Senin, 17 Maret 2031

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Bacaan Misa

Bacaan Pertama 2 Raja-Raja 5:1-15a

Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu." Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya." Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku." Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir. Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"

Mazmur Tanggapan Mazmur 42:2-3;43:3-4

(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bacaan Injil Lukas 4:24-30

Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Renungan

Tujuh Kali di Sungai Keruh

Naaman datang dengan gaya seorang panglima. Kuda, kereta, perak dan emas berpeti-peti. Ia sakit kusta, tetapi ia datang seakan mau membeli kesembuhan. Ia sudah membayangkan bagaimana nabi itu akan menyambutnya: keluar dengan hormat, menggerakkan tangan di atas lukanya, menyebut nama Tuhan dengan khidmat.

Tetapi Elisa bahkan tidak keluar menemuinya. Ia hanya mengirim pesan lewat suruhan: mandilah tujuh kali di Sungai Yordan. Naaman tersinggung. Sungai Yordan itu keruh dan kecil. Di negerinya ada sungai yang jauh lebih jernih. 'Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.'

Yang menyembuhkan Naaman akhirnya bukan kehebatannya, melainkan kesediaannya merendah. Pegawainya yang bijak berkata, 'Seandainya nabi menyuruh perkara yang sukar, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi ini, hanya mandi.' Naaman menurunkan gengsinya, turun ke sungai keruh itu tujuh kali, dan tubuhnya pulih seperti tubuh anak kecil.

Orang Jawa punya nasihat yang pas: aja rumangsa bisa, nanging bisaa rumangsa. Jangan merasa bisa, tetapi bisalah merasa. Naaman baru sembuh ketika ia berhenti merasa hebat.

Dalam Injil, Yesus mengingatkan bahwa dari sekian banyak penderita kusta di Israel, justru Naaman orang asing itu yang ditahirkan. Rahmat sering datang lewat pintu yang tidak kita sangka, dan menuntut kita membungkuk untuk masuk.

Perintah Tuhan mana yang kita tolak karena terasa terlalu sederhana?

Tuhan, turunkanlah gengsiku sampai aku berani mandi di sungai keruh yang Kautunjuk. Amin.

Invitatorium

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Senin Pekan Biasa III Prapaskah
Ya Allah, sudilah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Demi indahnya bumi,

Demi indahnya langit,

Demi cinta yang sejak lahir

Meliputi dan mengelilingi kami,
Tuhan semesta alam, kepada-Mu kami persembahkan

Madah pujian syukur ini.
Demi indahnya setiap jam

Siang dan malam,

Bukit dan lembah, pohon dan bunga,

Matahari dan bulan, serta bintang-bintang terang,
Tuhan semesta alam, kepada-Mu kami persembahkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita telinga dan mata,

Demi kegembiraan hati dan pikiran,

Demi harmoni mistis,

Menghubungkan indra dengan suara dan penglihatan;
Tuhan semesta alam, kepada-Mu kami persembahkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita kasih insani,

Saudara laki-laki, saudara perempuan, orang tua, anak,

Sahabat di bumi dan sahabat di surga,

Demi segala pikiran yang lembut dan halus;
Tuhan semesta alam, kepada-Mu kami persembahkan

Madah pujian syukur ini.
Demi setiap anugerah-Mu yang sempurna,

Yang begitu bebas Kau berikan kepada umat kami,

Rahmat insani dan ilahi,

Bunga-bunga bumi dan kuncup-kuncup surga.
Tuhan semesta alam, kepada-Mu kami persembahkan

Madah pujian syukur ini.

PSALMODI

Ant. 1 Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan.

Mazmur 50

Cinta sejati akan Allah

Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (lihat Matius 5:17).

I
Allah segala allah, Tuhan,

telah berfirman dan memanggil bumi,

dari terbitnya matahari sampai terbenamnya.

Dari Sion yang sempurna keindahannya Ia bersinar.

