Rabu, 19 Maret 2031

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 2 Samuel 7:4-5a,12-14a,16

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan Mazmur 89:2-5,27,29

(89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
(89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
(89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
(89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.
(89-28) Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
(89-30) Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

Bacaan Kedua Roma 4:13,16-18,22

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Bacaan Injil Matius 1:16,18-21,24a

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Renungan

Tukang Kayu yang Diam

Hari ini Gereja merayakan seorang kudus yang, anehnya, tidak pernah tercatat mengucapkan sepatah kata pun dalam Injil. Santo Yusuf. Tidak ada satu kalimat pun dari mulutnya yang direkam. Yang kita tahu tentang dia bukan perkataannya, melainkan perbuatannya.

Injil hari ini menggambarkannya dengan hemat. Ketika Yusuf tahu Maria mengandung, ia 'seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum'. Perhatikan, di tengah kebingungan yang paling menyakitkan, hal pertama yang ia pikirkan adalah melindungi nama orang lain. Lalu malaikat datang dalam mimpi, dan reaksinya cukup satu baris: 'Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan.' Tidak berdebat, tidak menawar. Ia bangun, lalu melakukan.

Sebagai tukang kayu, Yusuf pasti terbiasa dengan pekerjaan yang tak banyak bicara. Kayu tidak bisa dibujuk dengan kata-kata. Ia harus diukur, digergaji, dihaluskan, disambung, sabar dan telaten. Barangkali dari bengkelnya itulah Yusuf belajar bahwa ketaatan lebih banyak berupa tangan yang bekerja daripada mulut yang menjelaskan.

Bacaan Kedua menautkan Yusuf dengan Abraham. Paulus memuji Abraham yang 'sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun berharap juga dan percaya'. Yusuf adalah Abraham yang baru. Ia diminta percaya pada sesuatu yang tak masuk akal, yaitu bahwa anak dalam kandungan tunangannya berasal dari Roh Kudus. Dan ia percaya, bukan dengan pidato, melainkan dengan mengambil Maria ke rumahnya.

Bacaan Pertama menjelaskan mengapa semua ini penting. Tuhan berjanji kepada Daud bahwa takhtanya akan kokoh selama-lamanya. Yusuf, 'anak Daud', menjadi jembatan diam yang menyalurkan janji itu kepada Yesus. Tanpa banyak bicara, ia menempatkan Sang Mesias ke dalam garis keturunan Daud. Ia memberi Yesus sebuah nama, sebuah rumah, sebuah keluarga. Lewat kerja tangan yang sunyi itulah rencana besar Allah berjalan, tanpa banyak orang menyadari bahwa keselamatan dunia sedang dititipkan pada seorang tukang kayu yang setia.

Di zaman yang menghargai orang dari seberapa lantang ia bersuara, Yusuf mengajarkan yang sebaliknya. Ada iman yang tidak perlu diumumkan. Ada kasih yang cukup dibuktikan dengan bangun pagi dan mengerjakan tugas hari itu, diam-diam, setia.

Adakah tugas kecil dan diam yang Tuhan percayakan kepada kita, yang selama ini kita tunda karena merasa terlalu sepele?

Santo Yusuf, engkau yang taat tanpa banyak kata, doakanlah kami. Tuhan, ajarilah aku percaya seperti dia: dengan tangan yang bekerja, bukan hanya mulut yang berjanji. Amin.

Invitatorium

RABU III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Rabu dalam Pekan Prapaskah III

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Terang kemuliaan Bapa,

Yang memancar dari cahaya abadi,

Sumber cahaya yang melahirkan cahaya,

Siang yang menerangi setiap hari.
Dalam cahaya-Mu yang abadi

Bersinarlah atas kami, Kristus, matahari sejati,

Membawa hidup bagi akal dan tubuh

Melalui kuasa Roh Kudus.
Bapa kemuliaan yang tak pudar,

Kaya akan rahmat dan Kuat untuk menyelamatkan,

Dengarkan doa kami dan datanglah menyelamatkan kami,

Jauhkan kami dari jalan dosa.
Fajar semakin mendekat,

Fajar yang membawa semua yang kami cari,

Putra yang berdiam dalam Bapa,

Bapa yang mengucapkan satu Sabda.
Kemuliaan bagi Allah Bapa,

Kemuliaan bagi Putra Tunggal-Nya,

Kemuliaan sekarang dan sepanjang segala abad

Bagi Roh Penghibur.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran.

Mazmur 89:2-38

Kebaikan Allah kepada keluarga Daud

Menurut janji-Nya, Tuhan telah membangkitkan Yesus, seorang Juruselamat, dari keluarga Daud (Kisah Para Rasul 13:22, 23).

I
Aku akan menyanyikan kasih-Mu selama-lamanya, ya Tuhan;

sepanjang segala abad mulutku akan mewartakan kebenaran-Mu.

Tentang ini aku yakin, bahwa kasih-Mu kekal abadi,

bahwa kebenaran-Mu teguh seperti langit.
“Dengan orang pilihan-Ku, Aku telah membuat perjanjian;

Aku telah bersumpah kepada Daud hamba-Ku:

Aku akan menegakkan dinastimu selama-lamanya

dan mendirikan takhtamu sepanjang segala abad.”
Langit mewartakan keajaiban-Mu, ya Tuhan;

jemaat orang-orang kudus-Mu mewartakan kebenaran-Mu.

