Minggu, 29 Juni 2031

Hari Raya S. Petrus dan Paulus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:1-11

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 34:2-9

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Bacaan Kedua 2 Timotius 4:6-8,17-18

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Bacaan Injil Matius 16:13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Dibangun dari yang Pernah Retak

Kalau kita ditugasi memilih dua orang untuk menjadi tiang sebuah bangunan besar, kita pasti mencari yang paling kokoh, paling tanpa cela. Allah memilih sebaliknya. Dua orang yang hari ini dirayakan bersama, Petrus dan Paulus, keduanya punya catatan yang memalukan. Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali di depan api unggun. Paulus pernah memburu dan menyeret orang-orang Kristen ke penjara.

Dari bahan seperti itulah Gereja dibangun. Dalam Injil, Yesus bertanya siapakah diri-Nya menurut para murid, dan Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Lalu Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.” Nama Petrus memang berarti batu karang. Tetapi kita tahu batu ini pernah retak. Rupanya Allah mampu mendirikan rumah-Nya di atas batu yang pernah pecah, asal batu itu mengaku dan kembali.

Bacaan pertama melukis Petrus di titik paling tak berdaya: terbelenggu dua rantai, tidur di antara dua prajurit, menunggu hukuman mati. Lalu malaikat datang, dan rantai itu gugur dari tangannya. Petrus yang lemah tidak menyelamatkan dirinya sendiri; ia diselamatkan. Seluruh hidupnya adalah kisah tentang orang yang berkali-kali jatuh, lalu berkali-kali dibangunkan.

Paulus menutup hidupnya dengan nada berbeda. Dari penjara menjelang kematiannya, ia menulis dengan tenang, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Bukan kesombongan, melainkan syukur seorang pelari yang tahu ia disokong sampai ujung. “Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku,” katanya.

Dua watak yang jauh berbeda. Petrus si nelayan yang meledak-ledak, Paulus si terpelajar yang keras. Tetapi keduanya bertemu pada satu titik: hidup yang tadinya bisa berakhir sia-sia, diubah oleh belas kasihan menjadi berguna. Keduanya pun berakhir sama, mati sebagai martir di Roma, memberikan seluruh yang tersisa.

Pesta hari ini menghibur kita yang merasa terlalu banyak cela untuk dipakai Tuhan. Kalau penyangkal dan pemburu bisa menjadi tiang Gereja, tidak ada masa lalu yang terlalu gelap untuk ditebus. Gereja memang tidak dibangun di atas orang-orang tanpa cacat, melainkan di atas orang-orang yang celanya sudah diampuni dan diubah menjadi kesaksian yang justru menghidupkan banyak orang lain.

Tuhan, dari orang-orang yang pernah jatuh Engkau membangun Gereja-Mu. Pakailah juga aku, dengan segala celaku, untuk menopang sesama. Amin.

Invitatorium

MINGGU I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Biasa
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Pada hari ini, hari pertama,

Nama Allah Bapa kami puji;

Yang, Tuhan dan sumber ciptaan,

Membawa dunia dari kegelapan.

Pada hari ini Putra yang kekal

Mengalahkan maut dengan kemenangan-Nya;

Pada hari ini Roh Kudus datang

Dengan karunia api yang hidup.

Bapa, yang membentuk manusia

Serupa dengan Allah dalam rencana kasih-Mu,

Penuhilah kami dengan kasih ilahi itu,

Dan sesuaikanlah kehendak kami dengan kehendak-Mu.

Sabda yang menjadi daging, salam bagi-Mu!

Engkau telah membebaskan kami dari dosa,

Dan bersama-Mu kami mati dan bangkit

Kepada Allah dalam kurban.

Roh Kudus, Engkau menganugerahkan

Karunia kasih kepada setiap hati;

Berilah kami terang dan rahmat, kami mohon,

Penuhilah hati kami pada hari suci ini.

Allah, Tritunggal Mahakudus,

Terlaksanalah kehendak-Mu yang kudus;

Dalam sabda-Mu jiwa kami bebas.

Dan kami beristirahat pada hari ini bersama-Mu.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Mazmur 24

Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya

Kristus membuka surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,

dunia dan semua penduduknya.

