku. Apakah begitu sepele bagi kaum Yehuda untuk melakukan hal-hal keji yang telah mereka lakukan di sini – karena mereka telah memenuhi negeri itu dengan kekerasan, dan berulang kali mereka telah memprovokasi Aku – sehingga sekarang mereka juga harus menaruh ranting ke hidung-Ku? Oleh karena itu Aku pun akan bertindak dengan murka: Aku tidak akan memandang mereka dengan belas kasihan, dan tidak akan menunjukkan rahmat.
Kemudian Ia berseru dengan suara nyaring agar aku mendengar: Datanglah, hai para penghukum kota! Dengan itu aku melihat enam orang datang dari arah gerbang atas yang menghadap ke utara, masing-masing dengan senjata pemusnah di tangannya. Di tengah-tengah mereka ada seorang pria berpakaian linen, dengan tempat alat tulis di pinggangnya. Mereka masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
Kemudian Ia memanggil pria berpakaian linen dengan tempat alat tulis di pinggangnya, seraya berkata kepadanya: Lewatilah kota (melalui Yerusalem) dan berilah tanda X pada dahi mereka yang meratap dan mengerang atas segala kekejian yang dilakukan di dalamnya. Kepada yang lain aku mendengar Ia berkata: Lewatilah kota setelah dia dan pukul! Janganlah memandang mereka dengan belas kasihan, dan janganlah menunjukkan rahmat! Orang tua, pemuda dan gadis, wanita dan anak-anak – musnahkanlah mereka! Tetapi janganlah menyentuh siapa pun yang bertanda X; mulailah dari tempat kudus-Ku.
Maka mereka mulai dengan orang-orang (para tua-tua) yang berada di depan Bait Suci. Najiskanlah Bait Suci, Ia berkata kepada mereka, dan penuhilah pelataran dengan orang-orang yang terbunuh; kemudian keluarlah dan pukul di kota.
Ketika mereka mulai memukul, aku ditinggalkan sendirian. Aku jatuh tersungkur, berseru, Aduh, Tuhan Allah! Apakah Engkau akan memusnahkan semua yang tersisa dari Israel ketika Engkau mencurahkan murka-Mu atas Yerusalem?” Ia menjawabku: Dosa-dosa kaum Israel sangat besar melampaui batas; negeri itu dipenuhi dengan pertumpahan darah, kota itu dengan pelanggaran hukum. Mereka berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan negeri itu, bahwa Ia tidak melihat mereka. Aku, bagaimanapun, tidak akan memandang mereka dengan belas kasihan, dan tidak akan menunjukkan rahmat. Aku akan menimpakan perbuatan mereka ke atas kepala mereka.
Kemudian aku melihat pria berpakaian linen dengan tempat alat tulis di pinggangnya membuat laporannya: “Aku telah melakukan seperti yang Engkau perintahkan.”

RESPONSORIUM Matius 24:15,21, 21; Wahyu 7:3

Apabila kamu melihat “kekejian yang membinasakan” berdiri di tempat kudus, maka akan ada kesengsaraan besar.

Jika waktu itu tidak dipersingkat, tidak ada manusia yang dapat bertahan hidup,

tetapi demi orang-orang pilihan, masa penderitaan akan dipersingkat.
Janganlah merusak bumi atau laut sampai kami membubuhkan meterai pada dahi hamba-hamba Allah kami.

tetapi demi orang-orang pilihan, masa penderitaan akan dipersingkat.
Bacaan Kedua

