Minggu, 9 Maret 2031

Hari Minggu Prapaskah II

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kejadian 15:5-12,17-18

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Mazmur Tanggapan Mazmur 27:1,7-9,13-14

Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan Kedua Filipi 3:17-4:1

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Bacaan Injil Lukas 9:28b-36

Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

Renungan

Turun dari Gunung

Pernahkah Anda naik ke tempat tinggi lalu enggan turun? Udara sejuk, pemandangan luas, dunia di bawah terlihat kecil dan jauh. Rasanya ingin mendirikan tenda dan tinggal saja di situ.

Itu persis yang dirasakan Petrus di atas gunung. Wajah Yesus berubah, pakaian-Nya putih berkilau, Musa dan Elia menampakkan diri. Petrus, yang tidak tahu harus berkata apa, menawarkan sesuatu yang sangat manusiawi: 'Baiklah kami dirikan tiga kemah.' Ia ingin membekukan saat itu. Ia ingin tinggal di puncak selama-lamanya.

Tetapi awan datang, suara terdengar, 'Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia,' dan ketika semua reda, tampaklah Yesus tinggal seorang diri. Tidak ada kemah. Mereka harus turun. Sebab di kaki gunung ada Yerusalem, ada salib, ada tugas yang menunggu.

Bacaan Pertama membawa kita ke malam Abram. Tuhan mengajaknya keluar dan berkata, 'Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang.' Lalu janji itu turun: sebanyak itulah keturunanmu. Abram percaya, dan itu diperhitungkan sebagai kebenaran. Tetapi perhatikan, sesudah janji yang megah itu, yang datang justru 'gelap gulita yang mengerikan'. Iman tidak berhenti di bintang. Ia harus melewati malam.

Inilah benang merahnya. Baik Abram maupun para murid diberi sekilas kemuliaan, lalu diminta berjalan kembali ke dalam gelap sambil memegang janji itu. Cahaya di gunung bukan untuk dinikmati sendiri di puncak, melainkan untuk menjadi bekal di lembah.

Rasul Paulus, dalam Bacaan Kedua, mengingatkan ke mana arah pendakian yang sebenarnya. 'Kewargaan kita adalah di dalam sorga.' Tubuh kita yang hina ini kelak akan diubah serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Jadi Transfigurasi bukan pertunjukan sekali lewat. Ia adalah bocoran akhir cerita, foto masa depan kita sendiri. Apa yang para murid lihat sekilas di puncak itu adalah janji tentang tubuh kita sendiri kelak, ketika Kristus menyelesaikan seluruh pekerjaan-Nya dan memuliakan apa yang sekarang masih hina dan fana.

Maka setiap kali kita turun dari 'gunung', dari retret yang menyentuh, dari misa yang khusyuk, dari doa yang terasa dekat, kita tidak turun dengan tangan kosong. Kita membawa satu kalimat sebagai bekal: dengarkanlah Dia.

Ke lembah mana Tuhan sedang meminta kita turun minggu ini, sambil membawa serta cahaya yang sempat kita rasakan di puncak?

Tuhan Yesus, terima kasih untuk sekejap cahaya yang Kauberikan. Kuatkanlah aku menuruni gunung sambil memegang janji-Mu, sampai aku serupa dengan Engkau. Amin.

Invitatorium

MINGGU II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Prapaskah Kedua

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Pada hari ini, hari pertama,

Nama Allah Bapa kita puji;

Yang, Tuhan dan sumber ciptaan,

Dunia dari kegelapan Dia bawa.
Pada hari ini Putra kekal

Atas maut kemenangan-Nya raih;

Pada hari ini Roh datang

Dengan karunia api hidup-Nya.
Bapa, yang membentuk manusia

Serupa Allah dalam rencana kasih-Mu,

Penuhilah kami dengan kasih ilahi itu,

Dan sesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu.
Sabda yang menjadi daging, salam bagi-Mu!

Engkau telah membebaskan kami dari dosa,

Dan bersama-Mu kami mati dan bangkit

Kepada Allah dalam kurban.
Roh Kudus, Engkau menganugerahkan

Karunia kasih kepada setiap hati;

Berilah kami terang dan rahmat, kami mohon,

Penuhilah hati kami pada hari suci ini.
Allah, Tritunggal Mahakudus,

Semoga kehendak suci-Mu terlaksana;

Dalam sabda-Mu jiwa kami bebas.

Dan kami beristirahat pada hari ini bersama-Mu.

PSALMODI

Ant. 1 Tuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.

Mazmur 104

Nyanyian Pujian kepada Allah Sang Pencipta

Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Yang lama sudah lenyap, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).

