Jumat, 1 November 2030

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Wahyu 7:2-4,9-14

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-3

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Bacaan Injil Matius 5:1-12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Renungan

Putih karena Darah

Ibu-ibu di rumah tahu betul: baju putih itu paling rewel dirawat. Kena kunyit sedikit, membekas. Kena getah, tamat riwayatnya. Makin putih kainnya, makin jelas nodanya. Maka untuk kerja kasar orang memilih baju gelap. Aman. Noda tersembunyi.

Hari ini Gereja merayakan Semua Orang Kudus, dan Kitab Wahyu membuka tirai surga: suatu kumpulan besar yang tidak terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, semuanya berjubah putih. Dari mana putih itu? Jawaban tua-tua di hadapan takhta sungguh mengejutkan: mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Aneh, bukan? Adakah orang mencuci dengan darah? Darah justru meninggalkan noda paling bandel. Tetapi di situlah rahasianya. Orang kudus bukanlah orang yang berhasil menjaga bajunya bersih seumur hidup. Orang kudus adalah orang yang berani membawa bajunya yang kotor kepada Dia yang sanggup memutihkannya. Putih mereka bukan hasil cucian sendiri. Putih mereka pemberian.

Karena itu daftar bahagia yang diucapkan Yesus di bukit terdengar seperti daftar orang biasa. Yang miskin di hadapan Allah. Yang berdukacita. Yang lemah lembut. Yang lapar dan haus akan kebenaran. Tidak ada syarat gelar, tidak ada syarat mukjizat. Surga rupanya dihuni orang-orang yang wajahnya kita kenal sehari-hari: nenek yang setia mendaraskan rosario, bapak yang tetap jujur meski dagangannya kecil, ibu yang memilih berdamai dengan tetangganya.

Menarik pula, mereka disebut orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar. Kekudusan tidak lahir di ruang steril. Ia ditempa di dapur yang panas, di pasar yang gaduh, di sisi ranjang orang sakit, di semua tempat orang memilih tetap setia meski sulit.

Surat Yohanes menambahkan kalimat yang menenangkan: sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata keadaan kita kelak. Kekudusan bukan piala yang direbut sekali jadi. Ia perjalanan yang dicicil setiap hari. Hari ini kita merayakan mereka yang sudah sampai, termasuk yang namanya tidak pernah tercantum dalam kalender liturgi. Mungkin kakek kita. Mungkin katekis tua di stasi dulu.

Pertanyaannya sederhana. Siapa orang kudus tanpa nama yang pernah Tuhan kirim dalam hidupku? Dan beranikah aku, dengan baju kusam yang ini, ikut antre di tempat pencucian yang sama?

Tuhan, aku datang membawa jubahku yang penuh noda. Basuhlah aku dalam kasih Anak Domba, agar kelak aku boleh berdiri dalam barisan putih para kudus-Mu. Amin.

Invitatorium

JUMAT II PAGI

Pembukaan

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Tuhan gembalaku; takkan kekurangan aku.
2 Ia membaringkan aku di padang rumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.
3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawan-lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

PSALMODI

Ant. 1 Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Mazmur 35

Tuhan sebagai Penyelamat di masa penganiayaan

Mereka bersekongkol… dan merencanakan untuk menangkap Yesus dengan tipu daya dan membunuh-Nya (Matius 26:3-4).

I
Ya Tuhan, belalah perkaraku melawan musuh-musuhku;

perangilah mereka yang memerangi aku.

Ambillah perisai dan tameng-Mu;

bangkitlah menolong aku.
Ya Tuhan, katakanlah kepada jiwaku:

“Akulah keselamatanmu.”
Tetapi jiwaku akan bersukacita dalam Tuhan

dan bersukaria dalam keselamatan-Nya.

Seluruh keberadaanku akan berkata:

“Tuhan, siapakah yang seperti Engkau

yang menyelamatkan yang lemah dari yang kuat

dan yang miskin dari penindas?”
Saksi-saksi dusta bangkit

dan menuduh aku secara tidak adil.

Mereka membalas kejahatan kepadaku untuk kebaikan:

jiwaku terlantar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Ant. 2 Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

II
Ketika mereka sakit aku berkabung,

menderita dengan berpuasa.

