Minggu, 2 Februari 2031

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah

Pesta

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Maleakhi 3:1-4

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Mazmur Tanggapan Mazmur 24:7-10

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
"Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!"
Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
"Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Bacaan Kedua Ibrani 2:14-18

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Bacaan Injil Lukas 2:22-40

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Renungan

Lilin di Tangan Simeon

Waktu listrik padam, sebatang lilin kecil mengubah segalanya. Nyalanya tidak seberapa, goyah ditiup angin. Tetapi seisi rumah berkumpul mengelilinginya, dan gelap yang tadinya menakutkan berubah hangat. Aneh, bukan? Gelap sepekat apa pun tidak pernah sanggup memadamkan satu nyala kecil.

Pesta hari ini sejak dahulu disebut pesta lilin. Di banyak gereja, lilin diberkati dan diarak, sebab hari ini Terang itu sendiri masuk ke kenisah. Tahun ini pestanya jatuh tepat pada hari Minggu, sehingga seluruh umat merayakannya bersama. Empat puluh hari setelah Natal, Maria dan Yusuf membawa bayi Yesus ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan, dengan kurban orang sederhana: sepasang burung tekukur.

Maleakhi pernah bernubuat: dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya. Orang tentu membayangkan kedatangan yang gempar, dengan api pemurni dan sabun penatu. Yang terjadi justru sunyi. Seorang bayi digendong masuk, dan hampir tidak ada yang menoleh. Para imam sibuk. Peziarah lalu-lalang. Tuhan masuk ke rumah-Nya sendiri, dan rumah itu tidak mengenali-Nya.

Kecuali dua orang tua. Simeon, yang menantikan penghiburan bagi Israel entah sejak kapan. Dan Hana, delapan puluh empat tahun, yang siang malam berpuasa dan berdoa di bait Allah. Mata yang terlatih menanti akhirnya melihat apa yang dilewatkan mata yang tergesa. Iman memang lebih sering berupa kesetiaan yang panjang dan sepi daripada peristiwa yang gemuruh.

Simeon menatang bayi itu dan berkata tenang: sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripada-Mu. Surat Ibrani menjelaskan ketenangan itu. Yesus menjadi sama dengan kita justru untuk membebaskan mereka yang seumur hidup diperhamba oleh ketakutan akan maut. Orang yang sudah memegang Terang tidak lagi gentar pada gelap, bahkan gelap kematian.

Ada satu hal lagi dari lilin yang layak direnungkan: ia menerangi dengan menghabiskan dirinya. Penyerahan Yesus di kenisah hari ini adalah awal dari persembahan yang tuntas di salib. Dan setiap kita yang dibaptis pernah menerima lilin bernyala. Hidup kita pun dimaksudkan menjadi terang yang rela meleleh.

Hari ini, di tengah kenisah zaman kita masing-masing, masihkah kita menanti-nantikan Tuhan seperti Simeon dan Hana, atau kita sekadar lalu-lalang di rumah-Nya?

Tuhan Yesus, Terang para bangsa, taruhlah diri-Mu di tanganku seperti di tangan Simeon, dan jadikanlah hidupku lilin yang rela meleleh bagi-Mu. Amin.

Invitatorium

MINGGU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu dalam Waktu Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Pada hari ini, hari pertama,

Nama Allah Bapa kami puji;

Yang, Tuhan dan sumber ciptaan,

Membawa dunia dari kegelapan.
Pada hari ini Putra kekal

Mengalahkan maut dengan kemenangan-Nya;

Pada hari ini Roh datang

Dengan karunia api hidup-Nya.
Bapa, yang membentuk manusia

Serupa Allah dalam rencana kasih-Mu,

Penuhilah kami dengan kasih ilahi itu,

Dan sesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu.
Sabda yang menjadi daging, salam bagi-Mu!

Engkau telah membebaskan kami dari dosa,

Dan bersama-Mu kami mati dan bangkit

Kepada Allah dalam kurban.
Roh Kudus, Engkau menganugerahkan

Karunia kasih kepada setiap hati;

Berilah kami terang dan rahmat, kami mohon,

Penuhilah hati kami pada hari kudus ini.
Allah, Tritunggal Mahakudus,

Terjadilah kehendak-Mu yang kudus;

Dalam sabda-Mu jiwa kami bebas.