I
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan Allah, betapa agung Engkau,

berpakaian keagungan dan kemuliaan,

terbungkus cahaya seperti jubah!
Engkau membentangkan langit seperti tenda.

Di atas hujan Engkau membangun kediaman-Mu.

Engkau menjadikan awan kereta-Mu,

dan berjalan di atas sayap angin;

Engkau menjadikan angin utusan-Mu

dan api yang menyambar hamba-Mu.
Engkau mendirikan bumi di atas dasarnya,

agar teguh dari zaman ke zaman.

Engkau membungkusnya dengan samudra seperti jubah:

air berdiri lebih tinggi dari gunung-gunung.
Atas ancaman-Mu mereka melarikan diri;

atas suara guntur-Mu mereka lari.

Mereka naik di atas gunung-gunung dan mengalir turun

ke tempat yang telah Engkau tentukan.

Engkau menetapkan batas yang tidak boleh mereka lewati

agar tidak kembali menutupi bumi.
Engkau membuat mata air memancar di lembah-lembah:

mereka mengalir di antara bukit-bukit.

Mereka memberi minum semua binatang di padang;

keledai liar memuaskan dahaga mereka.

Di tepi-tepinya berdiam burung-burung di langit;

dari dahan-dahan mereka menyanyikan lagu mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.

Ant. 2 Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.

II
Dari kediaman-Mu Engkau menyirami bukit-bukit;

bumi minum sampai kenyang dari karunia-Mu.

Engkau menumbuhkan rumput untuk ternak

dan tanaman untuk melayani kebutuhan manusia,
agar ia dapat mengeluarkan roti dari bumi

dan anggur untuk menyukakan hati manusia;

minyak, untuk membuatnya gembira

dan roti untuk menguatkan hati manusia.
Pohon-pohon Tuhan minum sampai kenyang,

pohon-pohon aras yang Dia tanam di Lebanon;

di sana burung-burung membangun sarang mereka:

di puncak pohon bangau memiliki rumahnya.

Kambing-kambing menemukan rumah di gunung-gunung

dan kelinci bersembunyi di bebatuan.
Engkau membuat bulan untuk menandai bulan-bulan;

matahari tahu waktu terbenamnya.

Ketika Engkau menyebarkan kegelapan, itu adalah malam

dan semua binatang hutan merayap keluar.

Singa-singa muda mengaum mencari mangsa mereka

dan meminta makanan mereka dari Allah.
Saat matahari terbit mereka menyelinap pergi

dan pergi beristirahat di sarang mereka.

Manusia pergi bekerja,

untuk bekerja sampai malam tiba.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.

Ant. 3 Tuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.

III
Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan!

Dalam hikmat Engkau telah membuat semuanya.

Bumi penuh dengan kekayaan-Mu.
Ada laut, luas dan lebar,

dengan gerombolan yang bergerak tak terhitung,

makhluk hidup besar dan kecil.

Kapal-kapal bergerak di sana

dan monster-monster yang Engkau buat untuk bermain.
Semua ini memandang kepada-Mu

untuk memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau memberikannya, mereka mengumpulkannya:

Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang.
Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka ketakutan;

Engkau mengambil kembali roh-Mu, mereka mati,

kembali ke debu dari mana mereka berasal.

Engkau mengutus roh-Mu, mereka diciptakan;

dan Engkau memperbarui wajah bumi.
Semoga kemuliaan Tuhan kekal selamanya!

Semoga Tuhan bersukacita dalam karya-Nya!

Dia memandang bumi dan bumi gemetar;

gunung-gunung mengeluarkan asap saat sentuhan-Nya.
Aku akan bernyanyi bagi Tuhan sepanjang hidupku,

membuat musik bagi Allahku selama aku hidup.

Semoga pikiran-pikiran ku menyenangkan bagi-Nya.

Aku menemukan sukacitaku dalam Tuhan.

Biarlah orang-orang berdosa lenyap dari bumi

dan orang-orang fasik tidak ada lagi.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, sebagaimana Engkau membuat mata air di lembah-lembah untuk membentuk aliran di antara gunung-gunung, demikian pula Engkau membuat aliran rahmat yang hidup mengalir dari para Rasul agar ajaran mereka membawa keselamatan bagi semua bangsa. Semoga kami memiliki pengetahuan praktis tentang ajaran mereka, taat pada perintah mereka, memperoleh pengampunan dosa-dosa kami melalui doa-doa mereka, dan akhirnya menerima upah kebahagiaan abadi.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Suara Bapa terdengar dari awan.

