Kamis, 22 Mei 2031

Hari Raya Kenaikan Tuhan

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 18:1-8

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain." Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.

Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Injil Yohanes 16:16-20

"Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?" Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya." Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

Renungan

Sesaat Saja

Hari ini kita merayakan Kenaikan Tuhan. Di terminal dan pelabuhan, adegan ini terulang setiap hari: yang berangkat melambai, yang mengantar berdiri menatap sampai kendaraan hilang di tikungan. Perpisahan selalu menyisakan mata yang terus memandang ke arah yang sama.

Para murid di bukit Zaitun juga berdiri menatap ke langit. Dan Injil hari ini, yang diucapkan Yesus pada malam perpisahan-Nya, sudah meramalkan kebingungan mereka: "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Murid-murid saling berbisik: apa maksudnya sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya.

Kenaikan memang mudah disalahpahami sebagai kepergian. Padahal justru sebaliknya. Selama tinggal di Galilea, Yesus hadir di satu tempat pada satu waktu. Yang berjumpa Dia di Kapernaum tidak bisa sekaligus menemui-Nya di Yerusalem. Dengan naik kepada Bapa, Ia tidak meninggalkan bumi; Ia melepaskan batas alamat. Kini Ia bisa ditemui di mana-mana: dalam Ekaristi dan dalam saudara yang paling kecil, pada abad pertama dan pagi ini. Mata kehilangan Dia sesaat. Iman menemukan Dia di mana-mana.

"Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita." Minggu lalu kita mendengar Yesus berbicara tentang sukacita yang penuh. Hari ini kita tahu jalannya: sukacita itu lahir justru lewat perpisahan, yang diubah-Nya menjadi kehadiran yang lebih luas.

Bacaan pertama menunjukkan bentuk nyata kehadiran baru itu. Paulus tiba di Korintus, kota pelabuhan yang riuh. Ia menumpang pada Akwila dan Priskila, dan bekerja bersama mereka sebagai tukang kemah. Tuhan yang naik ke surga hadir di Korintus lewat tangan yang menjahit kemah, lewat rumah yang dibuka, lewat percakapan setiap hari Sabat. Kristus tidak lagi berjalan sendirian di satu jalan di Palestina; Ia berjalan lewat ribuan kaki para murid-Nya.

Maka pertanyaan Kenaikan bukan "ke mana Ia pergi", melainkan "lewat siapa Ia sekarang mau hadir". Jawabannya menatap kita di cermin. Tangan kita yang bekerja, rumah kita yang terbuka, kata-kata kita yang menghibur: itulah cara Tuhan yang naik tetap membumi.

Jangan menatap langit terlalu lama. Ada Korintus yang menunggu.

Tuhan yang naik ke surga, Engkau tidak pergi, Engkau meluas. Jadikanlah tanganku, rumahku, dan kata-kataku tempat Engkau hadir hari ini. Amin.

Invitatorium

KAMIS VI PAGI

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Pembukaan

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Matias, Rasul

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Iman para Bapa! iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! kami akan mengasihi

Baik sahabat maupun musuh dalam segala perjuangan kami:

Dan mewartakan-Mu sebagaimana kasih tahu caranya,

Dengan perbuatan baik dan hidup yang saleh.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.

Mazmur 19A

Pujian kepada Tuhan, Pencipta segalanya

Fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita… untuk menuntun kaki kita ke jalan damai (Lukas 1:78, 79).
Langit mewartakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala menunjukkan karya tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan kisah,

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar,

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

perkataan mereka sampai ke batas-batas dunia.
Di sana Ia menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti pahlawan untuk menempuh jalannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah lintasannya.

Tiada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.

Ant. 2 Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.

Mazmur 64

Doa mohon pertolongan melawan musuh

Mazmur ini secara khusus mengenang sengsara Tuhan kita (Santo Agustinus).
Dengarkanlah suaraku, ya Allah, saat aku mengeluh,

jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.

