Selasa, 16 September 2031
S. Kornelius dan Siprianus
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Bilangan 21:4b-9
Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Mazmur Tanggapan Mazmur 78:1-2,34-38
Bacaan Injil Yohanes 3:13-17
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Renungan
Ayat di Kaca Belakang
Ayat itu ada di mana-mana. Tertempel di kaca belakang angkot, dicat di bak truk, digantung di dinding ruang tamu: Yohanes 3:16. Saking seringnya kita melihatnya, matanya lewat begitu saja. Ayat paling agung bisa bernasib seperti perabot rumah, ada tetapi tidak lagi dipandang.
Hari ini liturgi menyodorkannya kembali dan meminta kita membaca pelan-pelan. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Berhentilah di kata mengaruniakan. Allah tidak meminjamkan Anak-Nya. Ia memberikan-Nya, seperti Musa menaruh ular tembaga di tiang bagi bangsa yang sekarat di gurun. Dan tujuannya ditegaskan sekali lagi: bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Kasih sebesar itu menuntut jawaban senyata itu pula. Hari ini Gereja mengenang dua sahabat, Kornelius dan Siprianus. Yang satu uskup Roma, yang satu uskup Kartago, saling menguatkan lewat surat di tengah penganiayaan, dan keduanya mati sebagai martir. Bagi mereka, Yohanes 3:16 bukan hiasan kaca. Ia alasan untuk hidup dan berani mati.
Kapan terakhir kali aku membaca ayat itu dengan hati, bukan sekadar dengan mata?
Bapa, terima kasih untuk kasih yang begitu besar. Jangan biarkan hatiku menjadi kebal terhadapnya. Amin.
Invitatorium
SELASA IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita
MADAH
Jiwaku memuliakan Tuhan
PSALMODI
Ant. 1 Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang tulus hati!
Mazmur 73
Mengapa orang baik banyak mengalami kesukaran?
Berbahagialah orang yang tidak kehilangan iman kepada-Ku (Matius 11:6).
Ant. Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang tulus hati!
Ant. 2 Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
Ant. Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
Ant. 3 Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; sukacitaku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
Ant. Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; sukacitaku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
BACAAN
RESPONSORIUM Yehezkiel 3:17; 2:6,8;3:8
RESPONSORIUM
Lukas 23:33; Yohanes 19:25; lihat Lukas 2:35
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Mazmur 100 (101)
Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Dan 3,26.27.29.34-41
Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Mazmur 143 (144), 1-10
Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Bacaan Singkat (Yes 55,1)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA IV SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Mazmur 118 (119),137-144
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88) I
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Mazmur 87 (88) II
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Bacaan singkat (1Yoh 3,17-18)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA IV SORE
Madah
Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Mazmur 136 (137),1-6
Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Mazmur 137 (138)
Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Kol 3,16)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beato Viktor III
Paus
Viktor III lahir di Benevento, Italia pada tahun 1026/1027. Mulanya ia masuk biara Santa Sophia di Benevento, Italia dan mendapat nama Desiderius. Kemudian ia masuk Ordo Benediktin di Monte Casino. Ia dikenal sebagai seorang rahib yang saleh dan bijaksana. Oleh karena itu pada tahun 1085, ia diangkat menjadi pemimpin biara (= Abbas) Monte Casino. Setahun kemudian ia ditahbiskan menjadi imam kardinal. Sebagai Abbas, ia berusaha memperbaiki kembali gereja biara Monte Casino dan membaharui disiplin hidup para Benediktin di dalam biara itu. Kecuali itu, ia berusaha menciptakan kedamaian bagi orang-orang Normandia.
Pada bulan Mei 1086, Desiderius diminta menjadi Paus. Dengan rendah hati, ia menolak jabatan mulia itu karena merasa diri tidak layak. Namun ia dipaksa untuk menjadi Paus demi kelanjutan kepemimpinan di dalam Gereja Kristus. Ia akhirnya menerima juga jabatan mulia itu dan mulai mengenakan pakaian kebesaran sebagai Paus. Tetapi pada waktu itu, ia tidak bisa dengan leluasa memimpin Gereja karena situasi di dalam Gereja penuh dengan pertikaian antar berbagai pihak. Pertikaian itu memuncak dengan hadirnya Guibertus dari Ravenna sebagai Paus tandingan dengan nama Klemens III. Demi menghindari pertikaian yang semakin besar, Desiderius tidak berdiam di Roma sebagaimana mestinya seorang Paus. Ia pergi ke biaranya di Monte Casino. Di sana ia meletakkan lencana kePausan.
Setelah orang-orang Normandia berhasil mengusir Klemens III dari Roma, barulah dia datang ke Roma untuk memimpin Gereja Kristus. Di sana ia dilantik secara resmi menjadi Paus dengan nama Viktor III. Ia memimpin Gereja Kristus dari tahun 1086 sampai tahun 1087. Sumbangan terbesar Paus Viktor III ialah melancarkan Perang Salib untuk mengusir orang-orang Muslim dari Tanah Suci. Serdadu-serdadunya tidak saja memaksa orang-orang Muslim dari Tunis membayar upeti kepada Takhta Suci di Roma tetapi juga membebaskan para budak belian yang beragama Kristen dari penguasaan orang-orang Muslim. Paus Viktor III meninggal dunia di Monte Casino pada tanggal16 September 1087.