Inilah Putra-Ku terkasih; dengarkanlah Dia.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

13:17—14:9

Penyeberangan Laut Merah
Ketika Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan tanah Filistin, meskipun ini adalah yang terdekat; sebab Dia berpikir, jika bangsa itu melihat bahwa mereka harus berperang, mereka mungkin berubah pikiran dan kembali ke Mesir. Sebaliknya, Dia mengalihkan mereka menuju Laut Merah melalui jalan gurun. Dalam barisan perang, orang Israel berbaris keluar dari Mesir. Musa juga membawa tulang-tulang Yusuf, sebab Yusuf telah membuat orang Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa, ketika Allah datang kepada mereka, mereka akan membawa tulang-tulangnya bersama mereka.
Berangkat dari Sukot, mereka berkemah di Etam dekat tepi gurun. Tuhan mendahului mereka, pada siang hari dengan tiang awan untuk menunjukkan jalan, dan pada malam hari dengan tiang api untuk memberi mereka terang. Demikianlah mereka dapat melakukan perjalanan baik siang maupun malam. Baik tiang awan pada siang hari maupun tiang api pada malam hari tidak pernah meninggalkan tempatnya di depan bangsa itu.
Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa, “Beritahukanlah kepada orang Israel untuk berbalik dan berkemah di depan Pi-hahirot, antara Migdol dan laut. Kamu akan berkemah di depan Baal-Zefon, tepat di seberangnya, di tepi laut. Firaun kemudian akan berkata, ‘Orang Israel tersesat tanpa tujuan di tanah itu. Gurun telah menutup mereka.’ Demikianlah Aku akan membuat Firaun begitu keras kepala sehingga ia akan mengejar mereka. Demikianlah Aku akan menerima kemuliaan melalui Firaun dan seluruh pasukannya, dan orang Mesir akan tahu bahwa Akulah Tuhan.”
Ini dilakukan oleh orang Israel. Ketika dilaporkan kepada raja Mesir bahwa bangsa itu telah melarikan diri, Firaun dan para hambanya berubah pikiran tentang mereka. “Apa yang telah kita lakukan!” seru mereka. “Mengapa, kita telah melepaskan Israel dari pelayanan kita!” Maka Firaun menyiapkan kereta-keretanya dan mengumpulkan tentaranya—enam ratus kereta kelas satu dan semua kereta Mesir lainnya, dengan para prajurit di atas semuanya. Begitu keras kepala Tuhan telah membuat Firaun sehingga ia mengejar orang Israel bahkan ketika mereka berbaris pergi dalam kemenangan. Orang Mesir, kemudian, mengejar mereka; seluruh pasukan Firaun, kuda-kudanya, kereta-kereta dan kusir-kusirnya, menyusul mereka saat mereka berkemah di tepi laut, di Pi-hahirot, di depan Baal-Zefon.

RESPONSORIUM Mazmur 114:1, 2; Keluaran 13:21

Ketika Israel keluar dari Mesir, keluarga Yakub dari negeri asing,

Yehuda menjadi tempat kudus Allah, Israel wilayah-Nya.
Tuhan berjalan di depan mereka dalam tiang awan untuk menunjukkan jalan.

Yehuda menjadi tempat kudus Allah, Israel wilayah-Nya.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Leo Agung, Paus