Dan kami beristirahat pada hari ini bersama-Mu.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Mazmur 24

Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya

Kristus membukakan surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,

dunia dan semua penghuninya.

Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;

di atas air Ia menjadikannya teguh.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menginginkan hal-hal yang sia-sia,

yang tidak bersumpah untuk menipu sesamanya.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Ia akan menerima berkat dari Tuhan

dan upah dari Allah yang menyelamatkannya.

Demikianlah orang-orang yang mencari Dia,

mencari wajah Allah Yakub.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Hai pintu-pintu gerbang, angkatlah kepalamu;

terangkatlah, hai pintu-pintu gerbang purbakala.

Biarlah Raja kemuliaan masuk!

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa, yang gagah perkasa,

Tuhan, yang gagah perkasa dalam perang.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Hai pintu-pintu gerbang, angkatlah kepalamu;

terangkatlah, hai pintu-pintu gerbang purbakala.

Biarlah Raja kemuliaan masuk!

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dialah Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ketika Putra-Mu dihukum secara tidak adil, ya Tuhan Allah, dan dikelilingi oleh orang-orang fasik, Ia berseru kepada-Mu, dan Engkau membebaskan-Nya. Jagalah umat-Mu sebagai harta hati-Mu dan bimbinglah langkah mereka di jalan yang aman agar mereka dapat melihat wajah-Mu.

Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Ant. 2 Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Mazmur 66

Nyanyian Ekaristi

Tuhan telah bangkit dan semua orang telah dibawa oleh-Nya kepada Bapa (Hesychius).
I
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.

Persembahkanlah pujian yang mulia kepada-Nya.

Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyat perbuatan-Mu!

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Karena kebesaran kekuatan-Mu

musuh-musuh-Mu gemetar di hadapan-Mu.

Di hadapan-Mu seluruh bumi akan sujud;

akan bernyanyi bagi-Mu, bernyanyi bagi nama-Mu!”

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Datanglah dan lihatlah perbuatan Allah,

dahsyat perbuatan-Nya di antara manusia.

Ia mengubah laut menjadi tanah kering,

mereka menyeberangi sungai dengan kaki kering.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Maka biarlah sukacita kita ada di dalam Dia;

Ia memerintah selama-lamanya dengan kekuatan-Nya.

Mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa;

janganlah pemberontak bangkit melawan Dia.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Hai bangsa-bangsa, berkatilah Allah kita,

biarlah suara pujian-Nya bergema,

dari Allah yang memberi hidup kepada jiwa kita

dan menjaga kaki kita agar tidak tersandung.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Sebab Engkau, ya Allah, telah menguji kami,

Engkau telah menguji kami seperti perak diuji:

Engkau menuntun kami, ya Allah, ke dalam jerat;

Engkau meletakkan beban berat di punggung kami.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Engkau membiarkan orang-orang menginjak-injak kepala kami;

kami melewati api dan air

tetapi kemudian Engkau memberi kami kelegaan.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.

Ant. 3 Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

II
Kurban bakaran kubawa ke rumah-Mu;

kepada-Mu aku akan membayar nazarku,

nazar yang telah kuucapkan dengan bibirku,

yang kuucapkan dengan mulutku dalam kesesakanku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Aku akan mempersembahkan kurban bakaran dari hewan gemuk

dengan asap domba jantan yang terbakar.

Aku akan mempersembahkan lembu jantan dan kambing.

Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Datanglah dan dengarkanlah, hai semua yang takut akan Allah.

Aku akan menceritakan apa yang Ia lakukan bagi jiwaku:

kepada-Nya aku berseru dengan nyaring,

dengan pujian yang tinggi siap di lidahku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Jika ada kejahatan di hatiku,

Tuhan tidak akan mendengarkan.

Tetapi sungguh Allah telah mendengarkan;

Ia telah memperhatikan suara doaku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Terpujilah Allah yang tidak menolak doaku

maupun menahan kasih-Nya dariku.

Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa yang Mahakuasa, dalam kematian dan kebangkitan Putra-Mu sendiri Engkau membawa kami melalui air baptisan ke pantai kehidupan baru. Melalui air itu dan api Roh Kudus Engkau telah memberi setiap kami penghiburan. Terimalah kurban pujian kami; semoga hidup kami menjadi persembahan total kepada-Mu, dan semoga kami layak memasuki rumah-Mu dan di sana bersama Kristus memuji kuasa-Mu yang tak pernah gagal.

Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Sabda Allah hidup; itu menusuk hati.

Itu menusuk lebih tajam daripada pedang bermata dua.

BACAAN

Bacaan Pertama

Permulaan surat pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika

1:1—2:12

Perhatian Paulus terhadap jemaat di Tesalonika
Dari Paulus, Silwanus, dan Timotius, kepada jemaat di Tesalonika yang adalah milik Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Rahmat dan damai sejahtera menyertai kamu.
Kami senantiasa mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan kami mengingat kamu dalam doa-doa kami, sebab kami senantiasa mengingat di hadapan Allah dan Bapa kita bagaimana kamu membuktikan imanmu, dan bekerja dalam kasih, dan menunjukkan ketekunan pengharapan dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
Kami tahu juga, saudara-saudara yang dikasihi Allah, bagaimana kamu dipilih. Pemberitaan Injil kami terbukti bukan hanya sekadar kata-kata bagimu tetapi juga kuasa; itu dilakukan dalam Roh Kudus dan dari keyakinan penuh. Kamu tahu sebaik kami bagaimana kami terbukti seperti apa ketika, saat masih di antara kamu, kami bertindak demi kamu. Kamu, pada gilirannya, menjadi peniru kami dan Tuhan, menerima firman meskipun menghadapi cobaan besar, dengan sukacita yang datang dari Roh Kudus. Demikianlah kamu menjadi teladan bagi semua orang percaya di Makedonia dan Akhaya.
Firman Tuhan telah bergema dari kamu dengan nyaring. Ini benar tidak hanya di Makedonia dan Akhaya; di seluruh wilayah imanmu kepada Allah dirayakan, yang membuat kami tidak perlu mengatakan apa-apa lagi. Orang-orang di daerah-daerah itu melaporkan jenis penerimaan apa yang kami dapatkan darimu, dan bagaimana kamu berbalik kepada Allah dari berhala-berhala, untuk melayani Dia yang adalah Allah yang hidup dan benar dan untuk menantikan dari surga Putra yang Ia bangkitkan dari antara orang mati—Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Kamu tahu betul, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antara kamu tidak tanpa efek.
Baru saja dari penghinaan yang kami derita di Filipi—tentang mana kamu tahu—kami mendapat keberanian dari Allah kami untuk memberitakan kabar baik-Nya kepadamu di tengah-tengah perlawanan besar. Nasihat yang kami berikan tidak berasal dari penipuan atau motif yang tidak murni atau segala jenis tipu daya; melainkan, setelah memenuhi ujian yang diberikan kepada kami oleh Allah, sebagai orang-orang yang dipercayakan dengan kabar baik, kami berbicara seperti orang-orang yang berusaha menyenangkan Allah, “penguji hati kami,” daripada manusia.
Kami tidak bersalah, seperti yang kamu tahu, atas kata-kata sanjungan atau keserakahan dengan dalih apa pun, seperti Allah adalah saksi kami! Kami juga tidak mencari kemuliaan dari manusia, kamu atau orang lain, meskipun kami bisa saja bersikeras pada kepentingan kami sendiri sebagai rasul Kristus.
Sebaliknya, ketika kami berada di antara kamu, kami selembut ibu yang menyusui yang membelai anak-anak kecilnya. Kami begitu baik hati kepadamu, bahkan, sehingga kami ingin berbagi denganmu tidak hanya kabar baik Allah tetapi juga hidup kami sendiri, begitu berharganya kamu bagi kami.
Kamu harus ingat, saudara-saudara, usaha dan jerih payah kami: bagaimana kami bekerja siang dan malam sepanjang waktu kami memberitakan kabar baik Allah kepadamu agar tidak membebani kamu dengan cara apa pun. Kamu adalah saksi, seperti Allah sendiri, betapa lurus, adil, dan tak bercela perilaku kami terhadap kamu yang adalah orang percaya. Kamu juga tahu bagaimana kami menasihati setiap kamu, seperti seorang ayah menasihati anak-anaknya—bagaimana kami mendorong dan memohon kepadamu untuk menjadikan hidupmu layak bagi Allah yang memanggilmu ke kerajaan dan kemuliaan-Nya.