Doaku selalu di bibirku,

seperti untuk saudara, seorang teman.

Aku pergi seolah-olah berkabung seorang ibu,

tertunduk dalam kesedihan.
Sekarang aku dalam kesulitan mereka berkumpul,

mereka berkumpul dan mengejek aku.

Mereka mengejutkan aku dan memukul aku

dan mencabik-cabik aku.

Mereka memprovokasi aku dengan ejekan demi ejekan

dan menggertakkan gigi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

Ant. 3 Lidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

III
Ya Tuhan, berapa lama lagi Engkau akan memandang?

Datanglah menyelamatkan aku!

Selamatkanlah hidupku dari binatang-binatang buas ini,

jiwaku dari singa-singa ini.

Aku akan bersyukur kepada-Mu dalam jemaat yang besar,

di tengah-tengah keramaian aku akan memuji Engkau.
Jangan biarkan musuh-musuhku yang berdusta

bersukacita atas aku.

Jangan biarkan mereka yang membenci aku secara tidak adil

mengedipkan mata satu sama lain.
Ya Tuhan, Engkau telah melihat, janganlah berdiam diri,

janganlah berdiri jauh!

Bangunlah, bergeraklah untuk membela aku,

untuk perkaraku, ya Allah!
Biarlah ada sukacita bagi mereka yang mencintai perkaraku.

Biarlah mereka berkata tanpa henti:

“Besarlah Tuhan yang bersukacita

dalam damai hamba-Nya.”

Maka lidahku akan berbicara tentang keadilan-Mu,

sepanjang hari tentang pujian-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau menyelamatkan orang miskin dari penindas mereka, dan Engkau bangkit menolong Putra-Mu yang terkasih melawan mereka yang secara tidak adil mencari nyawa-Nya. Pandanglah Gereja-Mu saat kami berjalan menuju Engkau, agar orang miskin dan lemah dapat mengenali pertolongan yang Engkau berikan dan mewartakan karya keselamatan-Mu.

Ant. Lidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Anakku, perhatikanlah perkataan-Ku.

Lakukanlah seperti yang Kukatakan, dan engkau akan hidup.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Barukh

1:14—2:5; 3:1-8

Doa dan pengakuan dosa umat yang bertobat
Bacakanlah secara terbuka gulungan ini yang kami kirimkan kepadamu, di rumah Tuhan, pada hari raya dan selama hari-hari perkumpulan:
“Keadilan ada pada Tuhan, Allah kita; dan kita hari ini dipenuhi rasa malu, kita orang Yehuda dan warga Yerusalem, bahwa kita, bersama raja-raja dan penguasa-penguasa kita dan imam-imam dan nabi-nabi kita, dan bersama bapa-bapa kita, telah berdosa di hadapan Tuhan dan tidak menaati-Nya. Kita tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kita, maupun mengikuti perintah-perintah yang Tuhan tetapkan di hadapan kita.
“Sejak Tuhan memimpin bapa-bapa kita keluar dari tanah Mesir sampai hari ini, kita telah tidak taat kepada Tuhan, Allah kita, dan terlalu siap untuk mengabaikan suara-Nya. Dan kejahatan-kejahatan serta kutuk yang Tuhan perintahkan kepada Musa, hamba-Nya, pada waktu Ia memimpin bapa-bapa kita keluar dari tanah Mesir untuk memberikan kepada kita tanah yang berlimpah susu dan madu, melekat pada kita bahkan sampai hari ini. Sebab kita tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kita, dalam semua perkataan para nabi yang Ia utus kepada kita, tetapi setiap kita pergi mengikuti rancangan hati kita yang jahat, melayani allah-allah lain, dan melakukan kejahatan di hadapan Tuhan, Allah kita.
“Dan Tuhan memenuhi peringatan yang telah Ia ucapkan terhadap kita: terhadap hakim-hakim kita, yang memerintah Israel, terhadap raja-raja dan pangeran-pangeran kita, dan terhadap orang-orang Israel dan Yehuda. Ia mendatangkan atas kita kejahatan-kejahatan yang begitu besar sehingga tidak ada yang dilakukan di mana pun di bawah langit seperti yang telah dilakukan di Yerusalem, seperti yang tertulis dalam hukum Musa: bahwa satu demi satu dari kita akan memakan daging putranya atau putrinya. Ia telah membuat kita tunduk kepada semua kerajaan di sekitar kita, celaan dan kengerian di antara semua bangsa di sekitar kita ke mana Tuhan telah menyebarkan kita. Kita direndahkan, tidak ditinggikan, karena kita berdosa terhadap Tuhan, Allah kita, tidak mendengarkan suara-Nya.
“Tuhan Yang Mahakuasa, Allah Israel, jiwa-jiwa yang menderita dan roh-roh yang putus asa berseru kepada-Mu. Dengarlah, ya Tuhan, karena Engkau adalah Allah yang berbelas kasihan; dan kasihanilah kami, yang telah berdosa terhadap-Mu: karena Engkau bertakhta selamanya, sementara kami binasa selamanya. Tuhan Yang Mahakuasa, Allah Israel, dengarlah doa sedikit orang Israel, anak-anak dari mereka yang berdosa terhadap-Mu; mereka tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka, dan kejahatan-kejahatan melekat pada kami.
“Ingatlah pada saat ini bukan kesalahan-kesalahan bapa-bapa kami, tetapi tangan dan nama-Mu sendiri: karena Engkau adalah Tuhan Allah kami; dan Engkau, ya Tuhan, akan kami puji! Untuk ini, Engkau menaruh dalam hati kami rasa takut akan Engkau: agar kami dapat memanggil nama-Mu, dan memuji Engkau dalam penawanan kami, ketika kami telah menyingkirkan dari hati kami semua kejahatan bapa-bapa kami yang berdosa terhadap-Mu. Lihatlah kami hari ini dalam penawanan kami, di mana Engkau menyebarkan kami, celaan, kutuk, dan pembalasan atas semua kesalahan bapa-bapa kami, yang menjauh dari Tuhan, Allah kami.”