Dari surat Santo Siprianus, uskup dan martir

Iman yang siap dan tak tergoyahkan
Siprianus mengirim salam kepada saudaranya Kornelius. Saudaraku yang terkasih, kami telah mendengar kesaksian mulia yang diberikan oleh imanmu yang berani. Setelah mengetahui kehormatan yang Engkau raih melalui kesaksianmu, kami dipenuhi dengan sukacita sedemikian rupa sehingga kami merasa diri kami turut serta dan menjadi rekan dalam pencapaianmu yang patut dipuji. Bagaimanapun, kami memiliki Gereja yang sama, pikiran yang sama, harmoni yang sama yang tak terputus. Mengapa seorang imam tidak boleh bangga atas pujian yang diberikan kepada sesama imam seolah-olah itu diberikan kepadanya? Persaudaraan mana yang gagal bersukacita dalam kebahagiaan saudara-saudaranya di mana pun mereka berada?
Kata-kata tidak dapat mengungkapkan betapa besar kegembiraan dan kesenangan di sini ketika kami mendengar tentang keberuntunganmu dan perbuatanmu yang berani: bagaimana Engkau menonjol sebagai pemimpin saudara-saudaramu dalam pernyataan iman mereka, sementara pengakuan pemimpin diperkuat saat mereka menyatakan iman mereka. Engkau memimpin jalan menuju kemuliaan, tetapi Engkau memperoleh banyak rekan dalam kemuliaan itu; menjadi yang terdepan dalam kesiapanmu untuk bersaksi atas nama semua, Engkau membujuk umatmu untuk menjadi satu kesaksian. Kami tidak dapat memutuskan mana yang harus kami puji, imanmu sendiri yang siap dan tak tergoyahkan atau kasih saudara-saudaramu yang tidak akan meninggalkanmu. Sementara keberanian uskup yang demikian memimpin telah ditunjukkan, pada saat yang sama kesatuan persaudaraan yang mengikutinya telah dimanifestasikan. Karena Engkau memiliki satu hati dan satu suara, Gereja Roma secara keseluruhan yang demikian telah bersaksi.
Saudaraku terkasih, terang dan bersinar adalah iman yang dipuji oleh Rasul yang terberkati dalam komunitasmu. Ia melihat ke depan dalam roh pujian yang layak atas keberanianmu dan kekuatan yang tidak dapat dipatahkan; ia mengumumkan masa depan ketika ia bersaksi tentang pencapaianmu; pujiannya terhadap para bapa adalah tantangan bagi para putra. Kesatuanmu, kekuatanmu telah menjadi contoh-contoh bersinar dari kebajikan-kebajikan ini bagi saudara-saudara yang lain.
Penyelenggaraan ilahi kini telah mempersiapkan kita. Rencana belas kasihan Allah telah memperingatkan kita bahwa hari perjuangan kita sendiri, pertandingan kita sendiri, sudah dekat. Dengan kasih bersama yang mengikat kita erat, kita melakukan segala yang kita bisa untuk menasihati jemaat kita, untuk menyerahkan diri kita tanpa henti pada puasa, berjaga-jaga, dan doa bersama. Inilah senjata surgawi yang memberi kita kekuatan untuk berdiri teguh dan bertahan; inilah pertahanan rohani, persenjataan yang diberikan Allah yang melindungi kita.
Maka marilah kita saling mengingat, bersatu dalam pikiran dan hati. Marilah kita berdoa tanpa henti, Engkau untuk kami, kami untuk Engkau; dengan kasih yang kita bagi, kita akan meringankan ketegangan dari cobaan-cobaan besar ini.

RESPONSORIUM

Kami adalah prajurit sekarang, berjuang di medan perang iman, dan Allah melihat semua yang kami lakukan; para malaikat menyaksikan dan demikian pula Kristus.

Betapa suatu kehormatan dan kemuliaan dan sukacita, untuk berperang di hadapan Allah, dan memiliki Kristus yang menyetujui kemenangan kami.
Marilah kita mempersenjatai diri dengan kekuatan penuh dan mempersiapkan diri untuk perjuangan terakhir dengan hati yang tak bercela, iman yang sejati, dan keberanian yang tak tergoyahkan.

Betapa suatu kehormatan dan kemuliaan dan sukacita, untuk berperang di hadapan Allah, dan memiliki Kristus yang menyetujui kemenangan kami.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menganugerahkan Santo Kornelius dan Siprianus kepada umat-Mu

sebagai gembala yang tekun dan martir yang gagah berani,

berilah kiranya melalui perantaraan mereka

kami dikuatkan dalam iman dan keteguhan

serta menyerahkan diri kami tanpa batas

demi kesatuan Gereja.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)

Camkanlah hari ini dan perhatikanlah, bahwa Tuhanlah Allah, baik di langit di atas maupun di bumi di bawah, dan tak ada Allah yang lain. Indahkanlah perintah dan peraturanNya yang kusampaikan kepadamu.

Lagu Singkat

P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu. U: Aku. P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku. U: Setiap waktu. P: Kemuliaan. U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Kristus, cahaya kemuliaan Bapa, telah menerangi kita dengan sabdaNya. Marilah kita mencintai Dia dan berdoa:
U: Kabulanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Terpujilah Engkau, sumber dan tujuan iman kami,* sebab Engkau telah memanggil kami dari kegelapan untuk memasuki cahayaMu yang menakjubkan.
P: Engkau telah membuka mata orang buta dan telinga orang tuli,* maka tolonglah kami yang kurang percaya.
P: Tuhan, semoga kami tetap tinggal dalam cintaMu,* dan tidak pernah terpisah satu sama lain.
P: Semoga kami bertahan dalam cobaan, bersabar dalam kemalangan,* dan bersyukur dalam kemujuran.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, ingatlah kiranya akan perjanjian kudus yang telah Kaubaharui dalam darah Anakdomba. Semoga umatMu menerima pengampunan dosa dan kian hari kian menikmati keselamatan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU IV SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat (Kol 3,23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, kerjakanlah dengan segenap hati, bagaikan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa kamu akan menerima dari Tuhan warisan sebagai ganjaran. Kristuslah Tuhan yang kamu abdi.

