Rabu, 8 Januari 2031
Rabu III Natal
Bacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Yohanes 3:11-21
Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
Mazmur Tanggapan Mazmur 100:1-5
Bacaan Injil Yohanes 1:43-51
Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Renungan
Kasih yang Berhenti di Mulut
Kemarin surat Yohanes membedakan anak-anak Allah dari anak-anak Iblis dengan satu ukuran sederhana, yaitu mengasihi saudara. Hari ini ia melanjutkan, dan ukuran itu ia pertajam. 'Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.'
Kita semua kenal kasih jenis pertama. Kasih yang berhenti di mulut. 'Kapan-kapan mampir, ya.' 'Kalau butuh apa-apa, bilang saja.' Kalimat-kalimat manis yang tak pernah menjelma jadi langkah kaki. Murah diucapkan, tak berbekas.
Yohanes memberi contoh yang menusuk. 'Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan, tetapi menutup pintu hatinya, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?' Ia tidak bicara soal orang jahat yang menendang si miskin. Ia bicara soal orang biasa yang cuma menutup pintu. Tidak berbuat apa-apa pun bisa jadi bentuk penolakan.
Kasih sejati selalu punya tangan dan kaki. Ia mengantar makanan, menengok yang sakit, meminjamkan bahu. Ia repot. Sebab kasih yang tidak pernah merepotkan diri biasanya bukan kasih, melainkan cuma niat baik yang nyaman.
Hari ini adakah kebaikan yang sudah lama kuucapkan, tetapi belum pernah kuantar sampai ke pintu orang?
Tuhan, jangan biarkan kasihku berhenti di lidah. Beri aku tangan yang mau repot dan kaki yang mau melangkah. Amin.
Invitatorium
RABU III PAGI
Pembukaan
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu Sesudah Penampakan Tuhan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 39
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan dijadikan tak berarti…oleh Dia yang menundukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
Ant. Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Ant. 2 Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. 3 Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Mazmur 52
Melawan seorang pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
Ant. Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 63:19; 59:11
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.
Mazmur 85 (86)
Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.
Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.
Yes 33,13-16
Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.
Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.
Mazmur 97 (98)
Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.
Bacaan Singkat (Yes 49:8-9)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU III SIANG
Madah
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),105-112
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Mazmur 69 (70)
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.
Mazmur 74 (75)
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.
Bacaan singkat (1Kor 13,4-7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU III SORE
Madah
Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.
Mazmur 125 (126)
Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.
Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.
Mazmur 126 (127)
Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat (Kol 1:13-15)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Apollinaris
Martir
Apollinaris adalah martir abad pertama dan uskup pertama Ravenna, Italia. Konon, ia lahir di Antiokia dan di tabhiskan menjadi Uskup Ravenna oleh Santo Petrus Rasul. Namun hal ini agak diragukan kebenarannya.
Sebagai Uskup Ravenna, Apollinaris menghadapi banyak masalah dalam karyanya. Empat kali dibuang dari keuskupan oleh orang - orang kafir dan mengalami berbagai siksaan. Kata orang ia disesah oleh rakyat banyak pada masa penganiayaan orang - orang Kristen oleh Kaisar Vespasianus (67-97).
Santo Petrus Chrysologus, Uskup Agung Ravenna adab ke lima, membenarkan penderitaan Apollinaris itu. Beliau mengatakan bahwa Apollinaris memang menderita penganiayaan hebat selama masa kepemimpinannya, namun ia tetap bertahan dalam berbagai siksaan itu. Oleh karena itu, ia menghormati Apollinaris sebagai martir bukan karena ia dibunuh secara keji oleh para penguasa kafir, melainkan karena ia menanggung penderitaan yang luar biasa demi Kristus selama masa kepemimpinannya itu.
Santo Lusianus Beauvais
Martir
Lusianus adalah pewarta Injil yang terkenal di Gaul (sekarang Prancis), pada abad ketiga. Ia datang dari Roma dan kemungkinan beliau adalah seorang teman Santo Dionisius dari Paris atau teman Santo Quentinus. Keberhasilannya dalam mewartakan Injil menyebabkan dia dihukum mati bersama rekan - rekannya di Beauvais pada masa pemerintahan Kaisar Yulianus kira - kira tahun 290.
Peninggalannya berupa 3 buah tempat suci logam bertuliskan namanya ditemukan di sebuah biara pada abad ke 7. Menurut Rabanus Maurus, pada barang - barang peninggalannya itu terjadi banyak sekali mukzijat.
Apolinaris dari Hieropolis
Serangan terhadap iman Kristen dan semua ajarannya merupakan sebuah kenyataan yang dihadapi gereja semenjak dulu. Banyak sekali Bapa Gereja yang masyur namanya karena membela mati - matian kebenaran iman Kristiani. Apolinaris, Uskup kota Hieropolis, Phyrigia termasuk salah satu pembela terkenal ajaran iman Kristen.
Dengan kegiatan pengajarannya dan tulisan - tulisan, ia berhasil membela kemurnian ajaran Kristen dari rongrongan para bidaah, terutama dari golongan Ecthesis dan Montanist. Ia bahkan berhasil membela ajaran iman dihadapan Kaisar Markus Aurelius. Konon pembelaannya sungguh meyakinkan Kaisar, berkat mukjizat yang dibuatnya di depan Kaisar tatkala pasukan Kaisar di kepung dan dipermalukan oleh Quadi di Moravia. Ke-12 Legion tentaranya yang beragama Kristen diajaknya berdoa bersama - sama, sehingga musuh dapat dikalahkan dengan mudah. Hasilnya ialah pemerintah mengeluarkan sebuah pengumuman untuk menarik kembali larangan terhadap agama Kristen di seluruh daerah kekuasaannya.
Santo Severinus
Paus
Severinus anak Abienus yang berasal dari Roma. Pada bulan Oktober 638, ia dipilih menjadi Paus. Tetapi peneguhan kePausannya di tunda selama 19 tahun, karena ia dituduh menganut aliran sesat Ecthesis, yang mempertahankan pendapat bahwa Kristus hanya memiliki satu kehendak Ilahi (Monothelitisme).
Perlawanan besar terhadap Severinus datang dari Ishak, pemimpin dari Ravenna. Tetapi Severinus tetap tegas melawan bidaah itu. Akhirnya pada bulan Mei 640 pilihan atas dirinya sebagai Paus diteguhkan dan Severinus naik tahta kePausan. Ia meninggal dunia kira - kira enam puluh hari kemudian pada bulan Agustus 640.