Hukum diberikan melalui Musa, rahmat dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus
Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya di hadapan saksi-saksi pilihan. Tubuh-Nya seperti tubuh manusia lainnya, tetapi Dia membuatnya bersinar dengan kemegahan sedemikian rupa sehingga wajah-Nya menjadi seperti matahari dalam kemuliaan, dan pakaian-Nya seputih salju.
Alasan besar untuk transfigurasi ini adalah untuk menghilangkan skandal salib dari hati para murid-Nya, dan untuk mencegah penghinaan penderitaan sukarela-Nya mengganggu iman mereka yang telah menyaksikan kemuliaan yang melampaui yang tersembunyi.
Dengan tidak kurang pemikiran ke depan, Dia juga menyediakan dasar yang kokoh bagi harapan Gereja kudus. Seluruh tubuh Kristus harus memahami jenis transformasi yang akan diterimanya sebagai karunia-Nya. Anggota-anggota tubuh itu harus menantikan bagian dalam kemuliaan yang pertama kali menyala dalam Kristus, kepala mereka.
Tuhan sendiri telah berbicara tentang hal ini ketika Dia meramalkan kemegahan kedatangan-Nya: Kemudian orang-orang benar akan bersinar seperti matahari di kerajaan Bapa mereka. Rasul Paulus bersaksi tentang kebenaran yang sama ini ketika dia berkata: Aku menganggap bahwa penderitaan zaman sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan datang yang akan dinyatakan dalam kita. Di tempat lain dia berkata: Kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Ketika Kristus, hidupmu, dinyatakan, maka kamu juga akan dinyatakan bersama Dia dalam kemuliaan.
Keajaiban transfigurasi ini mengandung pelajaran lain bagi para rasul, untuk menguatkan mereka dan menuntun mereka ke dalam kepenuhan pengetahuan. Musa dan Elia, hukum dan para nabi, muncul bersama Tuhan dalam percakapan dengan-Nya. Ini adalah untuk memenuhi dengan tepat, melalui kehadiran kelima orang ini, teks yang mengatakan: Di hadapan dua atau tiga saksi setiap perkataan dikuatkan. Perkataan apa yang bisa lebih kokoh, lebih aman dasarnya, daripada perkataan yang diumumkan oleh terompet perjanjian lama dan baru, berbunyi selaras, dan oleh ucapan nubuat kuno dan ajaran Injil, dalam kesepakatan penuh satu sama lain?
Tulisan-tulisan kedua perjanjian saling mendukung. Cahaya transfigurasi mengungkapkan dengan jelas dan tak salah lagi Dia yang telah dijanjikan oleh tanda-tanda yang meramalkan-Nya di bawah selubung misteri. Seperti yang dikatakan Santo Yohanes: Hukum diberikan melalui Musa, rahmat dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus. Di dalam Dia janji yang dibuat melalui bayangan nubuat terungkap, bersama dengan makna penuh dari perintah-perintah hukum. Dialah yang mengajarkan kebenaran nubuat melalui kehadiran-Nya, dan memungkinkan ketaatan pada perintah-perintah melalui rahmat.
Dalam khotbah Injil suci semua harus menerima penguatan iman mereka. Tidak seorang pun boleh malu akan salib Kristus, melalui mana dunia telah ditebus.
Tidak seorang pun boleh takut menderita demi keadilan; tidak seorang pun boleh kehilangan kepercayaan pada upah yang telah dijanjikan. Jalan menuju istirahat adalah melalui kerja keras, jalan menuju kehidupan adalah melalui kematian. Kristus telah menanggung sendiri seluruh kelemahan kodrat manusia kita yang rendah. Jika demikian kita teguh dalam iman kita kepada-Nya dan dalam kasih kita kepada-Nya, kita memenangkan kemenangan yang telah Dia menangkan, kita menerima apa yang telah Dia janjikan.
Ketika tiba saatnya untuk menaati perintah-perintah atau menanggung kesulitan, kata-kata yang diucapkan oleh Bapa harus selalu bergema di telinga kita: Inilah Putra-Ku, yang terkasih, yang kepadanya Aku berkenan; dengarkanlah Dia.

RESPONSORIUM Ibrani 12:22, 24, 25; Mazmur 95:8

Kamu telah datang kepada Yesus, pengantara perjanjian baru. Jangan menolak untuk mendengarkan Dia.

Jika mereka yang menolak mendengarkan Dia yang memperingatkan mereka di bumi tidak luput dari hukuman, apalagi kita akan luput jika kita tidak mendengarkan Dia yang memperingatkan dari surga.
Hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu.

Jika mereka yang menolak mendengarkan Dia yang memperingatkan mereka di bumi tidak luput dari hukuman, apalagi kita akan luput jika kita tidak mendengarkan Dia yang memperingatkan dari surga.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang telah memerintahkan kami untuk mendengarkan Putra-Mu terkasih,

berkenanlah, kami mohon,

untuk memelihara kami secara batiniah dengan sabda-Mu,

agar, dengan penglihatan rohani yang dimurnikan,

kami dapat bersukacita melihat kemuliaan-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU II PAGI

Pembukaan: Antifon
Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kami.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tangan-Nya,
puncak gunungpun milik-Nya.
Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.
Dialah Allah kami, kami umat-Nya,
Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.
Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Antifon

Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kami.

Madah

Kami menghadap pada-Mu
Allah yang baik selalu
Hati kami hancur luluh
Kami menangis mengaduh.

Kami sungguh menyadari
Kedosaan diri kami
Namun kami tetap ingat
Akan Dikau sumber rahmat.

Ampunilah dosa kami
Yang sudah kami sesali
Semoga berkat restu-Mu
Kani bertobat selalu.

Kami mohon pada Tuhan
S’moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat Suci.
Amin.

Antifon 1

Tuhan bertindak dengan tangan kuat, tangan Tuhan Mahakuasa.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah Israel berkata:*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku,*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan Mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kami.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kami rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Antifon 1

Tuhan bertindak dengan tangan kuat, tangan Tuhan Mahakuasa.

Antifon 2

Ketiga pemuda menyanyikan madah dalam tanur api sambil memuliakan dan memuji Tuhan.

Dan 3 : 52-57

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+
dan bersemayam di atas singgasana,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*
kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*
kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

(Kemuliaan tidak diucapkan)

Antifon 2

Ketiga pemuda menyanyikan madah dalam tanur api sambil memuliakan dan memuji Tuhan.