Sembunyikanlah aku dari gerombolan orang fasik,

dari kerumunan orang yang berbuat jahat.
Mereka menajamkan lidah mereka seperti pedang;

mereka mengarahkan kata-kata pahit seperti panah

untuk menembak orang tak bersalah dari tempat persembunyian,

menembak tiba-tiba dan sembarangan.
Mereka merencanakan jalan kejahatan mereka;

mereka bersekongkol untuk memasang jerat rahasia.

Mereka berkata: “Siapa yang akan melihat kita?

Siapa yang dapat menyelidiki kejahatan kita?”
Ia akan menyelidiki, Ia yang menyelidiki pikiran

dan mengetahui kedalaman hati.

Allah telah menembak mereka dengan panah-Nya

dan melukai mereka secara tiba-tiba.

Lidah mereka sendiri telah membawa mereka pada kehancuran

dan semua yang melihat mereka mengejek.
Maka semua orang akan takut;

mereka akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan.

Mereka akan memahami perbuatan Allah.

Orang benar akan bersukacita dalam Tuhan

dan berlindung kepada-Nya.

Semua hati yang lurus akan bermegah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.

Ant. 3 Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.

Mazmur 97

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala penjuru akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pesisir bergembira.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api menyiapkan jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di setiap sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi gemetar melihatnya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit mewartakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala merasa malu,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berguna.

Hai semua roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bersukacita

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan,

Mahatinggi di atas seluruh bumi,

diagungkan jauh di atas semua roh.
Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan:

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang fasik.
Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang lurus hati.

Bersukacitalah, hai orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Mereka mewartakan pujian Tuhan, menceritakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan, alleluya.

Dan tentang keajaiban yang telah Ia lakukan, alleluya.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari Kisah Para Rasul

5:12-32

Para rasul dalam Gereja perdana
Melalui tangan para rasul, banyak tanda dan mukjizat terjadi di antara umat. Dengan persetujuan bersama mereka biasa berkumpul di Serambi Salomo. Tidak ada orang lain yang berani bergabung dengan mereka, meskipun umat sangat menghormati mereka. Namun demikian, semakin banyak orang percaya, pria dan wanita dalam jumlah besar, terus-menerus ditambahkan kepada Tuhan. Umat membawa orang sakit ke jalan-jalan dan membaringkan mereka di ranjang dan kasur, sehingga ketika Petrus lewat setidaknya bayangannya mungkin jatuh pada salah satu dari mereka. Kerumunan dari kota-kota di sekitar Yerusalem juga akan berkumpul, membawa orang sakit mereka dan mereka yang diganggu oleh roh-roh jahat, yang semuanya disembuhkan.
Imam besar dan semua pendukungnya (yaitu, golongan Saduki), dipenuhi dengan kecemburuan, menangkap para rasul dan melemparkan mereka ke penjara umum. Namun, pada malam hari, seorang malaikat Tuhan membuka gerbang penjara, membawa mereka keluar, dan berkata, “Pergilah sekarang dan ambillah tempatmu di pelataran Bait Allah dan beritakanlah kepada umat segala sesuatu tentang hidup baru ini.” Sesuai dengan itu mereka pergi ke Bait Allah pada waktu fajar dan melanjutkan pengajaran mereka.
Ketika imam besar dan para pendukungnya tiba, mereka mengumpulkan Sanhedrin, dewan penuh para tua-tua Israel. Mereka mengirim pesan ke penjara agar para tahanan dibawa masuk. Tetapi ketika penjaga Bait Allah sampai di penjara mereka tidak dapat menemukan mereka, dan bergegas kembali dengan laporan, “Kami menemukan penjara terkunci rapat dan para penjaga di pos mereka di luar gerbang, tetapi ketika kami membukanya kami tidak menemukan siapa pun di dalamnya.”
Mendengar laporan ini, kepala penjaga Bait Allah dan para imam besar tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah ini. Seseorang kemudian datang kepada mereka, menunjukkan, “Lihat, itu! Orang-orang yang kalian masukkan ke penjara itu berdiri di sana di Bait Allah, mengajar umat.” Mendengar itu, kepala penjaga pergi dengan penjaga dan membawa mereka masuk, tetapi tanpa menunjukkan kekuatan apa pun, karena takut dilempari batu oleh kerumunan. Ketika mereka telah membawa mereka masuk dan membuat mereka berdiri di hadapan Sanhedrin, imam besar memulai interogasi dengan cara ini: “Kami telah memberi kalian perintah keras untuk tidak mengajar tentang nama itu, namun kalian telah memenuhi Yerusalem dengan pengajaran kalian dan bertekad untuk membuat kami bertanggung jawab atas darah orang itu.” Untuk ini, Petrus dan para rasul menjawab: “Lebih baik bagi kami untuk menaati Allah daripada manusia! Allah nenek moyang kami telah membangkitkan Yesus yang kalian bunuh, menggantung-Nya di kayu. Ia yang telah Allah tinggikan di tangan kanan-Nya sebagai penguasa dan penyelamat adalah untuk membawa pertobatan bagi Israel dan pengampunan dosa. Kami bersaksi tentang ini. Demikian pula Roh Kudus, yang telah Allah berikan kepada mereka yang menaati-Nya.”

RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 4:33, 31

Dengan kuasa besar para rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus;

mereka semua sangat disukai.
Mereka dipenuhi Roh Kudus, dan berbicara firman Allah dengan berani.

Mereka semua sangat disukai.

BACAAN KEDUA

Dari homili Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Beritahukanlah kepada kami, Tuhan, siapa yang Engkau pilih
Pada hari-hari itu, Petrus, berdiri di tengah-tengah para murid dan berkata… Sebagai roh yang berapi-api yang kepadanya kawanan domba dipercayakan oleh Kristus dan sebagai pemimpin dalam kelompok para rasul, Petrus selalu mengambil inisiatif dalam berbicara: Saudara-saudaraku, kita harus memilih dari antara kita. Ia menyerahkan keputusan kepada seluruh tubuh, sekaligus menambah kehormatan mereka yang terpilih dan menghindari kecurigaan akan keberpihakan. Sebab peristiwa-peristiwa besar semacam itu dapat dengan mudah menimbulkan masalah.
Bukankah Petrus kemudian berhak untuk membuat pilihan sendiri? Tentu saja ia berhak, tetapi ia tidak ingin memberikan kesan menunjukkan perlakuan khusus kepada siapa pun. Selain itu, ia belum dianugerahi Roh. Dan mereka menominasikan dua orang, kita membaca, Yusuf, yang disebut Barsabas dan berjuluk Yustus, dan Matias. Ia sendiri tidak menominasikan mereka; semua yang hadir melakukannya. Tetapi dialah yang mengajukan masalah itu, menunjukkan bahwa itu bukan idenya sendiri tetapi telah disarankan kepadanya oleh nubuat Kitab Suci. Jadi ia berbicara bukan sebagai guru tetapi sebagai penafsir.
Jadi, lanjutnya, kita harus memilih dari antara orang-orang yang hidup bersama kita. Perhatikan betapa ia bersikeras bahwa mereka harus menjadi saksi mata. Meskipun Roh akan datang untuk meratifikasi pilihan itu, Petrus menganggap kualifikasi sebelumnya ini sangat penting.
Mereka yang hidup bersama kita, untuk melanjutkan bagian itu, sepanjang waktu ketika Tuhan Yesus datang dan pergi di antara kita. Ia merujuk kepada mereka yang telah tinggal bersama Yesus, bukan hanya mereka yang telah menjadi murid-murid-Nya. Sebab tentu saja sejak awal banyak yang telah mengikuti-Nya. Perhatikan bagaimana tertulis bahwa Petrus sendiri adalah salah satu dari dua orang yang telah mendengarkan Yohanes, dan mengikuti Yesus.
Sepanjang waktu ketika Tuhan Yesus datang dan pergi di antara kita, untuk melanjutkan lebih jauh, dimulai dengan baptisan Yohanes – memang demikian, karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi sebelum waktu itu, meskipun mereka akan mengetahuinya nanti melalui Roh.
Sampai hari, Petrus menambahkan, di mana Ia diangkat dari kita – salah satu dari mereka harus dijadikan saksi bersama kita tentang kebangkitan-Nya. Ia tidak mengatakan “saksi dari sisa tindakan-Nya” tetapi hanya saksi kebangkitan. Saksi itu akan lebih dapat dipercaya yang dapat menyatakan bahwa Ia yang makan dan minum dan disalibkan juga bangkit dari antara orang mati. Ia perlu menjadi saksi bukan dari waktu sebelum atau sesudah peristiwa itu, dan bukan dari tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat, tetapi hanya dari kebangkitan itu sendiri. Sebab yang lain terjadi dengan pengakuan umum, secara terbuka; tetapi kebangkitan terjadi secara rahasia, dan hanya diketahui oleh orang-orang ini.
Dan mereka semua berdoa bersama, berkata: Engkau, Tuhan, mengetahui hati manusia; beritahukanlah kepada kami pilihan-Mu. Engkau, bukan kami. Tepat sekali mereka mengatakan bahwa Ia mengetahui hati manusia, karena pilihan itu harus dibuat oleh-Nya, bukan oleh orang lain.
Mereka berbicara dengan keyakinan seperti itu, karena seseorang harus ditunjuk. Mereka tidak mengatakan “pilih” tetapi beritahukanlah kepada kami yang terpilih; yang Engkau pilih, kata mereka, sepenuhnya menyadari bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah. Kemudian mereka membuang undi. Sebab mereka tidak menganggap diri mereka layak untuk membuat pilihan sendiri, dan karena itu mereka menginginkan beberapa tanda untuk petunjuk mereka.

RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 1:24-25

Tuhan, Engkau mengetahui hati semua orang.

Tunjukkanlah kepada kami siapa yang telah Engkau pilih untuk mengemban pelayanan dan kerasulan ini, alleluya.
Mereka membuang undi dan pilihan jatuh pada Matias, dan ia ditambahkan kepada kesebelas rasul.

Tunjukkanlah kepada kami siapa yang telah Engkau pilih untuk mengemban pelayanan dan kerasulan ini, alleluya.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah Mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menempatkan Santo Matias

dalam kelompok para Rasul,

berilah kami, melalui perantaraannya, agar,

bersukacita atas bagaimana kasih-Mu telah dilimpahkan kepada kami,

kami layak untuk dihitung di antara orang-orang pilihan.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS VI PAGI

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Pembukaan

Ant. Alleluya. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Alleluya. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.

Madah

O, sungguh menggembirakan

Bahwa Yesus Kristus Tuhan

Yang tersalib di Golgota

Bertakhta di sisi Bapa.

Marilah kami bersyukur

Memuji Allah yang luhur

Sambil mohon kepada-Nya

Kerinduan akan surga.

Kita turut bahagia

Bersama seisi surga

Atas kemuliaan Tuhan

Yang jaya tak terkalahkan.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang naik ke atas awan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya

Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya

Dan 3:57-88, 56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kami memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’)

Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya

Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya

Bacaan singkat (Ibr 10:12-14)

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sisi kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya. Karena dengan satu kurban, Ia menyempurnakan orang yang dikuduskan-Nya untuk selama-lamanya.

Lagu singkat

P: Kristus naik ke surga,* Alleluya, Alleluya.

U: Kristus…

P: Sambil membawa tawanan.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Kristus…

Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belas kasihan;*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.

Doa Permohonan

Tuhan Yesus telah ditinggikan dari bumi untuk menarik segalanya kepada diri-Nya. Marilah kami memuji Dia dengan gembira hati dan berkata:

U: Engkaulah raja kemuliaan, ya Kristus.

