Rabu, 30 Oktober 2030
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Wahyu 7:2-4,9-14
Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6
Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-3
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Bacaan Injil Matius 5:1-12a
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Renungan
Mirip Bapa
Orang tua sering mendengar komentar tentang anaknya: wah, hidungnya mirip bapaknya, atau senyumnya persis ibunya. Kemiripan itu kadang belum tampak waktu bayi, lalu makin jelas seiring anak bertumbuh. Darah yang sama pelan-pelan menampakkan wajahnya.
Hari raya Semua Orang Kudus menaruh kebenaran itu dalam bahasa iman. Rasul Yohanes menulis dengan takjub: "Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah." Bukan kelak, bukan nanti. Sekarang, hari ini, kita sudah anak-anak Allah.
Tetapi Yohanes melanjutkan dengan jujur: "belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia." Kekudusan ternyata bukan gelar yang tiba-tiba jatuh dari langit, melainkan kemiripan keluarga yang perlahan tersingkap. Para kudus adalah mereka yang membiarkan wajah Bapa makin kelihatan pada diri mereka.
Lalu bagaimana wajah itu tampak? Yesus melukiskannya di atas bukit, dalam Sabda Bahagia. Dan potret itu mengejutkan. Yang disebut berbahagia bukan yang kuat dan menang, melainkan yang miskin di hadapan Allah, yang berdukacita, yang lemah lembut, yang lapar akan kebenaran, yang murah hati, yang membawa damai. Itulah roman muka keluarga Allah. Bukan wajah pemenang menurut ukuran dunia, melainkan wajah orang yang hatinya condong pada yang benar. Dan menariknya, satu keluarga bisa mirip dalam banyak hal sekaligus. Orang kudus bukan hanya lembut, atau hanya murah hati, atau hanya pembawa damai; sedikit demi sedikit seluruh roman itu tumbuh bersama pada dirinya.
Maka merayakan para kudus bukanlah menatap deretan orang yang mustahil kita tiru. Mereka bukan makhluk dari planet lain. Mereka orang-orang yang membiarkan darah baptisan itu bekerja sampai wajah Kristus makin nyata pada mereka. Banyak dari mereka bahkan tak tercatat dalam kalender: nenek yang tekun berdoa, guru yang jujur, tetangga yang murah hati.
Dan justru karena kemiripan itu masih belum nyata sepenuhnya, ada harapan bagi kita yang merasa masih jauh. Wajah kita belum jadi. Masih dalam proses. Setiap perbuatan kasih hari ini adalah satu goresan lagi yang membuat kemiripan itu makin tampak.
Hari ini, dari daftar Sabda Bahagia itu, ciri wajah Bapa yang mana yang paling perlu kubiarkan tumbuh dalam diriku?
Bapa, Engkau menyebut aku anak-Mu. Kerjakanlah dalam diriku kemiripan dengan Putra-Mu, sampai kelak aku boleh melihat Engkau dan menjadi serupa dengan Dia. Amin.
Invitatorium
RABU II PAGI
Pembukaan
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
MADAH
Iman para Bapa kami! iman dan doa
PSALMODI
Ant. 1 Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke batas-batas dunia.
Ant. Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke batas-batas dunia.
Ant. 2 Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.
Mazmur 64
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
Ant. Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.
Ant. 3 Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah.
Mazmur 97
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pulau bergembira.
Ant. Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah.
BACAAN
RESPONSORIUM Yohanes 15:15; Matius 13:11, 16
RESPONSORIUM Yohanes 15:16, 8
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
RABU II PAGI
Pembukaan
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Madah
Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?
Mazmur 76 (77)
malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*
melihat Engkau, lalu gemetar,*
Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?
Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Mazmur 96 (97)
yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*
kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*
Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU II SIANG
Madah
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Mazmur 118 (119),57-64
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
takkan mencapai setengah umur hidupnya,*
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU II SORE
Madah
Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.
Mazmur 61 (62)
curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*
Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.
Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.
Mazmur 66 (67)
Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Marcellus
Martir
Perwira Romawi yang bertugas di Tanger, Afrika ini konon menjadi Kristen dan dipermandikan langsung oleh Santo Petrus Rasul. Ia menolak mengikuti upacara korban untuk memuja kaisar dan dewa-dewa Romawi. Dengan tegas ia berkata: "Aku hanya mengabdi kepada Raja Abadi, Tuhanku Yesus Kristus". Akibatnya ia langsung ditangkap dan dihukum mati pada tahun 298.