Antifon 3

Pujilah Tuhan di angkasa raya yang gemilang.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempat-Nya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karya-Nya Yang Agung,*
pujilah Dia karena kemuliaan-Nya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Antifon 3

Pujilah Tuhan di angkasa raya yang gemilang.

Bacaan Singkat (Neh 8 : 9, 10)

Hari ini dibaktikan kepada Tuhan Allah kami.
Jangan berdukacita dan jangan menangis.
Sebab hari ini Suci bagi Tuhan.
Maka janganlah bersusah hati, karena sukacita Tuhan menguatkan kami.

Lagu Singkat
P: Kristus, Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.
U: Kristus…
P: Hati-Mu hancur luluh karena kedurhakaan kami.
U: Kasihanilah kami.
P: Kemuliaan…
U: Kristus…

Antifon Kidung

Tuhan kami Yesus Kristus menghancurkan kematian. Dengan Injil Ia menerangi kami dan memberi kami hidup abadi.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*
dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*
akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon Kidung

Tuhan kami Yesus Kristus menghancurkan kematian. Dengan Injil Ia menerangi kami dan memberi kami hidup abadi.

Doa Permohonan

Penebus kami telah menganugerahkan masa keselamatan ini kepada kami.
Marilah kami memuji Dia dan berkata:

U: Perbaruilah semangat kami, ya Tuhan.
P: Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,*
semoga kami pada hari ini berlaku sesuai dengan hidup baru itu.
P: Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,*
semoga kamipun selalu memperhatikan kepentingan umum.
P: Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,*
dan sekaligus mengharapkan persatuan dengan umat Suci-Mu di surga.
P: Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,*
agar kami dapat mengejar kesucian berkat bantuan-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa
untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Bapa surgawi, Engkau menyuruh kami mendengarkan Putera-Mu yang tercinta dan menyinari batin kami dengan sabda-Mu.
Murnikanlah hati kami dengan ajaran-Mu, supaya kami dapat menatap kemuliaan-Mu.
Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU II SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta Suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan Roh-Mu
Sekarang serta selalu.
Amin.

Antifon 1

Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaan-Mu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Antifon 1

Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Antifon 2

Di Israel nama Tuhan termasyhur.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel nama-Nya termasyhur.

Kemah-Nya berada di Salem,*
dan di Sion kediaman-Nya.

Dihancurkan-Nya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardik-Mu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Antifon 2

Di Israel nama Tuhan termasyhur.

Antifon 3

Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapan-Mu,*
terhadap hebatnya amarah-Mu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusan-Mu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujian-Mu,*
dan amarahnya menambah keluhuran-Mu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Antifon 3

Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.

Bacaan Singkat (1Tes 4 : 1, 7)

Saudara-saudara Engkau telah mendengar dari kami, bagaimana Engkau harus hidup agar berkenan kepada Allah.
Dan memang Engkau turuti.
Maka kami minta dan nasihati Engkau demi Tuhan Yesus: hendaklah Engkau melakukannya lebih sungguh-sungguh lagi.
Sebab Allah memanggil kami bukan untuk hidup cemar, melainkan untuk hidup Suci.

P: Berbahagialah mereka yang hidupnya tidak bercela.
U: Yang hidup menurut sabda Tuhan.

Doa Penutup

Bapa surgawi, Engkau menyuruh kami mendengarkan Putera-Mu yang tercinta dan menyinari batin kami dengan sabda-Mu.
Murnikanlah hati kami dengan ajaran-Mu, supaya kami dapat menatap kemuliaan-Mu.
Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sore

MINGGU II SORE I

Madah

Dengarkan Bapa ilahi
Doa dan jeritan hati
Yang kami panjatkan ini
Di masa Prapaska Suci.

Sungguh banyak dosa kami
Semua kami akui
Maafkanlah sembuhkanlah
Hati kami luka parah.

Semoga tubuh kamipun
Dengan tabah lagi tekun
Melatih tobat dan tapa
Dengan pantang dan puasa.

Kami mohon pada Tuhan
S’moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat Suci.
Amin

Antifon 1

Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudaranya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi.
Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus.

Mazmur 118 (119) : 105-112

Firman-Mu adalah pelita bagi langkahku,*
dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*
untuk memelihara ketetapan-Mu yang adil.

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*
hidupkan aku sesuai dengan firman-Mu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*
ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*
tetapi aku tidak lupa akan hukum-Mu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*
tetapi aku tidak menyimpang dari titah-Mu.

Kesaksian-Mu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*
dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendak-Mu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 1

Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudaranya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi.
Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus.

