Minggu, 18 Agustus 2030

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Wahyu 11:19a;12:1-6a,10ab

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Mazmur Tanggapan Mazmur 45:10-12,16

(45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!
(45-12) Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
(45-13) Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.
(45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

Bacaan Kedua 1 Korintus 15:20-27

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.

Bacaan Injil Lukas 1:39-56

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan

Musuh yang Terakhir

Di kampung, panen pertama sering diperlakukan istimewa. Bulir padi yang paling awal masak tidak langsung habis dimakan. Ia menjadi tanda bahwa seluruh sawah akan menyusul. Kalau yang sulung sudah menguning, yang lain tinggal menunggu giliran.

Paulus memakai gambar itu untuk kebangkitan. 'Kristus telah dibangkitkan sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.' Ia bukan pengecualian, melainkan permulaan. Bulir pertama yang menjamin panen. Sesudah Dia, kata Paulus, menyusul mereka yang menjadi milik-Nya.

Kita hidup di antara dua panen. Yang sulung sudah bangkit. Yang lain masih di sawah, masih menunggu, masih harus melewati kematian. Dan kematian itu nyata. Paulus tidak berpura-pura ia tidak ada. Ia menyebutnya musuh. 'Musuh yang terakhir, yang dibinasakan, ialah maut.'

Perhatikan kata itu: yang terakhir. Maut memang musuh, tetapi ia bukan pemenang. Ia yang paling akhir dikalahkan, dan justru karena itu, ia pasti dikalahkan. Kita cenderung menaruh kematian sebagai titik akhir dari segalanya. Iman menaruhnya sebagai musuh kedua dari belakang. Sesudahnya masih ada satu kata lagi, dan kata itu adalah kehidupan.

Hari ini, ketika kita masih merenungkan Maria yang diangkat ke surga, bacaan-bacaan ini mengingatkan mengapa pesta itu penting bagi kita yang biasa. Dalam diri Maria, panen susulan itu sudah dimulai. Ia manusia seperti kita, dan ia sudah sampai. Tubuhnya tidak ditelan maut. Ia menjadi bulir kedua yang menguning sesudah Sang Sulung, tanda bahwa sawah ini sungguh akan dituai.

Wahyu menaruh gambar terakhir. Perempuan yang melahirkan di depan naga tidak ditelan, sebab telah disediakan tempat baginya. Selalu ada tempat yang disediakan bagi mereka yang bertahan.

Gambar panen ini menuntut sesuatu dari kita hari ini. Bulir yang sudah menguning tidak dituai dengan sendirinya; ia harus dijaga sampai musimnya, dilindungi dari hama dan dari tangan yang mau memetiknya sebelum waktunya. Begitu juga iman kita. Menjadi bagian dari panen susulan bukan berarti duduk diam menunggu. Ada ketekunan yang harus dijalani, ada kesetiaan sehari-hari yang membuat kita tetap berdiri di ladang ketika Sang Penuai datang. Petrus, yang dulu takut pada maut, akhirnya berani mati bagi Kristus, karena ia sudah percaya bahwa maut hanya musuh kedua dari belakang.

Maka pesta hari ini bukan ajakan untuk melamun tentang surga yang jauh, melainkan untuk hidup hari ini dengan wajah yang menghadap ke arah kebangkitan. Setiap kebaikan kecil yang kita tabur, setiap salib kecil yang kita pikul dengan setia, adalah bulir yang sedang menguning menuju panen besar.

Kalau maut hanya musuh yang terakhir, dan bukan yang menang, bagaimana seharusnya kita memandang kematian orang-orang yang kita kasihi, dan kelak kematian kita sendiri?

Tuhan, Engkau Sang Sulung yang telah bangkit. Ketika maut menakutiku, ingatkan aku bahwa ia hanya musuh yang terakhir, dan Engkau sudah mengalahkannya. Amin.

Invitatorium

MINGGU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu dalam Masa Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan

Anak-anak-Mu datang menyanyi.

Kebaikan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia kerajaan-Mu datang.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja terurap.

Engkau telah memenangkan penebusan.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Kelemahan kami kini penuhilah.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

PSALMODI

Ant. 1 Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.

