Rabu, 25 Juni 2031

Rabu XII Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kejadian 15:1-12,17-18

Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Mazmur Tanggapan Mazmur 105:1-4,6-9

Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!
Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!
Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!
Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.
Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,
yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak;

Bacaan Injil Matius 7:15-20

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Renungan

Dicicipi, Bukan Ditimbang

Di pasar buah, pembeli yang berpengalaman tidak percaya pada bungkus yang cantik. Ia mencium, menekan pelan, kadang minta dibelah sedikit. Sebab warna kulit bisa menipu, tetapi rasa tidak. Buah selalu membuka rahasia pohonnya.

Yesus memakai kebijaksanaan pasar itu untuk soal yang jauh lebih serius. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu,” kata-Nya, yang datang menyamar seperti domba tetapi sesungguhnya serigala. Bagaimana mengenali mereka? Bukan dari jubah, bukan dari kefasihan berbicara, melainkan dari buahnya. “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik; yang tidak baik tak mungkin memberi buah yang baik.

Ini ujian yang merepotkan, sebab buah butuh waktu dan musim. Kita tidak bisa menilai pohon dalam semalam. Orang bisa berkhotbah indah, tampil rohani, memikat banyak orang, dan baru bertahun kemudian ketahuan buahnya: apakah ia menumbuhkan kasih dan kejujuran, atau justru kepahitan dan perpecahan.

Bacaan pertama menunjukkan buah yang paling mendasar, iman. Di malam yang gelap, Abram diajak keluar memandang langit dan disuruh percaya bahwa keturunannya akan sebanyak bintang, padahal ia masih tak beranak. “Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Dari akar iman itulah nanti tumbuh seluruh bangsa.

Ujian buah berlaku juga bagi kita, bukan hanya bagi nabi palsu di luar sana. Kalau hidup kita dicicipi orang lain hari ini, rasa apa yang mereka temukan?

Tuhan, akarkanlah aku dalam iman seperti Abram, supaya hidupku menghasilkan buah yang manis bagi sesama. Amin.

Invitatorium

RABU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Kristus Penebus, betapa Kau tunjukkan cinta-Mu

Selalu mengilhami jiwa melayani Bapa,

Dengan daya tarik yang kuat, bervariasi dan mendesak,

Karunia Roh Kudus.
Banyak yang diberkati dengan rahmat tiada tara,

Menjadikan mereka sungguh anak-anak Bapa,

Sedikit yang terpilih untuk ikatan persatuan

Bahkan lebih erat lagi.
Dengan lembut Kau panggil mereka, dengan semangat mereka menjawab,

Meninggalkan segalanya, dengan cepat mereka mengikuti,

Memilih jalan, yang diinjak oleh Juruselamat mereka

Langsung kepada Bapa.
Pencari yang sungguh-sungguh mengerahkan seluruh kekuatannya.

Hamba-Mu yang kudus tak pernah mengendurkan usaha,

Teladan kebajikan, selalu mencari-Mu,

Pasti ia menemukan-Mu.
Kemuliaan dan hormat bagi Allah Yang Mahakuasa,

Pujian tertinggi, kuasa dan kekuasaan,

Yang dalam hikmat-Nya mengatur dan memerintah segala sesuatu

Yang diciptakan oleh cinta-Nya. Amin.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.

Mazmur 21:2-8, 14

Syukur atas kemenangan raja

Ia menerima hidup agar ia bangkit dan hidup selama-lamanya (Santo Hilarius).
Ya Tuhan, kekuatan-Mu memberi sukacita kepada raja;

betapa pertolongan-Mu menyelamatkan dia!

Engkau telah mengabulkan keinginan hatinya;

Engkau tidak menolak doa bibirnya.
Engkau datang menyambutnya dengan berkat keberhasilan,

Engkau telah menaruh di kepalanya mahkota emas murni.

Ia meminta hidup kepada-Mu dan ini telah Engkau berikan,

hari-hari yang akan berlangsung dari abad ke abad.
Pertolongan-Mu yang menyelamatkan telah memberinya kemuliaan.

Engkau telah menaruh padanya keagungan dan kemegahan,

Engkau telah menganugerahkan berkat-Mu kepadanya selama-lamanya.

Engkau telah membuatnya bersukacita dengan sukacita kehadiran-Mu.
Raja telah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan:

melalui belas kasihan Yang Mahatinggi ia akan berdiri teguh.

Ya Tuhan, bangkitlah dalam kekuatan-Mu,

kami akan menyanyi dan memuji kuasa-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.

Ant. 2 Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.