Antifon 2

Wajah-Nya bersinar laksana matahari, pakaian-Nya menjadi putih seperti kapas.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tangan-Mulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasih-Mu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapan-Mu terdapat sukacita berlimpah,*
pada-Mulah kebahagiaan selama-lamanya.

Antifon 2

Wajah-Nya bersinar laksana matahari, pakaian-Nya menjadi putih seperti kapas.

Antifon 3

Musa dan Elias berbicara dengan Yesus tentang maksud perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Flp 2 : 6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepada-Nya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa:*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3

Musa dan Elias berbicara dengan Yesus tentang maksud perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Bacaan Singkat (2Kor 6 : 1-4a)

Kami mendesak saudara: janganlah sia-siakan kurnia yang telah saudara peroleh dari Allah. Dalam Kitab Suci Allah bersabda:
“Pada masa yang tepat engkau akan Kudengarkan; pada hari keselamatan engkau akan Kutolong.”
Camkan, saudara-saudara, sekaranglah saat yang tepat itu, dan sekarang juga hari keselamatan itu!
Kami tidak memberi sandungan kepada siapapun juga, agar pelayanan kami jangan sampai dicela.
Sebaliknya, dalam segala hal kami bertindak sebagai pelayan Allah.

Lagu Singkat
P: Perhatikanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan,* Sebab kami berdosa di hadapan-Mu.
U: Perhatikanlah…
P: Dengarkanlah permohonan kami, ya Kristus.
U: Sebab kami berdosa di hadapan-Mu.
P: Kemuliaan…
U: Perhatikanlah…

Antifon Kidung

Terdengarlah suara dari awan: Inilah Putera kesayangan-Ku yang Kucintai. Dengarkanlah Dia.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon Kidung

Terdengarlah suara dari awan: Inilah Putera kesayangan-Ku yang Kucintai. Dengarkanlah Dia.

Doa Permohonan

Marilah kami memuliakan Tuhan kami Yesus Kristus, yang menjadi guru, teladan saudara kami.
Kepada-Nya kami mohon:

U: Hidupkanlah umat-Mu, ya Tuhan.
P: Ya Kristus, dalam segala-galanya Engkau serupa dengan kami, kecuali dalam hal dosa,
semoga kami bergembira dengan yang bergembira, dan menangis dengan yang menangis,*
agar cinta kasih kami semakin bertambah setiap hari.
P: Perkenankanlah kami mengabdi Engkau yang lapar dalam orang yang lapar,*
dan melayani Engkau yang haus dalam orang yang haus.
P: Engkau membangkitkan Lazarus dari kematian,*
semoga orang yang mati karena dosa, Kauhidupkan kembali karena iman dan tobat.
P: Semoga banyak orang mengikuti jejak-Mu dengan lebih teguh dan lebih sempurna,*
berkat teladan santa perawan Maria dan para kudus-Mu.
P: Semoga orang yang telah meninggal, bangkit kembali dalam kemuliaan-Mu,*
serta menikmati cinta kasih-Mu untuk selamanya.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa
untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Bapa surgawi, Engkau menyuruh kami mendengarkan Putera-Mu yang tercinta dan menyinari batin kami dengan sabda-Mu.
Murnikanlah hati kami dengan ajaran-Mu, supaya kami dapat menatap kemuliaan-Mu.
Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Fransiska Romana

Janda

Fransiska lahir di Roma pada tahun 1384. Orangtuanya Paulus dan Yakobella Buso, mendidiknya dengan sangat baik dalam iman Kristiani dan perhatian kepada orang-orang yang berada di lingkungan sekitar. Dengan begitu, Fransiska bertumbuh dewasa menjadi orang yang beriman dan penyayang orang-orang kecil. Cita-citanya adalah menjadi seorang biarawati. Tetapi karena suatu pertimbangan khusus, kedua orangtuanya menikahkan dia dengan seorang pemuda bangsawan bernama Lorenzo de Ponziani. Dari perkawinan ini, Fransiska dianugerahi beberapa orang anak. Hidup perkawinan mereka yang berlangsung selama 40 tahun lamanya diwarnai dengan saling pengertian dan cinta kasih yang mendalam. Prinsip hidup yang dipegangnya dengan teguh dalam menjalankan tugas sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga ialah: "Seorang istri dan ibu rumah tangga haruslah meninggalkan Allah di gereja dan mencari-Nya di dalam urusan-urusan rumah tangga dan dalam pengalaman hidup sehari-hari."

