Kamis, 4 September 2031

Kamis XXII Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kolose 1:9-14

Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Mazmur Tanggapan Mazmur 98:2-6

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

Bacaan Injil Lukas 5:1-11

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Renungan

Sekali Lagi ke Tempat Dalam

Nelayan paling tahu rasanya pulang dengan perahu kosong. Semalaman melempar jala, badan penat, hasil nihil. Pagi harinya, yang paling masuk akal adalah mencuci jala dan tidur.

Justru pada saat itu Yesus berkata kepada Simon: bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu. Secara ilmu nelayan, perintah itu janggal. Malam saja kosong, apalagi siang. Tetapi Simon menjawab dengan kalimat yang layak kita hafalkan: karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Bukan karena masuk akal. Karena Engkau yang menyuruh. Dan jala itu koyak oleh banyaknya ikan.

Kemarin kita membaca salam pembuka surat Paulus kepada jemaat Kolose. Hari ini ia melanjutkan: kami tiada berhenti-henti berdoa supaya kamu mengetahui kehendak Tuhan. Mengetahui kehendak-Nya memang sering berarti berani melawan hitungan sendiri.

Kita semua punya perairan yang sudah kita vonis kosong. Rumah tangga yang dingin. Doa yang terasa hampa. Usaha yang jalan di tempat. Maukah kita menebarkan jala sekali lagi di sana, bukan karena yakin hasilnya, melainkan karena Ia yang menyuruh?

Tuhan, ajarilah aku taat seperti Simon, berlayar ke tempat dalam hanya karena sabda-Mu. Amin.

Invitatorium

KAMIS II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Untuk tahun-tahun tak berkesudahan tetap sama.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan senja yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati saat hari menjelang.
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Jadilah penjaga kami selagi kesusahan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Kami mengerang kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Mazmur 39

Doa mendesak orang sakit

Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan. (Roma 8:20)

I
Aku berkata: Aku akan menjaga jalanku

agar jangan aku berdosa dengan lidahku.

Aku akan mengekang bibirku

ketika orang fasik berdiri di hadapanku.”

Aku diam, hening dan tenang.

Kemakmurannya membangkitkan dukaku.
Hatiku membara di dalam diriku.

Mendengar itu, api berkobar

dan lidahku mulai berbicara:

Ya Tuhan, Engkau telah menunjukkan kepadaku akhirku,

betapa singkatnya panjang hari-hariku.

Sekarang aku tahu betapa fana hidupku.
Engkau telah memberiku rentang hari yang singkat;

hidupku tidak berarti di mata-Mu.

Hanya napas, orang yang berdiri begitu teguh,

hanya bayangan, orang yang lewat;

hanya napas kekayaan yang ia timbun,

tidak tahu siapa yang akan memilikinya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kami mengerang kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Ant. 2 Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

II
Dan sekarang, Tuhan, apa yang harus ditunggu?

Pada-Mu terletak semua harapanku.

Bebaskan aku dari segala dosaku,

jangan jadikan aku ejekan orang bodoh.

Aku diam, tidak membuka bibirku,

karena ini semua adalah perbuatan-Mu.
Singkirkan cambuk-Mu dariku.

Aku hancur oleh pukulan tangan-Mu.

Engkau menghukum dosa manusia dan mengoreksinya;

seperti ngengat Engkau melahap semua yang ia hargai.

Manusia fana tidak lebih dari napas;

Ya Tuhan, dengarkan doaku.
Ya Tuhan, condongkan telinga-Mu kepada tangisku.

Jangan tuli terhadap air mataku.

Di rumah-Mu aku adalah tamu yang lewat,

seorang musafir, seperti semua bapakku.

Palingkanlah wajah-Mu agar aku dapat bernapas lagi

sebelum aku pergi untuk tidak ada lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Melalui Putra-Mu Engkau mengajar kami, Bapa, untuk tidak takut akan hari esok tetapi menyerahkan hidup kami kepada pemeliharaan-Mu. Janganlah menahan Roh-Mu dari kami tetapi bantulah kami menemukan kehidupan damai setelah hari-hari kesusahan ini.

Ant. Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

Ant. 3 Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Mazmur 52

Melawan seorang pemfitnah

Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).