Allah kita datang, Ia tidak berdiam diri lagi.
Di hadapan-Nya api melahap,

di sekeliling-Nya badai mengamuk.

Ia memanggil langit dan bumi

untuk menyaksikan penghakiman-Nya atas umat-Nya.
“Kumpulkanlah di hadapan-Ku umat-Ku

yang telah mengadakan perjanjian dengan-Ku dengan kurban.”

Langit memberitakan keadilan-Nya,

sebab Allah sendiri adalah Hakim.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan.

Ant. 2 Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian.

II
“Dengarlah, umat-Ku, Aku akan berbicara;

Israel, Aku akan bersaksi melawanmu,

sebab Akulah Allahmu.

Aku menuduhmu, mengajukan dakwaan di hadapanmu.
Aku tidak menemukan kesalahan pada kurban-kurbanmu,

persembahan-persembahanmu selalu di hadapan-Ku.

Aku tidak meminta lebih banyak lembu jantan dari peternakanmu,

pun tidak kambing dari antara kawananmu.
Sebab Aku memiliki semua binatang di hutan,

ribuan binatang di bukit-bukit-Ku.

Aku mengenal semua burung di langit,

segala yang bergerak di padang adalah milik-Ku.
Sekiranya Aku lapar, Aku tidak akan memberitahumu,

sebab Aku memiliki dunia dan segala isinya.

Apakah engkau berpikir Aku makan daging lembu,

atau minum darah kambing?
Persembahkanlah kurban syukurmu kepada Allah

dan tunaikanlah nazar-nazarmu kepada-Nya.

Panggillah Aku pada hari kesusahan.

Aku akan membebaskanmu dan engkau akan memuliakan Aku.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian.

Ant. 3 Aku menginginkan hati yang penuh kasih lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran.

III
Tetapi Allah berfirman kepada orang fasik:

“Tetapi bagaimana engkau dapat mengucapkan perintah-perintah-Ku

dan mengambil perjanjian-Ku di bibirmu,

engkau yang menghina hukum-Ku

dan membuang firman-Ku ke angin,
engkau yang melihat pencuri dan pergi bersamanya;

yang bersekutu dengan pezina,

yang melepaskan mulutmu untuk kejahatan

dan lidahmu merencanakan kejahatan,
engkau yang duduk dan memfitnah saudaramu

dan memfitnah anak ibumu sendiri.

Engkau melakukan ini, dan haruskah Aku berdiam diri?

Apakah engkau berpikir bahwa Aku sama denganmu?
Perhatikanlah ini, hai kamu yang tidak pernah memikirkan Allah,

supaya Aku tidak menangkapmu dan engkau tidak dapat melarikan diri;

kurban syukur memuliakan Aku

dan Aku akan menunjukkan keselamatan Allah kepada orang yang jujur.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, terimalah kami sebagai kurban pujian, agar kami dapat menjalani hidup tanpa beban dosa, berjalan di jalan keselamatan, dan senantiasa bersyukur kepada-Mu.

Ant. Aku menginginkan hati yang penuh kasih lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berpalinglah dari dosa dan setialah kepada Injil.