Dialah yang mendasarkannya di atas laut;

di atas air Ia menjadikannya teguh.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menginginkan hal-hal yang tidak berharga,

yang tidak bersumpah untuk menipu sesamanya.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Ia akan menerima berkat dari Tuhan

dan upah dari Allah yang menyelamatkannya.

Demikianlah orang-orang yang mencari Dia,

mencari wajah Allah Yakub.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Hai pintu-pintu gerbang, angkatlah kepalamu;

tinggikanlah dirimu, hai pintu-pintu kuno.

Biarlah Dia masuk, Raja kemuliaan!

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa, yang gagah berani,

Tuhan, yang gagah berani dalam perang.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Hai pintu-pintu gerbang, angkatlah kepalamu;

tinggikanlah dirimu, hai pintu-pintu kuno.

Biarlah Dia masuk, Raja kemuliaan!

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ketika Putra-Mu dihukum secara tidak adil, ya Tuhan Allah, dan dikelilingi oleh orang-orang fasik, Ia berseru kepada-Mu, dan Engkau membebaskan-Nya. Jagalah umat-Mu sebagai harta hati-Mu dan bimbinglah langkah mereka di jalan yang aman agar mereka dapat melihat wajah-Mu.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Ant. 2 Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Mazmur 66

Madah Ekaristi

Tuhan telah bangkit dan semua orang telah dibawa oleh-Nya kepada Bapa (Hesychius).
I
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.

Persembahkanlah kepada-Nya pujian yang mulia.

Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyat perbuatan-Mu!

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Karena kebesaran kekuatan-Mu

musuh-musuh-Mu gemetar di hadapan-Mu.

Di hadapan-Mu seluruh bumi akan sujud;

akan bernyanyi bagi-Mu, bernyanyi bagi nama-Mu!”

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Datanglah dan lihatlah perbuatan-perbuatan Allah,

dahsyat perbuatan-Nya di antara manusia.

Ia mengubah laut menjadi tanah kering,

mereka menyeberangi sungai dengan kaki kering.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Biarlah sukacita kita ada di dalam Dia;

Ia memerintah selama-lamanya dengan kekuatan-Nya.

Mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa;

jangan biarkan pemberontak bangkit melawan Dia.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Hai bangsa-bangsa, berkatilah Allah kita,

biarlah suara pujian-Nya bergema,

dari Allah yang memberi hidup kepada jiwa kita

dan menjaga kaki kita agar tidak tersandung.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Karena Engkau, ya Allah, telah menguji kami,

Engkau telah menguji kami seperti perak diuji:

Engkau menuntun kami, ya Allah, ke dalam jerat;

Engkau meletakkan beban berat di punggung kami.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Engkau membiarkan manusia menginjak-injak kepala kami;

kami melewati api dan air

tetapi kemudian Engkau memberi kami kelegaan.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Ant. 3 Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

II
Kurban bakaran kubawa ke rumah-Mu;

kepada-Mu aku akan membayar nazarku,

nazarku yang telah kuucapkan dengan bibirku,

yang kuucapkan dengan mulutku dalam kesesakanku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Aku akan mempersembahkan kurban bakaran dari hewan gemuk

dengan asap domba jantan yang terbakar.

Aku akan mempersembahkan lembu jantan dan kambing.

Ant. Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Datanglah dan dengarkanlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah.

Aku akan menceritakan apa yang Ia lakukan bagi jiwaku:

kepada-Nya aku berseru dengan nyaring,

dengan pujian tinggi siap di lidahku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Sekiranya ada kejahatan dalam hatiku,

Tuhan tidak akan mendengarkan.

Tetapi sesungguhnya Allah telah mendengarkan;

Ia telah memperhatikan suara doaku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Terpujilah Allah yang tidak menolak doaku

dan tidak menahan kasih-Nya dariku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa yang Mahakuasa, dalam kematian dan kebangkitan Putra-Mu sendiri Engkau membawa kami melalui air baptisan ke pantai kehidupan baru. Melalui air itu dan api Roh Kudus Engkau telah memberi setiap kami penghiburan. Terimalah kurban pujian kami; semoga hidup kami menjadi persembahan total kepada-Mu, dan semoga kami layak masuk ke rumah-Mu dan di sana bersama Kristus memuji kekuatan-Mu yang tak pernah gagal.