Mengapa engkau bermegah atas kejahatanmu,

hai juara kejahatan,

merencanakan kehancuran sepanjang hari,

lidahmu seperti pisau yang diasah,

hai ahli tipu daya?
Engkau lebih mencintai kejahatan daripada kebaikan,

kebohongan daripada kebenaran.

Engkau mencintai perkataan yang merusak,

hai lidah penipu.
Karena ini Allah akan menghancurkanmu

dan menyingkirkanmu untuk selamanya.

Ia akan mencabutmu dari kemahmu dan mencabutmu

dari tanah orang hidup.
Orang benar akan melihat dan takut.

Mereka akan tertawa dan berkata:

“Jadi inilah orang yang menolak

mengambil Allah sebagai benteng,

tetapi percaya pada kebesaran kekayaannya

dan menjadi kuat oleh kejahatannya.”
Tetapi aku seperti pohon zaitun yang tumbuh

di rumah Allah.

Aku percaya pada kebaikan Allah

untuk selama-lamanya.
Aku akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya;

karena ini adalah perbuatan-Mu.

Aku akan menyatakan bahwa nama-Mu baik,

di hadapan teman-teman-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, Engkau memotong cabang yang tidak berbuah untuk dibakar dan memangkas yang subur agar menghasilkan lebih banyak buah. Jadikanlah kami tumbuh seperti pohon zaitun yang berbuah lebat di wilayah-Mu, berakar kuat dalam kuasa dan belas kasihan Putra-Mu, agar Engkau dapat mengumpulkan dari kami buah yang layak untuk hidup kekal.

Ant. Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahu orang lain apa yang telah Kukatakan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yeremia

26:1-15

Di hadapan kematian, Yeremia menubuatkan kehancuran Bait Suci
Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, putra Yosia, raja Yehuda, datanglah firman ini dari Tuhan:
Beginilah firman Tuhan: Berdirilah di pelataran rumah Tuhan dan berbicaralah kepada orang-orang dari semua kota Yehuda yang datang untuk beribadah di rumah Tuhan; apa pun yang Aku perintahkan kepadamu, katakanlah kepada mereka, dan janganlah menghilangkan apa pun. Mungkin mereka akan mendengarkan dan berbalik, masing-masing dari jalan jahatnya, sehingga Aku dapat menyesali kejahatan yang telah Aku rencanakan untuk menimpakan kepada mereka karena perbuatan jahat mereka.
Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan: Jika kamu tidak menaati Aku, tidak hidup menurut hukum yang telah Aku berikan kepadamu dan tidak mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku para nabi, yang terus-menerus Aku utus kepadamu meskipun kamu tidak menaati mereka, Aku akan memperlakukan rumah ini seperti Silo, dan menjadikan kota ini sebagai kota yang akan disebut oleh semua bangsa di bumi ketika mengutuk yang lain.
Sekarang para imam, para nabi, dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan ini di rumah Tuhan. Ketika Yeremia selesai mengucapkan semua yang Tuhan perintahkan kepadanya untuk diucapkan kepada seluruh rakyat, para imam dan nabi menangkapnya, sambil berseru, “Engkau harus dihukum mati! Mengapa engkau bernubuat atas nama Tuhan: ‘Rumah ini akan menjadi seperti Silo,’ dan ‘Kota ini akan menjadi sunyi dan sepi’?” Dan seluruh rakyat berkumpul di sekitar Yeremia di rumah Tuhan.
Ketika para pembesar Yehuda diberitahu tentang hal ini, mereka naik dari istana raja ke rumah Tuhan dan mengadakan sidang di Gerbang Baru rumah Tuhan. Para imam dan nabi berkata kepada para pembesar dan kepada seluruh rakyat, “Orang ini pantas mati; ia telah bernubuat melawan kota ini, seperti yang telah kamu dengar dengan telingamu sendiri.”
Yeremia memberikan jawaban ini kepada para pembesar dan seluruh rakyat: “Tuhanlah yang mengutus aku untuk bernubuat melawan rumah ini dan kota ini semua yang telah kamu dengar. Sekarang, karena itu, perbaikilah jalan-jalanmu dan perbuatan-perbuatanmu; dengarkanlah suara Tuhan Allahmu, agar Tuhan akan menyesali kejahatan yang dengannya Ia mengancam kamu. Adapun aku, aku ada di tanganmu; lakukanlah kepadaku apa yang kamu anggap baik dan benar. Tetapi perhatikanlah baik-baik: jika kamu membunuhku, darah orang yang tidak bersalahlah yang kamu timpakan pada dirimu sendiri, pada kota ini dan warganya. Karena sesungguhnya Tuhanlah yang mengutus aku kepadamu, untuk mengucapkan semua hal ini agar kamu dengar.”