Kerajaan Allah sudah dekat.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

24:1-18

Pengesahan perjanjian di Gunung Sinai
Tuhan berfirman kepada Musa, “Naiklah kepada Tuhan, engkau dan Harun, bersama Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel. Kamu semua harus menyembah dari kejauhan, tetapi Musa sendirilah yang harus mendekat kepada Tuhan; yang lain tidak boleh terlalu dekat, dan rakyat sama sekali tidak boleh naik bersama Musa.”
Ketika Musa datang kepada rakyat dan menceritakan segala firman dan ketetapan Tuhan, mereka semua menjawab dengan satu suara, “Segala yang telah difirmankan Tuhan akan kami lakukan.” Lalu Musa menuliskan segala firman Tuhan dan, bangun pagi-pagi keesokan harinya, ia mendirikan di kaki gunung sebuah mezbah dan dua belas tugu untuk dua belas suku Israel.
Kemudian, setelah menyuruh beberapa pemuda Israel untuk mempersembahkan kurban bakaran dan mengurbankan lembu-lembu muda sebagai kurban pendamaian kepada Tuhan, Musa mengambil separuh darah dan menaruhnya dalam mangkuk-mangkuk besar; separuh yang lain ia percikkan pada mezbah. Mengambil kitab perjanjian, ia membacanya dengan suara nyaring kepada rakyat, yang menjawab, “Segala yang telah difirmankan Tuhan, akan kami perhatikan dan lakukan.” Lalu ia mengambil darah dan memercikkannya pada rakyat, sambil berkata, “Inilah darah perjanjian yang telah dibuat Tuhan dengan kamu sesuai dengan segala firman-Nya ini.”
Musa kemudian naik bersama Harun, Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel, dan mereka melihat Allah Israel. Di bawah kaki-Nya tampak seperti lantai ubin safir, sejelas langit itu sendiri. Namun Ia tidak memukul orang-orang Israel pilihan ini. Setelah memandang Allah, mereka masih dapat makan dan minum.
Tuhan berfirman kepada Musa, “Naiklah kepada-Ku di gunung dan, sementara engkau di sana, Aku akan memberimu loh-loh batu yang di atasnya telah Kutuliskan perintah-perintah yang dimaksudkan untuk pengajaran mereka.” Maka Musa berangkat bersama Yosua, pembantunya, dan naik ke gunung Allah. Para tua-tua, bagaimanapun, telah diberitahu olehnya, “Tunggulah di sini untuk kami sampai kami kembali kepadamu. Harun dan Hur tinggal bersamamu. Jika ada yang mempunyai keluhan, biarlah ia menyampaikan masalah itu kepada mereka.”
Setelah Musa naik, awan menutupi gunung itu. Kemuliaan Tuhan menetap di Gunung Sinai. Awan itu menutupi gunung selama enam hari, dan pada hari ketujuh Ia memanggil Musa dari tengah-tengah awan. Bagi orang Israel, kemuliaan Tuhan terlihat seperti api yang melahap di puncak gunung. Tetapi Musa masuk ke tengah-tengah awan ketika ia naik ke gunung; dan di sana ia tinggal selama empat puluh hari empat puluh malam.

RESPONSORIUM Sirakh 45:5, 6; Kisah Para Rasul 7:38

Allah mengizinkan Musa mendengar suara-Nya dan membimbingnya ke dalam awan.

Berbicara kepada Musa muka dengan muka, Allah memberinya perintah-perintah-Nya, hukum yang membawa hidup dan pengetahuan, agar ia dapat mengajarkan ketetapan-ketetapan-Nya kepada Yakub dan ketetapan-ketetapan-Nya kepada Israel.
Dalam jemaat di padang gurun, hanya melalui Musa nenek moyang kita berkomunikasi dengan malaikat yang telah berbicara kepadanya di Gunung Sinai.

Berbicara kepada Musa muka dengan muka, Allah memberinya perintah-perintah-Nya, hukum yang membawa hidup dan pengetahuan, agar ia dapat mengajarkan ketetapan-ketetapan-Nya kepada Yakub dan ketetapan-ketetapan-Nya kepada Israel.
Bacaan Kedua