P: Tuhan Yesus, raja kemuliaan, Engkau mempersembahkan diri satu kali sebagai kurban pelunas dosa dan berjaya naik ke sebelah kanan Bapa,*

sempurnakanlah semua orang yang Kaukuduskan untuk selama-lamanya.

P: Imam abadi dan pelayan perjanjian baru, Engkaulah satu-satunya pengantara kami,*

selamatkanlah umat yang berdoa kepada-Mu.

P: Sesudah menderita dan wafat Engkau menyatakan diri-Mu hidup dan menampakkan diri selama empat puluh hari kepada para rasul,*

kuatkanlah iman kami hari ini.

P: Hari ini Engkau menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul, supaya mereka sanggup memberi kesaksian tentang kebangkamin-Mu sampai ke ujung bumi,*

teguhkanlah penyaksian kami dengan kekuatan Roh Kudus.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.

Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.

Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS VI SORE

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Madah

Yesus yang menebus kami
Engkau kerinduan hati
Pencipta alam semesta
Yang menjadi manusia.
Terdorong kasih sejati
Kaupikul dosa insani
Maut ngeri Kaualami
Untuk menghidupkan kami.
Engkau masuk ke pratala
Membebaskan para hamba
Kemudian bangkit mulia
Meraja bersama Bapa.
Semoga Engkau menjadi
Pahala abadi kami
Semoga dalam diri-Mu
Kami berjaya selalu.
Amin.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”
Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.
Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.
Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.
Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.
Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Sebab Tuhan Allah Yang Agung dan Dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.
Semua bangsa ditaklukkan bagi kami,*
sekalian suku ditundukkan-Nya.
Bagi kami dipilih-Nya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasih-Nya.
Allah Tuhan kami telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.
Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kami.
Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.
Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhta-Nya yang kudus.
Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.
Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Mengapa 11:17-18, 12:10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*
Allah Yang Mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaan-Mu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik kecil maupun besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak domba,*
dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)

Kristus telah mati satu kali karena dosa kami. Dia yang benar, mati untuk orang-orang jahat, agar kami dibawa-Nya kepada Allah. Dia mati sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai Roh. Kristus kini bertakhta di sisi kanan Allah. Kristus telah naik ke surga, agar kami dapat mewarisi hidup abadi. Segala malaikat, kekuasaan dan kekuatan surga ditaklukkan kepada-Nya.
Lagu singkat
P: Tuhan naik ke surga diiringi sorak-sorai,* Alleluya, Alleluya.
U: Tuhan…
P: Diiringi bunyi sangkakala.
U: Alleluya, Alleluya.
P: Kemuliaan…
U: Tuhan…

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kami dengan hati gembira memuji Kristus yang bertakhta di sebelah kanan Bapa, dan berkata:
U: Engkau raja kemuliaan, ya Kristus.
P: Raja kemuliaan, Engkau telah mengangkat dan memuliakan keleMahan manusiawi kami,*
jauhkanlah noda kesalahan kami yang lama, dan berikanlah kepada kami kemuliaan hidup baru.
P: Engkau telah turun kepada kami terdorong oleh cinta kasih,*
semoga kami naik kepada-Mu atas dorongan yang sama.
P: Engkau berjanji menarik semua orang kepada-Mu,*
jangan biarkan seorangpun melepaskan diri dari pada-Mu.
P: Engkau telah naik ke surga dengan mulia,*
semoga kami mengarahkan hati dan budi kepada-Mu.
P: Kami menantikan Dikau sebagai hakim, ya Allah benar,*
semoga kami bersama semua orang mati kelak memandang Engkau dalam kemuliaan-Mu, ya Tuhan Mahamurah.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.
Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.
Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sore

KAMIS VI SORE

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Madah

Yesus yang menebus kami
Engkau kerinduan hati
Pencipta alam semesta
Yang menjadi manusia.

Terdorong kasih sejati
Kaupikul dosa insani
Maut ngeri Kaualami
Untuk menghidupkan kami.

