Selasa, 25 Maret 2031
Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14;8:10
TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!
Mazmur Tanggapan Mazmur 40:7-11
Bacaan Kedua Ibrani 10:4-10
Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Bacaan Injil Lukas 1:26-38
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Renungan
Sepatah 'Ya' yang Mengubah Segala
Sembilan bulan sebelum Natal, hari ini, Gereja merayakan saat ketika semuanya dimulai. Bukan di istana, bukan di Bait Allah, melainkan di sebuah rumah sederhana di Nazaret, di hadapan seorang gadis biasa. Kabar Sukacita. Peristiwa terbesar dalam sejarah keselamatan terjadi tanpa saksi, tanpa keramaian, hanya seorang malaikat dan seorang perawan.
Malaikat Gabriel menyampaikan berita yang membuat Maria terkejut. Ia akan mengandung Anak Allah Yang Mahatinggi. Maria tidak langsung menerima begitu saja. Ia bertanya, 'Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?' Pertanyaannya jujur, bukan penolakan. Iman sejati boleh bertanya, asal tetap terbuka pada jawaban.
Lalu datang kalimat yang menjadi poros seluruh cerita. 'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu.' Sepatah 'ya' yang sederhana. Tetapi pada kata itu tergantung seluruh keselamatan dunia. Bayangkan seluruh langit menahan napas menunggu jawaban seorang gadis desa. Dan ketika 'ya' itu terucap, Sabda pun menjadi daging.
Bacaan Kedua membuka apa yang terjadi di balik layar. Penulis surat Ibrani menaruh sebuah kalimat di mulut Kristus saat Ia masuk ke dunia: 'Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.' Perhatikan, sementara Maria berkata 'ya', Sang Putra juga berkata 'ya': 'Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.' Dua 'ya' bertemu. Yang di sorga dan yang di bumi. Dan dari pertemuan dua kesediaan itu, tubuh Yesus mulai terbentuk dalam rahim Maria.
Inilah yang membuat hari ini begitu dalam. Keselamatan tidak dipaksakan dari atas. Allah menunggu sebuah kerelaan manusia. Ia tidak masuk ke dunia dengan mendobrak pintu, melainkan dengan mengetuk dan menanti dibukakan.
Kita mudah mengagumi Maria, tetapi lebih sulit menirunya. Sebab 'ya' kepada Tuhan selalu berarti melepaskan kendali atas rencana kita sendiri. Maria tidak tahu seluruh jalan di depannya. Ia hanya tahu satu hal: bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Dan itu cukup untuk berkata 'ya'.
Setiap hari kita pun ditawari kabar-kabar kecil dari Tuhan. Sebuah dorongan untuk mengampuni, untuk menolong, untuk melepaskan. Dan setiap kali, kita berdiri di tempat Maria berdiri, dengan sepatah kata di ujung lidah.
Kepada tawaran Tuhan yang mana hari ini kita takut berkata 'ya'?
Bunda Maria, ajarilah aku berkata 'ya' seperti engkau. Tuhan, jadilah dalam diriku menurut perkataan-Mu, apa pun harganya. Amin.
Invitatorium
SELASA IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Selasa dalam Pekan Prapaskah IV
MADAH
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,
Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Mazmur 102
Kerinduan dan doa seorang buangan
Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).
Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
BACAAN
RESPONSORIUM Galatia 5:14, 13; Yohanes 13:34
RESPONSORIUM Lukas 6:38; Kolose 3:13
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
SABTU IV SIANG
Madah
Antifon 1
Antifon 1
Antifon 2
Mazmur 44 (45)
Antifon 2
Antifon 3
Antifon 3
Bacaan Singkat (Mengapa 3 : 19-20)
Ant.Kidung: Orang yang telah menyembuhkan daku, Dialah yang berkata kepadaku: Angkatlah pembaringanmu dan berjalanlah.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Orang yang telah menyembuhkan daku, Dialah yang berkata kepadaku: Angkatlah pembaringanmu dan berjalanlah.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SABTU IV SIANG
Madah
Antifon 1
Antifon 1
Antifon 2
Mazmur 44 (45)
Antifon 2
Antifon 3
Mazmur (lanjutan)
Antifon 3
Bacaan Singkat (Mengapa 3 : 19-20)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN II SORE
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.
Mazmur 44 (45) I
Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.
Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.
Mazmur 44 (45) II
Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.
Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.
Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.
Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.
Bacaan singkat (Ibr 8:1b-3a)
Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel
Salam engkau yang penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau diantara wanita. Demikianlah salam Malaikat Gabriel kepada Maria. Selanjutnya Malaikat Allah itu berkata: Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus.
Gereja merayakan peristiwa ini secara khusus mengingat arti dan maknanya bagi keselamatan manusia. Boleh dikatakan peristiwa Sabda menjadi daging berawal pada saat Maria menyatakan kesediaannya dan persetujuannya kepada Malaikat Gabriel, pembawa khabar gembira itu, dan semenjak itu pula Maria menjadi Bunda Allah. Satu hal yang harus kita camkan dalam hati ialah hormat Allah pada Maria sebagaimana terlihat dalam permintaan kesediaan Maria untuk menerima Sabda Allah dalam rahimnya. Disini Allah tidak memaksa Maria, tetapi meminta kesediaannya. Maria sendiri menyadari bahwa Tuhan memilih dia karena menganggap dia layak untuk menerima khabar gembira itu. Tetapi sebagai manusia, Maria masih tampak ragu- ragu akan makna khabar itu. Oleh karena itu, ia menanyakan lebih lanjut keterangan dari malaikat Allah itu: Bagaimana hal ini mungkin terjadi ? Dan ketika ia sudah merasa pasti akan makna khabar gembira malaikat itu, Maria berkata: Aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan Mu.
Semoga hari raya Khabar Sukacita ini menumbuhkan dalam diri kita semangat ketaatan ada Allah dan kesediaan berkerja sama dengan Allah dalam karya penyelamatan Nya.