RESPONSORIUM Efesus 2:4-5; lihat Barukh 2:12

Allah kaya akan belas kasihan, dan karena Ia sangat mengasihi kita,

meskipun kita mati dalam dosa, Ia menghidupkan kita dalam Kristus.
Kami telah berdosa, tidak saleh, dan telah melanggar semua perintah-Mu, ya Tuhan Allah kami.

Meskipun kita mati dalam dosa, Ia menghidupkan kita dalam Kristus.
Bacaan Kedua

Dari surat kepada Proba oleh Santo Agustinus, uskup

Roh memohon bagi kita
Orang yang meminta dan mencari satu hal ini dari Tuhan mengajukan permohonannya dengan percaya diri dan tenang. Ia tidak takut bahwa, ketika ia menerimanya, itu dapat membahayakan dirinya, karena jika ini tidak ada, apa pun yang ia terima dengan semestinya tidak membawa manfaat sama sekali. Inilah satu-satunya, benar dan satu-satunya kehidupan kebahagiaan, bahwa, abadi dan tidak dapat binasa dalam tubuh dan roh, kita harus merenungkan kebaikan Tuhan selamanya. Untuk satu hal inilah segala sesuatu yang lain dicari dan tanpa ketidakpantasan diminta. Orang yang memiliki ini akan memiliki semua yang ia inginkan; di surga, ia tidak akan dapat menginginkan, karena ia tidak akan dapat memiliki apa pun yang tidak pantas.
Di surga adalah mata air kehidupan, yang harus kita haus sekarang dalam doa selama kita hidup dalam harapan dan belum melihat objek harapan kita, di bawah perlindungan sayap-Nya di hadapan siapa semua keinginan kita, agar kita dapat minum sepuasnya dari kelimpahan rumah-Nya dan diberi minum dari aliran sungai kesenangan-Nya, karena pada-Nya ada mata air kehidupan, dan dalam terang-Nya kita akan melihat terang, ketika keinginan kita akan dipuaskan dengan hal-hal baik, dan tidak akan ada yang perlu diminta dengan desahan kecuali apa yang kita miliki dengan sukacita.
Namun, karena inilah damai yang melampaui segala pengertian, bahkan ketika kita memintanya dalam doa kita tidak tahu bagaimana berdoa untuk apa yang benar. Tentu kita tidak tahu sesuatu jika kita tidak dapat memikirkannya sebagaimana adanya; apa pun yang terlintas dalam pikiran kita tolak, sangkal, cela; kita tahu bahwa ini bukan yang kita cari, meskipun kita belum tahu jenis hal apa itu sebenarnya.
Maka ada di dalam kita semacam ketidaktahuan yang terdidik, terdidik, yaitu, oleh Roh Allah yang membantu kelemahan kita. Ketika Rasul berkata: Jika kita mengharapkan sesuatu yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan sabar, ia menambahkan, Demikian juga Roh membantu kelemahan kita; kita tidak tahu apa yang benar untuk didoakan, tetapi Roh itu sendiri memohon dengan desahan yang terlalu dalam untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ia yang menyelidiki hati tahu apa yang dimaksud Roh, karena Ia memohon bagi orang-orang kudus sesuai dengan kehendak Allah.
