Jumat, 7 Maret 2031
Jumat I Prapaskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yehezkiel 18:21-28
Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik--apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Mazmur Tanggapan Mazmur 130:1-8
Bacaan Injil Matius 5:20-26
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Renungan
Tinggalkan Dulu Persembahanmu
Bayangkan seseorang sudah sampai di depan altar. Persembahan di tangan, hati sudah siap berdoa. Lalu tiba-tiba ia teringat: ada saudara yang menyimpan sakit hati kepadanya. Apa kata Yesus? 'Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu.'
Ini perintah yang mengganggu. Ibadah dihentikan di tengah jalan, demi seorang manusia. Seakan Tuhan berkata, 'Nanti dulu urusan-Ku, bereskan dulu urusanmu dengan saudaramu.'
Kita biasa berpikir sebaliknya. Kita kira asal rajin ke gereja, urusan dengan tetangga bisa belakangan. Yesus membalik urutannya. Sebab persembahan tidak akan naik kalau di bawah masih ada dendam yang mengganjal.
Bacaan Pertama meneguhkan. Melalui Yehezkiel, Tuhan berkata bahwa orang fasik yang berbalik akan hidup. Selalu ada jalan pulang. Selalu ada kesempatan berdamai, dengan Tuhan maupun dengan sesama.
Yang berat memang langkah pertama itu. Mendatangi orang yang kita hindari. Mengucapkan maaf lebih dahulu, padahal rasanya bukan kita yang salah. Tetapi justru di situ Prapaskah menjadi nyata. Bukan di lutut yang menekuk, melainkan di kaki yang melangkah menuju rumah saudara.
Adakah satu nama yang harus kita datangi sebelum kita merasa layak berdoa?
Tuhan, beri aku keberanian melangkah lebih dahulu. Amin.
Invitatorium
JUMAT I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Pertama Prapaskah
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.
Ant. Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.
Ant. 2 Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.
Ant. Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.
Ant. 3 Lidahku akan mewartakan kebaikan-Mu sepanjang hari.
Ant. Lidahku akan mewartakan kebaikan-Mu sepanjang hari.
BACAAN
RESPONSORIUM Keluaran 12:7, 13; 1 Petrus 1:18, 19
RESPONSORIUM Yesaya 53:12; Lukas 23:34
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Mazmur 50
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Yes 45,15-26
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Mazmur 99
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Bacaan Singkat: (Yes 53,11b-12)
Ant.Kidung: Kalau cara hidupmu tidak lebih suci dari pada cara hidup para ahli kitab dan kaum Farisi, kamu tidak akan masuk kerajaan surga.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Kalau cara hidupmu tidak lebih suci dari pada cara hidup para ahli kitab dan kaum Farisi, kamu tidak akan masuk kerajaan surga.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT I SIANG
Madah
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Mazmur 27 (29),1-3.6-9
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan Singkat: (Yer 3,12.14a)
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT I SORE
MADAH
Ant.1: Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Mazmur 40
Ant.1: Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Mazmur 45
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Why 15,3-4
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Bacaan Singkat: (Yak 5,16.19-20)
Ant.Kidung: Jika engkau membawa persembahan ke altar dan di situ engkau teringat, bahwa saudaramu sakit hati terhadapmu, maka tinggalkan persembahanmu di depan altar itu dan pergi berdamai dulu dengan saudaramu. Baru sesudah itu datanglah kembali untuk mempersembahkan kurbanmu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Jika engkau membawa persembahan ke altar dan di situ engkau teringat, bahwa saudaramu sakit hati terhadapmu, maka tinggalkan persembahanmu di depan altar itu dan pergi berdamai dulu dengan saudaramu. Baru sesudah itu datanglah kembali untuk mempersembahkan kurbanmu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Perpetua dan Filisitas
Martir
Kedua orang kudus ini hidup di Kartago, Afrika Utara. Perpetua adalah seorang ibu muda yang berusia 22 tahun. Ketika ia ditangkap karena imannya, ia sedang mengandung anaknya yang pertama. Felisitas adalah pelayan Perpetua. Ia juga ditangkap bersama dengan Perpetua.
Di dalam penjara, Perpetua diolok-olok oleh para serdadu kafir. Tetapi dengan tenang Perpetua berkata: "Sekarang adalah giliranku untuk menderita. Tetapi akan tiba saatnya aku akan berbagia, dan kamu yang akan menanggung penderitaan lebih besar daripada yang kualami sekarang ini."
Ayah Perpetua yang belum menjadi Kristen turut merasakan penderitaan yang dialami oleh anaknya. Ia datang ke penjara untuk membujuknya mutrad dari imannya. Ia dengan setia mengikuti Perpetua hingga ke pengadilan. Di sana ia dipukul oleh para serdadu dengan pukulan bertubi-tubi. Seperti ayahnya, Perpetua sungguh merasa sakit hati melihat perlakuan para serdadu terhadap ayahnya. Meskipun begitu, baginya mati karena Kristus lebih mulia daripada mutrad karena sayang kepada ayahnya.
Bersama dengan Perpetua dan Felisitas, banyak juga orang Kristen yang lain yang ditangkap dan dipenjarakan. Mereka senasib sepenanggungan di dalam penderitaan yang ditimpakan pada mereka. Mereka saling meneguhkan agar tidak seorang pun lemah imannya dan menjadi mutrad. Sementara itu di dalam penjara Perpetua mengalami suatu penglihatan ajaib. Seberkas cahaya surgawi bersinar terang benderang di ruang penjaranya. Di dalam cahaya itu, ia melihat dirinya bersama semua orang Kristen lainnya berarak memasuki kemuliaan surgawi.
Perpetua dan orang-orang Kristen lainnya dimasukkan ke dalam gelanggang binatang buas yang kelaparan. Di sana mereka di terkam dan di koyak-koyak pleh binatang-binatang buas itu hingga mati.