RESPONSORIUM Yeremia 25:15; Matius 27:24

Perhatikanlah ini:

jika kamu membunuhku,

kamu dan kotamu harus menanggung kesalahan darah orang yang tidak bersalah.
Pilatus membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata:

Aku tidak bersalah atas darah orang benar ini.

Kamu dan kotamu harus menanggung kesalahan darah orang yang tidak bersalah.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili tentang Yehezkiel oleh Santo Gregorius Agung, Paus

Demi kasih Kristus, aku tidak menyayangkan diriku dalam berbicara tentang Dia
Hai anak manusia, Aku telah menjadikan engkau penjaga bagi kaum Israel. Perhatikanlah bahwa seorang yang diutus Tuhan sebagai pengkhotbah disebut penjaga. Seorang penjaga selalu berdiri di tempat yang tinggi agar ia dapat melihat dari jauh apa yang akan datang. Siapa pun yang ditunjuk sebagai penjaga bagi umat harus berdiri di tempat yang tinggi sepanjang hidupnya untuk membantu mereka dengan pandangan jauhnya.
Betapa sulitnya bagiku untuk mengatakan ini, karena dengan perkataan ini aku mencela diriku sendiri. Aku tidak dapat berkhotbah dengan kompeten, namun sejauh aku berhasil, aku sendiri tidak menjalani hidupku sesuai dengan khotbahku sendiri.
Aku tidak menyangkal tanggung jawabku; aku mengakui bahwa aku malas dan lalai, tetapi mungkin pengakuan atas kesalahanku akan memberiku pengampunan dari hakimku yang adil. Sesungguhnya ketika aku berada di biara aku dapat mengekang pembicaraan kosongku dan biasanya tenggelam dalam doaku. Sejak aku memikul beban pelayanan pastoral, pikiranku tidak dapat lagi terkumpul; ia disibukkan dengan begitu banyak hal.
Aku terpaksa mempertimbangkan urusan Gereja dan biara-biara. Aku harus menimbang kehidupan dan perbuatan individu. Aku bertanggung jawab atas urusan warga negara kami. Aku harus khawatir tentang invasi gerombolan barbar yang berkeliaran, dan waspada terhadap serigala yang mengintai kawanan dombaku. Aku harus menjadi administrator agar para biarawan tidak kekurangan. Aku harus menanggung perampok tertentu tanpa kehilangan kesabaran dan kadang-kadang aku harus berurusan dengan mereka dengan penuh kasih.
Dengan pikiranku yang terbagi dan tercabik-cabik oleh begitu banyak masalah, bagaimana aku dapat bermeditasi atau berkhotbah dengan sepenuh hati tanpa mengabaikan pelayanan memberitakan Injil? Selain itu, dalam posisiku aku harus sering berkomunikasi dengan orang-orang duniawi. Kadang-kadang aku membiarkan lidahku berbicara, karena jika aku selalu keras dalam penilaianku, orang-orang duniawi akan menghindariku, dan aku tidak akan pernah dapat menyerang mereka seperti yang aku inginkan. Akibatnya aku sering mendengarkan obrolan dengan sabar. Dan karena aku juga lemah, aku mendapati diriku sedikit demi sedikit tertarik ke dalam percakapan kosong, dan aku mulai berbicara bebas tentang hal-hal yang dulu aku hindari. Apa yang dulu aku anggap membosankan sekarang aku nikmati.
Jadi siapakah aku ini untuk menjadi penjaga, karena aku tidak berdiri di gunung tindakan tetapi berbaring di lembah kelemahan? Sesungguhnya Pencipta dan Penebus umat manusia yang mahakuasa dapat memberiku, meskipun aku lemah, kehidupan yang lebih tinggi dan perkataan yang efektif; karena aku mengasihi Dia, aku tidak menyayangkan diriku dalam berbicara tentang Dia.