Sebab siapa di langit yang dapat dibandingkan dengan Tuhan

atau siapa yang seperti Tuhan di antara anak-anak Allah?
Allah yang harus ditakuti dalam dewan orang-orang kudus,

agung dan dahsyat bagi semua di sekeliling-Nya.

Ya Tuhan Allah semesta alam, siapa yang setara dengan-Mu?

Engkau perkasa, ya Tuhan, dan kebenaran adalah pakaian-Mu.
Engkaulah yang menguasai laut dalam keangkuhannya;

Engkaulah yang menenangkan gelombang-gelombangnya yang bergelora.

Engkau menghancurkan monster Rahab dan membunuhnya,

menyebarkan musuh-musuh-Mu dengan lengan-Mu yang perkasa.
Langit adalah milik-Mu, dunia adalah milik-Mu.

Engkaulah yang mendirikan bumi dan segala isinya;

Engkaulah yang menciptakan Utara dan Selatan.

Tabor dan Hermon bersorak gembira atas nama-Mu.
Lengan-Mu perkasa, ya Tuhan;

tangan-Mu kuat, tangan kanan-Mu siap.

Keadilan dan kebenaran adalah tiang-tiang takhta-Mu,

kasih dan kebenaran berjalan di hadapan-Mu.
Berbahagialah bangsa yang mengelu-elukan raja seperti itu,

yang berjalan, ya Tuhan, dalam terang wajah-Mu,

yang menemukan sukacita mereka setiap hari dalam nama-Mu,

yang menjadikan keadilan-Mu sumber kebahagiaan mereka.
Sebab Engkau, ya Tuhan, adalah kemuliaan kekuatan mereka;

oleh kemurahan-Mu kekuatan kami ditinggikan:

sebab penguasa kami dalam pemeliharaan Tuhan;

raja kami dalam pemeliharaan Yang Kudus dari Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran.

Ant. 2 Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Ia dilahirkan dari keturunan Daud.

II
Dahulu Engkau berbicara dalam suatu penglihatan.

Kepada sahabat-sahabat-Mu para nabi Engkau berkata:

“Aku telah menaruh mahkota pada seorang pahlawan,

Aku telah meninggikan seorang yang terpilih dari antara bangsa.
Aku telah menemukan Daud hamba-Ku

dan dengan minyak kudus-Ku mengurapinya.

Tangan-Ku akan selalu menyertainya

dan lengan-Ku akan membuatnya kuat.
Musuh tidak akan pernah mengalahkannya

pun orang jahat tidak akan menindasnya.

Aku akan mengalahkan musuh-musuhnya di hadapannya

dan memukul mereka yang membencinya.
Kebenaran dan kasih-Ku akan menyertainya;

oleh nama-Ku kekuatannya akan ditinggikan.

Aku akan membentangkan tangannya ke Laut

dan tangan kanannya sejauh Sungai.
Ia akan berkata kepada-Ku: ‘Engkau adalah Bapa-ku,

Allah-ku, gunung batu yang menyelamatkan aku.’

Dan Aku akan menjadikannya anak sulung-Ku,

yang tertinggi di antara raja-raja bumi.
Aku akan menjaga kasih-Ku baginya selalu;

baginya perjanjian-Ku akan kekal.

Aku akan menegakkan dinastinya selama-lamanya,

menjadikan takhtanya bertahan seperti langit.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Ia dilahirkan dari keturunan Daud.

Ant. 3 Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal.

III
“Jika anak-anaknya meninggalkan hukum-Ku

dan menolak untuk berjalan seperti yang Aku tetapkan

dan jika mereka melanggar ketetapan-ketetapan-Ku,

menolak untuk menaati perintah-perintah-Ku;
maka Aku akan menghukum pelanggaran mereka dengan tongkat,

maka Aku akan mencambuk mereka karena kesalahan mereka.

Tetapi Aku tidak akan pernah menarik kembali kasih-Ku:

kebenaran-Ku tidak akan pernah gagal.
Aku tidak akan pernah melanggar perjanjian-Ku

pun tidak akan menarik kembali perkataan yang telah Aku ucapkan.

Sekali untuk selamanya, Aku telah bersumpah demi kekudusan-Ku.

‘Aku tidak akan pernah berbohong kepada Daud.
Dinastinya akan kekal abadi.

Di mata-Ku takhtanya seperti matahari;

seperti bulan, ia akan bertahan selama-lamanya,

saksi yang setia di langit.’”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah, Engkau mengurapi hamba-Mu Yesus dengan minyak kudus dan mengangkat-Nya lebih tinggi dari semua raja di bumi. Dalam hal ini Engkau menggenapi janji yang dibuat kepada keturunan Daud dan menegakkan perjanjian yang kekal melalui Putra sulung-Mu. Jangan lupakan perjanjian kudus-Mu, agar kami yang ditandai dengan darah Putra-Mu melalui sakramen-sakramen iman yang baru dapat menyanyikan belas kasihan-Mu selama-lamanya.

Ant. Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Kembalilah kepada Tuhan dan bertobatlah.