Hubungannya yang erat dengan Tuhan melalui doa-doanya menumbuhkan dalam dirinya suatu kepekaan dan keprihatinan besar pada kondisi hidup orang-orang miskin dan sakit. Karena itu, sambil menjalankan tugas sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga, ia bersama adik iparnya Vannoza senantiasa menyempatkan diri membantu dan mengunjungi orang-orang yang malang itu. Banyak hartanya diberikan kepada orang-orang itu. Selama masa kelaparan dan wabah penyakit pes merajalela di Roma pada tahun 1413, ia menyumbangkan harta kekayaannya kepada orang-orang miskin. Ia merombak sebagian rumahnya menjadi suatu rumah sakit untuk menampung orang-orang sakit yang terserang wabah pes. Untuk meringakan bebannya ia juga banyak meminta bantuan pada tetangga-tetangganya. Tetapi permintaan bantuan itu selalu ditanggapi dengan cara-cara yang menyakitkan hati.

Ketika terjadi perang di kota Roma, Lorenzo suaminya ditangkap dan diasingkan, tanah dan hartanya dijarah, dan anaknya yang sulung dibawa sebagai sandera. Peristiwa ini sungguh merupakan suatu pengalaman pahit bagi Fransiska. Ia menanggapi semuanya ini dengan tabah dan pasrah pada Tuhan, sambil tetap tinggal dirumahnya yang telah porak poranda itu. Sewaktu keadaan ini telah pulih kembali dan Lorenzo dan anaknya kembali ke rumah, Fransiska bersama beberapa rekannya mendirikan sebuah komunitas religius, semacam ‘kongregasi" untuk meningkatkan karya-karya amalnya. Komunitas religius ini berafiliasi pada Ordo Benediktin dan dibaktikan pada hidup doa dan karya-karya amal. Tentang kehidupan doa, Fransiska di kenal sebagai seorang pendoa, seorang mistika pada abad ke-15, dan model bagi ibu-ibu rumah tangga di Roma. Ia biasanya berdoa hingga jauh malam dan mengalami banyak penglihatan ajaib serta mendapat banyak rahmat istimewa.

Setelah Lorenzo meninggal dunia dan anak-anaknya meningkat dewasa. Fransiska masuk biara yang telah didirikannya. Ia diangkat menjadi pemimpin biara hingga hari kematiannya pada tanggal 9 Maret 1440. Dengan memperhatikan seluruh cara hidupnya dan berbagai penglihatan yang dialaminya, gereja menyatakannya sebagai Kudus pada tahun 1608.

Empat puluh Martir dari Sebaste

Diantara serdadu-serdadu Romawi ada sejumlah besar serdadu yang beragama Kristen. Mereka inilah yang menjadi perintis Injil Kristus dan saksi-saksi iman Kristiani di negeri-negeri yang jauh dari Roma.

Yang termasyur diantara mereka yang beragama Kristen itu adalah ‘Keempatpuluh serdadu dari Sebaste", negeri Armenia. Mereka adalah anggota Legiun XII, yang disebut Legio Fulminata, Pasukan Gerak Cepat. Pasukan ini ditempatkan jauh dari kota Sebaste di perbatasan kekaisaran Romawi. Tugas mereka sungguh berat karena harus menghadang gempuran dari suku-suku Timur yang terkenal ganas dan berani. Demi mencapai keberhasilan, komandan pasukan mewajibkan setiap serdadu mengambil bagian dalam upacara kurban kepada para dewa untuk memohon bantuan dan perlindungan. Kewajiban ini ditolak tegas oleh keempatpuluh serdadu yang beragama Kristen tersebut. Penolakan itu ditindak tegas oleh komandan pasukan. Sambil menantikan putusan hukuman mati dari wakil kaisar, mereka dipenjarakan dan dijaga dengan ketat.

Ketika itu musim dingin, keempatpuluh serdadu Kristen itu digiring ke sebuah danau yang sangat dingin airnya dan sudah membeku. Disana mereka ditelanjangi dan disuruh berbaring diatas air danau yang sudah membeku itu. Dalam penderitaan yang hebat itu, keempat puluh serdadu itu meminta bantuan Tuhan agar tetap teguh dalam imannya: "Ya Tuhan, kami percaya kepada-Mu. Kami disiksa karena iman kepada-Mu. Kiranya kami semua dapat dipermahkotai dalam kerajaan-Mu."