RESPONSORIUM Lihat 1 Tesalonika 1:9; 3:12, 13

Allah telah membawa kamu kembali kepada diri-Nya, untuk melayani Allah yang hidup dan benar, dan untuk menantikan hari ketika Putra-Nya Yesus turun dari surga, Putra yang Ia bangkitkan dari antara orang mati,

Yesus yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Semoga Allah membuat hati kamu melimpah dengan kasih, dan semoga Ia meneguhkan hati kamu dalam kekudusan untuk hari ketika Tuhan kita Yesus Kristus datang.

Yesus yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Bacaan Kedua

Dari surat kepada Jemaat di Smirna oleh Santo Ignatius dari Antiokhia, uskup dan martir

Kristus telah memanggil kita ke dalam kerajaan dan kemuliaan-Nya
Dari Ignatius, yang dikenal sebagai Teoforus, kepada Jemaat Allah Bapa dan Yesus Kristus, yang dikasihi-Nya, di Smirna di Asia, semoga kamu semua bersukacita dalam roh yang murni dan Sabda Allah. Oleh belas kasihan-Nya kamu telah memenangkan setiap karunia dan tidak kekurangan apa pun, dipenuhi dengan iman dan kasih, dikasihi Allah dan berbuah dalam kekudusan.
Aku merayakan kemuliaan Yesus Kristus sebagai Allah, karena Dialah yang bertanggung jawab atas hikmatmu, sadar betul akan kesempurnaan imanmu yang tak tergoyahkan. Kamu seperti orang-orang yang telah dipakukan tubuh dan jiwa pada salib Yesus Kristus, diteguhkan dalam kasih oleh darah-Nya.
Mengenai Tuhan, kamu dengan teguh percaya bahwa Ia berasal dari keturunan Daud menurut daging, tetapi Putra Allah oleh kehendak dan kuasa Allah; sungguh lahir dari Perawan dan dibaptis oleh Yohanes, agar semua kebenaran digenapi; sungguh dipakukan pada salib dalam daging demi kita di bawah Pontius Pilatus dan Herodes Tetrark, dan dari penderitaan-Nya yang paling diberkati kita adalah buahnya. Dan demikianlah, oleh kebangkitan-Nya Ia mengangkat panji di atas orang-orang kudus dan orang-orang beriman-Nya untuk selama-lamanya (baik Yahudi maupun bukan Yahudi) dalam satu tubuh Gereja-Nya. Sebab Ia menanggung semua ini bagi kita, demi keselamatan kita; dan Ia sungguh menderita, dan sama sungguhnya bangkit dari antara orang mati.
Adapun aku sendiri, aku yakin bahwa Ia bersatu dengan tubuh-Nya bahkan setelah kebangkitan. Ketika Ia mengunjungi Petrus dan para sahabatnya, Ia berkata kepada mereka: Peganglah Aku, sentuhlah Aku dan lihatlah bahwa Aku bukan roh tanpa tubuh. Segera mereka menyentuh-Nya dan percaya, memegang tubuh-Nya dan roh-Nya sendiri. Dan karena alasan ini mereka meremehkan kematian dan mengalahkannya. Selain itu, setelah kebangkitan-Nya, Tuhan makan dan minum bersama mereka seperti manusia sejati, meskipun dalam roh Ia bersatu dengan Bapa-Nya. Maka aku memberikan instruksi serius kepadamu tentang hal-hal ini, yang terkasih, meskipun aku sadar bahwa kamu percaya demikian.

RESPONSORIUM Galatia 2:19-20

Melalui hukum Taurat, aku telah mati bagi hukum Taurat untuk hidup bagi Allah; aku masih hidup dalam tubuh manusia ini, tetapi aku hidup sekarang oleh iman dalam Putra Allah,

yang mengasihi aku, dan menyerahkan diri-Nya bagiku.
Bersama Kristus aku telah dipakukan pada salib, dan aku hidup sekarang bukan lagi hidupku sendiri, tetapi hidup Kristus yang hidup di dalam aku.