Kita tidak boleh memahami ini bahwa Roh Kudus Allah memohon bagi orang-orang kudus seolah-olah Ia adalah seseorang yang berbeda dari Allah: dalam Tritunggal Roh adalah Allah yang tidak berubah dan satu Allah dengan Bapa dan Putra. Kitab Suci berkata: Ia memohon bagi orang-orang kudus karena Ia menggerakkan orang-orang kudus untuk memohon, sama seperti dikatakan: Tuhan Allahmu menguji kamu, untuk mengetahui apakah kamu mengasihi-Nya, dalam arti ini, bahwa Ia melakukannya untuk memungkinkan kamu mengetahui. Jadi Roh menggerakkan orang-orang kudus untuk memohon dengan desahan yang terlalu dalam untuk diungkapkan dengan kata-kata dengan menginspirasi dalam diri mereka keinginan untuk realitas besar dan belum diketahui yang kita nantikan dengan sabar. Bagaimana kata-kata dapat mengungkapkan apa yang kita inginkan ketika itu tetap tidak diketahui? Jika kita sama sekali tidak mengetahuinya kita tidak akan menginginkannya; lagi, kita tidak akan menginginkannya atau mencarinya dengan desahan, jika kita dapat melihatnya.

RESPONSORIUM Roma 8:26; Zakharia 12:10

Kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita berdoa;

Roh akan memohon bagi kita dengan desahan yang terlalu dalam untuk diungkapkan.
Pada hari itu, firman Tuhan, Aku akan mencurahkan roh belas kasihan dan doa ke atas keluarga Daud dan ke atas penduduk Yerusalem.

Roh akan memohon bagi kita dengan desahan yang terlalu dalam untuk diungkapkan.

DOA PENUTUP

Allah yang mahakuasa kekal abadi,

anugerahkanlah agar kami senantiasa

menyesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu

dan melayani keagungan-Mu dengan ketulusan hati.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

RABU II PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Madah

Mari kami putra terang

Tampil maju dan berjuang

Diresapi s’mangat Kristus

Jadi abdi dengan tulus.
Jangan lupa mohon Tuhan

Agar kami diarahkan

Pada tujuan sejati

Setia sepanjang hari.
Allah cahaya sejati

Sinarilah hati kami

Agar mampu memantulkan

Kristus terang kehidupan.
Terpujilah Allah Bapa

Terpujilah Allah Putra

Bersama Roh -Kudus pula

Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*

aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.
Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+

malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*

dan tiada hiburan bagiku.
Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*

apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.
Mataku tiada terpejamkan,*

aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.
Kupikirkan zaman yang lampau,*

tahun yang silam kukenang.
Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*

dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.
“Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*

dan tiada lagi bermurah hati?
Sudah habiskah kasih setia-Nya selama-lamanya,*

sudah batalkah janji-Nya yang turun-temurun?
Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*

ataukah Ia menutup kerahiman-Nya dengan kemurkaan?”
Sungguh inilah yang menikam hatiku,*

bahwa Allah merubah sikap-Nya.
Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*

karya yang mengagumkan pada masa yang silam.
Segala karya-Mu akan kurenungkan,*

akan kukenangkan segala perbuatan-Mu.
Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu,*

dewa manakah seagung Allah kami?
Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*