Perbaharuilah hati dan roh.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

33:7-11, 18-23; 34:5-9, 29-35

Penyataan penuh Allah kepada Musa
Musa biasa mendirikan kemah, yang disebut kemah pertemuan, agak jauh di luar perkemahan. Siapa pun yang ingin bertanya kepada Tuhan akan pergi ke kemah pertemuan ini di luar perkemahan.
Setiap kali Musa keluar ke kemah, semua orang akan bangkit dan berdiri di pintu masuk kemah mereka sendiri, mengawasi Musa sampai ia masuk ke kemah. Ketika Musa masuk ke kemah, tiang awan akan turun dan berdiri di pintu masuknya sementara Tuhan berbicara dengan Musa. Setelah melihat tiang awan berdiri di pintu masuk kemah, semua orang akan bangkit dan menyembah di pintu masuk kemah mereka sendiri. Tuhan biasa berbicara dengan Musa muka dengan muka, seperti seorang berbicara dengan temannya. Musa kemudian akan kembali ke perkemahan, tetapi pembantunya yang muda, Yosua, anak Nun, tidak akan bergerak dari kemah.
Kemudian Musa berkata, “Izinkanlah aku melihat kemuliaan-Mu!” Ia menjawab, “Aku akan membuat semua keindahan-Ku lewat di hadapanmu, dan di hadapanmu Aku akan menyatakan nama-Ku, ‘Tuhan’; Aku yang menunjukkan kemurahan kepada siapa yang Aku kehendaki, Aku yang memberikan belas kasihan kepada siapa yang Aku kehendaki. Tetapi wajah-Ku tidak dapat kamu lihat, karena tidak ada seorang pun yang melihat Aku dan tetap hidup. Di sini,” lanjut Tuhan, “ada tempat di dekat-Ku di mana kamu akan menempatkan dirimu di atas batu. Ketika kemuliaan-Ku lewat, Aku akan menempatkanmu di celah batu dan akan menutupi kamu dengan tangan-Ku sampai Aku lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku, sehingga kamu dapat melihat punggung-Ku; tetapi wajah-Ku tidak boleh dilihat.”
Setelah turun dalam awan, Tuhan berdiri bersamanya di sana dan menyatakan nama-Nya, “Tuhan.” Demikianlah Tuhan lewat di hadapannya dan berseru, “Tuhan, Tuhan, Allah yang berbelas kasihan dan murah hati, lambat marah dan kaya akan kebaikan dan kesetiaan, melanjutkan kebaikan-Nya selama seribu generasi, dan mengampuni kejahatan dan kejahatan dan dosa; namun tidak menyatakan orang yang bersalah tidak bersalah, tetapi menghukum anak-anak dan cucu-cucu sampai generasi ketiga dan keempat karena kejahatan bapa-bapa mereka!” Musa segera membungkuk ke tanah dalam penyembahan. Kemudian ia berkata, “Jika aku mendapat kemurahan di hadapan-Mu, ya Tuhan, datanglah bersama kami. Ini memang bangsa yang tegar tengkuk; namun ampunilah kejahatan dan dosa-dosa kami, dan terimalah kami sebagai milik-Mu.”
Ketika Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh perintah di tangannya, ia tidak tahu bahwa kulit wajahnya telah menjadi bercahaya ketika ia berbicara dengan Tuhan. Ketika Harun, dan orang-orang Israel lainnya melihat Musa dan memperhatikan betapa bercahayanya kulit wajahnya, mereka takut mendekatinya. Hanya setelah Musa memanggil mereka, Harun dan semua pemimpin jemaat kembali kepadanya. Musa kemudian berbicara kepada mereka. Kemudian, semua orang Israel datang kepadanya, dan ia memerintahkan kepada mereka semua yang telah Tuhan katakan kepadanya di Gunung Sinai.
Ketika ia selesai berbicara dengan mereka, ia menutupi wajahnya dengan selubung. Setiap kali Musa masuk ke hadapan Tuhan untuk berbicara dengan-Nya, ia melepaskan selubung itu sampai ia keluar lagi. Setelah keluar, ia akan memberitahu orang-orang Israel semua yang telah diperintahkan. Kemudian orang-orang Israel akan melihat bahwa kulit wajah Musa bercahaya; jadi ia akan kembali menutupi wajahnya dengan selubung sampai ia masuk untuk berbicara dengan Tuhan.

RESPONSORIUM 2 Korintus 3:13, 18, 15

Musa menutupi wajahnya untuk menyembunyikannya dari bangsa Israel.

Tetapi kita memantulkan kemuliaan Tuhan dengan wajah yang tidak terselubung dan semakin bercahaya saat kita diubah menjadi serupa dengan-Nya oleh Tuhan yang adalah Roh.
Sampai hari ini selubung yang sama menutupi pikiran mereka.