Mazmur 145

Pujian akan keagungan Allah

Tuhan, Engkaulah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Engkau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.

Aku akan memuji-Mu hari demi hari

dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat terpuji,

keagungan-Nya tak terukur.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.

Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang keindahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang menakjubkan.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.

Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyuarakan keadilan-Mu.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.

Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, berlimpah kasih.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua makhluk-Nya.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.

Ant. 2 Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

II
Semua makhluk-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemuliaan kerajaan-Mu yang agung.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

kekuasaan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.

Ant. Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Ant. 3 Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

memenuhi keinginan semua yang hidup.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Ia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Ia memenuhi keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Ia mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Ia binasakan sama sekali.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk abad-abad yang tak berkesudahan.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang memanggil-Mu dalam kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian orang-orang yang menghormati-Mu. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka, agar mereka senantiasa mengasihi-Mu dan memuji nama-Mu yang kudus.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah perkataan-Ku.

Perhatikanlah perintah-perintah-Ku.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari Kitab Nabi Hosea

11:1-11

Allah senantiasa berbelas kasihan
Demikianlah firman Tuhan:

Ketika Israel masih kanak-kanak, Aku mengasihi dia,

dari Mesir Kupanggil putra-Ku.

Semakin Aku memanggil mereka,

semakin jauh mereka pergi dari-Ku,

Berkurban kepada Baal-baal

dan membakar dupa kepada berhala-berhala.

Namun Akulah yang mengajar Efraim berjalan,

yang menggendong mereka dalam pelukan-Ku;

Aku menarik mereka dengan tali-tali manusia,

dengan ikatan-ikatan kasih;

Aku memelihara mereka seperti seseorang

yang mengangkat bayi ke pipinya;

Namun, meskipun Aku membungkuk untuk memberi makan anak-Ku,

mereka tidak tahu bahwa Akulah penyembuh mereka.
Ia akan kembali ke tanah Mesir,

dan Asyur akan menjadi rajanya;

Pedang akan dimulai dengan kota-kotanya

dan berakhir dengan menghabiskan kesunyiannya.

Karena mereka menolak untuk bertobat,

nasihat-nasihat mereka sendiri akan melahap mereka.

Umat-Nya dalam ketegangan tentang kembali kepada-Nya;

dan Allah, meskipun mereka berseru kepada-Nya serentak,

tidak akan mengangkat mereka.
Bagaimana mungkin Aku menyerahkan engkau, ya Efraim,

atau menyerahkan engkau, ya Israel?

Bagaimana mungkin Aku memperlakukan engkau seperti Adma,

atau menjadikan engkau seperti Zeboim?

Hati-Ku diliputi,

belas kasihan-Ku tergerak.

Aku tidak akan melampiaskan kemarahan-Ku yang membara,

Aku tidak akan menghancurkan Efraim lagi;

Sebab Aku adalah Allah dan bukan manusia,

Yang Kudus hadir di antara kamu;

Aku tidak akan membiarkan api menghabiskan kamu.
Mereka akan mengikuti Tuhan,

yang mengaum seperti singa;

Ketika Ia mengaum,

putra-putra-Nya akan datang ketakutan dari barat,

Dari Mesir mereka akan datang gemetar, seperti burung pipit,

dari tanah Asyur, seperti merpati;

Dan Aku akan menempatkan mereka kembali di rumah-rumah mereka,

firman Tuhan.

RESPONSORIUM Hosea 11:8, 9; Yeremia 31:3

Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku; seluruh keberadaan-Ku gemetar dengan belas kasihan.

Aku tidak akan melampiaskan kemarahan-Ku yang dahsyat, sebab Aku adalah Allah, bukan manusia.
Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal; dalam belas kasihan Aku menarik engkau kepada-Ku.

Aku tidak akan melampiaskan kemarahan-Ku yang dahsyat, sebab Aku adalah Allah, bukan manusia.