Engkau menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
Dengan tangan kuat Kautebus umat-Mu,*

keturunan Yakub dan Yusuf.
Air laut melihat Engkau, ya Allah,+

melihat Engkau, lalu gemetar,*

bahkan samudera raya bermendapatar ketakutan.
Awan-awan mencurahkan air hujan,+

awan meledakkan guntur gemuruh,*

halilintar sambar-menyambar.
Deru guntur-Mu sabung-menyabung,+

kilapan kilat menyinari jagat,*

bumi gemetar dan berguncang.
Jalan-Mu melalui laut, melalui air yang luas,*

rahasia karya-Mu tak terselami.
Demikian umat-Mu Kaubimbing seperti kawanan domba,*

dengan perantaraan -Musa dan Harun.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10
Hatiku bersukaria karena Tuhan,*

aku bermegah-megah karena Allahku.
Mulutku mengejek musuh,*

karena aku gembira atas pertolongan-Mu.
Tak ada orang sekudus Tuhan,*

tak ada wadas sekokoh Allah kami.
Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*

membualkan kata yang congkak-congkak.
Tuhan Allah yang mahatahu,*

bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!
Sudah patahlah busur para perkasa,*

dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.
Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*

orang kelaparan mengaso dari kerjanya.
Orang mandul melahirkan tujuh kali,*

tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.
Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*

menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.
Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*

Ia merendahkan dan meninggikan.
Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*

mengangkat dari persampahan orang miskin.
Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*

dan memberinya tempat kehormatan.
Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*

Ia menaruh daratan di atasnya.
Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihi-Nya,+

dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*

sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.
Tuhan menggentarkan para lawan-Nya,+

Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*

Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.
Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*

dan menguatkan orang yang diurapi-Nya.

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*

dan pulau-pulau bersukacita.
Awan kelam menyelubungi Tuhan,*

keadilan dan hukum tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan Tuhan,*

menghanguskan para lawan di sekamir-Nya.
Halilintar menyinari jagat,*

bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*

di hadapan Tuhan semesta alam.
Langit mewartakan keadilan Tuhan,*

dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+

yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*

hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.
Sion mendengarnya dan bersukacita,+

kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*

karena keputusan-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*

Engkau mahaagung di atas segala dewata.
Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+

sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihi-Nya,*

dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.
Terang terbit bagi orang benar,*

sukacita bagi orang yang tulus hati.
Bergembiralah dalam Tuhan, hai orang benar,*

muliakan nama-Nya yang kudus.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)
Apakah yang dapat memisahkan kami dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya kami akan menang dengan jaya karena kekuasaan Krtistus yang mencintai kami.
Lagu Singkat
P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.

U: Aku.

P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku.

U: Setiap waktu.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, penyelamat kami, sebab Ia telah berjanji akan menyertai Gereja-Nya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kami bersyukur kepada-Nya dan berkata:

U: Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

P: Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmat-Mu yang menyinari kami jangan sampai terbenam.

P: Kepada-Mu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan.

P: Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahaya-Mu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat.

P: Semoga cinta kasih Roh kudus-Mu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahaya-Mu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintah-Mu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU II SIANG

Madah

Marilah kami bernyanyi

Bagi penebus Illahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.
Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firman-Mu,*

itulah kekayaan hatiku.
Aku memohon belaskasihan-Mu dengan segenap hati,*

kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*

dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Aku bergegas dan tidak berlambat,*

untuk memenuhi perintah-Mu.
Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*

tetapi hukum-Mu tidak pernah kulupakan.
Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu,*

karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*

dengan orang yang menepati perintah-Mu.
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – I
Ya Allah, dengarkanlah doaku,*

jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.
Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*

aku mengembara dan menangis.
Aku cemas karena teriakan musuh,*

karena aniaya orang berdosa.
Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*

dan dengan geramnya memusuhi aku.
Hatiku gelisah di dalam dadaku,*

kengerian maut mendatangi aku.
Aku ketakutan dan gemetar,*

perasaan seram meliputi aku.
Kataku: “Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*

supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.
Aku ingin lari jauh-jauh,*

dan tinggal di padang gurun.
Aku akan mencari tempat perlindungan,*

terhadap angin ribut dan badai”.
Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*

sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.
Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*

di dalam kota ada kelaliman dan bencana.
Kebinasaan merajalela dalam kota,*

lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – II
Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*

masih dapat kuterima.
Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*

aku masih dapat menyembunyikan diri.
Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*

sahabat dan orang kepercayaanku;
dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*

bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.
Aku tetap berseru kepada Allah,*