Tetapi kita memantulkan kemuliaan Tuhan dengan wajah yang tidak terselubung dan semakin bercahaya saat kita diubah menjadi serupa dengan-Nya oleh Tuhan yang adalah Roh.
Bacaan Kedua

Dari Kitab yang ditujukan kepada Autolycus oleh Santo Theofilus dari Antiokhia, uskup

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah
Jika kamu berkata, “Tunjukkan kepadaku Allahmu,” aku akan berkata kepadamu, “Tunjukkan kepadaku orang macam apa kamu, dan aku akan menunjukkan kepadamu Allahku.” Tunjukkan kepadaku apakah mata pikiranmu dapat melihat, dan telinga hatimu dapat mendengar.
Begini. Mereka yang dapat melihat dengan mata tubuh mereka menyadari apa yang terjadi dalam hidup ini di bumi. Mereka mengenal hal-hal yang berbeda satu sama lain. Mereka membedakan terang dan gelap, hitam dan putih, keburukan dan keindahan, keanggunan dan ketidakanggunan, proporsi dan ketidakproporsionalan, kelebihan dan kekurangan. Hal yang sama berlaku untuk suara yang kita dengar: tinggi atau rendah atau menyenangkan. Demikian pula dengan telinga hati kita dan mata pikiran kita dalam kapasitasnya untuk mendengar atau melihat Allah.
Allah dilihat oleh mereka yang memiliki kapasitas untuk melihat-Nya, asalkan mereka menjaga mata pikiran mereka tetap terbuka. Semua memiliki mata, tetapi beberapa memiliki mata yang diselimuti kegelapan, tidak dapat melihat cahaya matahari. Karena orang buta tidak dapat melihatnya, bukan berarti matahari tidak bersinar. Orang buta harus melacak penyebabnya kembali pada diri mereka sendiri dan mata mereka. Dengan cara yang sama, kamu memiliki mata dalam pikiranmu yang diselimuti kegelapan karena dosa-dosa dan perbuatan jahatmu.
Jiwa seseorang harus bersih, seperti cermin yang memantulkan cahaya. Jika ada karat pada cermin, wajahnya tidak dapat terlihat di dalamnya. Dengan cara yang sama, tidak ada seorang pun yang memiliki dosa di dalam dirinya yang dapat melihat Allah.
Tetapi jika kamu mau, kamu dapat disembuhkan. Serahkan dirimu kepada dokter, dan ia akan membuka mata pikiran dan hatimu. Siapa yang akan menjadi dokter? Dialah Allah, yang menyembuhkan dan memberi hidup melalui Sabda dan hikmat-Nya. Melalui Sabda dan hikmat-Nya Ia menciptakan alam semesta, karena oleh Sabda-Nya langit didirikan, dan oleh Roh-Nya semua susunannya. Hikmat-Nya adalah yang tertinggi. Allah dengan hikmat mendirikan bumi, dengan pengertian Ia mengatur langit, dengan pengetahuan-Nya kedalaman memancar dan awan mencurahkan embun.
Jika kamu memahami ini, dan hidup dalam kemurnian dan kekudusan dan keadilan, kamu dapat melihat Allah. Tetapi, di atas segalanya, iman dan takut akan Allah harus menempati tempat pertama di hatimu, dan kemudian kamu akan memahami semua ini. Ketika kamu telah menyingkirkan kefanaan dan mengenakan keabadian, maka kamu akan melihat Allah sesuai dengan jasa-jasamu. Allah membangkitkan dagingmu menuju keabadian bersama dengan jiwamu, dan kemudian, setelah menjadi abadi, kamu akan melihat Yang Abadi, jika kamu percaya kepada-Nya sekarang.

RESPONSORIUM Lihat 2 Korintus 6:2, 4, 5, 7

Inilah saatnya bagi kita untuk memenangkan kemurahan Allah, inilah hari untuk diselamatkan. Marilah kita berusaha menyenangkan-Nya dengan ketekunan dan puasa,

mempersenjatai diri dengan integritas dan mengandalkan kuasa-Nya.
Dalam segala yang kita lakukan, marilah kita menunjukkan bahwa kita adalah hamba-hamba Allah dengan ketekunan dan puasa.

Mempersenjatai diri dengan integritas dan mengandalkan kuasa-Nya.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Tuhan, agar,

setelah dididik melalui ibadat Prapaskah

dan diberi makan oleh sabda-Mu,

melalui pengekangan kudus,

kami dapat mengabdi kepada-Mu dengan segenap hati kami

dan selalu bersatu dalam doa.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Madah

Sumber cahaya mulia

Yang menerangi dunia

Malam Kauhentikan sudah

Kauterbitkan fajar cerah.
Engkaulah terang sejati

Melebihi matahari

Dasar lubuk hati kami

Kausinari Kauselami
Terangilah diri kami

Ya Bapa yang murah hati

Dengan rahmat dan kasih-Mu

Agar selamat selalu
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Dalam ikatan Roh suci

Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 83 (84)

Betapa menyenangkan kediaman-Mu,*

ya Tuhan semesta alam!
Hatiku rindu mendambakan pelataran rumah Tuhan,*

jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit mendapat tempat,*

dan burung layang-layang bersarang di rumah-Mu.
Mereka meletakkan anak-anaknya dekat mezbah-Mu,*

yan Tuhan semesta alam, rajaku dan Allahku.
Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,*

yang selalu memuji Engkau.
Berbahagialah orang yang menimba kekuatan dari pada-Mu,*

yang suka berziarah ke rumah-Mu.
Lembah kering yang mereka lintasi,*

berubah menjadi sumber air berkat hujan pertama.
Mereka berjalan dari kota ke kota,*

hendak menghadap Allah di gunung Sion.
Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,*

condongkanlah telinga-Mu, ya Allah Yakub.
Lihatlah, ya Allah, raja agung,*

pandanglah raja yang Kauurapi.
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu,*

dari pada seribu hari di tempat lain.
Lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allah,*

dari pada diam di rumah orang berdosa.
Sebab Tuhan Allah adalah raja Yang Agung dan murah hati,*