RESPONSORIUM

Ia mengambil ajaran moral dan mistiknya dari sumber Kitab Suci;

melalui dia aliran-aliran Injil yang memberi hidup mengalir ke semua bangsa.

Meskipun ia telah meninggal, ia masih berbicara kepada kita hari ini.
Seperti elang yang melayang melihat semua di bumi di bawah,

demikian pula ia peduli pada yang besar dan kecil dengan kasihnya yang merangkul semua.

Meskipun ia telah meninggal, ia masih berbicara kepada kita hari ini.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang memelihara umat-Mu

dengan kelembutan dan memerintah mereka dalam kasih,

melalui perantaraan Paus Santo Gregorius,

anugerahkanlah, kami mohon, dengan roh kebijaksanaan

mereka yang telah Engkau beri wewenang untuk memerintah,

agar berkembangnya kawanan kudus

dapat menjadi sukacita kekal para gembala.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.

Mazmur 79 (80)

Gembala Israel, dengarkanlah kami,*
Engkau yang menimpin Yusuf bagaikan kawanan.

Engkau yang bertakhta di atas singgasana, tampillah dengan cemerlang,*
di depan suku Efraim, Benyamin dan Manasye.

Kerahkanlah kekuatanMu,*
dan datanglah menyelamatkan kami.

Ya Allah, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi Engkau murka,*
sekalipun umatMu berdoa?

UmatMu Kauberi ratap tangis sebagai makanan,*
cucuran air mata berlimpah sebagai minuman.

Kaujadikan kami sasaran kebencian para tetangga,*
dan olok-olokan musuh kami.

Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

UmatMu bagaikan pokok anggur yang Kaupindahkan dari Mesir,*
Kauhalaukan bangsa-bangsa lalu Kautanamkan dia.

Engkau telah menyediakan tanah bagi pokok itu,*
maka berurat berakarlah ia dan memenuhi seluruh negeri.

Gunung-gunung ditudungi oleh naungannya,*
dan pohon-pohon jati oleh cabang-cabangnya.

Ranting-rantingnya menjulur sampai ke laut,*
dan sulur-sulurnya sampai ke sungai Efrat.

Ya Allah, mengapa Engkau merobohkan pagarnya,*
sehingga setiap orang yang lewat memetik buahnya!

Babi hutan menggerogotinya,*
dan binatang di padang memakannya.

Ya Allah semesta alam, kembalilah,+
pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu,*
lindungilah pokok yang Kautanam dengan tanganMu sendiri.

Musuh telah menebang dan membakarnya,*
biarlah mereka binasa oleh ancaman wajahMu.

Hendaknya Engkau melindunghi raja kami,*
orang pilihan yang telah Kaunobatkan.

Maka kami tidak akan menyimpang dari padaMu,*
lindungilah hidup kami, maka kami akan memuji Engkau.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

Ant.1: Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.

Ant.2: Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.

Yes 12,1-6

Aku bersyukur kepadaMu, ya Tuhan,+
Engkau telah murka terhadap aku,*
tetapi kemurkaanMu telah mereda, dan aku sudah Kauhibur.

Sungguh, Tuhanlah penyelamatku,*
aku percaya dan tidak merasa takut.

Sebab Tuhanlah kekuatan dan pujaanku,*
Dialah yang menyelamatkan daku.

Dengan suka ria kamu akan menimba air,*
dari sumber keselamatan.

Pada masa itu kamu akan berkata,*
Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah namaNya!

Wartakanlah kepada para bangsa karyaNya yang agung,*
beri tahukanlah keluhuran namaNya.

Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab megahlah karyaNya,*
hendaknya dimaluklumkan di seluruh bumi.

Bergembira dan bersoraklah, hai penduduk Sion,*
sebab besarlah di tengah-tengahmu Allah Israel yang mahakudus.

Ant.2: Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.

Ant.3: Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.

Mazmur 80 (81)

Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita,*
bersorak-gembiralah bagi Allah Yakub.

Angkatlah nyanyian, bunyikanlah rebana,*
petiklah gambus dan kecapi dengan lagu merdu.

Tiuplah nafiri pada perayaan tahun baru,*
waktu bulan purnama, hari raya kita.

Sebab demikianlah ditetapkan bagi Israel,*
suatu hukum dari Allah Yakub.

Suatu peringatan yang ditetapkan bagi suku Yusuf,*
ketika Allah maju melawan tanah Mesir.

