Senin, 23 September 2030
S. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Amsal 3:27-34
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu. Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu. Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.
Mazmur Tanggapan Mazmur 15:2-5
Bacaan Injil Lukas 8:16-18
"Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."
Renungan
Pelita di Atas Kaki Dian
Waktu lampu padam di kampung, orang mencari lilin atau pelita. Dan tak seorang pun yang menyalakan pelita lalu menutupnya dengan tempayan. Itu tindakan konyol. Susah payah menyalakan api, lalu sengaja menyembunyikan cahayanya. Pelita dinyalakan justru untuk ditaruh di tempat tinggi, supaya seisi rumah melihat terang.
Yesus memakai gambar ini hari ini. Tidak ada terang yang boleh disembunyikan. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan. Iman kita bukan barang simpanan untuk kamar sendiri, melainkan cahaya untuk menerangi orang lain.
Hari ini kita mengenang Santo Pius dari Pietrelcina, yang lebih dikenal sebagai Padre Pio. Hidupnya justru menjadi pelita yang tak bisa disembunyikan. Ia ingin menyepi, tetapi orang datang berbondong-bondong karena melihat terang Kristus memancar lewat dirinya. Cahaya sejati memang sulit ditutupi.
Amsal dalam Bacaan Pertama menerjemahkan terang itu ke perbuatan nyata. Jangan menahan kebaikan dari orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Jangan berkata kepada sesamamu: pergilah, besok akan kuberi, sedangkan yang diminta ada padamu. Kebaikan yang ditunda-tunda sama saja dengan pelita yang ditutup tempayan.
Sering kita menyimpan terang dengan alasan rendah hati, padahal sebenarnya takut merepotkan diri. Padahal terang bukan untuk pamer, melainkan untuk menerangi jalan orang lain.
Kebaikan apa yang mampu kita lakukan hari ini, tetapi kita tunda dengan kata nanti saja?
Tuhan, jadikanlah hidupku pelita yang tak kusembunyikan. Jauhkan aku dari kebiasaan menunda kebaikan yang bisa kulakukan hari ini juga. Amin.
Invitatorium
SENIN I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan Biasa.
MADAH
Ant. 1 Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang murni hatinya!
Mazmur 73
Mengapa orang baik banyak mengalami kesusahan?
Berbahagialah orang yang tidak kehilangan iman kepada-Ku (Matius 11:6).
Ant. Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang murni hatinya!
Ant. 2 Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
Ant. Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
Ant. 3 Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
Ant. Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
BACAAN
RESPONSORIUM Yehezkiel 3:17; 2:6,8;3:8
RESPONSORIUM Yehezkiel 34:15-16
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Ant.1: KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Ant.2: Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Ant.2: Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Mazmur 28
Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Bacaan Singkat (2Tes 3,10b-13)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN I SIANG
Madah
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Mazmur 7 I
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Mazmur 7 II
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Bacaan singkat (Yak 1,19-20.26)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN I SORE
Madah
Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.
Mazmur 10
Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.
Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mazmur 14
Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Bacaan Singkat (Kol 1,9b-11)
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Pius dari Pietrelcina (Padre Pio)
Imam Kapusin · 1887-1968
Francesco Forgione lahir pada 25 Mei 1887 di Pietrelcina, Italia, dari keluarga petani yang sederhana dan saleh. Sejak kecil ia dikenal saleh dan gemar berdoa. Pada usia lima belas tahun ia masuk Ordo Kapusin dan mengambil nama Pio. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1910 dan menghabiskan hampir seluruh hidup membiaranya di biara San Giovanni Rotondo.
Pada 20 September 1918, sewaktu berdoa syukur seusai Misa, ia mengalami penglihatan akan Kristus. Ketika penglihatan itu berlalu, di tangan, kaki, dan lambungnya muncul luka-luka stigmata, tanda-tanda sengsara Kristus. Luka itu ia tanggung selama lima puluh tahun, dan lenyap tepat menjelang kematiannya.
Padre Pio dikenal sebagai bapa pengakuan yang tak kenal lelah. Ribuan orang datang dari seluruh dunia untuk mengaku dosa kepadanya, sampai ia menghabiskan sepuluh jam sehari di kamar pengakuan dan para peziarah harus mengambil nomor antrean. Ia juga mendirikan rumah sakit besar, Casa Sollievo della Sofferenza (Rumah Peredaan Penderitaan). Banyak kisah tentang kemampuannya membaca hati dan penyembuhan mengelilingi hidupnya.
Lemah karena sakit dan tahun-tahun panjang menanggung stigmata, ia wafat pada 23 September 1968. Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasinya pada tahun 2002 di hadapan lautan umat di Roma.
Pelindung: para relawan, penderita sakit, dan mereka yang berdoa demi penghiburan.
Santa Tekla
Perawan
Kemungkinan besar Tekla adalah murid Santo Paulus Rasul. Konon ia membatalkan pertunangannya dengan seorang pemuda, dengan maksud supaya dapat mempersembahkan dirinya kepada Tuhan secara total. Ketika Paulus berada di penjara, Tekla sering mengunjunginya. Suatu ketika ia ditangkap dan diancam hukuman mati. Tetapi ia dapat meloloskan diri dan kemudian tinggal di dalam sebuah gua dekat Seleukia.
Santo Linus
Paus dan Martir
Linus adalah Paus kedua yang menggantikan Santo Petrus Rasul sebagai Paus pertama. Ia memimpin Gereja Kristus dari tahun 67 sampai tahun 76. Sangat sedikit berita yang diketahui tentang kisah hidupnya. Menurut Buku para Paus (Liber Pontificalis), Linus lahir di Tuscany, Italia.
Kemungkinan juga Linus ini adalah orang yang sama dengan yang dikatakan Santo Paulus dalam suratnya yang kedua kepada Timotius: "Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara" (2 Tim 4:21).
Umumnya Linus dihormati sebagai martir, namun tentang hal ini tidak ada informasi terpercaya yang mendukungnya. Namanya tercantum juga di dalam Kanon Misa.