Dari Homili Santo Basilius Agung, Uskup

Hanya bermegah dalam Tuhan
Orang bijak tidak boleh bermegah dalam kebijaksanaannya, pun orang kuat dalam kekuatannya, pun orang kaya dalam kekayaannya. Lalu, apakah jenis kemegahan yang benar? Apakah sumber kebesaran manusia? Kitab Suci berkata: Orang yang bermegah harus bermegah dalam hal ini, bahwa Ia mengenal dan memahami bahwa Akulah Tuhan. Inilah kebesaran manusia, inilah kemuliaan dan keagungan manusia: untuk mengetahui kebenaran yang agung, untuk berpegang teguh padanya, dan untuk mencari kemuliaan dari Tuhan kemuliaan. Rasul memberitahu kita: Orang yang bermegah harus bermegah dalam Tuhan. Ia baru saja berkata: Kristus diangkat oleh Allah untuk menjadi hikmat kita, kebenaran kita, pengudusan kita, penebusan kita, sehingga, seperti yang tertulis, orang yang bermegah harus bermegah dalam Tuhan.
Bermegah dalam Allah adalah sempurna dan lengkap ketika kita tidak membanggakan kebenaran kita sendiri tetapi mengakui bahwa kita sama sekali tidak memiliki kebenaran sejati dan telah dibenarkan hanya oleh iman dalam Kristus.
Paulus bermegah dalam kenyataan bahwa ia menganggap rendah kebenarannya sendiri dan mencari kebenaran dalam iman yang datang melalui Kristus dan berasal dari Allah. Ia hanya ingin mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya serta bersekutu dalam penderitaan-Nya dengan mengambil rupa kematian-Nya, dengan harapan bahwa entah bagaimana ia dapat mencapai kebangkitan orang mati.
Di sini kita melihat semua kesombongan yang berlebihan direndahkan. Manusia, tidak ada lagi yang tersisa bagimu untuk dibanggakan, karena kemegahan dan harapanmu terletak pada mematikan segala yang adalah milikmu sendiri dan mencari kehidupan yang akan datang yang ada dalam Kristus. Karena kita memiliki buah sulungnya, kita sudah berada di tengah-tengahnya, hidup sepenuhnya dalam rahmat dan anugerah Allah.
Allahlah yang aktif di dalam kita, memberi kita baik kehendak maupun pencapaian, sesuai dengan tujuan-Nya yang baik. Melalui Roh-Nya, Allah juga mengungkapkan hikmat-Nya dalam rencana yang telah Ia tetapkan sebelumnya untuk kemuliaan kita.
Allah memberi kuasa dan kekuatan dalam pekerjaan kita. Aku telah bekerja lebih keras dari semua yang lain, kata Paulus, tetapi bukan aku melainkan rahmat Allah, yang menyertaiku.
Allah menyelamatkan kita dari bahaya di luar segala harapan manusia. Kami merasa dalam diri kami bahwa kami telah menerima hukuman mati, agar kami tidak percaya pada diri kami sendiri tetapi pada Allah, yang membangkitkan orang mati; dari bahaya yang begitu besar Ia menyelamatkan kami, dan menyelamatkan kami; kami berharap kepada-Nya, karena Ia akan menyelamatkan kami lagi.

RESPONSORIUM Kebijaksanaan 15:3; Yohanes 17:3

Mengenal Engkau, ya Allah, adalah mencapai kekudusan;

mengakui kuasa-Mu adalah sumber keabadian.
Inilah hidup yang kekal: mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Mengakui kuasa-Mu adalah sumber keabadian.

DOA PENUTUP

Semoga belas kasihan-Mu yang tak berkesudahan,

ya Tuhan, membersihkan dan melindungi Gereja-Mu,

dan karena tanpa Engkau ia tidak dapat berdiri teguh,

semoga ia selalu diatur oleh rahmat-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Madah

Sumber cahaya mulia

Yang menerangi dunia

Malam Kauhentikan sudah

Kauterbitkan fajar cerah.
Engkaulah terang sejati

Melebihi matahari

Dasar lubuk hati kami

Kausinari Kauselami
Terangilah diri kami

Ya Bapa yang murah hati

Dengan rahmat dan kasih-Mu

Agar selamat selalu
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Dalam ikatan Roh suci

Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 83 (84)

