Kamis, 19 Desember 2030
Kamis III Adven
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yesaya 54:1-10
Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu. Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.
Mazmur Tanggapan Mazmur 30:2,4-6,11-13
Bacaan Injil Lukas 7:24-30
Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya." Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.
Renungan
Biar Gunung Beranjak
Kemarin kita mendengar Yohanes bertanya dari penjara, apakah Yesus sungguh yang dinanti. Hari ini Yesus berbalik memuji Yohanes di depan orang banyak, seakan membela sahabat yang sedang goyah. Untuk apa kamu pergi ke padang gurun, tanya-Nya. Melihat buluh yang digoyang angin? Bukan. Kamu pergi melihat seorang nabi, bahkan lebih dari nabi.
Buluh digoyang angin. Gambar tentang sesuatu yang mudah bergeser, ikut ke mana angin bertiup. Yohanes bukan itu. Ia tetap tegak meski di penjara.
Dan ketegakan itu punya sumbernya. Bacaan pertama menyingkapkannya lewat firman Tuhan yang termanis dalam seluruh Kitab Yesaya. "Biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu." Coba bayangkan. Gunung, benda yang paling kita anggap tetap, ternyata bisa beranjak. Tetapi kasih Tuhan lebih tetap daripada gunung.
Kita sering membangun rasa aman di atas hal-hal yang kita kira sekokoh gunung. Pekerjaan, kesehatan, orang-orang yang kita cintai. Lalu suatu hari salah satunya bergeser, dan tanah seakan runtuh. Di saat itulah janji ini menjadi pegangan terakhir. Semua boleh beranjak, tetapi kasih setia-Nya tidak.
Kalau hari ini ada gunung dalam hidup kita yang mulai bergoyang, kepada apa sesungguhnya kita bersandar?
Tuhan, saat yang kukira kokoh mulai runtuh, ingatkan aku bahwa kasih setia-Mu tidak pernah beranjak. Kepada-Mulah aku bersandar. Amin.
Invitatorium
KAMIS III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk 17 Desember, Rabu dalam Pekan Adven III
MADAH
Terang kemuliaan Bapa
Ant. 1 Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran.
Mazmur 89:2-38
Kebaikan Allah kepada keluarga Daud
Sesuai dengan janji-Nya, Tuhan telah membangkitkan Yesus, seorang Juruselamat, dari keluarga Daud (Kis 13:22, 23).
Ant. Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran.
Ant. 2 Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Ia dilahirkan dari garis keturunan Daud.
Ant. Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Ia dilahirkan dari garis keturunan Daud.
Ant. 3 Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal.
Ant. Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 45:8; lihat 16:1
RESPONSORIUM Lihat Yesaya 11:10; Lukas 1:32
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.
Mazmur 86 (87)
Ant.1: Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.
Ant.2: Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.
Yes 40,10-17
Ant.2: Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.
Ant.3: Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.
Mazmur 498 (99)
Ant.3: Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.
Bacaan Singkat (Yes 45:8)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Bangunlah, bangunlah tunjukkanlah kekuatanMu, ya Tuhan.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Bangunlah, bangunlah tunjukkanlah kekuatanMu, ya Tuhan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS III SIANG
Madah
Ant.1: Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.
Mazmur 118 (119),113-120
Ant.1: Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.
Ant.2: Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.
Mazmur 78 (79)1-5.8-11.13
Ant.2: Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.
Ant.3: Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.
Mazmur 79 (80)
Ant.3: Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.
Bacaan singkat (Ul 4,7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS III SORE
Madah
Ant.1: UmatMu bersorak kegirangan, ya Tuhan, sambil menuju tempat kediamanMu.
Mazmur 131 (132) I
Ant.1: UmatMu bersorak kegirangan, ya Tuhan, sambil menuju tempat kediamanMu.
Ant.2: Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat tinggalNya.
Mazmur 131 (132) II
Ant.2: Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat tinggalNya.
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan Singkat (Yak 5:7-8.9b)
Ant.Kidung: Bergembiralah bersama Yerusalem, bersorak-sorailah atasnya selama-lamanya, hai semua orang yang cinta kepadanya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Bergembiralah bersama Yerusalem, bersorak-sorailah atasnya selama-lamanya, hai semua orang yang cinta kepadanya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Nemesio
Martir
Nemesio berkebangsaan Mesir. Pada waktu Kaisar Decius melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen dan gencar menghambat kemajuan agama Kristen, ia berada di Aleksandria. Ia bukan saja seorang serani yang baik, melainkan juga seorang rasul yang giat. Oleh sebab itu ia dibenci oleh orang-orang kafir yang fanatik, ditangkap, dan diajukan ke pengadilan dengan tuduhan sebagai seorang pencuri. Ia kemudian dilepaskan lagi karena ternyata tidak bersalah. Tidak lama kemudian ia sekali lagi ditangkap karena imannya dan dibawa ke pengadilan Prefek Romawi di Aleksandria. Dengan terus terang ia mengakui imannya di muka hakim. Karenanya Nemesio dicemeti dan disiksa secara ngeri. Terdorong oleh cinta kasih kepada penebusnya, ia dengan sabar dan gembira menanggung semua penderitaan yang ditimpakan kepadanya.
Ia mengerti bahwa seperti para rasul di Sanhendrin, ia telah dipandang layak menderita penghinaan karena Yesus. Akhirnya ia dihukum mati bakar bersama dengan beberapa penjahat kakap di daerah itu. Empat orang prajurit Romawi yang beragama Kristen dan seorang lainnya mendampingi Nemesio dalam saat-saat terakhir menghadapi maut. Mereka menghibur dia dan memberinya makan. Karena perbuatan mereka itu diketahui oleh Prefek Aleksandria, kelima orang serani itu pun dihukum mati dengan pedang. Nemesio mati sebagai martir pada tahun 247.