P: Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku.
U: Dalam tanganMulah nasibku.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

RABU IV SORE

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)

Tandanya kita mengenal Kristus ialah, bahwa kita mentaati perintahNya. Orang yang mengatakan bahwa ia mengenal Kristus, tetapi tidak mentaati perintahNya, ia itu pendusta, dan tidak ada kebenaran padanya. Akan tetapi orang yang memelihara sabda Yesus, benar-benar memiliki kasih Allah dengan sempurna. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Kristus. Barang siapa berkata, bahwa ia berada dalam Kristus, harus juga hidup seperti Kristus.

Lagu Singkat

P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata. U: Peliharalah. P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu. U: Seperti biji mata. P: Kemuliaan. U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Amat besarlah kemurahan hati Bapa abadi terhadap umatnya. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami.
P: Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih.
P: Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna.
P: Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati.
P: Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, Engkau suka memuaskan dengan anugerah surgawi orang yang haus akan kebenaran. Maka kami mohon, hendaklah Engkau bermurah hati dan melimpahkan kemewahan hartaMu kepada kami yang miskin ini. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

Santa Hildegardis

Martir

Hildegardis lahir di Bockelheim, Jerman pada tahun 1098. Ia seorang biarawati Ordo Benediktin yang saleh, di bawah bimbingan Santa Yutta. Santa Yutta sendiri dikenal sebagai seorang rubiah dan penghimpun para wanita yang ingin bersemadi, hidup tenang dan banyak berdoa. Setelah Yutta meninggal dunia, Hildegradis menggantikannya sebagai pemimpin biara Benediktin di Diessenberg, dekat tempat kelahirannya. Pada tahun 1148 ia memindahkan biara itu ke Rupertsberg, dekat Bingen, Jerman. Sekalipun usianya mencapai 80 tahun, namun kesehatannya sangat rapuh: sering sakit dan sangat emosional.

Semenjak usia mudanya ia dianugerahi pengalaman rohani yang luar biasa: dapat meramalkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, mengalami berbagai penglihatan, dan banyak membuat mujizat. Biarawati Benediktin ini senantiasa mengajak orang lain agar mau merubah cara hidupnya, menerima penderitaan dan bersemangat tobat. Banyak orang datang kepadanya untuk meminta bimbingan rohani padanya: para bangsawan, uskup-uskup, rahib-rahib dan suster-suster. Meskipun demikian banyak pula orang yang bersikap sinis padanya. Mereka ini menganggap Hildegardis sebagai wanita yang tidak waras. Memang, Hildegardis adalah biarawati yang sungguh luar biasa pada Abad Pertengahan. Buah penanya sangat banyak. Biasanya ia mendiktekan pikiran-pikirannya kepada seorang biarawati pembantunya, yang kemudian mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Latin. Salah satu bukunya ialah 'Scivias' (= Semoga Anda Tahu) yang berisi tentang berbagai pengalaman mistiknya. Buku yang lain berisi penjelasan tentang Injil, kehidupan rohani dan peraturan Santo Benediktus. Ia menulis juga mengenai ilmu pengetahuan alam, tentang tubuh manusia, penyakit serta obat-obatnya. Kisah Orang-orang Kudus tidak luput dari perhatiannya, sehingga ia bukukan juga. Ia menggubah syair, berbagai hymne dan musik.

Hildegardis selalu sibuk. Namun ia masih juga menyempatkan diri melakukan perjalanan keliling Jerman untuk memperingatkan para bangsawan, imam dan uskup tentang cara hidup mereka yang tidak sesuai dengan ajaran iman Kristen dan semangat Injil. Keprihatinannya terhadap keadaan Gereja yang bobrok mendorong dia rajin berkotbah di alun-alun. Orang-orang yang mendengar kotbahnya terpukau, insyaf lalu bertobat. Ia tak jemu jemunya menyurati para pemimpin seperti Paus, kaisar, raja dan tokoh-tokoh masyarakat yang besar pengaruhnya, seperti misalnya Santo Bernardus Clairvaux. Hildegardis akhirnya meninggal dunia di Rupertsberg, Jerman pada tanggal 17 September 1179.

Santo Robertus Bellarminus

Uskup dan Pujangga Gereja

Robertus Bellarminus lahir di Montepulciano, dekat Siena, Italia pada tanggal 4 Oktober 1542. Oleh ibunya, adik Sri Paus Marsellus II, Robertus memperoleh pendidikan dasar yang sangat baik. Di kolese Yesuit setempat, Robertus terkenal cerdas dan ramah. Semua guru dan kawannya senang padanya. Ia senang berorganisasi dan menghimpun kawan-kawannya untuk mendiskusikan berbagai persoalan penting. Sastera Latin sangat digemarinya sehingga kadang-kadang ia semalaman sibuk mengarang dan membaca.