Tuhan akan menyelamatkan daku.
Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*

dan Tuhan mendengarkan jeritanku.
Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*

sebab banyaklah mereka yang melawan daku.
Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*

Dialah hakim sejak sediakala.
Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*

dan tidak mau takut akan Allah.
Orang mengepalkan tangannya melawan sahabat,*

dan melanggar perjanjiannya.
Mulutnya licin melebihi mentega,*

tetapi hatinya merancangkan perang.
Kata-katanya lembut melebihi minyak,*

tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.
Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*

orang benar tidak dibiarkan-Nya goyah.
Tetapi orang-orang jahat,*

Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.
Para penumpah darah dan penipu,+

takkan mencapai setengah umur hidupnya,*

tetapi aku ini percaya kepada-Mu, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus Engkau dengarkan tanpa memandang muka. Sebab Engkau mengadili atas nama Allah.
P: Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan.

U: Ia memandang orang benar.

Doa Penutup

Allah yang Maha Kuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hati-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

RABU II SORE

Madah

Pada waktu senja ini

Malam mulai mendekat

Kami menyerahkan diri

Penuh pasrah dan hormat

Kepada-Mu Bapa kami

Sumber segala rahmat.
Kami bersyukur pada-Mu

Atas kurnia hari

Yang kini akan berlalu

Dan atas kasih suci

Yang Kaucurahkan selalu

Ke dalam hati kami.
Semoga kami semua

Yang khidmat menghadap-Mu

Siap menanggapi cinta

Dengan tiada ragu

Membaktikan jiwa raga

Demi kerajaan-Mu.
Terpujilah Allah Bapa

Tuhan Maha Kuasa

Terpujilah Yesus Kristus

Yang menjadi penebus

Terpujilah Roh Illahi

Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

sebab dari pada-Nyalah keselamatanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Berapa lamakah Engkau masih menyerbu manusia lemah,*

bersama-sama mencoba meruntuhkannya!
Seperti menyerang dinding yang miring,*

menggempur tembok yang mau roboh!
Rencana mereka tipuan belaka,*

mereka suka akan dusta.
Dengan mulut, mereka memberkati,*

tetapi dalam hati, mereka mengutuki.
Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

dan pada-Nyalah segala harapanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*

Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.
Percayalah kepada-Nya selalu, hai umatku,+

curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*

Dialah perlindungan kami.
Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*

kehampaan semata, anak-anak manusia.
Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*

berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.
Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*

jangan menggantungkan diri pada perampasan.
Apabila harta milikmu bertambah,*

janganlah hatimu melekat kepadanya.
Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*

Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kami,*

semoga wajah-Nya berseri-seri kepada kami.
Ya Allah, semoga karya-Mu dikenal di bumi,*

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*

dan menuntun segala bangsa di bumi.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Tanah telah memberi hasilnya,*

sebab Tuhan, Allah kami, telah memberkati kami.
Semoga Allah tetap memberkati kami,*

semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20
Marilah kami dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+

yang membuat kami layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.
Ia telah merebut kami dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kami ke dalam kerajaan Putera-Nya yang terkasih.
Dalam Kristus, kami mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.
Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.
Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;
Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia,+

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan-Nya diam dalam Kristus,+

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)
Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi yang rendah hati. Karena rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya Engkau ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kecemasanmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara Engkau.
Lagu Singkat
P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.

U: Peliharalah.

P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.

U: Seperti biji mata.

P: Kemuliaan.

U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, marilah kami bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umat-Nya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kami penuh semangat berkata:

U: Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.

P: Allah kekal, bagi-Mu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang.

P: Kurniakanlah roti surgawi kepada umat-Mu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi.

P: Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang.

P: Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah.

P: Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Kuduslah nama-Mu, ya Tuhan, dan kasih sayang-Mu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umat-Mu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.

Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.

Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.

Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Oleh sebab itu "Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2).