Ant. Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Sabda Allah hidup; itu menusuk hati.

Itu menusuk lebih pasti daripada pedang bermata dua.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pertama Samuel

16:1-13

Daud diurapi menjadi raja
Tuhan berfirman kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau akan berdukacita karena Saul, yang telah Kutolak sebagai raja Israel? Isilah tandukmu dengan minyak, dan berangkatlah. Aku mengutus engkau kepada Isai dari Betlehem, karena Aku telah memilih raja-Ku dari antara putra-putranya.” Tetapi Samuel menjawab: “Bagaimana aku bisa pergi? Saul akan mendengarnya dan membunuhku.” Terhadap ini Tuhan menjawab: “Bawalah seekor sapi betina dan katakan, ‘Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan.’ Undanglah Isai ke kurban itu, dan Aku sendiri akan memberitahumu apa yang harus dilakukan; engkau harus mengurapi bagi-Ku orang yang Kutunjukkan kepadamu.”
Samuel melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ketika ia masuk ke Betlehem, para tua-tua kota datang dengan gemetar untuk menemuinya dan bertanya, “Apakah kunjunganmu damai, hai pelihat?” Ia menjawab: “Ya! Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Jadi, sucikanlah dirimu dan bergabunglah denganku hari ini untuk perjamuan.” Ia juga menyuruh Isai dan putra-putranya menyucikan diri dan mengundang mereka ke kurban itu. Ketika mereka datang, ia melihat Eliab dan berpikir, “Pasti orang yang diurapi Tuhan ada di hadapan-Nya.” Tetapi Tuhan berfirman kepada Samuel: “Janganlah menilai dari penampilannya atau dari perawakannya yang tinggi, karena Aku telah menolaknya. Bukan seperti manusia melihat, Allah melihat, karena manusia melihat penampilan tetapi Tuhan melihat ke dalam hati.”
Kemudian Isai memanggil Abinadab dan memperkenalkannya di hadapan Samuel, yang berkata, “Tuhan tidak memilih dia.” Selanjutnya Isai memperkenankan Syama, tetapi Samuel berkata, “Tuhan tidak memilih yang ini juga.” Dengan cara yang sama Isai memperkenankan tujuh putra di hadapan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Tuhan tidak memilih salah satu pun dari mereka.” Kemudian Samuel bertanya kepada Isai, “Apakah ini semua putra yang kau miliki?” Isai menjawab, “Masih ada yang termuda, yang sedang menggembalakan domba.” Samuel berkata kepada Isai, “Suruhlah dia datang; kita tidak akan memulai perjamuan kurban sampai dia tiba di sini.”
Isai menyuruh dan membawa pemuda itu kepada mereka. Ia kemerah-merahan, seorang pemuda yang tampan dipandang dan berpenampilan cemerlang. Tuhan berfirman, “Itu dia—urapilah dia, karena inilah dia!” Kemudian Samuel, dengan tanduk minyak di tangan, mengurapinya di tengah-tengah saudara-saudaranya; dan sejak hari itu, Roh Tuhan berkuasa atas Daud. Ketika Samuel pergi, ia pergi ke Rama.

RESPONSORIUM Mazmur 89:20, 22, 21

Aku telah menaruh mahkota di atas pahlawan-Ku, dan telah meninggikan orang yang terpilih dari antara umat.

Tangan kanan-Ku yang kuat akan selalu menyertainya.
Aku telah menemukan Daud, hamba-Ku; dengan minyak kudus-Ku Aku telah mengurapinya.