Yang mengasihi aku, dan menyerahkan diri-Nya bagiku.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Anugerahkanlah kepada kami, ya Tuhan Allah kami,

agar kami dapat menghormati-Mu dengan segenap akal budi kami,

dan mengasihi setiap orang dalam kebenaran hati.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan mengucap syukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Ant.2: Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.

Dan 3,52-57

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam baitMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaanMu,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+
dan bersemayam di atas singgasana,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

(Kemuliaan tidak diucapkan)

Ant.2: Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.

Ant.3: Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempatNya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasaNya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karyaNya yang agung,*
pujilah Dia karena kemuliaanNya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Ant.3: Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.

Bacaan Singkat (2Tim 2,8.11-13)

Ingatlah bahwa Tuhan Yesus Kristus, putera Daud, telah bangkit dari alam maut. Benarlah perkataan ini: Jika kita mati dengan Dia, kita akan hidup dengan Dia; jika kita bertahan, kita akan ikut memerintah. Jika kita mengingkari Dia, Diapun akan mengingkari kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Ia tidak dapat mengingkari diriNya.

Lagu Singkat

P: Kami akan memuji Engkau, ya Allah,* Dan menyerukan namaMu. U: Kami. P: Kami akan mewartakan karyaMu yang agung. U: Dan menyerukan namaMu. P: Kemuliaan. U: Kami.

Ant.Kidung (Mi IV): Orang kagum akan pengajaran Yesus, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Orang kagum akan pengajaran Yesus, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa.

Doa Permohonan

Allah yang mahakuasa dan mahabaik sungguh mencintai kita dan mengetahui apa yang kita perlukan. Marilah kita membuka hati bagi Allah, memuji Dia dan berkata:
U: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, kami berharap padaMu.
P: Kami memuji Engkau, raja semesta alam, sebab Engkau memanggil kami, orang yang sesat dan berdosa,* untuk mengenal dan mengabdi Engkau, Allah yang benar.
P: Engkau telah membuka pintu kemurahanMu bagi kami, ya Allah,* semoga kami tak pernah menyimpang dari jalan kehidupan.
P: Kami merayakan kebangkitan PuteraMu yang tercinta,* semoga kami sepanjang hari dipenuhi dengan kegembiraan rohani.
P: Kurniakanlah, ya Tuhan, semangat doa kepada umat beriman,* supaya dalam segala-galanya kami tetap mengucap syukur kepadaMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU IV SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Bacaan singkat (Kid 8,6b-7)

Kuat bagaikan mautlah cinta, gigih laksana pratalalah cemburu. Nyalanya ibaratkan nyala api, bagaikan pijar Tuhan. Air yang banyak tidak kuasa memadamkan cinta, tiadapun sungai-sungai dapat menghanyutkannya.

P: Aku cinta padaMu ya Tuhan, kekuatanku.
U: Tuhanlah pelindung dan pembelaku.

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU IV SORE II

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.

Ant.2: Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.

Mazmur 111 (112)

Berbahagialah orang takwa,*
yang sangat suka akan perintah Tuhan.

Anak cucunya akan berkuasa di bumi,*
keturunan orang jujur akan diberkati.

Rumah tangganya makmur dan sejahtera,*
kebaikannya tetap selama-lamanya.

Tuhan yang adil, pengasih dan penyayang,*
menjadi cahaya dalam kegelapan bagi orang yang lurus.

Orang baik menaruh belaksihan dan memberi pinjaman,*
ia melakukan urusannya penuh tanggung jawab.

Orang jujur tidak pernah akan goyah,*
ia akan dikenang selama-lamanya.

Ia tidak gentar akan kabar buruk,*
hatinya teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Hatinya tenang, ia tidak takut,*
ia bersukacita karena mengalahkan musuh.

Dengan murah hati ia memberi derma kepada orang miskin,+
kebaikannya tetap selama-lamanya,*
kekuatannya tiada bandingnya.

Orang jahat melihatnya dan sakit hati,+
menggertakkan gigi, merana dan hancur lebur,*
usaha orang berdosa akan gagal.

Ant.2: Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.

Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.

Bacaan singkat (Ibr 12,22-24)

Kamu sudah datang ke gunung Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kamu masuk ke dalam kumpulan meriah ribuan malaikat, ke dalam jemaat anak-anak sulung yang namanya terdaftar di surga. Kamu sudah datang kepada Allah, hakim semua orang, kepada arwah orang-orang kudus dan kepada Yesus, pengantara perjanjian baru. DarahNya menyucikan kita dan berseru lebih nyaring dari pada darah Habel.