Mazmur 92

Pujian kepada Allah Sang Pencipta

Bernyanyilah memuji karya penebusan Kristus (Santo Atanasius).
I
Adalah baik untuk bersyukur kepada Tuhan,

untuk memainkan musik bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

untuk mewartakan kasih-Mu di pagi hari

dan kebenaran-Mu di waktu malam,

dengan kecapi sepuluh senar dan gambus,

dengan suara harpa yang berbisik.
Perbuatan-Mu, ya Tuhan, telah membuatku bersukacita;

atas karya tangan-Mu aku berseru dengan gembira.

Ya Tuhan, betapa agung karya-karya-Mu!

Betapa dalam rancangan-rancangan-Mu!

Orang bodoh tidak dapat mengetahui ini

dan orang dungu tidak dapat mengerti.
Meskipun orang fasik tumbuh seperti rumput

dan semua yang berbuat jahat berkembang:

mereka ditakdirkan untuk dihancurkan selamanya.

Tetapi Engkau, Tuhan, selamanya di tempat yang tinggi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.

Ant. 3 Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.

II
Lihatlah bagaimana musuh-musuh-Mu binasa;

semua pelaku kejahatan tercerai-berai.
Kepadaku Engkau memberi kekuatan banteng liar;

Engkau mengurapi aku dengan minyak yang paling murni.

Mataku memandang dengan kemenangan atas musuh-musuhku;

telingaku mendengar dengan gembira kejatuhan mereka.

Orang benar akan berkembang seperti pohon palem

dan tumbuh seperti pohon aras Libanon.
Ditanam di rumah Tuhan

mereka akan berkembang di pelataran Allah kita,

masih berbuah ketika mereka tua,

masih penuh getah, masih hijau,

untuk mewartakan bahwa Tuhan itu adil;

di dalam Dia, batuku, tidak ada kesalahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ia datang untuk memberi kesaksian tentang terang.

Agar semua orang percaya melalui Dia.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yeremia

1:4-10, 17-19

Panggilan Nabi
Firman Tuhan datang kepadaku demikian:

Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim, Aku telah mengenal engkau,

sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau,

sebagai nabi bagi bangsa-bangsa Aku telah menetapkan engkau.

“Ah, Tuhan Allah!” kataku,

“Aku tidak tahu berbicara; aku masih terlalu muda.”

Tetapi Tuhan menjawab aku,

Jangan katakan, “Aku masih terlalu muda.”

Kepada siapa pun Aku mengutus engkau, engkau akan pergi;

apa pun yang Aku perintahkan kepadamu, engkau akan berbicara.

Jangan takut di hadapan mereka,

karena Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan engkau, firman Tuhan.

Kemudian Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh mulutku, sambil berkata,

Lihat, Aku menaruh firman-Ku di dalam mulutmu!

Pada hari ini Aku menetapkan engkau

atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan,

Untuk mencabut dan merobohkan,

untuk membinasakan dan meruntuhkan,

untuk membangun dan menanam.
Tetapi engkau, ikatlah pinggangmu;

berdirilah dan beritahukan kepada mereka

segala yang Aku perintahkan kepadamu.

Janganlah engkau hancur di hadapan mereka,

seolah-olah Aku akan meninggalkan engkau hancur di hadapan mereka;

Karena Akulah pada hari ini

yang telah menjadikan engkau kota yang berbenteng,

Tiang besi, tembok tembaga,

melawan seluruh negeri:

Melawan raja-raja dan para pangeran Yehuda,

melawan para imam dan rakyatnya.

Mereka akan berperang melawan engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau,

karena Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan engkau, firman Tuhan.

RESPONSORIUM Yeremia 1:5, 9, 10

Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim Aku telah mengenal engkau; sebelum engkau lahir Aku telah menguduskan engkau,

dan Aku telah menetapkan engkau sebagai nabi bagi bangsa-bangsa.
Aku telah menaruh firman-Ku di dalam mulutmu; Aku telah menetapkan engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan.