Kini kudengar firman Tuhan, yang belum pernah kudengar,*
"Aku telah mengambil beban dari pundak umatKu.

Tangan dan pundaknya telah bebas dari kerja paksa,*
engkau berseru dalam kesesakanmu, hai umatKu, maka Aku membebaskan dikau.

Dari dalam awan mengguntur Aku menjawab engkau,*
Aku telah menguji engkau pada wahah Meriba.

Maka dengarlah, hai umatKu, Aku hendak memperingatkan dikau,*
hai Israel, mudah-mudahan engkau mendengarkan Daku.

Jangan di antaramu terdapat Allah yang lain,*
jangan menyembah dewa asing.

Sebab Akulah Tuhan, Allahmu,+
yang menuntun engkau ke luar dari tanah Mesir,*
dan mengenyangkan dikau dalam kelaparan.

Tetapi umatKu tidak mendengarkan suaraKu,*
dan Israel tidak taat kepadaKu.

Maka Kubiarkan mereka dalam ketegaran hatinya,*
dan mereka berbuat menurut rencananya sendiri.

Ah, sekiranya umatKu mendengarkan Daku,*
sekiranya Israel menempuh jalan-jalanKu.

Maka musuh mereka segera Kutundukkan,*
dan terhadap para lawannya Kukepalkan tinjuKu.

Maka musuh Israel akan tunduk menyembah,*
itulah nasibnya untuk selama-lamanya.

Maka umatKu akan Kuberi makan sari gandum,*
dan Kupuaskan dengan madu kuat".

Ant.3: Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.

Bacaan Singkat (Rom 14,17-19)

Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka-cita dalam Roh kudus. Karena barang siapa melayani Kristus dengan cara ini, ia dicintai Allah dan dihormati manusia. Sebab itu marilah kita mengusahakan damai sejahtera dan saling membangun.

Lagu Singkat

P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau. U: Pagi. P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku. U: Aku mengingat Engkau. P: Kemuliaan. U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, Bapa kita, yang melindungi anak-anakNya dan tidak menolak permintaan mereka. Marilah kita semua dengan rendah hati memanjatkan doa kepadaNya dan berkata:
U: Terangilah hati kami, ya Tuhan.
P: Syukur padaMu, Tuhan, sebab Engkau telah menerangi kami dengan perantaraan PuteraMu,* semoga kami sepanjang hari disinari cahayaMu.
P: Semoga kebijaksanaanMu membimbing kami hari ini, ya Tuhan,* supaya kami menjalani hidup yang baru.
P: Semoga kami dengan tabah hati menanggung kesukaran demi Engkau,* agar kami tetap mengabdi Engkau dengan besar hati.
P: Arahkanlah pada hari ini pikiran, perasaan dan perbuatan kami kepadamu,* supaya kami menyerahkan diri dengan rela hati kepada bimbinganMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah cahaya sejati dan pencipta terang. Semoga kami tekun merenungkan karya penyelamatanMu dan selalu hidup dalam terang cahayaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS II SIANG

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Mazmur 118 (119),65-72

Engkau telah berbuat baik terhadap hambaMu,*
sesuai dengan firmanMu, ya Tuhan.

Maka ajarkanlah kebijaksanaan dan pengertian kepadaku,*
sebab aku berharap akan perintahMu.

Sebelum aku disiksa, aku tersesat,*
tetapi sekarang aku berpegang pada aturanMu.

Engkau baik, dan baiklah karyaMu,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Orang sombong memfitnah aku,*
tetapi aku dengan segenap hati berpegang pada titahMu.

Hati mereka tegar dan tanpa perasaan,*
tetapi kesukaanku ialah hukumMu.

Baiklah bagiku, bila aku disiksa,*
dengan demikian aku belajar memahami ketetapanMu.

Hukum dari mulutMu sangat berharga bagiku,*
melebihi ribuan keping perak dan emas.

Ant.1: HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Mazmur 55 (56),2-7b.9-14

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku,*
selalu mereka memerangi dan menindas aku.

Seteruku selalu menganiaya aku,*
mereka menyerbu aku dengan hebat.

Waktu aku ketakutan,*
aku percaya padaMu, ya Allah mahatinggi.

