Selasa, 5 Agustus 2031
Selasa XVIII Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Bilangan 12:1-13
Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush. Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga. Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?" Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta! Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami. Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya." Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia."
Mazmur Tanggapan Mazmur 51:3-7,12-13
Bacaan Injil Matius 14:22-36
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Renungan
Ketika Angin Terasa
Kemarin lima roti dibagi sampai lima ribu orang kenyang. Hari ini para murid yang sama sudah kembali ke tengah danau, dilempar ombak, digempur angin sakal. Baru saja menyaksikan mukjizat, sekarang ketakutan lagi. Begitulah iman kita sering berjalan. Kenyang sebentar, lalu goyah lagi.
Yesus datang berjalan di atas air. Petrus, yang selalu paling berani, minta izin datang menyongsong. Dan ia benar-benar turun dari perahu, berjalan di atas air. Selama matanya menatap Yesus, air yang tak masuk akal itu menahannya.
Lalu ada satu kalimat kecil yang menjelaskan segalanya. "Ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam." Petrus tidak tenggelam karena badainya bertambah besar. Badai itu sudah ada sejak tadi. Ia tenggelam ketika perhatiannya pindah, dari wajah Yesus ke angin di sekitarnya.
Betapa sering kita begitu. Selama menatap Tuhan, kita sanggup melangkah di atas hal-hal yang mestinya menenggelamkan. Begitu kita mulai menghitung angin, mengukur ombak, membayangkan yang terburuk, kita mulai turun.
Yang menghibur, Petrus sempat berseru, "Tuhan, tolonglah aku!" Dan tangan Yesus segera terulur. Bahkan doa yang paling pendek, yang keluar dari mulut orang yang sedang tenggelam, sudah cukup untuk ditangkap. Angin apa yang sedang kaurasakan hari ini, yang membuatmu lupa menatap wajah-Nya?
Tuhan, ketika aku mulai menghitung angin dan tenggelam, ulurkan tangan-Mu. Dan ajari aku menatap wajah-Mu lebih lama dari ombak yang kutakuti. Amin.
Invitatorium
SELASA II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Yohanes Vianney, Imam
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku.
Mazmur 31
Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan roh-Ku (Lukas 23:46).
Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku.
Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Dia telah melimpahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Dia telah melimpahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
BACAAN
RESPONSORIUM Amos 2:10, 11, 12; Mazmur 95:10-11
RESPONSORIUM 2 Korintus 4:17; 1 Korintus 2:9
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Mazmur 42 (43)
Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Yes 38,10-14.17-20
Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Mazmur 64 (65)
Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Bacaan Singkat (1Tes 5,4-5)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA II SIANG
Madah
Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Mazmur 118 (119),49-56
Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Mazmur 52 (53)
Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Bacaan singkat (1Kor 12,24b.25-26)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA II SORE
Madah
Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Mazmur 48 (49) I
Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Mazmur 48 (49) II
Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Rom 3,23-25a)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Pesta Tabhisan Basilika Santa Perawan Maria di Roma
Pada abad ke-4 sewaktu Paus Liberius (352-366) memegang pucuk pimpinan Gereja Kristus, ia merobah dan menjadikan sebuah rumah di bukit Eskuilina menjadi tempat ibadat bagi umat. Gereja ini kemudian dinamakan Basilika Liberiana. Pada abad berikutnya gereja ini diperluas oleh Paus Sixtus III (432-440) dan disebut Basilika Santa Maria Maggiore.
Menurut cerita tindakan Paus Liberius ini didasarkan pada suatu peristiwa penampakan Bunda Maria di halaman rumah itu. Bulan Agustus adalah bulan terpanas di Roma. Pada suatu ketika, dalam bulan itu, halaman rumah itu berselimutkan salju. Tiba-tiba Bunda Maria menampakkan dirinya kepada dua orang saleh yang menghuni rumah itu dan meminta supaya di atas tanah yang bersalju itu dibangun sebuah gereja. Oleh karena itu, gereja itu kemudian lazim juga disebut Basilika Bunda Maria di Salju.
Santa Ia
Martir
Ia seringkali didera karena usahanya menobatkan banyak orang kafir ketika meringkuk di dalam penjara. Semua penderitaannya itu tak pernah mampu memadamkan semangatnya untuk mewartakan Kristus. Oleh karena itu akhirnya ia dihukum mati pada masa pemerintahan Schapur II, Raja Persia.
Santa Nonna
Pengaku Iman
Ibu Santo Gregorius Muda ini berhasil mengkristenkan suaminya, Santo Gregorius Tua dari Nazianz. Nonna terkenal sebagai seorang ibu yang beriman dan penuh semangat pengabdian kepada anak-anaknya dan kepada Tuhan.