Minggu, 5 Januari 2031
Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani)
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 60:1-6
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
Mazmur Tanggapan Mazmur 72:1-2,7-8,10-13
Bacaan Kedua Efesus 3:2-3a,5-6
--memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Bacaan Injil Matius 2:1-12
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Renungan
Rahasia yang Terbuka
Kata Epifani datang dari bahasa Yunani, epiphaneia. Artinya penampakan, sesuatu yang tadinya tersembunyi kini muncul ke permukaan. Hari ini bukan sekadar pesta bintang dan tiga tamu dari Timur. Hari ini adalah pesta sebuah rahasia yang akhirnya dibuka.
Paulus menyebutnya terang-terangan. Ada rahasia yang 'pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan,' katanya, tetapi sekarang dinyatakan. Isi rahasia itu mengejutkan, 'bahwa orang-orang bukan Yahudi turut menjadi ahli waris.' Selama ribuan tahun orang mengira keselamatan itu urusan satu bangsa saja. Ternyata pintunya jauh lebih lebar.
Lihatlah siapa yang datang menyembah bayi itu. Bukan imam-imam Yerusalem yang hafal Kitab Suci. Justru orang asing, dari negeri jauh, yang bahkan tidak menyembah dengan cara yang benar. Mereka membaca bintang, bukan Taurat. Namun merekalah yang berlutut.
Ada yang ganjil di sini. Herodes dan seluruh Yerusalem terkejut mendengar kabar itu, bahkan gemetar. Sementara orang-orang jauh justru bersukacita. Yang di dekat pusat malah terusik. Yang dari pinggir malah datang. Kabar baik memang selalu menguji, menggusarkan orang yang merasa sudah memiliki, menggembirakan orang yang merasa tak punya apa-apa.
Yesaya sudah melihatnya dari jauh. 'Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu.' Terang itu tidak dipagari. Ia terbit untuk semua yang mau mengangkat wajah.
Perhatikan pula persembahan yang mereka bawa, emas, kemenyan, dan mur. Itu bukan hasil bumi Israel, melainkan kekayaan bangsa-bangsa lain, benda-benda dari negeri asing. Yesaya sudah menyebutnya, kekayaan bangsa-bangsa akan datang. Ternyata Allah tidak menampik apa yang berasal dari luar. Ia menerima emas orang asing, memakai bintang yang dibaca orang asing, menyambut kaki yang menempuh jalan asing. Tidak ada kebaikan, dari mana pun asalnya, yang terlalu asing untuk dipersembahkan kepada-Nya.
Epifani mengingatkan bahwa tidak ada orang yang terlalu asing, terlalu jauh, atau terlalu salah untuk datang. Kalau para pembaca bintang dari Timur saja diberi tempat di depan palungan, maka kita pun punya tempat. Yang jauh ternyata malah lebih dulu tiba, dan pintu itu tetap terbuka lebar sampai hari ini.
Barangkali pertanyaannya bukan apakah aku layak masuk, melainkan adakah aku, seperti Herodes, diam-diam ingin menutup pintu yang justru dibuka Allah lebar-lebar? Adakah orang yang kuanggap terlalu jauh untuk pantas menerima kabar baik?
Tuhan, Engkau membuka rahasia-Mu bagi orang jauh. Jangan biarkan hatiku menyempit ketika kasih-Mu melebar. Amin.
Invitatorium
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN PAGI
Pembukaan
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Penampakan Tuhan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Dari Tarsis dan dari pulau-pulau, raja-raja datang mempersembahkan hadiah kepada Tuhan Raja kita.
Mazmur 72
Ant. Dari Tarsis dan dari pulau-pulau, raja-raja datang mempersembahkan hadiah kepada Tuhan Raja kita.
Ant. 2 Sembahlah Tuhan di pelataran-Nya yang kudus, alleluya.
Mazmur 96
Ant. Sembahlah Tuhan di pelataran-Nya yang kudus, alleluya.
Ant. 3 Sembahlah Tuhan, hai semua malaikat-Nya, alleluya.
Mazmur 97
Ant. Sembahlah Tuhan, hai semua malaikat-Nya, alleluya.
BACAAN
BACAAN PERTAMA
RESPONSORIUM Yesaya 60:1, 3
BACAAN KEDUA
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Mazmur 62
Ant.1: Akar Isai sudah bertunas, bintang Yakub sudah terbit, santa perawan sudah melahirkan penyelamat. Marilah kita memuji Allah kita.
Ant.2: Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Maria telah melahirkan penyelamat bagi kita. Yohanes melihat Dia dan berseru: Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.
Ant.3: Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Mazmur 149
Ant.3: Santa perawan melahirkan raja yang kekal abadi. Ia bersukacita sebagai ibu namun tetap perawan.
Bacaan Singkat (Mik 5:3-5a)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Hari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Hari ini diwartakan misteri yang mengagumkan. Hari ini segala sesuatu dibaharui. Allah menjadi manusia. Ia tetap Allah, namun juga manusia sejati.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Zak 9,9)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Mazmur 134 (135) - I
Ant.1: Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.
Ant.2: Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Mazmur 134 (135) - II
Ant.2: Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.
Ant.3: Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Kidung 1Tim 3,16
Ant.3: Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.