Ia memberikan kasih dan kemuliaan.
Tuhan menganugerahkan kebahagiaan,*

kepada orang yang hidup tanpa cela.
Tuhan semesta alam,*

berbahagialah orang yang percaya kepada-Mu.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Yes 2,2-5
Pada akhir zaman, gunung Tuhan akan berdiri kokoh kuat,+

di antara puncak gunung-gemunung,*

dan menjulang tinggi di atas semua bukit.
Semua bangsa akan mengalir ke sana,*

dan banyak kaum akan datang seraya berkata:
“Mari kami berziarah ke gunung Tuhan,*

naik ke rumah Allah Yakub.
Semoga Ia menunjukkan jalan-Nya kepada kami,*

dan kami akan mengikuti bimbingan-Nya”.
Sebab dari gunung Sion lahirlah hukum,*

dan dari Yerusalem sabda Tuhan.
Tuhan akan menguasai semua bangsa,*

dan menghakimi sekalian rakyat.
Mereka akan menempa pedangnya menjadi cangkul,*

dan tombaknya menjadi sabit.
Bangsa yang satu takkan menghunus pedang lawan bangsa yang lain,*

dan mereka takkan lagi mengadakan latihan perang.
Hai keluarga Yakub, datanglah ke mari,*

marilah kami hidup dalam cahaya Tuhan.

Ant.2: Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Mazmur 95 (96)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!+

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!*

Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan,+

ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,*

dan karya-Nya Yang Agung di antara segala suku.
Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,+

Ia dahsyat melebihi segala dewata!*

Sebab dewa-dewa para bangsa sesunggguhnya tidak ada.
Tuhan yang menciptakan langit,+

agung dan semaraklah Ia,*

kekuatan dan kemuliaan memenuhi rumah-Nya yang Kudus.
Sampaikanlah kepada Tuhan, hai segala suku bangsa,+

sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa,*

serukanlah nama-Nya yang mulia.
Bawalah persembahan, masuklah di pelataran rumah-Nya,+

bersembahsujudlah kepada hadirat-Nya,*

gemetarlah di hadapan Tuhan, hai seluruh bumi.
Katakanlah di antara para bangsa: “Tuhanlah raja!+

Ia meneguhkan jagat, tak tergoyangkan,*

Ia menghakimi para bangsa dengan adil”.
Bersukalah langit, bergembiralah bumi!*

Bergemuruhlah lautan beserta isinya!
Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,*

bergembiralah segala pohon di hutan.
Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,*

Ia datang menghakimi dunia.
Ia akan menghakimi dunia dengan adil,*

dan para bangsa dengan tepat.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 2,12-13)
Berbicaralah dan bertindaklah sebagai orang yang akan dihakimi oleh hukum yang membebaskan. Sebab keputusan yang tak berbelaskasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelaskasihan. Tetapi belaskasihan akan menang atas keputusan itu.
Lagu Singkat
P: Terpujilah Tuhan,* Dari awal mula sampai selama-lamanya.

U: Terpujilah.

P: Sebab agunglah karya tangan-Nya.

U: Dari awal mula sampai selama-lamanya.

P: Kemuliaan.

U: Terpujilah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.

Doa Permohonan

Allah menempatkan manusia di dunia ini supaya bekerja sehati sejiwa demi kemuliaan Tuhan. Marilah kami berdoa dengan sungguh-sungguh dan berkata:

U: Semoga kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Allah, pencipta alam semesta, kami memuji Engkau, sebab Engkau telah mengaruniakan keperluan hidup setiap hari kepada kami,* dan Engkau memelihara jiwa kami sampai saat ini.

P: Pandanglah kami, yang hendak memulai pekerjaan harian kami,* supaya kami bekerja sesuai dengan kehendak-Mu.

P: Semoga usaha kami pada hari ini berguna bagi saudara-saudara kami,* sehingga kami bersama-sama membangun dunia yang berkenan pada-Mu.

P: Dampingilah kami dan semua orang yang akan kami jumpai hari ini,* dan anugerahilah kami sukacita dan damai.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Allah, raja surga dan dunia, bimbinglah dan Kuduskanlah, pimpinlah dan tuntunlah jiwa dan raga kami, hati dan tangan kami, perkataan dan perbuatan kami. Semoga kami selalu mentaati perintah-Mu dan bekerja menurut sabda-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Sebelum Tengah Hari

RABU — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (Ez 18, 30 b-32)
30 Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan.

Ayat Singkat
P. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.
U. Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN III SIANG

Madah

Engkau Tuhan Raja Mulia

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.
Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firman-Mu bertahan selama-lamanya,*

tetap teguh melebihi surga.
Kesetiaan-Mu berlaku turun-temurun,*

kokoh kuat melebihi bumi.
Firman dan kesetiaan-Mu tetap bertahan,*

segala-galanya mengabdi kepada-Mu.
Sekiranya hukum-Mu bukan kesayanganku,*

niscaya aku binasa dalam sengsaraku.
Untuk selamanya aku takkan melupakan sabda-Mu,*

sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.
Milik-Mulah aku, maka selamatkan daku,*

sebab aku selalu mengindahkan perintah-Mu.
Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*

tetapi aku memperhatikan ketetapan-Mu.
Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*

tetapi perintah-Mu sempurna tanpa batas.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku .

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*

jangan sekali-kali aku dikecewakan.
Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*

dengarkan dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku tempat berteduh,+

gua perlindungan yang aman,*

sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.
Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*

dari cengkeraman orang lalim dan bengis
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*

kepercayaanku sejak masa mudaku.
Kepada-Mulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,+

sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*

Engkau selalu kupuji.
Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*

tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.
Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*

memuliakan Dikau sepanjang hari.
Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*

jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.
Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*

orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:
“Allah telah meninggalkan dia,*

kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya”.
Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*

Allahku, segeralah menolong aku!

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap pada-Mu,*

dan meningkatkan pujian-Mu.
Aku menceritakan keadilan-Mu sepanjang hari,*

mewartakan karya keselamatan-Mu yang tak terduga.
Aku datang ke rumah Allah yang megah,*

untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.
Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*

dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaan-Mu.
Semoga juga pada masa tuaku,*

aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,
agar aku masih dapat mewartakan kekuasaan-Mu,*

kepada semua yang datang ke rumah-Mu yang megah.
Keadilan-Mu, ya Allah, menjangkau awan,+

karena Engkau melakukan perbuatan Yang Agung,*

ya Allah, siapakah menyamai Engkau?
Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*

namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.
Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*

menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.
Maka aku akan bersyukur kepada-Mu dengan iringan celempung,*

atas kesetiaan-Mu, ya Allahku.
Aku akan memetik kecapi bagi-Mu,*

Allah Israel yang Kudus.
Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagi-Mu,*

dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.
Dan juga lidahku akan menuturkan keadilan-Mu sepanjang hari,*

sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Bacaan singkat (2Kor 13,11)

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, berlakulah dengan sempurna, terbukalah bagi nasihat. Hendaklah Engkau sehati sejiwa, dan hiduplah dalam damai. Maka Allah, sumber kasih dan damai, akan menyertai Engkau.
P: Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar.

U: Telinga-Nya kepada seruan mereka.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusan-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

RABU — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (Dn 4, 24 b)
24 inilah maknanya, ya raja, dan inilah putusan Yang Mahatinggi mengenai tuanku raja:

Ayat Singkat
P. Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.
U. Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

SENIN III SORE

Madah

Allah pencipta semesta

Yang mengatur segalanya

Siang Kauhiasi terang

Malam Kaujadikan tenang.
S’moga istirahat kami

Membuat kuat kembali

Jiwa raga yang tertekan

Oleh beban pekerjaan.
Hari mengayunkan langkah

Malam mendekatlah sudah

Kami menyanyikan lagu

Untuk bersyukur pada-Mu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Mazmur 122 (123)

Kepada-Mu kutengadahkan mataku,*

ya Tuhan, yang bersemayam di surga.
Seperti hamba memandang tuannya,*

dan sahaya memandang majikannya,
demikian kami memandang Tuhan Allah,*

sampai Ia mengasihani.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*

sebab sudah banyak kami dihina.
Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*

dan dihina orang yang sombong.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Ant.2: Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kami,*

ketika musuh bangkit melawan kami,
mereka pasti sudah menelan kami hidup-hidup,*

ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kami.
Air pasang pasti sudah menghanyutkan kami,*

dan sungai sudah melanda kami.
Kita pasti sudah tenggelam,*

ditelan banjir yang meluap-luap.
Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kami,*

menjadi mangsa mereka!
Kita terlepas dari mereka,*

seperti burung dari jerat penangkap.
Jerat telah putus,*

dan kamipun terlepas.
Penolong kami ialah Tuhan,*

yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.2: Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.3: Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Ef 1,3-10
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kami dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.
Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kami,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kami Kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.
Dengan cinta, Allah telah menentukan kami menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.
Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kami,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.
Dalam Kristus, kami telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kami,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kami.
Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kami,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.
Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 4,11-12)
Saudara-saudara, janganlah Engkau saling memfitnah! Barang siapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan main hakim atas hukum. Dan jika engkau main hakim atas hukum, maka engkau bukanlah pelaksana hukum, tetapi hakimnya. Padahal hanya ada satu pembuat hukum dan hakim, yaitu Allah yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Lagu Singkat
P: Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa.

U: Sembuhkanlah.

P: Aku berkata: Tuhan, kasihanilah aku.

U: Sebab aku telah berdosa.

P: Kemuliaan.

U: Sembuhkanlah.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

Doa Permohonan

Kristus hendak menyelamatkan semua manusia. Maka hendaklah kami berdoa kepada-Nya dengan tulus ikhlas:

U: Tariklah semua makhluk kepada-Mu, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Tuhan, sebab Engkau telah menebus kami dari perhambaan dosa dengan darah-Mu yang berharga,* kurniailah kami kebebasan dan kemuliaan putera Allah.

P: Curahkanlah rahmat-Mu kepada uskup kami… dan kepada semua uskup Gereja-Mu,* supaya mereka dengan semangat dan gembira hati melakukan tugas pengabdian mereka.

P: Bimbinglah semua orang yang mencari kebenaran, supaya mereka menemukannya juga,* dan tetap berpegang teguh padanya.

P: Tuhan, bantulah para yatim piatu, para janda dan semua orang yang kesepian,* supaya mereka mengalami kehadiran-Mu dan semakin berpaut pada-Mu.