Betapa menyenangkan kediaman-Mu,*

ya Tuhan semesta alam!
Hatiku rindu mendambakan pelataran rumah Tuhan,*

jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit mendapat tempat,*

dan burung layang-layang bersarang di rumah-Mu.
Mereka meletakkan anak-anaknya dekat mezbah-Mu,*

yan Tuhan semesta alam, rajaku dan Allahku.
Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,*

yang selalu memuji Engkau.
Berbahagialah orang yang menimba kekuatan dari pada-Mu,*

yang suka berziarah ke rumah-Mu.
Lembah kering yang mereka lintasi,*

berubah menjadi sumber air berkat hujan pertama.
Mereka berjalan dari kota ke kota,*

hendak menghadap Allah di gunung Sion.
Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,*

condongkanlah telinga-Mu, ya Allah Yakub.
Lihatlah, ya Allah, raja agung,*

pandanglah raja yang Kauurapi.
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu,*

dari pada seribu hari di tempat lain.
Lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allah,*

dari pada diam di rumah orang berdosa.
Sebab Tuhan Allah adalah raja Yang Agung dan murah hati,*

Ia memberikan kasih dan kemuliaan.
Tuhan menganugerahkan kebahagiaan,*

kepada orang yang hidup tanpa cela.
Tuhan semesta alam,*

berbahagialah orang yang percaya kepada-Mu.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Yes 2,2-5
Pada akhir zaman, gunung Tuhan akan berdiri kokoh kuat,+

di antara puncak gunung-gemunung,*

dan menjulang tinggi di atas semua bukit.
Semua bangsa akan mengalir ke sana,*

dan banyak kaum akan datang seraya berkata:
“Mari kami berziarah ke gunung Tuhan,*

naik ke rumah Allah Yakub.
Semoga Ia menunjukkan jalan-Nya kepada kami,*

dan kami akan mengikuti bimbingan-Nya”.
Sebab dari gunung Sion lahirlah hukum,*

dan dari Yerusalem sabda Tuhan.
Tuhan akan menguasai semua bangsa,*

dan menghakimi sekalian rakyat.
Mereka akan menempa pedangnya menjadi cangkul,*

dan tombaknya menjadi sabit.
Bangsa yang satu takkan menghunus pedang lawan bangsa yang lain,*

dan mereka takkan lagi mengadakan latihan perang.
Hai keluarga Yakub, datanglah ke mari,*

marilah kami hidup dalam cahaya Tuhan.

Ant.2: Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Mazmur 95 (96)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!+

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!*

Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan,+

ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,*

dan karya-Nya Yang Agung di antara segala suku.
Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,+

Ia dahsyat melebihi segala dewata!*

Sebab dewa-dewa para bangsa sesunggguhnya tidak ada.
Tuhan yang menciptakan langit,+

agung dan semaraklah Ia,*

kekuatan dan kemuliaan memenuhi rumah-Nya yang Kudus.
Sampaikanlah kepada Tuhan, hai segala suku bangsa,+

sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa,*

serukanlah nama-Nya yang mulia.
Bawalah persembahan, masuklah di pelataran rumah-Nya,+

bersembahsujudlah kepada hadirat-Nya,*

gemetarlah di hadapan Tuhan, hai seluruh bumi.
Katakanlah di antara para bangsa: “Tuhanlah raja!+

Ia meneguhkan jagat, tak tergoyangkan,*

Ia menghakimi para bangsa dengan adil”.
Bersukalah langit, bergembiralah bumi!*

Bergemuruhlah lautan beserta isinya!
Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,*

bergembiralah segala pohon di hutan.
Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,*

Ia datang menghakimi dunia.
Ia akan menghakimi dunia dengan adil,*

dan para bangsa dengan tepat.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 2,12-13)
Berbicaralah dan bertindaklah sebagai orang yang akan dihakimi oleh hukum yang membebaskan. Sebab keputusan yang tak berbelaskasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelaskasihan. Tetapi belaskasihan akan menang atas keputusan itu.
Lagu Singkat
P: Terpujilah Tuhan,* Dari awal mula sampai selama-lamanya.