Engkau masuk ke pratala
Membebaskan para hamba
Kemudian bangkit mulia
Meraja bersama Bapa.

Semoga Engkau menjadi
Pahala abadi kami
Semoga dalam diri-Mu
Kami berjaya selalu.
Amin.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan Allah Yang Agung dan Dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kami,*
sekalian suku ditundukkan-Nya.

Bagi kami dipilih-Nya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasih-Nya.

Allah Tuhan kami telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kami.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhta-Nya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Mengapa 11:17-18, 12:10-12

Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*
Allah Yang Mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaan-Mu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik kecil maupun besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak domba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)

Kristus telah mati satu kali karena dosa kami. Dia yang benar, mati untuk orang-orang jahat, agar kami dibawa-Nya kepada Allah. Dia mati sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai Roh. Kristus kini bertakhta di sisi kanan Allah. Kristus telah naik ke surga, agar kami dapat mewarisi hidup abadi. Segala malaikat, kekuasaan dan kekuatan surga ditaklukkan kepada-Nya.

Lagu singkat

P: Tuhan naik ke surga diiringi sorak-sorai,* Alleluya, Alleluya.
U: Tuhan…
P: Diiringi bunyi sangkakala.
U: Alleluya, Alleluya.
P: Kemuliaan…
U: Tuhan…

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kami dengan hati gembira memuji Kristus yang bertakhta di sebelah kanan Bapa, dan berkata:
U: Engkau raja kemuliaan, ya Kristus.
P: Raja kemuliaan, Engkau telah mengangkat dan memuliakan keleMahan manusiawi kami,*
jauhkanlah noda kesalahan kami yang lama, dan berikanlah kepada kami kemuliaan hidup baru.
P: Engkau telah turun kepada kami terdorong oleh cinta kasih,*
semoga kami naik kepada-Mu atas dorongan yang sama.
P: Engkau berjanji menarik semua orang kepada-Mu,*
jangan biarkan seorangpun melepaskan diri dari pada-Mu.
P: Engkau telah naik ke surga dengan mulia,*
semoga kami mengarahkan hati dan budi kepada-Mu.
P: Kami menantikan Dikau sebagai hakim, ya Allah benar,*
semoga kami bersama semua orang mati kelak memandang Engkau dalam kemuliaan-Mu, ya Tuhan Mahamurah.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.
Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.
Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Beato Yohanes Baptista Makado

Leo Tanaka dkk, Martir

Beato Yohanes Baptista Makado lahir di kepulauan Azores, dari sebuah keluarga bangsawan. Pemuda kesatria itu bercita-cita menjadi rasul Kristus, jika mungkin di Jepang. Ia memang tahu akan rawannya tanah misi Jepang, namun rupanya ia ingin menjadi saksi iman disana.

Pada waktu itu (abad ke-16) karya misi di Jepang ditangani antara lain oleh imam-imam Yesuit. Oleh karena itu Makado masuk ordo Yesuit. Setelah ditabhiskan menjadi imam ia diutus pergi ke negeri Sakura ini. Makado ternyata seorang imam sekaligus rasul yang rajin. Mula-mula ia bekerja di Fuxima dan Nagasaki. Sewaktu berada di pulau Goto, ia ditangkap dan dibawa ke Omura bersama beberapa kawannya. Disanalah mereka dipenggal kepalanya pada tanggal 22 Mei 1617 karena imannya kepada Kristus dan semua perjuangannya untuk menyebarkan Injil Kristus.

Diantara imam-imam itu ada Leo Tanaka, seorang imam agama yang sangat giat membantu imam-imam dalam mengajar agama kepada umat. Oleh seorang pengawal yang mengenal baik dia, ia diberi kesempatan untuk melarikan diri. Tetapi setelah merenungkan hal itu secara mendalam, ia memutuskan untuk tidak lari agar tidak menimbulkan skandal kepada umat sebagai pengkhianat iman. Sewaktu teman-temannya dibunuh, ia dibawa kesana untuk menyaksikan penderitaan yang ditimpakan kepada mereka. Ia merasa sedih karena hukuman mati yang sama belum juga dijatuhkan padanya ketika itu juga. Ia terus menanti mahkota martir itu dengan doa. Akhirnya sepuluh hari kemudian ia juga memperoleh mahkota saksi iman yang dirindukannya itu d suatu pulau dekat Omura. Disana ia dipenggal kepalanya dan menemui ajalnya sebagai martir Kristus.