BACAAN KEDUA

Dari dialog Tentang Penyelenggaraan Ilahi oleh Santa Katarina dari Siena, perawan

Ikatan-ikatan kasih
Tuhanku yang manis, pandanglah dengan belas kasihan umat-Mu dan terutama tubuh mistik Gereja-Mu. Kemuliaan yang lebih besar diberikan kepada nama-Mu karena mengampuni banyak makhluk-Mu daripada jika aku sendiri diampuni atas dosa-dosaku yang besar terhadap keagungan-Mu. Tidak akan ada penghiburan bagiku untuk menikmati hidup-Mu jika umat-Mu yang kudus berada dalam kematian. Sebab aku melihat bahwa dosa menggelapkan kehidupan mempelai-Mu, Gereja—dosaku dan dosa-dosa orang lain.
Ini adalah rahmat istimewa yang kumohon, pengampunan ini bagi makhluk-makhluk yang telah Engkau ciptakan menurut gambar dan rupa-Mu. Ketika Engkau menciptakan manusia, Engkau tergerak oleh kasih untuk menjadikannya menurut gambar-Mu sendiri. Tentunya hanya kasih yang dapat begitu memuliakan makhluk-makhluk-Mu. Tetapi aku tahu betul bahwa manusia kehilangan martabat yang Engkau berikan kepadanya; ia pantas kehilangannya, karena ia telah berbuat dosa. Tergerak oleh kasih dan ingin mendamaikan umat manusia dengan diri-Mu, Engkau memberi kami Putra-Mu yang tunggal. Ia menjadi perantara dan keadilan kami dengan menanggung semua ketidakadilan dan dosa kami karena ketaatan pada kehendak-Mu, Bapa yang kekal, sama seperti Engkau menghendaki agar Ia mengambil kodrat manusiawi kami. Betapa kasih yang tak terukur dalamnya! Putra-Mu turun dari ketinggian keilahian-Nya ke kedalaman kemanusiaan kami. Dapatkah hati siapa pun tetap tertutup dan mengeras setelah ini?
Kami mencitrakan keilahian-Mu, tetapi Engkau mencitrakan kemanusiaan kami dalam persatuan keduanya yang telah Engkau kerjakan dalam seorang manusia. Engkau telah menyelubungi Keilahian dalam awan, dalam tanah liat kemanusiaan kami. Hanya kasih-Mu yang dapat begitu memuliakan daging Adam. Maka, karena kasih yang tak terukur ini, aku memohon, dengan segenap kekuatan jiwaku, agar Engkau dengan bebas melimpahkan belas kasihan-Mu kepada semua makhluk-Mu yang rendah.

RESPONSORIUM Mazmur 101:1-2

Aku akan menyanyikan kasih dan keadilan; aku akan menyanyi bagi-Mu, ya Tuhan.

Aku akan bertekun dalam jalan yang tak bercela.
Kapan Engkau akan datang kepadaku? Aku akan berjalan dengan kemurnian hati di dalam rumahku.

Aku akan bertekun dalam jalan yang tak bercela.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan rasul-rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi-nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang benar dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang dibeli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memberkati-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

DOA PENUTUP

Allah yang mahakuasa dan kekal,

yang, diajar oleh Roh Kudus,

kami berani memanggil Bapa kami,

sempurnakanlah, kami mohon, dalam hati kami

roh adopsi sebagai putra dan putri-Mu,

agar kami layak memasuki warisan

yang telah Engkau janjikan.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kami, Alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kami, Alleluya .

Madah

Allah hidup dan meraja

Alleluya, Alleluya

Maut sudah dikalahkan

Hidup sudah dilimpahkan.

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan.
Hari ini hari Tuhan

Alleluya, Alleluya

Hari penuh kesukaan

Hari raya kebangkamin

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan.
Mari kami bergembira

Alleluya, Alleluya

Bersyukur sambil memuji,

Bermadah sambil bernyanyi

Alleluya, Alleluya

Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatan-Mu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.
Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.
Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau
Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.
Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.
Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.
Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.
Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatan-Mu. Alleluya.

Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56
Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.
Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
Marilah kami memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.
(Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan')

Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Ant.3: Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.
Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.
Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.
Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.
Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;
Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.
Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Mengapa 7,10.12)

Selamat bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba. Pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kami sepanjang segala masa. Amin.
Lagu Singkat
P: Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.

U: Kristus.

P: Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.

U: Kasihanilah kami.

P: Kemuliaan.

U: Kristus.