P: Terimalah kiranya arwah saudara-saudara kami ke dalam Yerusalem surgawi,* di mana Engkau bersama Bapa dan Roh Kudus menjadi segala-galanya untuk semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau sudah selayaknya disebut cahaya yang tak kunjung pudar. Maka kami mohon kepada-Mu sore ini: terangilah kiranya kegelapan hati kami, dan dalam kemurahan-Mu lupakanlah kejahatan kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

S. Yusuf, Suami Santa Maria

Suami Santa Perawan Maria dan Pelindung Gereja Semesta · ± abad ke-1

Yusuf adalah suami Santa Perawan Maria dan bapa asuh Yesus Kristus. Ia berasal dari keturunan Raja Daud dan hidup di Nazaret, sebuah kota kecil di Galilea, sebagai seorang tukang kayu. Injil Matius menyebutnya orang yang tulus hati, seorang yang benar dan taat kepada Allah. Meski namanya hampir tak pernah terdengar berbicara dalam Kitab Suci, justru melalui ketaatannya yang sunyi ia mengambil bagian besar dalam karya keselamatan.

Titik balik hidupnya datang ketika ia mendapati Maria, tunangannya, telah mengandung. Sebagai orang benar dan tidak mau mencemarkan nama Maria, ia berniat menceraikannya diam-diam. Namun seorang malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpi dan menjelaskan bahwa anak yang dikandung Maria berasal dari Roh Kudus. Yusuf pun bangun, mengambil Maria sebagai istrinya, dan menerima Kanak-kanak itu sebagai anaknya sendiri.

Ketaatan Yusuf teruji berulang kali. Ketika Raja Herodes hendak membunuh sang Bayi, malaikat kembali memperingatkannya dalam mimpi, dan malam itu juga Yusuf membawa Maria serta Yesus mengungsi ke Mesir. Sesudah Herodes mati, ia dituntun pulang dan menetap kembali di Nazaret. Di sanalah, dalam kesederhanaan bengkel tukang kayu, ia membesarkan Yesus dan mengajarkan keahliannya, sehingga Yesus dikenal sebagai anak tukang kayu.

Kitab Suci tidak mencatat kata-kata Yusuf, juga tidak menceritakan kematiannya. Menurut tradisi, ia wafat sebelum Yesus memulai karya-Nya di depan umum, dalam pelukan Yesus dan Maria. Karena itulah ia dihormati sebagai pelindung orang yang menghadapi ajal dengan tenang, sebuah kematian yang baik.

Penghormatan kepada Santo Yusuf berkembang pesat dari abad ke abad. Pada 8 Desember 1870, Paus Pius IX menyatakannya sebagai Pelindung Gereja Semesta. Hari rayanya dirayakan pada 19 Maret, sementara 1 Mei dikhususkan bagi Santo Yusuf Pekerja. Umat mengenangnya sebagai teladan kesetiaan, kerja jujur, dan cinta yang melindungi keluarga tanpa banyak kata.

Pelindung: Gereja semesta, para bapa dan keluarga, para pekerja, kaum perantau, serta orang yang menghadapi kematian.

Santo Yusuf

Suami Maria

Semua pengetahuan kita tentang Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria dan Ayah piara Yesus, Putra Allah, bersumber pada dua bab pembukaan dari Injil Matius dan Lukas. Secara umum, Yusuf dianggap sebagai ayah Yesus. Karena Yusuf adalah turunan raja Daud, maka Yesus juga dianggap sebagai keturunan Raja Daud. Yesus lalu disebut Putra Daud. Hubungan Yusuf dan Maria lebih daripada suatu hubungan pertunangan. Hubungan mereka merupakan suatu hubungan perkawinan yang sah, walaupun pada mulanya mereka tidak pernah hidup sebagai suami istri. Kira- kira selama satu tahun, mereka tidak pernah hidup bersama di bawah satu atap. Ketika Maria mengandung secara ajaib oleh Kuasa Roh Kudus, Yusuf bingung dan bermaksud meninggalkan Maria secara diam- diam. Namun Yusuf yang saleh itu tidak percaya akan godaan kebingungan dan kecurigaan terhadap Maria yang sedang hamil itu. Matius dalam injilnya mengatakan bahwa Yusuf memutuskan untuk meninggalkan Maria secara diam- diam (Mat1:19).

Sehubungan dengan itu, selanjutnya Matius mengatakan bahwa Allah mengutus seorang malaikat untuk menerangkan kepada Yusuf bahwa anak yang ada di dalam rahim Maria sesungguhnya berasal dari Roh Kudus. Oleh kunjungan malaikat Allah itu dan setelah merenungkan pesan yang disampaikan, Yusuf tanpa ragu- ragu mengambil Maria sebagai istrinya dan mulai tinggal serumah (Mat1:24). Untuk menghindari salah pengertian, Matius selanjutnya mengatakan bahwa Yusuf bukanlah ayah kandung Yesus. Matius berkata: œIa tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki- laki (Mat1:25). Kata sampai yang digunakan Matius menunjukkan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sebelum Maria melahirkan anaknya. Kata itupun tidak berarti bahwa setelah Maria melahirkan Yesus, Yusuf bersetubuh dengan Maria. Kata- kata anaknya laki- laki, bahkan dikatakan anaknya yang sulung (Luk2:7) juga tidak berarti bahwa Maria mempunyai beberapa anak. Istilah itu adalah suatu istilah yang lazim dan sah untuk menamai setiap anak laki- laki pertama yang lahir dari suatu perkawinan, meskipun anak itu tidak mempunyai saudara dan saudari. Lukas dalam bab dua Injilnya menyebut Yusuf dan Maria sebagai orangtua Yesus (Luk2:27).