Seorang diantara mereka mutrad dari imannya karena tidak tahan terhadap penderitaan. Meskipun demikian ia pun tidak terhindar dari bahaya kematian. Ia juga dibunuh di atas tungku api sebagai kurban bakaran. Sementara itu, seorang serdadu yang bukan Kristen mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia melihat di langit tersedia 40 buah mahkota bagi keempatpuluh serdadu itu. Tigapuluh sembilan mahkota sudah dipakai oleh tigapuluh sembilan serdadu yang setiawan itu; sedangkan satu mahkota belum di pakai. Dalam terang Ilahi, mengertilah serdadu itu bahwa mahkota yang tidak dipakai itu disediakan baginya. Yakin akan penglihatan itu, ia segera membuka pakaiannya dan menggabungkan diri kembali dirinya dengan ke tigapuluh sembilan martir rekannya. Dengan demikian, genaplah kembali jumlah serdadu itu menjadi 40 orang. Mereka dengan gagah berani menanggung penderitaan karena kedinginan. Keesokan harinya, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup, semuanya diseret ke dalam api unggun hingga mati terbakar. Peristiwa ini terjadi pada tahun 320.

Santo Gregorius dari Nyssa

Uskup dan Bapa Gereja

Gregorius lahir di Kaesarea sekitar tahun 330. Keluarganya sungguh keluarga yang terberkati. Ibunya seorang martir. Dua orang kakaknya adalah Basilius Agung dan Petrus Sebaste, digelari Kudus oleh Gereja. Demikian juga Makrina, saudarinya yang tertua. Gregorius dikenal aktif di dalam masalah-masalah gereja dan berpengaruh besar di dalam beberapa Konsili dan sinode.

Ia dididik oleh kakaknya Basilius Agung. Kemudian ia menikah dengan Theosebia dan dianugerahi beberapa anak. Sebagai aktifis Gereja, ia diberi tugas sebagai lektor. Tetapi tugas suci ini ditinggalkannya karena mulai tertarik pada pekerjaan sebagai pengajar ilmu retorika. Pekerjaan inipun ditinggalkannya lagi karena dianggap tidak berkaitan sedikitpun dengan hal-hal keagamaan. Karena ketidakpuasannya itu dan lebih-lebih karena pengaruh kakaknya, ia kembali aktif di dalam tugas-tugas yang berkaitan dengan urusan-urusan keagamaan. Dalam menjalankan tugas itu, hatinya tergerak untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Ia lalu memutuskan untuk menjadi Imam. Pada masa itu, kehidupan selibat imam-imam belum menjadi suatu kewajiban dalam hukum gereja sehingga perkawinannya dengan Theosebia tidaklah menjadi halangan baginya untuk menerima tabhisan imamat.

Atas pengaruh dan bujukan kakaknya Basilius, ia kemudian di tabhiskan menjadi Uskup di Nyssa, wilayah propinsi Kapadokia, Asia kecil pada tahun 372. Dengan keahliannya dan imannya yang kokoh, ia menjadi seorang pembela ulung ajaran para Rasul terhadap rongrongan para penganut Arianisme. Karena itu atas desakan para pengikut Arianisme, Demothenes, gubernur propinsi Pontus, mengusir dia dari keuskupannya. Ia baru kembali memimpin keuskupannya setelah Demothenes meninggal dunia pada tahun 378.

Pada konsili di Antiokia pada tahun 379 yang diadakan untuk mengutuk kaum Arian dan kesalahan-kesalahan kaum Meletian, Gregorius tampil sangat menonjol dengan pandangan-pandangannya yang benar. Ia kemudian diutus oleh semua Uskup Timur untuk melawan kaum Arian yang menyebarkan ajaran-ajarannya yang salah di gereja-gereja Palestina dan Arab. Ketika berada di Palestina, ia terkejut dengan sikap-sikap tidak terpuji para penziarah yang mengunjungi tempat-tempat suci dimana Yesus lahir, hidup dan wafat. Ketidakpuasan dan kemarahannya dituangkan dalam tulisan-tulisannya. Di dalamnya ia mengingatkan semua orang Kristen untuk menaruh hormat pada tempat-tempat suci itu. Ia dengan tegas mengatakan bahwa kegiatan ziarah bukanlah jaminan untuk mendapatkan hidup suci dan tidak dengan sendirinya mendatangkan keselamatan bagi seorang penziarah.

Gregorius dikenal sebagai Bapa Gereja yang banyak menulis. Tulisan-tulisannya berisi pandangan-pandangan iman yang benar yang diperkuat pandangan filosofis yang berkembang pada masa itu. Tulisan-tulisannya yang berhubungan dengan Kitab Suci menggunakan metode allegoris yang dikembangkan oleh Origenes. Tulisannya tentang Trinitas dilukiskan dengan memanfaatkan teori ide-ide dari Plato. Khotbah-khotbah nya sangat disenangi banyak orang karena berisi pandangan-pandangan iman yang sesuai dengan ajaran para rasul. Pada konsili di Konstantinopel pada tahun 381, Gregorius ikut aktif memberi pandangan-pandangannya tentang ajaran iman yang benar. Ia dianggap sebagai tiang agung pengajaran iman yang benar. Ia meninggal pada tahun 394.