S. Kornelius dan Siprianus
Paus dan Uskup, Martir · abad ke-3 (wafat 253 dan 258)
Kedua orang kudus ini dikenang bersama karena persahabatan dan perjuangan yang menyatukan mereka. Kornelius terpilih menjadi Paus pada tahun 251, di tengah masa penganiayaan Kaisar Decius. Zaman itu banyak umat yang murtad karena takut disiksa, dan timbullah pertanyaan besar, apakah mereka boleh diterima kembali. Kornelius, bersama Siprianus, membela sikap belas kasih, bahwa mereka yang bertobat dapat dipulihkan setelah menjalani laku tobat. Sikap ini ditentang oleh Novasianus, yang memisahkan diri dan menjadi antipaus pertama. Kornelius diasingkan oleh Kaisar Gallus ke Centumcellae dan wafat di pembuangan pada tahun 253, dihormati sebagai martir.
Siprianus lahir di Kartago sekitar tahun 210. Semula ia seorang ahli pidato dan pengacara terpandang, lalu bertobat menjadi Kristen sekitar tahun 246 dan tak lama kemudian ditahbiskan. Pada tahun 248 ia diangkat menjadi Uskup Kartago. Ia menggembalakan umatnya lewat surat-surat saat penganiayaan berkecamuk, dan menulis karya-karya penting, di antaranya De Catholicae Ecclesiae Unitate (Tentang Kesatuan Gereja).
Pada tahun 258, di bawah Kaisar Valerianus, Siprianus diadili karena menolak menyangkal imannya. Ia dipenggal, menjadi Uskup Kartago pertama yang meraih mahkota kemartiran. Nama Kornelius dan Siprianus disebut bersama dalam Doa Syukur Agung Pertama.
Pelindung: mereka yang menjaga kesatuan dan keteguhan iman.
Santa Eufemia
Perawan dan Martir
Eufemia berarti 'yang mempunyai nama baik'. Perawan dan martir suci ini dibunuh pada abad ke-4 pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Ia meninggal dunia karena imannya di Kalsedon setelah dimangsa oleh binatang-binatang buas dalam suatu pertunjukan. Sebuah gereja indah didirikan di Kalsedon untuk menghormati Santa Eufemia. Nama Eufemia semakin harum di dalam Gereja, karena Konsili Kalsedon yang besar itu diselenggarakan di dalam gereja Santa Eufemia itu.
Santo Kornelius
Paus dan Martir
Sepeninggal Paus Fabianus pada tahun 250, Takhta Suci mengalami kekosongan kepemimpinan. Masalah-masalah yang menyelimuti Gereja terus saja meningkat. Akhirnya pada 25 Maret 251 kekosongan itu terisi lagi oleh terpilihnya Kornelius sebagai Paus.
Kornelius lahir kira-kira pada awal abad ke-3 di Roma. Ia seorang imam yang saleh dan bijaksana. Namun kepilihannya sebagai Paus tidak menyelesaikan semua masalah yang melanda Gereja. Gereja terus saja dirongrong baik dari luar maupun dari dalam. Pihak kekaisaran terus melancarkan aksi penganiayaan yang mengakibatkan banyak orang Kristen murtad dari imannya. Dalam tubuh Gereja sendiri, banyak imam baik di Roma maupun di Afrika bersikap keras terhadap orang-orang yang murtad itu. Di bawah kendali Novatianus, imam-imam itu mengajarkan bahwa tak seorang pun yang telah menyangkal imannya dapat diterima kembali dalam persekutuan Gereja Kristus, kendatipun mereka membayarnya dengan sesal dan tobat yang mendalam serta denda yang besar. Ajaran ini dimaksudkan untuk melindungi tata tertib Gereja, namun secara tidak sadar justru bertentangan dengan asas-asas Injil Kristus.
Terhadap ajaran Novatianus, Paus Kornelius tidak segan-segan bertindah. Ia segera memanggil semua uskup untuk mengadakan konsili guna membahas ajaran dan sikap Novatianus dkk demi tegaknya kemurnian ajaran Injil suci. Semua uskup yang hadir dalam konsili itu mengutuk ajaran Novatianus dan mencapnya sebagai bidaah. Hal itu didasarkan pada sikap Kristus sendiri yang datang bukan untuk memanggil orang-orang yang saleh melainkan untuk memanggil orang-orang berdosa.
Sepeninggal Kaisar Gayus Decius, keadaan Gereja bertambah genting. Kaisar baru Gayus Vibius Trebunianus Gallus terus melanjutkan pengejaran terhadap umat Kristen. Atas perintahnya, Paus Kornelius ditangkap pada tahun 253 dan dibuang ke Civita Vecchia, sebelah utara kota Roma. Dari tempat pembuangannya, Kornelius tetap menyurati sahabatnya Siprianus, Uskup Kartago untuk meneguhkan hatinya dalam memimpin umatnya. Akhirnya Kornelius meninggal dunia di tempat pembuangannya sebagai akibat dari penderitaan hebat yang dialaminya. Jenazahnya dibawa kembali ke Roma dan dimakamkan di pekuburan Santo Kallistus.