Santa Renate

Pengaku Iman

Renate lahir pada tahun 1544. Ratu Bavaria ini mendidik sendiri 10 orang anaknya supaya hidup sederhana dan jujur. Ia mempunyai perhatian yang besar kepada para pengemis dan orang-orang miskin. Kepada mereka, Renate membagi-bagikan makanan dan dengan tangannya sendiri ia menjahit pakaian untuk orang-orang malang itu dan untuk keperluan ibadat Gereja. Ia juga mendirikan sebuah rumah sakit dan bersama suaminya hidup seperti di dalam biara. Cara hidup mereka ini terus dijalankan dengan setia meskipun banyak orang yang mencemooh mereka. Renate meninggal dunia pada tahun 1602.

Santa Rita dari Cascia

Biarawati

Rita lahir di Roccaporena, Italia pada tahun 1381.Beliau adalah seorang biarawati ordo Agustinus. Ia diangkat sebagai pelindung orang-orang yang mengalami masalah-masalah yang berat dan penasehat orang putus asa.

Menurut cerita, keinginannya untuk menjadi biarawati ordo itu sudah bersemi dalam hatinya semenjak kecil. Tetapi karena hormat dan ketaatan kepada orangtuanya, ia menikah dengan seorang pemuda yang disenangi orangtuanya. Tetapi setelah menjalani hidup perkawinan selama 18 tahun, ia pun memutuskan untuk masuk biara. Hal ini ditempuhnya setelah suaminya mati dibunuh orang.

Permohonannya menjadi biarawati Ordo Santo Agustinus tidak cepat dikabulkan oleh pemimpin ordo, mengingat statusnya sebagai orang yang sudah menikah. Melalui suatu proses pertimbangan yang sangat lama, akhirnya aturan-aturan biara yang sangat keras itu diperlonggar. Dan Rita diterima sebagai seorang anggota dalam ordo ini. Kehidupan sebagai seorang biarawati dijalaninya dengan sepenuh hati. Ia benar-benar menghayati kehidupan biara dengan sungguh-sungguh: taat, disiplin diri dan ramah terhadap semua orang. Ia merawat semua biarawati rekannya yang jatuh sakit dan berdoa bagi semua orang Kristen yang telah lama meninggalkan Gereja. Cara hidup ini dipertahankannya hingga kematiannya pada tanggal 22 Mei 1457 di biara Cascia.

Santa Rosa(na)

Abbas

Rosa lahir pada tahun 1226. Ketika berusia 15 tahun, ia dikawinkan dengan seorang pemuda yang bejat moralnya dan jahat. Setelah suaminya yang sakit keras itu sembuh berkat usaha dan doa Rosa, maka ia diijinkan untuk menjalani hidup bertapa. Rosa dipilih menjadi Abbas sebuah biara suster. Ia meninggal pada tahun 1310.

Santa Yoakima de Vedruna

Pengaku Iman

Yoakima de Vedruna lahir pada tahun 1783. Ia seorang ibu rumah tangga dengan beberapa orang anak. Setelah suaminya meninggal dunia dan anak-anaknya dewasa, ia menggunakan seluruh waktunya untuk melakukan kegiatan-kegiatan amal. Doa dan pertobatan menjadi dasar batiniah yang kokoh baginya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan itu. Akhirnya, ia pun mendirikan sebuah Kongregasi Suster yang mengabdikan diri pada pemeliharaan gadis-gadis miskin dan orang-orang sakit yang terlantar. Yoakima de Vedruna meninggal dunia pada tahun 1853.