Pada Allah yang firmanNya kupuji,+
pada Allah aku percaya dan tidak takut,*
apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Sepanjang hari mereka memutarbalikkan perkataanku,*
dan bertekad mencelakakan daku.

Bersama-sama mereka mengintip, ingin mencabut nyawaku,*
mereka mengamat-amati segala langkahku.

Hidupku penuh sengsara, Engkau kan tahu,+
segala air mataku Kauingat senantiasa,*
semuanya itu Kauperhatikan.

Maka musuh akan mundur, bila aku berseru,*
aku yakin, Allah di pihakku.

Pada Allah yang firmanNya kupuji,+
pada Allah aku percaya dan tidak takut,*
apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Janjiku kepadaMu, ya Allah, akan kutepati,*
dengan mempersembahkan kurban pujian.

Sebab Engkau meluputkan daku dari maut,*
dan menjaga jangan sampai aku tersandung.

Maka aku terus hidup di hadapan hadirat Allah,*
dalam cahaya yang menerangi orang hidup.

Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Ant.3: Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.

Mazmur 56 (57)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang mahatinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Ant.3: Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.

Bacaan singkat (Gal 5,22.23a.25)

Hasil buah Roh ialah: kasih, sukacita dan damai sejahtera, kesabaran, kemurahan dan kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan pengusaan diri. Jikalau kita hidup oleh Roh, hendaklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

P: Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu, ya Tuhan,
U: Semoga kebaikanMu menuntun daku di jalan yang rata.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

KAMIS II SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.

Mazmur 71 (72) - I

Ya Allah, berikanlah hukumMu kepada raja,*
dan anugerahkanlah keadilanMu kepadanya.

Semoga ia memerintah umatMu sesuai dengan hukum,*
dan para hambaMu yang miskin dengan adil.

Hendaknya gunung-gunungpun menghasilkan kemakmuran umat,*
dan bukit-bukit melimpahkan kesejahteraan.

Semoga baginda membela hak rakyat jelata,*
menolong kaum miskin dan menghancurkan para penindas.

Semoga panjang usia baginda seperti matahari,*
turun-temurun selama bulan beredar.

Semoga baginda bagaikan embun di atas padang rumput,*
bagaikan hujan yang menggenangi bumi.

Keadilan akan berkembang dalam zamannya,*
dan damai sejahtera berlimpah selama bulan beredar.

Ia akan memerintah dari laut ke laut,*
dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.

Para penguasa akan berlutut di depannya,*
dan musuh-musuhnya meniarap menjilat debu.

Raja-raja dari Tarsis dan dari pantai yang jauh,+
akan datang membawa persembahan,*
raja-raja Arabia dan Etiopia membayar upeti.

Semua raja sujud menyembah,*
dan segala bangsa menjadi hamba baginda.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Mazmur 71 (72) - II

Ya Allah, rajaMu membebaskan orang miskin yang berseru,*
ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.

Ia sayang kepada kaum papa dan miskin,*
dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.

Ia melepaskan mereka dari penindasan dan kekerasan,*
sebab hidup mereka sangat bernilai baginya.

Hiduplah raja! Semoga dipersembahkan emas kepadanya,*
semoga ia tetap didoakan dan dimohonkan berkat.

Semoga negerinya berlimpahkan panenan sampai di gunung,*
semoga penduduk kotanya sebanyak rumput di padang.

Semoga ia hidup selama-lamanya,*
dan namanya termasyhur selama matahari bersinar.

Semoga segala bangsa saling memberkati demi namanya,*
dan memuji baginda bahagia.

Terpujilah Tuhan Allah, Allah Israel,*
hanya Dialah yang mengerjakan karya agung.

Terpujilah namaNya yang mulia selama-lamanya,*
seluruh bumi penuh kemuliaanNya.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Bacaan singkat (1Ptr 1,22-23)

Kamu telah menyucikan dirimu karena taat kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Hendaklah kamu sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yan baka, yaitu sabda Allah yang hidup dan kekal.