U: Terpujilah.

P: Sebab agunglah karya tangan-Nya.

U: Dari awal mula sampai selama-lamanya.

P: Kemuliaan.

U: Terpujilah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.

Doa Permohonan

Allah menempatkan manusia di dunia ini supaya bekerja sehati sejiwa demi kemuliaan Tuhan. Marilah kami berdoa dengan sungguh-sungguh dan berkata:

U: Semoga kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Allah, pencipta alam semesta, kami memuji Engkau, sebab Engkau telah mengaruniakan keperluan hidup setiap hari kepada kami,* dan Engkau memelihara jiwa kami sampai saat ini.

P: Pandanglah kami, yang hendak memulai pekerjaan harian kami,* supaya kami bekerja sesuai dengan kehendak-Mu.

P: Semoga usaha kami pada hari ini berguna bagi saudara-saudara kami,* sehingga kami bersama-sama membangun dunia yang berkenan pada-Mu.

P: Dampingilah kami dan semua orang yang akan kami jumpai hari ini,* dan anugerahilah kami sukacita dan damai.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Allah, raja surga dan dunia, bimbinglah dan Kuduskanlah, pimpinlah dan tuntunlah jiwa dan raga kami, hati dan tangan kami, perkataan dan perbuatan kami. Semoga kami selalu mentaati perintah-Mu dan bekerja menurut sabda-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN III SIANG

Madah

Engkau Tuhan Raja Mulia

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.
Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firman-Mu bertahan selama-lamanya,*

tetap teguh melebihi surga.
Kesetiaan-Mu berlaku turun-temurun,*

kokoh kuat melebihi bumi.
Firman dan kesetiaan-Mu tetap bertahan,*

segala-galanya mengabdi kepada-Mu.
Sekiranya hukum-Mu bukan kesayanganku,*

niscaya aku binasa dalam sengsaraku.
Untuk selamanya aku takkan melupakan sabda-Mu,*

sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.
Milik-Mulah aku, maka selamatkan daku,*

sebab aku selalu mengindahkan perintah-Mu.
Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*

tetapi aku memperhatikan ketetapan-Mu.
Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*

tetapi perintah-Mu sempurna tanpa batas.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku .

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*

jangan sekali-kali aku dikecewakan.
Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*

dengarkan dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku tempat berteduh,+

gua perlindungan yang aman,*

sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.
Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*

dari cengkeraman orang lalim dan bengis
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*

kepercayaanku sejak masa mudaku.
Kepada-Mulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,+

sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*

Engkau selalu kupuji.
Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*

tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.
Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*

memuliakan Dikau sepanjang hari.
Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*

jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.
Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*

orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:
“Allah telah meninggalkan dia,*

kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya”.
Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*

Allahku, segeralah menolong aku!

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap pada-Mu,*

dan meningkatkan pujian-Mu.
Aku menceritakan keadilan-Mu sepanjang hari,*

mewartakan karya keselamatan-Mu yang tak terduga.
Aku datang ke rumah Allah yang megah,*

untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.
Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*

dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaan-Mu.
Semoga juga pada masa tuaku,*

aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,
agar aku masih dapat mewartakan kekuasaan-Mu,*

kepada semua yang datang ke rumah-Mu yang megah.
Keadilan-Mu, ya Allah, menjangkau awan,+

karena Engkau melakukan perbuatan Yang Agung,*

ya Allah, siapakah menyamai Engkau?
Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*

namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.
Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*

menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.
Maka aku akan bersyukur kepada-Mu dengan iringan celempung,*

atas kesetiaan-Mu, ya Allahku.
Aku akan memetik kecapi bagi-Mu,*

Allah Israel yang Kudus.
Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagi-Mu,*

dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.
Dan juga lidahku akan menuturkan keadilan-Mu sepanjang hari,*

sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Bacaan singkat (2Kor 13,11)

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, berlakulah dengan sempurna, terbukalah bagi nasihat. Hendaklah Engkau sehati sejiwa, dan hiduplah dalam damai. Maka Allah, sumber kasih dan damai, akan menyertai Engkau.
P: Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar.