Dan Aku telah menetapkan engkau sebagai nabi bagi bangsa-bangsa.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Suara orang yang berseru di padang gurun
Gereja merayakan kelahiran Yohanes sebagai peristiwa yang kudus. Kita tidak memiliki peringatan semacam itu untuk bapa-bapa lain; tetapi penting bahwa kita merayakan hari kelahiran Yohanes dan Yesus. Hari ini tidak dapat dilewatkan begitu saja. Dan bahkan jika penjelasan saya tidak sesuai dengan martabat perayaan ini, Anda masih dapat merenungkannya dengan kedalaman dan manfaat yang besar.
Yohanes lahir dari seorang wanita yang terlalu tua untuk melahirkan; Kristus lahir dari seorang perawan muda. Berita kelahiran Yohanes disambut dengan ketidakpercayaan, dan ayahnya menjadi bisu. Kelahiran Kristus dipercaya, dan Ia dikandung melalui iman.
Demikianlah topik, seperti yang telah saya sajikan, untuk penyelidikan dan diskusi kita. Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, jika saya kekurangan waktu atau kemampuan untuk mempelajari implikasi dari misteri yang begitu mendalam, Dia yang berbicara di dalam Anda bahkan ketika saya tidak ada di sini akan mengajari Anda lebih baik; Dialah yang Anda renungkan dengan devosi, yang telah Anda sambut ke dalam hati Anda, yang bait-Nya telah Anda jadikan.
Yohanes, kemudian, muncul sebagai batas antara dua perjanjian, yang lama dan yang baru. Bahwa ia adalah semacam batas, Tuhan sendiri bersaksi, ketika Ia berbicara tentang hukum dan para nabi sampai Yohanes Pembaptis. Demikianlah ia mewakili masa lalu dan adalah pewarta era baru yang akan datang. Sebagai wakil masa lalu, ia lahir dari orang tua yang sudah lanjut usia; sebagai pewarta era baru, ia dinyatakan sebagai nabi ketika masih dalam kandungan ibunya. Karena ketika belum lahir, ia melonjak dalam kandungan ibunya pada kedatangan Maria yang terberkati. Dalam kandungan itu ia telah ditetapkan sebagai nabi, bahkan sebelum ia lahir; diungkapkan bahwa ia akan menjadi pendahulu Kristus, sebelum mereka saling melihat. Ini adalah peristiwa ilahi, melampaui batas-batas kelemahan manusia kita. Akhirnya ia lahir, ia menerima namanya, lidah ayahnya dilepaskan. Lihatlah bagaimana peristiwa-peristiwa ini mencerminkan kenyataan.
Zakharia diam dan kehilangan suaranya sampai Yohanes, pendahulu Tuhan, lahir dan memulihkan suaranya. Keheningan Zakharia tidak lain adalah zaman nubuat yang tersembunyi, terselubung, seolah-olah, dan tersembunyi sebelum khotbah Kristus. Pada kedatangan Yohanes, suara Zakharia dilepaskan, dan menjadi jelas pada kedatangan Dia yang telah dinubuatkan. Pelepasan suara Zakharia pada kelahiran Yohanes adalah paralel dengan robeknya tabir pada penyaliban Kristus. Jika Yohanes mengumumkan kedatangannya sendiri, bibir Zakharia tidak akan terbuka. Lidah dilepaskan karena sebuah suara lahir. Karena ketika Yohanes memberitakan kedatangan Tuhan ia ditanya: Siapakah engkau? Dan ia menjawab: Akulah suara orang yang berseru di padang gurun. Suara itu adalah Yohanes, tetapi Tuhan pada mulanya adalah Firman. Yohanes adalah suara yang hanya bertahan untuk sementara waktu; Kristus, Firman pada mulanya, adalah kekal.

RESPONSORIUM Lukas 1:76-77

Engkau, anakku, akan disebut nabi Yang Mahatinggi,

karena engkau akan berjalan di hadapan Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya.
Untuk memberi umat-Nya pengetahuan akan keselamatan melalui pengampunan dosa-dosa mereka.

Karena engkau akan berjalan di hadapan Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang agung memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Di dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Anugerahkanlah,

kami mohon, ya Allah yang mahakuasa,

agar keluarga-Mu dapat berjalan di jalan keselamatan dan,

dengan memperhatikan apa yang didesak oleh Santo Yohanes Pembaptis,

dapat dengan aman datang kepada Dia yang ia wartakan, Tuhan kami Yesus Kristus.

Yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)

Camkanlah hari ini dan perhatikanlah, bahwa Tuhanlah Allah, baik di langit di atas maupun di bumi di bawah, dan tak ada Allah yang lain. Indahkanlah perintah dan peraturanNya yang kusampaikan kepadamu.