Lagu Singkat

P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan. U: Tuhanlah. P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. U: Aku takkan berkekurangan. P: Kemuliaan. U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Tuhan dan penyelamat kita melimpahi umatNya dengan segala berkat rohani. Marilah kita mengarahkan hati kepadaNya dan berdoa:
U: Berkatilah umatMu, ya Tuhan.
P: Allah yang maharahim, lindungilah paus kami bapa... dan uskup kami bapa...* dan anugerahilah mereka kesehatan dan kebijaksanaan demi kepentingan Gereja.
P: Lindungilah tanah air kami dengan murah hati, ya Tuhan,* dan bebaskanlah kami dari segala malapetaka.
P: Undanglah banyak pemuda untuk mengikuti panggilanMu,* semoga mereka berani meninggalkan segala sesuatu demi kerajaan Allah.
P: Peliharalah pemudi-pemudi yang bertekad hidup sebagai perawan,* supaya mereka dapat mengikuti Engkau, Anakdomba Allah.
P: Semoga orang-orang mati beristirahat dalam damai abadi,* dan kami semakin erat bersatu dengan mereka dalam iman.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami memuji Engkau dalam ibadat sore ini. Semoga kami setia mengindahkan perintahMu dan tekun merenungkan sabdaMu, supaya pantas melihat cahaya kehidupan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Musa

Nabi

Musa dikenal dan dihormati sebagai pendiri bangsa Israel. Ia dipilih Yahweh, Allah Abraham, Iskhak dan Yakob, untuk memimpin kaum keturunan Abraham keluar dari penindasan Firaun di Mesir, dan selanjutnya bersama mereka membawakan kurban persembahan kepada Allah di gunung Sinai. Di sanalah Yahweh mengadakan perjanjian dengan mereka dengan perantaraan Musa, abdiNya.

Musa, seorang tokoh historis, peletak dasar bagi keberadaan Israel sebagai suatu bangsa merdeka, peletak dasar agama Yahudi. Sejarah awal Israel sebagai suatu bangsa di Palestina tidak bisa dipahami terlepas dari Musa. Sewaktu keluar dari Mesir atas campur tangan Allah, bangsa Hibrani menjadi suatu kelompok orang yang merdeka, namun tidak terdidik dan tidak mempunyai suatu pengalaman pun untuk membentuk dirinya sendiri menjadi suatu kesatuan sosial - politik. Melalui perantaraan Musa, Allah mengikat perjanjian dengan mereka di gunung Sinai. Oleh perjanjian itulah, bangsa Hibrani memperoleh suatu identitas nasional yang berbeda dengan bangsa - bangsa lain. Mereka dipilih Allah dari antara bangsa - bangsa menjadi Umat kesayanganNya dengan Hukum atau Undang - undang sendiri yang mengatur pola hidup dan tingkah laku mereka sebagai suatu bangsa.

Kisah tentang kehidupan dan karier Musa tetap tinggal kabur. Satu - satunya sumber informasi terpercaya hingga sekarang adalah Kitab Suci, khususnya Kitab Keluaran yang ada dalam bilangan kitab Pentateukh. Di sana Musa dilukiskan sebagai tokoh utama peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan pengembaraan mereka di padang gurun selama 40 tahun. Ia dibesarkan di dalam dua lingkungan budaya yang berbeda, yakni Mesir dan Midian. Namanya kemungkinan diturunkan dari sebuah kata kerja bahasa Mesir, yang berarti ‘dilahirkan’. Tradisi Kitab Suci (Kel 2:1; Yos 24:5) mengatakan bahwa ia dilahirkan di Mesir dari sebuah keluarga Hibrani, dan kemudian dibesarkan di lingkungan istana Firaun. Di dalam istana itu, dia dididik dalam segala hikmat orang Mesir dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya (bdk. Kis 7:22). Namun pendidikan ala Mesir di istana Firaun itu nampaknya tidak merusak ikatan batin dengan orang sebangsanya. Sudah hampir dipastikan bahwa adat istiadat yang diwariskan Allah Abraham, Iskhak dan Yakob itu diketahuinya di Mesir.

Kecuali itu, tradisi Kitab Suci pun mengatakan bahwa ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di daerah Midian, bagian timur Mesir. Midian adalah tempat pengungsiannya setelah ia membunuh mandor Mesir yang menganiaya orang - orang sebangsanya. Disana ia menemukan kembali tradisi nenek moyangnya yang tetap tidak berubah oleh pengaruh - pengaruh Mesir (Bdk. Kel 4:24 - 26). Alkitab menghubungkan peristiwa pengungsian itu dengan peristiwa pewahyuan Yahweh dan panggilan atas dirinya untuk mengemban tugas sebagai pembebas bangsa Israel dari kekejaman Firaun di Mesir (Kel 2:14 - 14:20). Dengan demikian jelaslah bahwa pengungsian itu merupakan penyelenggaraan ilahi dalam rangka penyelamatan bangsa Israel.

