Rabu, 25 Desember 2030
Hari Raya Natal - Kelahiran Tuhan Kita Yesus Kristus
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 52:7-10
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.
Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-6
Bacaan Kedua Ibrani 1:1-6
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."
Bacaan Injil Yohanes 1:1-18
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Renungan
Surat yang Menjadi Manusia
Selamat Natal. Hari ini kita merayakan bahwa Allah, akhirnya, berbicara sampai tuntas.
Bayangkan seseorang yang bertahun-tahun hanya kita kenal lewat surat. Kabarnya sampai sepotong-sepotong. Satu pucuk hari ini, satu pucuk tahun depan. Kita menyimpan surat-surat itu, membacanya berulang, mencoba menyusun wajahnya dari tulisan tangannya. Tetapi surat, betapapun hangatnya, tetap bukan orangnya. Sampai suatu hari ia mengetuk pintu dan berdiri di sana, hadir sepenuhnya. Tidak ada surat yang bisa menyamai itu.
Surat kepada orang Ibrani membuka dengan gambar itu. Dahulu, katanya, Allah berulang kali dan dengan pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Berulang kali, dan dengan pelbagai cara. Artinya sepotong-sepotong, sedikit demi sedikit, seperti kiriman surat yang tidak pernah lengkap dalam satu kali baca. Musa membawa sepenggal, Yesaya sepenggal, Amos sepenggal. Masing-masing benar, tetapi belum utuh.
Lalu datang kalimat yang mengubah segalanya. "Pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya." Bukan lagi lewat perantara. Bukan lagi lewat surat yang dititipkan. Kali ini Allah berbicara dengan cara yang paling utuh yang mungkin: Ia mengirim diri-Nya sendiri. Firman itu menjadi manusia dan tinggal di antara kita.
Inilah yang membuat Natal berbeda dari sekadar ulang tahun. Kita tidak merayakan sebuah ajaran baru, sebuah surat yang lebih bagus. Kita merayakan bahwa Yang Tak Terhampiri kini bisa dipeluk. Yang menopang seluruh alam semesta dengan firman-Nya, kata surat Ibrani, kini terbaring di palungan sebagai bayi yang menggigil. Sungguh, siapa yang sanggup membayangkan jarak sejauh itu ditempuh dalam satu malam?
Rasul Yohanes berkata, kita telah melihat kemuliaan-Nya. Melihat. Bukan lagi menebak dari surat, melainkan menatap dengan mata sendiri. Dan yang mereka lihat bukan raja dengan segala kilaunya, melainkan seorang bayi dalam kesederhanaan yang hampir tidak masuk akal. Di situlah kemuliaan Allah menampakkan diri: bukan dalam kemegahan yang menjauhkan, melainkan dalam kedekatan yang merangkul.
Maka Natal sebenarnya sebuah undangan sederhana. Allah sudah datang sepenuhnya kepada kita. Tinggal satu pertanyaan yang tersisa untuk kita jawab hari ini: apakah kita akan tetap sibuk dengan surat-surat, atau membuka pintu bagi Sang Empunya surat yang kini berdiri di ambang?
Ya Yesus, Firman yang menjadi manusia, terima kasih Engkau datang sendiri, bukan sekadar mengirim kabar. Kubuka pintu hatiku, masuklah dan tinggallah. Amin.
Invitatorium
HARI RAYA NATAL PAGI
Pembukaan
Ant. Kristus lahir bagi kita, marilah kita menyembah Dia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Kristus lahir bagi kita, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Natal
MADAH
Sekuntum mawar mekar, dari tunggul yang lembut tumbuh!
Ant. 1 Tuhan bersabda kepadaku: Engkau adalah Putra-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kis 4:27).
Ant. Tuhan bersabda kepadaku: Engkau adalah Putra-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Ant. Tuhan bersabda kepadaku: Engkau adalah Putra-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Ant. Tuhan bersabda kepadaku: Engkau adalah Putra-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Ant. Tuhan bersabda kepadaku: Engkau adalah Putra-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Ant. Tuhan bersabda kepadaku: Engkau adalah Putra-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Ant. Tuhan bersabda kepadaku: Engkau adalah Putra-Ku, hari ini Aku telah memperanakkan Engkau.