Tangan kanan-Ku yang kuat akan selalu menyertainya.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Tritunggal oleh Faustus Luciferanus, imam

Kristus, raja dan imam untuk selama-lamanya
Penyelamat kita menerima pengurapan jasmani dan dengan demikian menjadi raja sejati dan imam sejati. Baik raja maupun imam Ia adalah dari diri-Nya sendiri; seorang penyelamat tidak mungkin kurang dari itu. Dengarkan dalam sabda-Nya sendiri bagaimana Ia sendiri menjadi raja: Aku telah diangkat menjadi raja oleh Allah di Sion, gunung-Nya yang kudus. Dengarkan dalam sabda Bapa bahwa Ia adalah seorang imam: Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut tata Melkisedek. Harun adalah yang pertama di bawah hukum yang dijadikan imam dengan diurapi dengan krisma, namun Bapa tidak mengatakan, “menurut tata Harun,” agar tidak dipercaya bahwa imamat Penyelamat dapat diwariskan, karena pada waktu itu imamat Harun diturunkan secara garis keturunan. Tetapi imamat Penyelamat tidak diwariskan karena imam ini hidup untuk selama-lamanya. Oleh karena itu Kitab Suci mengatakan: Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut tata Melkisedek.
Oleh karena itu, ada seorang penyelamat dalam daging yang adalah raja dan imam, meskipun pengurapan-Nya bukan jasmani melainkan rohani. Di antara orang Israel, raja-raja dan imam-imam yang benar-benar diurapi dengan minyak adalah raja atau imam. Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi raja dan imam; ia harus salah satu dari keduanya. Hanya Kristus yang adalah raja dan imam; karena Ia datang untuk menggenapi hukum, Ia sendiri memiliki kesempurnaan ganda dari kerajaan dan imamat.
Mereka yang telah diurapi dengan minyak kerajaan atau imamat, meskipun mereka hanya menerima salah satu pengurapan ini, disebut mesias. Penyelamat kita, yang adalah Kristus, diurapi oleh Roh Kudus agar bagian dalam Kitab Suci dapat digenapi: Allah, Allah-Mu, telah mengurapi Engkau dengan minyak kegembiraan dan mengangkat Engkau di atas rekan-rekan-Mu. Perbedaannya, antara satu Kristus dan banyak kristus adalah dalam pengurapan, karena Ia diurapi dengan minyak kegembiraan, yang tidak berarti lain selain Roh Kudus.
Ini kita ketahui benar dari Penyelamat sendiri. Ketika Ia mengambil kitab Yesaya, Ia membukanya dan membaca: Roh Tuhan ada pada-Ku karena Ia telah mengurapi Aku. Ia kemudian mengatakan bahwa nubuat itu digenapi di hadapan mereka yang mendengarkan.
Petrus, pangeran para rasul, juga mengajarkan bahwa krisma yang menjadikan Penyelamat seorang kristus adalah Roh Kudus; yaitu, kuasa Allah. Ketika dalam Kisah Para Rasul Petrus berbicara kepada orang yang setia dan berbelas kasihan itu, perwira seratus, ia mengatakan antara lain: Setelah baptisan yang diberitakan Yohanes, Yesus dari Nazaret, yang diurapi Allah dengan Roh Kudus dan dengan kuasa, mulai di Galilea dan berkeliling melakukan mukjizat-mukjizat yang dahsyat, dan membebaskan semua orang yang kerasukan setan.
Jadi Anda lihat bahwa Petrus juga mengatakan bahwa Yesus dalam kemanusiaan-Nya diurapi dengan Roh Kudus dan dengan kuasa. Demikianlah Yesus dalam kemanusiaan-Nya benar-benar menjadi Kristus. Dengan pengurapan Roh Kudus, Ia dijadikan raja dan imam untuk selama-lamanya.

RESPONSORIUM

Lihatlah betapa agungnya Dia yang datang untuk menyelamatkan bangsa-bangsa.

Dialah raja keadilan yang kerajaannya tidak akan pernah berakhir.
Demi kita,

Yesus pergi mendahului kita ke surga

dan Ia telah menjadi imam agung untuk selama-lamanya

menurut tata Melkisedek.