Ant.Kidung (Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kami, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kami memuji Dia dan berkata:

U: Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

P: Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tangan-Mu,* sambil mengenangkan kebangkamin-Mu.

P: Semoga roh-Mu mengajar kami bertindak seturut keinginan hati-Mu,* dan semoga kebijaksanaan-Mu tetap membimbing kami.

P: Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umat-Mu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuh-Mu.

P: Kami mengucap syukur kepada-Mu,* atas kurnia-Mu yang tak terbilang banyaknya.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi V)
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU I SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi
Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah Israel berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah kaum Harun berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Hendaklah orang yang takwa berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.
Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.
Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.
Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku
Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.
“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Maha Kuasa”.
Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.
Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.

Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.
Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.
Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.
Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.
Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kami.
Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kami rayakan dengan gembira.
Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!
Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+

kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.
Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.
Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.

Bacaan singkat (Gal 6,9-10)

Janganlah kami jemu berbuat baik, karena pada waktunya kami akan menuai, asal saja kami tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kami berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.
P: Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku.

U: Ketetapan-Mu hendak kupegang.
Doa Penutup (Mi V)
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Sore

MINGGU I SORE I

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah

Pasti dekat s’lalu tidak kan berpisah.

Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,

Hati harus tetap tabah.
Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami

Dalam suka duka yang kami hadapi

Agar senantiasa kami mengimani

Kehadiran-Mu yang sakti.
T’rimalah luapan rasa syukur kami

Atas kelimpahan kebaikan hati

Yang Kauperlihatkan pada hari ini

Ya Tuhan dan Allah kami.
Terpujilah Bapa pencipta semesta

Bersama Putera penebus dunia

Yang mengutus Roh-Nya di tengah Gereja

Untuk tinggal selamanya. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa.

Mazmur 140

Ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku,*

dengarkanlah suaraku, sebab aku berseru kepada-Mu.
Semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa,*

semoga tangan yang kutadahkan Kauterima bagaikan kurban petang.
Awasilah mulutku, ya Tuhan,*

dan jagalah pintu bibirku.
Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*

jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.
Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat,*

tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.
Biarlah Allah yang adil memukul aku,*

biarlah yang maharahim menyiksa aku.
Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora,*

tak perkasa! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.
Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman Allah yang hidup,*

biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusan-Nya!
Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka,*

demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.
Tetapi kepada-Mulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku,*

kepada-Mulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.
Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang,*

dan terhadap perangkap orang berdosa.

Ant.1: Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa.

Ant.2: Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Mazmur 141

Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan,*

dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.
Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapan-Nya,*

aku membentangkan sengsaraku kepada-Nya.
“Bila nyawaku melenyap dari padaku,*

Engkaulah yang menmendapatahui jalannya ke maut.
Sepanjang jalan yang harus kutempuh,*

para musuhku memasang jerat.
Tengoklah dan saksikan sendiri,*

tak seorangpun mau mengenal aku.
Tak perkasa aku meloloskan diri,*

tak seorangpun menghiraukan daku.
Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,+

Engkaulah pelindungku,*

milik pusakaku dalam hidup abadi.
Perhatikanlah seruanku,*

sebab aku teramat hina.
Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku,*

karena mereka terlalu kuat bagiku.
Keluarkanlah aku dari penjara maut,*

agar aku memuji nama-Mu!
Semoga rombongan para suci melingkungi aku,*

sebab Engkau menyelamatkan daku.

Ant.2: Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Flp 2,6-11
Meskipun berwujud Allah,+

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri,+

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.
Sebab Allah telah meninggikan Dia,+

dan menganugerahkan kepada-Nya,*

nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus,+

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui,+

untuk kemuliaan Allah Bapa,*

Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Rom 11,33-36)
Betapa dalam dan kayanya kebijaksanaan dan penmendapatahuan Allah; betapa tak terselami keputusan-Nya, betapa tak terkira jalan-Nya. Siapakah yang dapat memahami pikiran Tuhan, siapakah pernah menjadi penasihat-Nya. Atau siapakah yang memberi Allah sesuatu, sehingga berhak menuntut balasan dari pada-Nya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, tercipta oleh-Nya dan tertuju kepada-Nya. Bagi-Nya kemuliaan selama-lamanya.
Lagu Singkat
P: Betapa agunglah,* Karya tangan-Mu, ya Tuhan.