Lagu Singkat

P: Agunglah Tuhan kita,* Dan amat besarlah kekuasaanNya. U: Agunglah. P: HikmatNya tak terduga dalamnya. U: Dan amat besarlah kekuasaanNya. P: Kemuliaan. U: Kristus.

Ant.Kidung (Mi IV): Semua heran karena kata-kata yang keluar dari mulut Allah.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Semua heran karena kata-kata yang keluar dari mulut Allah.

Doa Permohonan

Setiap pemberian yang baik datang dari atas, diturunkan oleh Allah. Maka hendaklah kita bergembira dalam Tuhan dan berdoa dengan tekun:
U: Tuhan, kabulkanlah doa kami.
P: Bapa semesta alam dan Tuhan kami, Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia supaya namaMu dimuliakan di mana-mana,* teguhkanlah penyaksian GerejaMu di antara para bangsa.
P: Semoga kami terbuka bagi pewartaan para rasul,* dan hidup sesuai dengan kebenaran iman kami.
P: Engkau mencintai orang yang benar,* belalah perkara orang yang diperlakukan tidak adil.
P: Bebaskanlah para tawanan, terangilah orang buta,* bantulah orang yang diperas, lindungilah orang asing.
P: Penuhilah keinginan orang yang berpulang dalam damaiMu,* dan hantarkanlah mereka kepada kebangkitan berkat jasa PuteraMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Beata Eugenia de Smet

Perawan

Puteri kebangsaan Perancis ini lahir pada tahun 1825 dan dikenal sebagai pembina tarekat suster-suster Pembantu jiwa-jiwa di api penyucian. Sejak berusia 17 tahun, ia sudah berniat mengabdikan dirinya bagi kemuliaan Tuhan. Ia bersedia dan rela menerima penyelenggaraan Ilahi atas dirinya dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, kendatipun kehendak Allah berat baginya.

Sesudah menerima Komuni Kudus pada hari peringatan jiwa-jiwa di Api Penyucian tahun 1853, ia merasakan dalam hatinya suatu gejolak batin yang luar biasa kuatnya: Ia merasa mendapat panggilan Allah untuk membina suatu tarekat baru bagi suster-suster yang khusus mengabdikan diri bagi kepentingan jiwa-jiwa yang masih bergulat dengan penderitaan di api penyucian dengan doa dan tapa serta pekerjaan amal kasih. Gejolak hati itu tak tertahankan. Namun ia masih juga merasa ragu-ragu akan panggilan Ilahi itu. Guna mendapatkan kepastian akan pentingnya mendirikan tarekat itu dan agar tarekat itu tidak didirikan atas dorongan emosional perorangan belaka, ia meminta kepada Tuhan lima buah tanda sebagai petunjuk perihal apa yang dikehendaki-Nya dari padanya. Tuhan mengabulkan permohonannya itu selama 2 tahun awal karyanya.

Kecuali itupun, ia meminta petunjuk dari Santo Maria Vianney, Pastor Ars yang pada waktu itu sudah masyur namnya karena berbagai karunia yang luar biasa yang diberi Allah kepadanya. Kepada Eugenia, Pastor Ars yang Kudus itu mengatakan bahwa pendirian tarekat baru yang diusulkan berkenan kepada Allah dan sangat berguna bagi pembebasan jiwa-jiwa di api penyucian. Kata- kata Yohanes memberinya peneguhan untuk memulai karya agung itu.