U: Telinga-Nya kepada seruan mereka.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusan-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

SENIN III SORE

Madah

Allah pencipta semesta

Yang mengatur segalanya

Siang Kauhiasi terang

Malam Kaujadikan tenang.
S’moga istirahat kami

Membuat kuat kembali

Jiwa raga yang tertekan

Oleh beban pekerjaan.
Hari mengayunkan langkah

Malam mendekatlah sudah

Kami menyanyikan lagu

Untuk bersyukur pada-Mu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Mazmur 122 (123)

Kepada-Mu kutengadahkan mataku,*

ya Tuhan, yang bersemayam di surga.
Seperti hamba memandang tuannya,*

dan sahaya memandang majikannya,
demikian kami memandang Tuhan Allah,*

sampai Ia mengasihani.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*

sebab sudah banyak kami dihina.
Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*

dan dihina orang yang sombong.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Ant.2: Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kami,*

ketika musuh bangkit melawan kami,
mereka pasti sudah menelan kami hidup-hidup,*

ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kami.
Air pasang pasti sudah menghanyutkan kami,*

dan sungai sudah melanda kami.
Kita pasti sudah tenggelam,*

ditelan banjir yang meluap-luap.
Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kami,*

menjadi mangsa mereka!
Kita terlepas dari mereka,*

seperti burung dari jerat penangkap.
Jerat telah putus,*

dan kamipun terlepas.
Penolong kami ialah Tuhan,*

yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.2: Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.3: Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Ef 1,3-10
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kami dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.
Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kami,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kami Kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.
Dengan cinta, Allah telah menentukan kami menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.
Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kami,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.
Dalam Kristus, kami telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kami,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kami.
Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kami,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.
Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 4,11-12)
Saudara-saudara, janganlah Engkau saling memfitnah! Barang siapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan main hakim atas hukum. Dan jika engkau main hakim atas hukum, maka engkau bukanlah pelaksana hukum, tetapi hakimnya. Padahal hanya ada satu pembuat hukum dan hakim, yaitu Allah yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Lagu Singkat
P: Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa.

U: Sembuhkanlah.

P: Aku berkata: Tuhan, kasihanilah aku.

U: Sebab aku telah berdosa.

P: Kemuliaan.

U: Sembuhkanlah.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

Doa Permohonan

Kristus hendak menyelamatkan semua manusia. Maka hendaklah kami berdoa kepada-Nya dengan tulus ikhlas:

U: Tariklah semua makhluk kepada-Mu, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Tuhan, sebab Engkau telah menebus kami dari perhambaan dosa dengan darah-Mu yang berharga,* kurniailah kami kebebasan dan kemuliaan putera Allah.

P: Curahkanlah rahmat-Mu kepada uskup kami… dan kepada semua uskup Gereja-Mu,* supaya mereka dengan semangat dan gembira hati melakukan tugas pengabdian mereka.

P: Bimbinglah semua orang yang mencari kebenaran, supaya mereka menemukannya juga,* dan tetap berpegang teguh padanya.

P: Tuhan, bantulah para yatim piatu, para janda dan semua orang yang kesepian,* supaya mereka mengalami kehadiran-Mu dan semakin berpaut pada-Mu.

