Jumat, 9 Mei 2031
Jumat IV Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 13:26-33
Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita. Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh. Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini. Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.
Mazmur Tanggapan Mazmur 2:6-11
Bacaan Injil Yohanes 14:1-6
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Renungan
Kamar yang Disiapkan
Menjelang anak pulang dari rantau, ibu-ibu punya kebiasaan yang sama: menyiapkan kamar. Seprai diganti, kasur dijemur, masakan kesukaan mulai direncanakan. Yang pulang belum tiba, tetapi tempatnya sudah dipikirkan lama.
Kepada murid-murid yang gelisah, Yesus memakai bahasa rumah itu: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Kepergian-Nya bukan meninggalkan, melainkan mendahului. Seperti orang yang berangkat lebih dulu untuk membukakan pintu.
Tomas, jujur seperti biasa, memotong: Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan ke situ? Jawaban Yesus melampaui semua peta: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup." Jalan itu bukan rute, melainkan pribadi. Kita tidak diminta menghafal arah; kita diminta menggandeng tangan.
Kemarin kita mendengar Paulus menceritakan sejarah panjang Israel yang bermuara pada Yesus. Hari ini kita diberi tahu ujung segala sejarah itu: rumah Bapa, tempat yang sedang disiapkan.
Maka janganlah gelisah hatimu. Hidup ini bukan pengembaraan tanpa alamat. Ada yang menunggu di ujung jalan, dan kamar kita sudah lama dipikirkan-Nya.
Yesus, Engkaulah jalanku pulang. Gandenglah aku sampai ke rumah Bapa. Amin.
Invitatorium
JUMAT IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan ke-4 Paskah
MADAH
Ada keluasan dalam belas kasih Allah
Ant. 1 Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, alleluya.
Mazmur 78:1-39
Sejarah keselamatan mengungkapkan kebaikan Allah dan kesetiaan umat-Nya
Peristiwa-peristiwa ini diingat sebagai peringatan bagi kita. (1 Korintus 10:6).
Ant. Nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami tentang kuasa Tuhan; mereka telah mengisahkan kepada kami perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, alleluya.
Ant. 2 Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka, alleluya.
Ant. Anak-anak Israel makan manna dan minum dari batu rohani yang mengikuti mereka, alleluya.
Ant. 3 Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka, alleluya.
Ant. Mereka ingat bahwa Allah adalah penolong dan penebus mereka, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 17:14; 6:2
RESPONSORIUM Kolose 1:18; 2:12b, 9-10, 12a
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kristus menyerahkan diri untuk kita dengan menjadi persembahan dan kurban bagi Allah, alleluya.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Kristus menyerahkan diri untuk kita dengan menjadi persembahan dan kurban bagi Allah, alleluya.
Ant.2: Hai Yerusalem, kota Allah, engkau akan bermandikan cahaya gemilang, alleluya.
Tb 13,10-16
Ant.2: Hai Yerusalem, kota Allah, engkau akan bermandikan cahaya gemilang, alleluya.
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, turun dari surga, alleluya.
Mazmur 147 (147B)
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, turun dari surga, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 5,39-32)
Ant.Kidung: Aku pergi menyediakan tempat bagimu. Aku akan menghantar kamu, agar tinggal bersama dengan Daku, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku pergi menyediakan tempat bagimu. Aku akan menghantar kamu, agar tinggal bersama dengan Daku, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT IV SIANG
Madah
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119),161-168
Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan, alleluya.
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa, alleluya.
Mazmur 132 (133)
Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa, alleluya.
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa, alleluya.
Mazmur 139 (140),1-9.13-14
Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa, alleluya.
Bacaan singkat: (Gal 3,27-28)
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT IV SORE
Madah
Ant.1: Demikian besar cinta Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan PuteraNya yang tunggal, alleluya.
Mazmur 144 (145) - I
Ant.1: Demikian besar cinta Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan PuteraNya yang tunggal, alleluya.
Ant.2: Agung dan mulialah Raja abadi yang tak dapat mati, alleluya.
Mazmur 144 (145) - II
Ant.2: Agung dan mulialah Raja abadi yang tak dapat mati, alleluya.
Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Why 15,3-4
Ant.3: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 5,8-10)
Ant.Kidung: Gembala yang baik mempertaruhkan nyawa bagi domba-dombanya, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Gembala yang baik mempertaruhkan nyawa bagi domba-dombanya, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Sirilus dari Sasarea
Martir
Sirilus lahir di Kapadokia, Asia Kecil pada abad ke-3 dari sebuah keluarga kafir. Semenjak mudanya ia menjadi Kristen. Ayahnya yang kafir itu menyiksanya dengan berbagai cara agar dia bisa murtad kembali. Meskipun demikian ia tetap teguh memeluk imannya. Ia memang sedih namun bukan karena perlakuan kejam ayahnya melainkan karena ayah tidak sudi mengerti akan keputusan kehendaknya. Satu-satunya penguat hatinya adalah kata-kata Kristus ini: “Barang siapa yang mengasihi ayah dan ibunya lebih dari Aku, tak layak ia bagiKu”. Perlakuan kasar ayahnya malah semakin menambah semangat imannya hingga berhasil menarik simpatik banyak temannya. Oleh karena itu, ia diusir ayahnya dari rumah dan kemudian dihadapkan ke pengadilan karena imannya. Sedikitpun ia tidak takut ketika diancam oleh hakim.
Karena umurnya , ia dibebaskan dan diizinkan kembali ke rumah ayahnya untuk meminta maaf. Tetapi hal ini ditolaknya dengan tegas. Katanya: “Karena imanku, saya telah diusir dari rumah oleh ayahku. Saya meninggalkan rumah dengan gembira, sebab aku mempunyai tempat tinggal lain yang lebih mulia yang sedang menantikan aku.” Sekali lagi hakim mencoba mengubah pikiran anak muda itu. Sirilus diseret ke sebuah api unggun, seakan-akan hendak di bakar. Tetapi ia tidak gentar sedikitpun. Sebaliknya, ia memprotes penundaan hukuman atas dirinya. Hakim merasa gagal mempengaruhi keputusan anak muda ini menjadi sangat marah dan menyuruh serdadu-serdadu memenggal kepalanya.