Dengan ijin Uskup Agung Paris, rumah biara pertama tarekat itu dibangunnya di Paris pada tahun 1856. Sejak itu ia mengganti namanya dengan nama baru: Maria, Puteri Penyelenggara Ilahi, karena segala yang terjadi atas dirinya adalah atas penyelenggaraan Ilahi Allah. Kepercayaannya akan Penyelenggaraan Ilahi tak pernah mengecewakan dia. Dalam beberapa tahun, tarekat Pembantu jiwa- jiwa di Api Penyucian tersebar ke seluruh dunia: Eropa, Amerika dan Asia. Akan tetapi kemajuan ini tidak tercapai tanpa mengarungi sengsara. Banyak salib penderitaan yang ditanggungnya: ia terserang penyakit kanker, fitnahan dan olokan. Meskipun demikian, semuanya itu ditanggungnya dengan sabar penuh iman sambil tetap bersemangat melaksanakan tugasnya. Bapa pengakuannya sendiri bersusah payah mengendalikan dia agar tidak terlalu giat sementara ia dalam keadaan sakit. Namun ibu Maria toh tidak dikekang semangat pengabdiannya, karena ia yakin bahwa Tuhan menyertainya.

Setelah menerima Sakramen sakramen terakhir dari tangan Pater Petrus Olivaint, yang beberapa bulan kemudian mati sebagai martir di Tiongkok, Ibu Maria wafat dengan tenang pada tanggal 7 Februari 1872. Kata terakhir yang ditinggalkannya kepada suster-susternya ialah Cinta Kasih. Ia digelari Beata oleh Paus Pius XII (1939 - 1958) pada tanggal 26 Mei 1957.

Beato Theofanus Venard

Martir

Misionaris muda ini dijuluki Martir Gembira sebab sepanjang kariernya yang penuh dengan bahaya, bahkan sampai akhir hidupnya sebagai seorang martir, ia tetap menghadapi semuanya dengan gembira dan lapang dada. Theofan lahir pada tahun 1829 di Perancis, disebuah keluarga Katolik yang saleh. Semenjak muda ia suka membaca majalah misi yang dikeluarkan oleh Serikat KePausan untuk Penyebaran Iman. Ia kagum akan keberanian dan semangat pengorbanan para misionaris tanah-tanah misi, terutama tanah misi di Tiongkok, sebagaimana yang dikisahkan pada majalah itu. Sejak itu, hasrat hatinya untuk menjadi misionaris mulai bersemi.

Suatu hari ia berkata kepada orang tuanya: Saya juga ingin menjadi misionaris di Tonkin dan menjadi martir Kristus disana. Tetapi siapakah yang mau menyekolahkannya hingga menjadi seorang imam? Orang tuanya miskin dan tak mampu menyekolahkannya. Tetapi rahmat Tuhan menyertainya. Partor parokinya rela membantu menyekolahkan dia. Mula-mula ia belajar di Pastoran dan kemudian pindah ke seminari. Akhirnya pada tahun 1852 dalam usianya yang 23 tahun, ia ditabhiskan menjadi imam.

Tiga hari sesudah di tabhiskan, ia bersiap-siap untuk berangkat ke Tonkin (sekarang Vietnam), Cina sebagai misionaris. Ia tidak sempat lagi bertemu dengan semua orang yang dikasihinya: orangtua, sanak saudara dan sahabat kenalannya. Oleh kerena itu ia menulis surat perpisahan kepada mereka dari Paris. Lebih dari setahun ia berada di Hongkong untukmempelajari bahasa setempat. Dari Hongkong ia secara gelap menyusup ke Tonkin, karena penguasa setempat tidak memperkenankan orang-orang asing termasuk para misionaris berkarya disana, meskipun jumlah umat Katolik sudah cukup banyak. Dalam keadaan itu, tindakan nekad Teofan sungguh berbahaya bagi dirinya.

Namun ia sendiri merasa tidak ada masalah dan tetap bergembira. Kepada seorang sahabat ia menulis: Hiduplah kegembiraan! Tentu engkau tahu semboyan Santa Theresia: Apa saja yang terjadi atas dirimu janganlah bersusah hati, janganlah takut dan gelisah; pada akhirnya segala sesuatu akan lenyap, dan hanya Tuhan lah yang tetap.