Ant. 2 Tuhan keluar, mempelai pria dari kamar pengantinnya.
Ant. Tuhan keluar, mempelai pria dari kamar pengantinnya.
Ant. Tuhan keluar, mempelai pria dari kamar pengantinnya.
Ant. Tuhan keluar, mempelai pria dari kamar pengantinnya.
Ant. Tuhan keluar, mempelai pria dari kamar pengantinnya.
Ant. Tuhan keluar, mempelai pria dari kamar pengantinnya.
Ant. 3 Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Mazmur 45
Perkawinan raja
Mempelai Pria ada di sini; keluarlah dan sambutlah Dia (Mat 25:6).
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
Ant. Kata-kata-Mu penuh rahmat, karena Allah telah memberkati Engkau selama-lamanya.
BACAAN
RESPONSORIUM
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Katakanlah, hai para gembala, siapakah yang kamu lihat? Wartakanlah kepada kami, siapakah yang menampakkan diri? Kami melihat bayi, kami menyaksikan rombongan malaikat memuji Tuhan, alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Katakanlah, hai para gembala, siapakah yang kamu lihat? Wartakanlah kepada kami, siapakah yang menampakkan diri? Kami melihat bayi, kami menyaksikan rombongan malaikat memuji Tuhan, alleluya.
Ant.2: Malaikat berkata kepada para gembala: Kuwartakan kegembiraan besar. Hari ini Penyelamat dunia lahir bagi kamu, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Malaikat berkata kepada para gembala: Kuwartakan kegembiraan besar. Hari ini Penyelamat dunia lahir bagi kamu, alleluya.
Ant.3: Seorang putera hari ini lahir bagi kita. Ia akan disebut Allah perkasa, alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Seorang putera hari ini lahir bagi kita. Ia akan disebut Allah perkasa, alleluya.
Bacaan Singkat (Ibr 1:1-2)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi 25 Des): Kemuliaan kepada Allah di surga, dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepadaNya, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Kemuliaan kepada Allah di surga, dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepadaNya, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
HARI RAYA NATAL SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Gal 6,9-10)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
Madah
Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Kidung, Kol 1,12-20
Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Bacaan Singkat (1Yoh 1:1-3)
Ant.Kidung (Mi 25 Des): Hari ini Kristus lahir. Hari ini penyelamat menampakkan diri. Hari ini para malaikat bernyanyi di bumi, para malaikat agung bersukacita. Hari ini para kudus bersorak-sorai dan berseru: Kemuliaan kepada Allah di surga, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Hari ini Kristus lahir. Hari ini penyelamat menampakkan diri. Hari ini para malaikat bernyanyi di bumi, para malaikat agung bersukacita. Hari ini para kudus bersorak-sorai dan berseru: Kemuliaan kepada Allah di surga, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Hari Raya Natal
2015 tahun sesudah Abraham dipanggil Allah dari Ur-Kasdim;
1510 tahun sesudah Musa membebaskan Umat Israel dari Mesir;
1032 tahun sesudah Daud diurapi menjadi Raja Israel;
752 tahun sesudah pembangunan kota Roma;
Pada tahun ke-42 masa pemerintahan Kaisar Oktavianus Augustus, ketika segenap dunia diliputi damai, di kala itulah Yesus Kristus Almasih yang dijanjikan Allah lahir dari rahim Perawan Tersuci Maria di Betlehem, kota Raja Daud, dari suku Yehuda.
Hari ini Sabda menjadi Daging;
Hari ini lahirlah Yesua Kristus, Almasih;
Hari ini tampaklah Penebus umat manusia;
Diiringi kidung para malaekat dan malaekat agung Serta pujian para suci di surga: "Gloria in Excelsis Deo. . ."