Menurut Matius, Yusuf adalah seorang tukang kayu (Mat13:55). Tentang riwayat hidupnya tidak banyak dikisahkan, tetapi diperkirakan Yusuf meninggal dunia sebelum Yesus tampil didepan umum untuk memulai karya Nya. Karena, ia tidak pernah disebut- sebut lagi selama kurun waktu penampilan Yesus itu. Salah satu bukti biblis untuk menunjukkan hal ini dapat ditemukan di dalam lukisan penginjil Yohanes tentang peristiwa penyerahan Maria kepada Yohanes, murid kesayangannya Yesus: Ketika Yesus melihat ibu Nya dan murid yang dikasihi Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada Ibu Nya: Ibu, inilah anakmu, kesampingnya, berkatalah Ia kepada murid Nya: Inilah Ibumu! Dan sejak itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya (Yoh19:26 27). Teks ini menunjukkan bahwa pada waktu itu Maria sudah menjanda.

Cerita- cerita apokrif purba menggambarkan Yusuf sebagai seorang lelaki yang sudah tua, bahkan tua sekali. Cerita ini mau melukiskan bahwa pada waktu itu tak seorang pun menganggap Yusuf sebagai ayah kandung Yesus. Sebaliknya, kehamilan Maria dianggap sebagai suatu peristiwa yang memalukan bahkan merupakan skandal karena Yusuf suaminya sudah dikatakan tua sekali.

Cerita purba itu melukiskan Yusuf sebagai seorang duda yang mempunyai enam orang anak dari perkawinannya yang pertama. Kisah ini dimaksudkan untuk menerangkan bagian Injil yang melukiskan tentang saudara- saudara Yesus (Mat12:46; Yoh2:12; Yoh7:10). Keterangan yang sebenarnya ditemukan dalam makna kata bahasa Aram yang digunakan Yesus dan murid- murid Nya. Bahasa Aram menggunakan kata yang sama untuk melukiskan saudara- saudara dan sepupu- sepupu, dan para pengarang Injil mengetahui bahwa hal ini akan berarti dan dipahami oleh umat yang menjadi tujuan penulisan Injil bila mereka menunjuk kepada saudara- saudara Yesus. Yusuf dan Maria benar- benar menikah. Mereka memiliki hak- hak perkawinan secara penuh satu terhadap yang lain seperti lazimnya suami istri, walaupun mereka sendiri tidak menggunakan hak- hak itu. Alasan pokok teologis mengapa Yesus dilahirkan dari seorang Perawan adalah bahwa Pribadi kedua dalam Allah Tritunggal MahaKudus itu telah ada sejak kekal. Kelahiran Nya sebagai manusia melalui rahim Maria menunjukkan kehendak Allah untuk menjadi seorang anggota umat manusia dalam sebuah keluarga manusia. Yusuf meskipun bukan ayah Yesus dalam arti fisik dihubungkan dengan Yesus oleh persatuan rohaniah seorang ayah, kewibawaan dan pelayanan. Yesus termasuk anggota keluarga Yusuf dan hubungan itu diungkapkan dengan menggambarkan Yusuf sebagai ayah piara bahkan ayah Yesus yang sah.

Devosi kepada Santo Yusuf tidak dikenal gereja selama berabad-abad. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu kekhawatiran bahwa tekanan yang berlebihan pada kedudukan Yusuf dapat menimbulkan anggapan umum bahwa Yusuf adalah ayah kadung dari Yesus. Dalam praktek sekarang, Gereja menghormati Yusuf karena kekudusan dan martabat Maria sebagai Bunda Yesus, Putra Allah. Sri Paus Pius IX (1846- 1878) pada tanggal 8 Desember 1870 menetapkan Yusuf sebagai pelindung gereja universal. Dalam litani Santo Yusuf, yusuf dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh / karyawan, keluarga, para perawan, orang- orang sakit dan orang- orang yang telah meninggal. Ia juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani, pelindung para fakir miskin, para penguasa, bapa- bapa keluarga, imam- imam dan kaum religius serta pelindung para penziarah.

Pada tahun 1937, Sri Paus Pius XI (1922- 1939) mengangkat Santo Yusuf sebagai pelindung pujangga Gereja melawan komunisme ateistik. Dan pada tahun 1961, Sri Paus Yohanes XXIII (1958-1963) memilih Yusuf sebagai pelindung surgawi Konsili Vatikan II. Nama Yusuf sendiri mulai dimasukkan dalam kanon misa pada tahun 1962.

Pada abad ke delapan dan kesembilan, pada tanggal 19 Maret ditentukan sebagai hari raya utama santo Yusuf. Pada tahun 1955, Sri Paus Pius XII (1939- 1958) memaklumkan pesta Santo Yusuf pekerja yang dirayakan pada tanggal 1 Mei. Pesta ini menekankan martabat pekerjaan dan keteladanan Santo Yusuf sebagai pekerja dan untuk menyetakan kembali keikutsertaan Gereja dalam karya penyelamatan Allah.