Tujuh tahun lamanya Theofan bekerja di Tonkin secara sembunyi-sembunyi. Ia melayani umat dengan sakramen-sakramen, mengajarkan agama, dan meneguhkan hati mereka. Waktu-waktu luangnya ia manfaatkan untuk menyalin seluruh perjanjian baru kedalam bahasa Annam. Lama kelamaan kehadirannya disana diketahui juga. Oleh laporan seorang yang mengetahui dengan baik kegiatan - kegiatannya ia ditangkap dan dipenjarakan pada tanggal 30 November 1860. Kepada seorang adiknya di Perancis ia masih sempat menulis beberaa surat. Surat-surat itu diawalinya dengan kata-kata: Dari kurungan saja saya menulis surat kepadamu, karena memang ia dipenjarakan di dalam sebuah sel yang bertelali besi dan di jaga ketat siang dan malam. Dari surat-suratnya terbaca jelas wataknya yang tetap riang gembira.Dua bulan lebih ia tinggal di dalam sel itu. Katanya dalam sebuah surat:Mungkin kepalaku akan dipenggal oleh penguasa kafir yang lalim dan dengan demikian tamatlah riwayat hidupku. Namun kematian itu sungguh merupakan suatu peristiwa iman yang membahagiakan sekali hatiku. Kematian yang kurindukan sejak dahulu karena olehnya aku akan pindah kedalam kehidupan abadi bersama Tuhan.

Pada tanggal 2 Februari 1861 ia dipenggal kepalanya karena iman akan Kristus dan kecintaannya yang luar biasa pada umatnya. Sewaktu dihantarkan ke panggung tempat ia disiksa, ia menyanyikan Mazmur-mazmur dan lagu-lagu rohani.

Pesta Yesus dipersembahkan di Kenizah

Empat puluh hari yang lalu, kita merayakan pesta kelahiran Yesus, Juruselamat Dunia. Dan hari ini kita memperingati peristiwa Yesus dipersembahkan kepada Allah di Kenizah Yerusalem. Peristiwa ini terjadi sesuai dengan tuntutan Hukum Taurat Musa: Setiap anak laki- laki sulung harus dikuduskan bagi Allah pada hari yang ke 40. Yusuf dan Maria menepati hukum itu. Mereka datang dengan membawa serta sepasang burung merpati sebagai persembahan suturut adat Yahudi. Dengan bertindak demikian mereka tidak saja memenuhi hukum Tuhan, tetapi juga mau memberi teladan bagi kita dalam hal ketaatan pada hukum: Hukum Tuhan, Hukum Gereja dan Hukum Negara.

Sesuai dengan kebiasaan, Maria menyerahkan anaknya Yesus kepada Imam yang bertugas yang nantinya akan meletakkan Yesus di altar Tuhan sebagai persembahan kepada Allah. Sedangkan Yusuf membawa dua ekor merpati itu dan memberikannya kepada imam untuk dikurbankan menggantikan Yesus. Setelah merpati itu dikurbankan, Yesus diserahkan kembali kepada orang tuanya. Persembahan anak laki-laki sulung kepada Tuhan merupakan suatu tindakan iman untuk menyatakan bahwa anak itu sesungguhnya adalah karunia Tuhan. Maka tindakan Maria dan Yusuf tidak hanya menunjukkan bahwa mereka mau menaati Hukum Taurat Musa tetapi juga mau menunjukkan imannya kepada Allah sebagai pemberi Yesus.

Peristiwa persembahan Yesus di kenizah bukanlah peristiwa biasa seperti yang terjadi atas semua anak sulung orang Israel. Peristiwa itu adalah suatu peristiwa keselamatan karena terjadi atas Pribadi Putera Allah sendiri yang menentukan sejarah dunia. Kedatangan Simeon dan Hana ke Kenizah Allah atas dorongan Roh Kudus membuktikan secara lebih tandas lagi makna peristiwa itu. Mereka datang untuk bertemu dan menyaksikan sendiri sang Mesias yang dijanjikan Allah sebagai penebus umat manusia.

Pada hari itupun kita diundang dan dikumpulkan oleh Roh Kudus di dalam gereja untuk bertemu dengan Kristus dalam perjamuan Kudus. Di dalamnya kita menjumpai dan mengenal Dia sampai pada hari Ia datang dalam semarak kemulian-Nya.

Santa Yoana Lestonac

Janda

Yoana lahir pada tahun 1556. Beliau adalah seorang janda dan ibu dari 4 orang anak. Sepeninggal suaminya ia menjalani cara hidup membiara. Tetapi karena di fitnah ia terpaksa keluar dari biara itu. Akhirnya ia mendirikan kongregasi suster yang mengabdikan diri di bidang pendidikan anak-anak puteri. Ia meninggal dunia pada tahun 1640.