Dialah raja keadilan yang kerajaannya tidak akan pernah berakhir.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu untuk selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Anugerahilah, ya Tuhan,

agar kami selalu menghormati dan mengasihi nama-Mu yang kudus

karena Engkau tidak pernah mencabut bimbingan-Mu

dari mereka yang Engkau teguhkan di atas dasar kasih-Mu.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Madah

Bapa penguasa waktu

Lihat kini fajar baru

Mulai memancarkan sinar

Lambang cahaya yang benar.
Rahmat baru ditawarkan

Terselubung kejadian

Yang menyampaikan undangan

Untuk berbakti berkurban.
Kami sambut kesempatan

Melayani Kristus Tuhan

Yang hadir dalam sesama

Tersembunyi namun nyata.
S’moga pengabdian kami

Dijiwai Roh Illahi

Dijadikan karya Putra

Demi kemuliaan Bapa. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*

perhatikanlah permohonanku.
Demi kesetiaan-Mu jawablah aku,*

kabulkanlah doaku demi keadilan-Mu.
Janganlah mengajukan daku ke pengadilan-Mu,*

karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapan-Mu.
Sebab musuh mengejar aku,*

dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.
Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*

tiada bedanya aku dengan orang mati.
Semangatku lemah lesu dalam batinku,*

hatiku membeku dalam diriku.
Maka teringatlah aku akan masa lampau,+

aku mengenangkan segala karya-Mu,*

dan merenungkan perbuatan tangan-Mu.
Aku menadahkan tanganku kepada-Mu,*

aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.
Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*

sebab habislah semangatku, ya Allah.
Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku,*

jangan sampai aku turun ke liang kubur.
Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar,*

sebab kepada-Mu aku percaya.
Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*

sebab kepada-Mu kuarahkan hatiku.
Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*

sebab pada-Mu aku berteduh.
Ajarlah aku melaksanakan kehendak-Mu,*

sebab Engkaulah Allahku.
Semoga kebaikan hati-Mu menuntun daku,*

di jalan yang rata.
Demi nama-Mu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*

demi keadilan-Mu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a
Bergembiralah atas Yerusalem,+

bersorak-sorailah karena Sion,*

hai Engkau semua yang mencintai dia.
Bergirang dan bergembiralah,*

hai Engkau semua yang dulu berkabung bersama dia.
Semoga Engkau dihibur dalam pelukannya yang mesra,*

dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.
Sebab, demikianlah firman Tuhan,+

kesejahteraan -Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*

dan kemuliaan para bangsa -Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.
Bagaikan bayi Engkau akan digendong,*

Engkau akan dibelai-belai dan dipangku.
Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*

demikianpun Aku akan menghibur Engkau.
Mengalami itu, Engkau akan bersukaria,*

dan Engkau akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Mazmur 146 (147A)
Betapa indahnya memuji Allah kami,*

betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.
Tuhan membangun kembali Yerusalem,*

Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.
Tuhan menghibur orang yang patah hati,*

dan menyembuhkan luka mereka.
Tuhan menentukan jumlah bintang,*

dan memberi nama kepada masing-masing.
Agunglah Tuhan kami dan mahakuasa,*

kearifan-Nya tidak terhingga.
Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*

Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.
Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*

bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.
Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+

Ia menyediakan hujan bagi bumi,*

dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.
Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*

dan rezeki kepada burung gaggak.
Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*

bukan pula karen ototnya yang kuat,
tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*

yang berharap pada kasih setia-Nya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)
Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kami. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.
Lagu Singkat
P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.

U: Pagi.

P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku.

U: Aku mengingat Engkau.

P: Kemuliaan.

U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umat-Nya. Marilah kami memuji Dia dan berkata:

U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmat-Mu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkamin Yesus Kristus dari alam maut.

P: Manusia telah Kauciptakan menurut citra-Mu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan Putera-Mu.

P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh Kudus.

P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepada-Mu tanpa takut dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Mu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS IV SIANG

Madah

Kita bersama memuji

Tuhan Allah Maha Suci

Yang mengurniakan rahmat

Kepada seluruh umat.
Kita menyatakan hormat

Pada Tuhan penyelamat

Sambil sujud mohon berkat

Agar tabah lagi kuat.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),153-160