Dalam hal penulisan Kitab Suci, Musa dipandang sebagai pengarang Kitab Pentateukh, kelima bab pertama dari Perjanjian Lama. Ini tidak berarti bahwa ia sendirilah yang menuliskan setiap kata dari kitab itu. Walaupun kebanyakan bagian Kitab Pentateukh ditulis setelah kematiannya, namun dianggap sebagai tulisannya karena didasarkan pada tradisi lisan yang diwariskannya. Atas dasar itu dan juga karena ia adalah tokoh utama yang mendominasi fase awal sejarah Israel, maka seluruh Kitab Pentateukh dihubungkan dengan Musa sebagai pengarangnya. Atas dasar yang sama, Musa dianggap sebagai pemberi hukum Allah kepada bangsa Hibrani. Dialah yang menetapkan patokan dasar tingkah laku bangsa Hibrani sesuai dengan kehendak Yahweh. Generasi - generasi kemudian menyesuaikan hukum itu dengan tuntutan perkembangan zaman dan pandangan - pandangan hidup baru di bawah semangat Musa.

Musa tidak diijinkan Yahweh memasuki tanah Kanaan yang dijanjikan kepada keturunan Abraham karena ketegaran hati dan ketipercayaan bangsa Israel kepada Yahweh (Ul. 1:37-38). Tuhan hanya menunjukkan kepadanya tanah terjanji itu dari atas gunung Nebo. Akhirnya Musa meninggal di tanah Moab, di bagian timur Kanaan. Orang - orang Israel meratapi dia selama 30 hari (Ul. 34:5-8). Dalam perjanjian baru, penggelaran kepada Musa sering melebihi tokoh - tokoh perjanjian lama lainnya mengingat kualitasnya sebagai pemberi Hukum Allah (Mat 8:4; Mrk 7:10). Kecuali itu, ia dihubungkan dengan Yesus Kristus sebagai tokoh pra-lambang Mesias terjanji (Yoh 6:32; Ibr 3,5,6).

Santa Rosa dari Viterbo

Pengaku Iman

Rosa lahir pada tahun 1235 di Viterbo, Italia Tengah. Kisah hidupnya tidak banyak diketahui dengan jelas. Oleh karena itu cerita legenda yang beredar tentang dirinya merupakan sumber untuk melukiskan riwayat hidupnya.

Frederik II, Kaisar Romawi Suci, karena suatu pertikaian sengit dengan Paus Gregorius IX (1227 - 1241), menyerang negara kePausan dan berhasil menaklukkan kota Viterbo pada tahun 1240. rosa dengan berani mempersatukan seluruh rakyat untuk menghalau Frederik II dari Viterbo. Karena semangat kepahlawanannya itu, ia bersama orangtuanya dibuang keluar dari Viterbo. Mereka baru bisa kembali ke Viterbo ketika Frederik II meninggal dunia pada bulan Desember 1250.

Konon Rosa kemudian mengajukan permohonan untuk masuk biara Santa Maria yang ada di Viterbo. Permohonannya tidak dikabulkan oleh pemimpin biara itu. Lalu ia berusaha sendiri mendirikan sebuah komunitas religius baru. Usahanya ini pun tidak direstui oleh Paus Innocentius IV (1243 - 1254). Karena kegagalannya itu ia lalu memilih tetap tinggal di rumah sambil tetap menjalani suatu kehidupan bakti kepada Allah hingga kematiannya pada tanggal 6 Maret 1252. Kesalehan hidupnya diakui oleh Gereja hingga jenazahnya dimakamkan dalam gereja Viterbo. Pada tahun 1357 gereja itu terbakar. Ketika makamnya dibuka, tubuh Rosa tetap awet seperti sediakala. Oleh karena itu umat Viterbo menaruh devosi yang besar kepadanya. Setiap tahun, jenazahnya diarak melalui jalan - jalan Viterbo. Pada tahun 1457, Rosa dinyatakan kudus oleh Paus Kalistus III (1455 - 1458).