Dalam sejarah perkembangan liturgi Gereja, sudahlah lazim dipersembahkan tiga Misa Kudus berturut-turut:
Misa Pertama, mengarahkan hati kita kepada Bapa di surga;
Misa Kedua, dipersembahkan pada waktu fajar, mengarahkan hati kita kepada "Sang Fajar" yang membuka tirai kegelapan dosa, dan mengajak kita bersama dengan para gembala pergi mendapatkan "Sang Cahaya" itu. Dalam Misa Gembala ini kelahiran insani Yesus Kristus yang diutamakan.
Misa Ketiga, atau Misa Siang memberikan hiburan besar kepada kita: "Puer natus est nobis" (Seorang anak telah lahir untuk kita). Dipundak-Nya diletakkan kekuasaan atas dunia ini, dan Ia akan disebut Pewarta Keputusan Agung.
Dengan demikian hati dan jiwa kita ditujukan kepada kenangan dan ingatan akan kelahiran Yesus di Betlehem. Meskipun Yesus berulang-ulang kali lahir di kandang itu, namun tidak bermakna apa pun jikalau Ia tidak dilahirkan di dalam hati kita masing-masing.
Santa Anastasia
Martir
Anastasia adalah seorang martir yang dibunuh di Sirmium (sekarang: Serbia, Yugoslavia) pada zaman pemerintahan Kaisar Diokletianus tahun 304. Konon, Anastasia adalah anak dari Praetextatus, seorang bangsawan Roma yang kaya-raya. Ia sudah dihormati sebagai 'santa' di Roma selak abad ke-5. Salah satu cerita tambahan yang menunjukkan bahwa Anastasia adalah seorang Kristen ialah bahwa ia memilih Santo Krisogonus sebagai bapa pengakuannya.
Ketika menginjak dewasa, ia menikah dengan Publius, seorang pegawai yang masih kafir. Sebagai orang Kristen, Anastasia merasa mempunyai tanggungjawab moril untuk membantu sesamanya yang dipenjarakan. Setiap hari ia pergi ke penjara untuk menghibur dan membantu orang-orang Kristen di penjara. Karena curiga, Publius suaminya melarang dia keluar rumah. Ketika itu Santo Krisogonus telah pindah ke Aquileia. Ia berkontak dengan beliau melalui surat. Ketika Publius meninggal dunia, ia pindah ke Aquileia mengikuti Krisogonus. Umat Kristen Aquileia menerimanya dengan senang hati.
Di Aquileia ia sangat aktif. Sesudah Santa Agape, Chionia dan Irene dibunuh, Anastasia akhirnya mendapat gilirannya. Ia ditangkap, dipenjarakan dan diadili di Sirmium. Ia dikunjungi dan diberi makan oleh Santa Theodota almarhum. Akhirnya bersama dengan umat Kristen lainnya, Anastasia diarak ke pantai dan ditenggelamkan ke dalam laut. Santa Theodota menolongnya dan menuntun mereka ke pantai. Namun karena sesuatu sebab, Anastasia dibawa ke pulau Palmaria dan di sana ia dibakar hidup-hidup oleh penguasa. Bersamaan waktunya: 200 orang laki-laki dan 70 perempuan dibunuh sebagai martir.
Anastasia dihormati di Roma sejak abad kelima dan namanya dimasukkan dalam Doa Syukur Agung Misa Kudus. Konon di zaman Gereja perdana, Sri Paus mempersembahkan 3 kurban Misa, yaitu Misa Malam, Misa Pagi/Fajar, dan Misa Siang di gereja yang berlain-lainan. Gereja stasi kedua ialah gereja Anastasia di Roma di kaki bukit Palatine dekat Circus Maximus. Di sini Sri Paus merayakan perayaan Natal, sekaligus mengenang Santa Anastasia secara khusus. Namun lambat-laun karena peristiwa Kelahiran Yesus lebih diutamakan, maka pesta bagi Anastasia hanya bersifat 'peringatan saja' di gereja Titulus Anastasiae, yang dibangun pada abad ke-4.