Ayahnya menginginkan dia menjadi dokter agar kelak dapat merawat para raja dan pangeran. Semua angan-angan ayahnya seolah sirna seketika pada waktu dia menyatakan keinginannya untuk menjalani hidup membiara dalam Serikat Yesus. Dengan tegas ayahnya menolak cita-citanya itu. Sebaliknya ibunya sangat mendukung bahkan menghendaki agar kelima anaknya menjadi imam dalam Serikat Yesus. Dengan berbagai cara ayahnya menghalangi dia. Robertus tetap tenang menghadapi ayahnya. "Aku rasa, tugas seorang imam pun tidak jauh berbeda dengan tugas seorang dokter. Bukankah banyak orang membutuhkan pertolongan seorang imam? Lihat! Betapa banyak orang yang terlantar jiwanya karena kekurangan imam," demikian kata-kata Robert kepada ayahnya. "Baiklah Robert, kalau itulah yang kaukehendaki. Ayah tidak bisa menghalang-halangi kehendak Tuhan atas dirimu," jawab ayahnya.

Pada tanggal 19 September 1560, Robertus meninggalkan Montepulciano menuju Roma. Ketika itu ia berumur 18 tahun. Setibanya di Roma, ia menghadapi Pater Laynez, Jenderal Serikat Yesus masa itu. Pater Laynez menerima dia dengan senang hati dalam pangkuan Serikat Yesus. Ia diizinkan menjalani masa novisiat bersama rekan-rekannya yang lain. Masa novisiat ini dipersingkat karena kepintaran dan kepribadiannya yang mengesankan. Ia lalu disuruh belajar Filsafat di Collegium Romanum di Roma selama tiga tahun, dan belajar Teologi di Universitas Padua selama dua tahun.

Karya imamatnya dimulai dengan mengajar Teologi di Universitas Louvain, Belgia. Di sini ia meningkatkan pengajaran bahasa Hibrani dan mempersiapkan perbaikan terjemahan Alkitab Vulgata. Dari Universitas ini pula, ia melancarkan perlawanan gencar terhadap ajaran Protestan dengan menerbitkan bukunya berjudul "Disputationes." Dari Louvain, Pater Robertus dipindahkan ke Collegium Romanum, alma maternya dahulu. Di sana ia diangkat menjadi pembimbing rohani, rektor sekaligus Provinsial Yesuit. Di kalangan istana kePausan, Robertus dikenal sebagai penolong dalam memecahkan berbagai persoalan iman dan soal-soal lain yang menyangkut keselamatan umum. Ia juga biasa dimintai nasehatnya oleh Sri Paus dan dipercayakan menangani perkara-perkara Gereja yang penting.

Menyaksikan semua prestasinya, Sri Paus Klemens VIII (1592-1605) mengangkatnya menjadi Kardinal pada tahun 1599 dan tak lama kemudian ia ditahbiskan menjadi Uskup Capua. Tugas baru ini dilaksanakannya dengan mengadakan kunjungan ke semua paroki yang ada di dalam keuskupannya. Tugas sebagai mahaguru ditinggalkannya. Masa kerja di Capua tidak terlalu lama, karena dipanggil oleh Paus Paulus V (1605-1621) ke Roma untuk menangani beberapa tugas yang penting bagi Gereja. Di sana ia mulai kembali menekuni kegemarannya menulis buku-buku, rohani. Tahun-tahun terakhir hidupnya diisinya dengan menulis tafsiran Kitab Mazmur dan 'Ketujuh Sabda Terakhir Yesus sebelum wafat di kayu salib. Dua buku katekismus yang dikarangnya sangat laris dan beredar luas di kalangan umat sebagai bahan pengajaran bagi para katekumen. Buku terakhir yang ditulisnya ialah 'Ars Moriendi' yang melukiskan persiapannya menghadapi kematiannya yang sudah dekat. Buku ini ditulis pada saat-saat terakhir hidupnya di novisiat St. Andreas di Roma.

Setelah membaktikan seluruh dirinya demi kepentingan Gereja, Robertus Bellarminus menghembuskan nafasnya terakhir pada tanggal 17 September 1621 di novisiat St. Andreas, Roma. Beliau dikenal luas sebagai seorang ahli teologi yang sangat gigih membela Gereja dan jabatan kePausan dalam kemelut zaman Reformasi Protestan. Ia hidup sederhana dan suci serta mempunyai pengaruh yang sangat besar. Ia dinyatakan sebagai 'Beato' oleh Paus Pius XI (1922-1939) pada tanggal13 Mei 1923, dan sebagai 'Santo' pada tanggal 29 Juni 1930, lalu sebagai 'Pujangga Gereja' pada tanggal 17 September 1931.