Lihatlah sengsaraku dan bebaskanlah aku,*

sebab aku tidak lupa akan hukum-Mu.
Perjuangkanlah perkaraku dan tolonglah aku,*

hidupkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.
Orang berdosa jauh dari keselamatan-Mu,*

sebab mereka tidak memperhatikan ketetapan-Mu.
Kasih setia-Mu melimpah, ya Tuhan,*

hidupkanlah aku seturut sabda-Mu.
Meskipun banyak yang mengejar dan membenci aku,*

namun aku tidak menyimpang dari peraturan-Mu.
Melihat orang murtad, aku merasa kesal,*

sebab mereka tidak berpegang pada perintah-Mu.
Lihatlah, Tuhan, betapa aku mencintai titah-Mu,*

hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.
Firman-Mu seluruhnya benar, ya Allah kekal,*

keputusan-Mu seluruhnya adil.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*

yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.
Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*

hidupmu akan bahagia dan sejahtera.
Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*

anak-anak-Mu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.
Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*

semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.
Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*

dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Mazmur 128 (129)

Sejak masa mudaku aku sangat dianiaya,*

namun aku tidak dikalahkan.
Punggungku rasanya digarap bajak,*

alur demi alur punggungku digarap.
Semoga Tuhan yang adil,*

menghancurkan bajak itu.
Semoga mundurlah tersipu-sipu,*

semua orang yang membenci Sion.
Biarlah mereka seperti rumput di atas atap,*

yang menjadi layu sebelum dicabut,
yang tak akan digenggam oleh penyabit,*

tidak pula diberkas oleh penuai.
Mereka takkan mendengar salam “Berkat Tuhan bagimu”,*

tak ada yang memberkati mereka.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Bacaan singkat (Keb 1,1-2)

Cintailah kejujuran, hai para pemimpin umat. Satukanlah dirimu dengan Tuhan dalam kebaikan dan carilah Dia dengan tulus ikhlas. Sebab Tuhan ditemukan oleh orang yang tidak mencobai Dia, dan Ia menyatakan diri kepada orang yang percaya kepada-Nya.
P: Percayalah kepada Tuhan dan berbuatlah baik.

U: Tinggallah dalam tanah yang diberikan Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahaya-Mu, supaya kami dapat mengenal kehendak-Mu dan mengikuti bimbingan-Mu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

KAMIS IV SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Mazmur 143 (144) – I
Terpujilah Tuhan, pelindungku,*

yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.
Dialah pengasih dan pembelaku,*

Dialah benteng dan pembebasku.
Dialah panglimaku, pada-Nya aku berharap,*

Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.
Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*

siapakah dia, sehingga Kaupelihara?
Manusia sesungguhnya angin belaka,*

hari hidupnya laksana bayang berlalu.
Ya Tuhan, bungkukkanlah langit-Mu dan turunlah,*

sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.
Lontarkanlah kilat-Mu dan cerai-beraikanlah musuh,*

lepaskanlah panah-Mu dan kacau-balaukan mereka.
Ulurkanlah tangan-Mu dari surga,+

tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*

dan dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Mazmur 143 (144) – II
Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagi-Mu,*

dan bermazmur bagi-Mu dengan iringan kecapi.
Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-Mu,*

Engkaulah yang membebaskan Daud, hamba-Mu.
Luputkanlah aku dari pedang orang jahat,*

lepaskanlah aku dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.
Semoga para pemuda kami diberkati,*

tumbuh gagah bagaikan pohon pada masa mudanya.
Semoga para pemudi kami langsing bagaikan tiang berukir,*

bagaikan tiang hiasan istana.
Semoga lumbung kami penuh,*

berlimpahkan hasil bumi beraneka ragam.
Semoga domba kami berkembang biak beribu-ribu,+

bahkan berjuta-juta di padang kami,*

semoga ternak kami segar dan makmur semuanya.
Semoga tiada serbuan, tiada pula pembuangan,*

semoga tiada ratap tangis di kampung halaman kami.
Berbagialah bangsa yang demikian adanya,*

berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat (lh. Kol 1,23)

Hendaklah Engkau bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang. Jangan Engkau menyimpang dari pengharapan Ijil yang telah Engkau dengar, dan yang telah diwartakan kepada semua makhluk yang ada di bawah kolong langit.
Lagu Singkat
P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.

U: Tuhanlah.

P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

U: Aku takkan berkekurangan.

P: Kemuliaan.

U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Kristuslah cahaya para bangsa dan kesukaan setiap makhluk. Marilah kami dengan gembira memanjatkan doa dan berkata:

U: Berilah terang, damai dan sejahtera, ya Tuhan.