Lagu Singkat

P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu. U: Aku. P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku. U: Setiap waktu. P: Kemuliaan. U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Kristus, cahaya kemuliaan Bapa, telah menerangi kita dengan sabdaNya. Marilah kita mencintai Dia dan berdoa:
U: Kabulanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Terpujilah Engkau, sumber dan tujuan iman kami,* sebab Engkau telah memanggil kami dari kegelapan untuk memasuki cahayaMu yang menakjubkan.
P: Engkau telah membuka mata orang buta dan telinga orang tuli,* maka tolonglah kami yang kurang percaya.
P: Tuhan, semoga kami tetap tinggal dalam cintaMu,* dan tidak pernah terpisah satu sama lain.
P: Semoga kami bertahan dalam cobaan, bersabar dalam kemalangan,* dan bersyukur dalam kemujuran.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, ingatlah kiranya akan perjanjian kudus yang telah Kaubaharui dalam darah Anakdomba. Semoga umatMu menerima pengampunan dosa dan kian hari kian menikmati keselamatan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU IV SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat (Kol 3,23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, kerjakanlah dengan segenap hati, bagaikan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa kamu akan menerima dari Tuhan warisan sebagai ganjaran. Kristuslah Tuhan yang kamu abdi.

P: Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku.
U: Dalam tanganMulah nasibku.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

RABU IV SORE

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)

Tandanya kita mengenal Kristus ialah, bahwa kita mentaati perintahNya. Orang yang mengatakan bahwa ia mengenal Kristus, tetapi tidak mentaati perintahNya, ia itu pendusta, dan tidak ada kebenaran padanya. Akan tetapi orang yang memelihara sabda Yesus, benar-benar memiliki kasih Allah dengan sempurna. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Kristus. Barang siapa berkata, bahwa ia berada dalam Kristus, harus juga hidup seperti Kristus.

Lagu Singkat

P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata. U: Peliharalah. P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu. U: Seperti biji mata. P: Kemuliaan. U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Amat besarlah kemurahan hati Bapa abadi terhadap umatnya. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami.
P: Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih.
P: Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna.
P: Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati.
P: Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, Engkau suka memuaskan dengan anugerah surgawi orang yang haus akan kebenaran. Maka kami mohon, hendaklah Engkau bermurah hati dan melimpahkan kemewahan hartaMu kepada kami yang miskin ini. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

Santa Febronia

Pengaku Iman dan Martir

Konon pada abad ke-7 puteri cantik dari kota Nisibis, kawasan Mesopotamia, Irak ini akan dibebaskan dari penjara oleh kepala pengadilan Selenus, asal ia mutrad dan mau menikah dengan Lisimakus, keponakannya. Tetapi Febronia menolak dengan tegas. Akibatnya, ia disiksa dan dipukul dengan kayu sampai mati. Lalu Selenus menjadi gila dan bunuh diri, sedangkan keponakannya bertobat.

Santo Gulielmus

Abbas

Gulielmus lahir di Vercelli, Italia pada tahun 1805. Baru saja berumur 14 tahun, ia telah menampakkan sifat-sifat yang saleh, giat dan berani. Terdorong oleh semangat imannya, ia berziarah ke makam Santo Yakobus di Kompostella, Spanyol. Perjalanan yang sangat jauh itu ditempuhnya dengan kaki telanjang dan tanpa membawa bekal dan uang. Sekembalinya dari sana, ia merencanakan lagi untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Palestina. Tetapi untuk rencana ini, selalu saja ia menemui berbagai hambatan. Hal ini dianggapnya sebagai petunjuk bahwa rencananya itu tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Sebagai gantinya, ia pergi ke sebuah tempat sunyi untuk melaksanakan latihan askese. Disana ia berusaha bermati raga, berpuasa, berdoa dan bertapa. Di sana ia merasakan eratnya hubungannya dengan Tuhan. Sesudah menjalani hidup asketis selama dua tahun, ia berhasil menyembuhkan seorang yang buta matanya secara ajaib. Mendengar itu, banyak orang berbondong-bondong datang menemui dia di pondoknya.

Sementara itu, cita-citanya untuk mengunjungi Tanah Suci terus saja menggangunya. Tetapi kali inipun Tuhan tidak menyetujuinya. Ia sendiri pun tetap sabar dan pasrah pada kehendak Tuhan. Ia lalu mencari sebuah tempat suci di puncak Monte Virgina. Banyak orang terutama dari kalangan pemuda berbondong-bondong datang untuk menemui dia untuk meminta bimbingannya. Dari kunjungan orang banyak ini, timbullah keinginan hatinya untuk mendirikan sebuah rumah pertapaan. Di bawah pimpinannya, mereka bersama-sama mendirikan rumah pertapaan itu.

Kehidupan bersama mereka di dalam pertapaan itu dibimbing oleh berbagai peraturan hidup yang dibuat oleh Gulielmus. Kemasyuran namanya dan banyaknya mukzijat yang dibuatnya menarik semakin banyak pemuda ke tempat pertapaannya. Setelah membimbing banyak pemuda untuk hidup bertapa, Gulielmus meninggal dunia pada tahun 1142.