Senin, 5 Mei 2031
Senin IV Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 11:1-18
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka." Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?" Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."
Mazmur Tanggapan Mazmur 42:2-3;43:3-4
Bacaan Injil Yohanes 10:1-10
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Renungan
Meja yang Diperlebar
Di banyak rumah, meja makan adalah pengadilan diam-diam. Siapa boleh ikut duduk, siapa cukup di teras. Makan bersama artinya menerima. Menolak semeja artinya menolak orangnya.
Karena itulah Petrus digugat dalam bacaan pertama: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka." Bagi jemaat di Yerusalem, itu pelanggaran batas. Petrus lalu bercerita tentang penglihatannya: kain lebar berisi segala jenis binatang, dan suara dari surga, "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
Tiga kali penglihatan itu diulang. Rupanya prasangka memang bandel; sekali saja tidak cukup.
Petrus menutup pembelaannya dengan pertanyaan yang menusuk: jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia? Yang berubah bukan Allah. Yang harus berubah adalah lebar meja kita.
Injil hari ini menyebut Yesus sebagai pintu: barangsiapa masuk melalui Dia akan selamat. Pintu itu satu, tetapi terbuka bagi siapa saja yang mau masuk.
Adakah orang yang diam-diam kita anggap tidak layak duduk semeja? Karena masa lalunya, sukunya, pilihan hidupnya? Allah sudah lebih dulu menyambut mereka.
Tuhan, bongkarlah pagar dalam hatiku, dan perlebarlah mejaku seluas hati-Mu. Amin.
Invitatorium
SENIN IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang berhati murni, alleluya.
Mazmur 73
Mengapa orang baik banyak mengalami kesukaran?
Berbahagialah orang yang tidak kehilangan iman kepada-Ku (Matius 11:6).
Ant. Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang berhati murni, alleluya.
Ant. 2 Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi duka, alleluya.
Ant. Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi duka, alleluya.
Ant. 3 Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku, alleluya.
Ant. Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 3:5; Matius 10:22
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, limpahkanlah kemurahanMu kepada kami, alleluya.
Mazmur 89 (90)
Ant.1: Ya Tuhan, limpahkanlah kemurahanMu kepada kami, alleluya.
Ant.2: Kegelapan mereka akan Kuubah menjadi terang, alleluya.
Yes 42,10-16
Ant.2: Kegelapan mereka akan Kuubah menjadi terang, alleluya.
Ant.3: Tuhan melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Mazmur 134 (135),1-12
Ant.3: Tuhan melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 10,8b-10)
Ant.Kidung: Aku ini gembala yang baik. Aku menggembalakan domba-dombaKu. Aku menyerahkan nyawa untuk domba-dombaKu, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku ini gembala yang baik. Aku menggembalakan domba-dombaKu. Aku menyerahkan nyawa untuk domba-dombaKu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN IV SIANG
Madah
Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119),129-136
Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan, alleluya.
Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu? Alleluya
Mazmur 81 (82)
Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu? Alleluya.
Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku, alleluya.
Mazmur 119 (120)
Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 2,9101.12)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN IV SORE
Madah
Ant.1: Barang siapa bersatu dengan Kristus, menjadi ciptaan baru, alleluya.
Mazmur 135 (136) - I
Ant.1: Barang siapa bersatu dengan Kristus, menjadi ciptaan baru, alleluya.
Ant.2: Marilah kita mengasihi Allah, sebab Ia lebih dahulu mengasihi kita, alleluya.
Mazmur 135 (136) - II
Ant.2: Marilah kita mengasihi Allah, sebab Ia lebih dahulu mengasihi kita, alleluya.
Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kita semua menerima rahmat demi rahmat, alleluya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kita semua menerima rahmat demi rahmat, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 8,1b-3a)
Ant.Kidung: Masih ada domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini. Mereka juga harus Kutuntun, dan mereka akan mendengar suaraKu. Maka hanya akan ada satu kawanan dan satu gembala, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Masih ada domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini. Mereka juga harus Kutuntun, dan mereka akan mendengar suaraKu. Maka hanya akan ada satu kawanan dan satu gembala, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Yutta
Pengaku Iman
Sebagai seorang bangsawan, ia menikmati kehidupan yang sejahtera. Hartanya berlimpah, namun setelah suaminya gugur di medan perang, Yutta meninggalkan segala kemewahannya dan mengalihkan perhatiannya untuk membantu kaum miskin dan merawat orang-orang buta. Yutta menjalankan devosi khusus kepada Hati Kudus Yesus. Ia meninggal dunia sebagai pertapa di Kulmsee, Prusia Timur.
Santo Hilarius dari Arles
Uskup
Hilarius lahir kira-kira pada tahun 401. Ketika meninjak masa remajanya, Hilarius masuk biara santo Honoratus di Pulau Lerins, Prancis dan ditabhiskan menjadi Uskup Agung Arles pada usia 29 tahun. Ia juga diangkat oleh Sri Paus Leo Agung (440-460) sebagai Uskup Metropolitan di Propinsi Gerejawi itu. Dalam jabatannya itu, Hilarius tetap menghayati cara hidup sederhana seorang rahib, dan rajin melakukan pekerjaan-pekerjaan tangan demi kesejahteraan para fakir miskin. Ia dikenal sebagai seorang Uskup yang tinggi disiplin hidupnya dan aktif dalam karya-karya pastoral.
Ia memecat Uskup Chelidonius dan Proyektus dari jabatan karena kurang aktif dalam tugas dan kurang berdisiplin diri. Karena tindakan ini bukan merupakan wewenangnya, maka ia diberi peringatan tegas oleh Paus Leo Agung, dan diturunkan jabatannya sebagai uskup Metropolitan.
Meskipun demikian, ia tetap menjadi Uskup Arles, dan terus berkarya seperti biasa hingga hari kematiannya pada tahun 449. Hilarius, seorang uskup yang sederhana, miskin, rajin dan mahir menafsirkan Kitab Suci.