P: Cahaya abadi dan sabda Bapa, Engkau datang menyelamatkan semua orang,* bimbinglah para calon baptis kami dan terangilah mereka.

P: Janganlah memperhatikan kejahatan kami, ya Tuihan,* sebab Engkau murah hati dan berbelaskasih.

P: Engkau memberi manusia kecakapan untuk menyelidiki rahasia alam guna mengatur dunia,* semoga ilmu dan karya manusia memuliakan Dikau dan membahagiakan semua orang.

P: Lindungilah mereka yang membaktikan diri demi kepentingan sadudara-saudaranya,* agar mereka bebas dan tanpa gangguan dapat menjalankan keryanya.

P: Tuhan, ingalah semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi,* dan hantarkanlah mereka kepada terang cahaya-Mu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sambutlah dengan rela ibadat sore kami ini. Semoga kami mengikuti jejak Putera-Mu, berbuat baik dengan sabar dan tekun serta menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Petrus dan Paulus

Para Rasul · abad ke-1 (wafat ± 67)

Pada 29 Juni Gereja merayakan bersama dua tiang penyangga iman, Rasul Petrus dan Rasul Paulus, yang keduanya menumpahkan darah bagi Kristus di kota Roma. Meski watak dan jalan hidup mereka berbeda, keduanya disatukan dalam satu iman, satu perutusan, dan satu kemartiran.

Petrus, yang semula bernama Simon, adalah seorang nelayan Galilea yang dipanggil Yesus menjadi murid. Kepadanyalah Yesus berkata bahwa di atas wadas ini Gereja akan dibangun. Meski pernah menyangkal Gurunya tiga kali, ia bertobat dengan air mata dan menjadi pemimpin para rasul serta uskup pertama Roma. Menurut tradisi, ia dihukum mati dengan disalibkan. Karena merasa tidak layak wafat serupa Tuhannya, ia meminta disalibkan dengan kepala di bawah, di Bukit Vatikan sekitar tahun 67.

Paulus, yang semula bernama Saulus, awalnya seorang penganiaya umat Kristen. Dalam perjalanan ke Damsyik ia dijumpai Kristus yang mulia dan berbalik total menjadi rasul yang paling giat. Ia digelari Rasul bagi bangsa-bangsa karena menempuh perjalanan jauh mewartakan Injil dan menulis banyak surat yang menjadi bagian Kitab Suci. Sebagai warga negara Romawi, ia tidak disalibkan melainkan dipenggal dengan pedang, juga di Roma sekitar tahun 67.

Kematian mereka menjadikan Roma pusat iman Katolik. Sejak abad-abad awal umat menghormati makam mereka, tempat kini berdiri Basilika Santo Petrus dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Pelindung: Kota Roma dan Gereja semesta; Petrus pelindung para nelayan dan Paus, Paulus pelindung para misionaris.

Santo Petrus dan Paulus

Rasul

Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru gereja.

Simon anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur, dan rajin. Ia tidak berpendidikan tinggi tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya sangat menarik perhatian Yesus; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang muridNya, bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.

Pada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. “Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus”, kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, “Engkau anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).(Yoh1:41-42) Kefas artinya wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.

Petrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Petrus berkata kepada Yesus: “Guru, sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dengan kepercayaan itu, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias.” Dan di depan Yesus yang penuh kuasa Ilahi itu Petrus bersujud: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”. Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.

Di samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat16:21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaanNya, dan Petrus serta merta berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”. “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”, demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan diadili. Mat26:30-35; 69-75).

Sesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus juga yang menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin konsili pertama di Yerusalem.

Paulus (Saulus) dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Saulus tiada henti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus.

Dalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir. Ia dipermandikan oleh Ananias. Ia menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa kafir. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan dengan kaum kafir. Di Yerusalem ia ditangkap oleh bangsa Yahudi, lalu dipenjarakan dan di bawa ke Roma, sebab ia naik banding kepada kaisar. Akhirnya ia dibebaskan. Tak lama kemudian, dia ditangkap lagi dan akhirnya menemui ajalnya sebagai martir di Roma pada tahun 67.