P: Terimalah kiranya arwah saudara-saudara kami ke dalam Yerusalem surgawi,* di mana Engkau bersama Bapa dan Roh Kudus menjadi segala-galanya untuk semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau sudah selayaknya disebut cahaya yang tak kunjung pudar. Maka kami mohon kepada-Mu sore ini: terangilah kiranya kegelapan hati kami, dan dalam kemurahan-Mu lupakanlah kejahatan kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santa Gertrudis dari Nivelles

Pengaku Iman

Gertrudis adalah putri raja Pipin. Ia kemudian menjadi Abbas di biara yang didirikan oleh ibunya Santa Iduberga (pesta: 8Mei). Gertrudis adalah wanita terpelajar dan pembantu orang miskin. Santa pelindung persatuan suami- istri yang diancam perceraian dan orang- orang yang tergoda menjadi musuh satu sama lain.

Santo Patrisius

Uskup dan Pengaku Iman

Patrisius lahir di Inggris pada tahun 389. Ketika berusia 16 tahun, ia diculik oleh orang- orang Irlandia dan dibawa sebagai sandera ke Irlandia. Disana Patrisius dijual sebagai seorang budak. Perlakuan yang tidak manusiawi menimbulkan kebencian yang sangat besar terhadap bangsa Irlandia. Namun lama kelamaan ia menyadari arti penculikan atas dirinya sebagai suatu jalan Tuhan baginya untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Kesadarannya akan cinta kasih Kristus yang besar pada manusia perlahan- lahan menghilangkan kebenciannya kepada bangsa Irlandia. Ia kemudian mulai lebih mencintai bangsa Irlandia yang belum mengenal Kristus. Ia merasa prihatin akan cara hidup orang Irlandia yang kafir itu. Ia bertekad untuk membawa orang- orang Irlandia kepada Allah dengan berusaha mempertobatkan mereka.

Untuk melaksanakan tekadnya itu, ia berjuang meloloskan diri dari cengkraman hidup sebagai budak. Ketika perjuangan ini berhasil, ia pergi ke Gallia (sekarang: Perancis) untuk mengikuti pendidikan disana. Setelah menyelesaikan studinya, ia ditabhiskan menjadi imam. Tekadnya untuk mempertobatkan bangsa Irlandia mulai dilaksanakan. Ia kembali ke Irlandia sebagai seorang misionaris Kristus. Di sana ia kemudian di tabhiskan menjadi Uskup Irlandia. Ia berjuang keras untuk membawa bangsa kafir itu kepada pengenalan akan Kristus dan Injil. Dan dia berhasil dalam perjuangannya.

Pemimpin- pemimpin Irlandia yang masih kafir berhasil diyakinkannya dengan berbagai tanda ajaib. Panglima besar bersama seluruh anak buahnya ditobatkan dan dipermandikan. Pemuda- pemudi menyerahkan diri Yesus dengan mengikuti teladan Patrisius. Keberhasilan ini ditunjang dengan pembangunan sekolah- sekolah dan gereja- gereja di seluruh Irlandia. Patrisius dikenal sebagai seorang Uskup yang rendah hati dan memimpin umatnya dengan penuh kasih sayang. Ia meninggal dunia pada tahun 461.

Yusuf dari Arimatea

Murid Yesus

Yusuf dari Arimatea adalah seorang murid Yesus ([Mat 25:57]). Ia menjadi murid Yesus secara sembunyi- sembunyi karena takut pada orang- orang Yahudi ([Yoh 19:38]). Peranannya sebagai seorang murid Yesus terlihat sangat menonjol pada waktu ia meminta kepada Pilatus agar diijinkan menurunkan jenazah Yesus dari atas Salib dan menguburkan Yesus. Bersama Nikodemus (pMat 27: 57] 60; [Mrk 15: 42] 46; [Luk 23: 50] 53).

Di kalangan bangsa Yahudi, Yusuf Arimatea dikenal sebagai seorang yang baik dan benar ([Luk 23:50]) dan termasuk anggota Majelis Besar Sanhendrin. Meskipun demikian, ia tidak menyetujui keputusan Majelis itu untuk menghukum mati Yesus ([Luk 23:51]).