Bacaan Singkat (Tit 3:4-5)
Ant.Kidung: Hari ini kita merayakan tiga peristiwa suci. Hari ini para sarjana dibimbing ke palungan. Hari ini air diubah menjadi anggur pada pesta perkawinan. Hari ini Kristus berkenan dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan untuk menyelamatkan kita, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Hari ini kita merayakan tiga peristiwa suci. Hari ini para sarjana dibimbing ke palungan. Hari ini air diubah menjadi anggur pada pesta perkawinan. Hari ini Kristus berkenan dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beato Yohanes Nepomuk Neumann
Uskup
Yohanes Nepomuk Neumann lahir tanggal 28 Maret 1811 di desa Prachatitz, Bohemia. Ia belajar di Prachatitz dan Budweis. Cara hidup keluarga yang saleh dan taat agama membuat dia tertarik pada cara hidup seorang imam. Untuk mencapai cita - cita imamat itu, ia masuk seminari Diosesan di Budweis pada tahun 1831. Selama belajar di Seminari Budweis, ia rajin membaca laporan - laporan karya para misionaris Austria di Amerika Serikat. Lama kelamaan dalam hatinya timbul keinginan untuk berkarya di Amerika seperti misionaris - misionaris itu.
Untuk maksud itu ia pindah dari Seminari Budweis ke Fakultas Teologi Universitas Praha pada tahun 1833. Demi keberhasilan studinya dan karyanya nanti, ia dengan tekun mempelajari bahasa Prancis dan Inggris. Pendidikan di Universitas Praha diselesaikan dengan gemilang pada tahun 1835. Pada waktu itu dioses Budweis memiliki banyak imam. Maka dari itu, ia tidak mau segera menjadi imam setelah menyelesaikan studi teologinya. Ia sendiri terus belajar dirumah sambil menanti saat pentabhisannya. Ketika mendapat panggilan untuk berkarya di Amerika, ia segera berangkat tanpa menunggu hari tabhisannya di tanah air. Ia tiba di New York pada bulan Juni 1836 dan ditabhiskan menjadi imam pada tanggal 25 Juni 1836 oleh Yohanes Dubois, Uskup New York. Ia ditempatkan di Buffalo dan melayani umat di North Bush (sekarang Kenmore), Williamville, Lancaster, dan beberapa wilayah lainnya di Buffalo.
Pada tahun 1840, ia memutuskan untuk menjadi seorang imam dalam serikat Redemptoris. Ia diterima dalam serikat itu pada bulan Januari 1842 dan ditempatkan di gereja Santo Yakobus Baltimore sampai Maret 1844. Usaha - usahanya memajukan gereja membuat namanya terkenal luas di kalangan para imam dan umat.
Pada bulan Maret 1852 ia diangkat menjadi Uskup Philadelphia oleh Sri Paus IX. Tugas kegembalaan dijalankannya dengan penuh semangat. Secara teratur ia mengunjungi semua Paroki untuk mendorong para iman dan kaum awam dalam usaha penyebaran Injil dan perkembangan Gereja. Selama masa kepemimpinannya, lebih dari 80 gereja dibangun; jumlah sekolah ditingkatkan; dan sebuah seminari didirikan di Glen Ridle; lima tarekat religius untuk wanita dan tiga untuk pria dipekerjakan dalam diosesnya; pembangunan katedral Santo Petrus dan Paulus di Logan Square, Philadelphia selesai; ia mendirikan sebuah cabang baru dari Ordo Ketiga Santo Fransiskan bagi para suster. Selain itu, Uskup Neumann mengadakan tiga kali sinode untuk para imamnya, membantu penyusunan dan pemakluman dogma tentang perkandungan Maria tanpa dosa asal di Roma pada tahun 1854.
Uskup Neumann meninggal dunia di Philadelphia pada 5 januari 1860. Proses beatifikasi dirinya dimulai pada tahun 1886. Pada tanggal 13 Oktober 1963, ia dinyatakan Beato oleh Sri Paus Paulus VI (1963-1978).
Santo Simeon Stylites Tua
Pertapa
Simeon Stylites Tua lahir di Silicia pada tahun 390. Ia tinggal bersama orang tuanya didaerah pinggiran kota Syria. Ketika menanjak remaja, kira - kira pada tahun 402, ia menjalani kehidupan membiara di sebuah biara pertapaan tidak jauh dari kampung halamannya.
Meski masih berusia muda, ia tidak merasa berat dengan praktek askese yang berlaku di gereja itu. Ia bahkan menjalankan sebuah bentuk askese yang lebih berat daripada yang diprakekkan oleh rekan - rekannya. Oleh karena praktek askesenya tampak sangat keras, maka pemimpin biara mengeluarkan dia dari biara itu. Keputusan pahit ini dimaksudkan agar rekan - rekannya tidak terpengaruh oleh praktek askese buatan Simeon itu.
Simeon meninggalkan biara pertapaan itu dan pergi ke sebuah Biara yang terletak di gunung Telanisse. Setelah 3 tahun berada di biara itu, ia memutuskan pindah ke puncak gunung itu. Disana pada tahun 423, ia mendirikan sederetan tiang sebagai tempat tinggalnya. Di atas tiang - tiang itu, ia menjalankan askesenya hingga saat kematiannya.
Banyak orang datang padanya untuk meminta bimbingan rohani dan mendengarkan kotbah serta pengajarannya. Tak terkecuali Kaisar dan para Patriark. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 September 459 di atas puncak gunung Telanisse.