U: Betapa.

P: Kebijaksanaan-Mu nyata dalam alam semesta.

U: Karya tangan-Mu, ya Tuhan.

P: Kemuliaan.

U: Betapa.

Ant.Kidung (Mi V): Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Doa Permohonan

Marilah kami memuji Allah yang mahaesa, Bapa dan Putera dan Roh -Kudus, dan dengan rendah hati berdoa:

U: Dampingilah umat-Mu, ya Tuhan.

P: Tuhan yang kudus, Bapa yang Maha Kuasa, tegakkanlah keadilan di tanah air kami,* supaya umat-Mu dapat menikmati kesejahteraan dan damai.

P: Hantarlah semua bangsa masuk kedalam kerajaan-Mu,* supaya akhirnya semua manusia selamat.

P: Semoga suami isteri hidup dalam damai-Mu, bertindak seturut kehendak-Mu,* dan saling mencintai seumur hidup.

P: Balaslah, ya Tuhan, kebaikan hati semua orang yang menolong kami,* dan anugerahilah mereka kehidupan kekal.

P: Kasihanilah semua orang yang meninggal akibat kebencian dan peperangan,* dan terimalah mereka dalam kebahagiaan di surga.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi V)
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Helena

Pengaku Iman

(Flavia) Helena berasal dari Drepanum, dekat Izmit, Turki. Ia lahir pada tahun 250 dan meninggal dunia pada tahun 330. Sumber lain mengatakan bahwa Helena lahir di Bitynia, Asia Kecil. Ketika menjadi Kristen, beliau sudah memasuki usia senja. Pada tahun 270, puteri pengusaha rumah penginapan ini, menikah dengan seorang jendral Romawi yang kemudian berhasil menduduki tahkta Kekaisaran Romawi bagian Barat menggantikan Diokletianus: Flavius Valerius Konstantinus, yang disebut juga Konstantinus Klorus (305-306). Mereka tinggal di Naissus (sekarang: Nis, Yugoslavia). Disanalah pada tahun 274 Helena melahirkan Konstantinus Agung, yang kemudian menjadi Kaisar Romawi yang lebih agung daripada ayahnya.

Setelah ayahnya, Konstantinus Klorus, meninggal di Eboracum (York) pada tahun 306 dalam suatu ekspedisi Britania, Konstantinus anaknya menjadi Kaisar Romawi Barat. Empat tahun kemudian, terdapat lima kaisar di Kekaisaran Romawi yang saling bersaing: Konstantinus, Maxentius, Licinius, Galerius dan Maximinus. Tatkala Galerius meninggal dunia, kekaisaran dibagi menjadi empat bagian: Konstantinus memerintah di Gaul (Perancis), Britania (Inggris) dan Raetia (Swiss); Maxentius di Spanyol, Italia dan Afrika Utara; dan bagian timur kekaisaran diperintah oleh Licinius dan Maximinus.

Pada tahun 312, Maxentius menyerang Konstantinus. Dalam kegentingan ini, Konstantinus mengalami suatu penglihatan ajaib: sebuah salib tampat di langit dengan pancaran cahaya yang kilau-kemilau. Pada Salib ajaib itu terpampang tulisan Yunani ini: “Tuiti Nika” yang artinya “Dalam tanda ini engkau akan menang!”. Konstantinus yakin bahwa Tuhan menghendaki dia bersama pasukannya bertempur dengan memakai tanda itu. Segera ia memerintahkan seluruh pasukannya berperang di bawah panji Salib suci. Konstantinus menang mutlak atas musuhnya Maxentius dan memasuki kota Roma dengan jaya. Konstantinus bersama pasukan-pasukannya dielu-elukan oleh seluruh umat Kristen, yang beberapa tahun silam dianiaya. Karena kemenangan ini, Konstantinus memberikan kebebasan kepada agama Kristen, bahkan agama Kristen diakui sebagai agama negara. Semua orang Kristen yang masih mendekam di dalam penjara dibebaskan dan Konstantinus mendirikan banyak gereja, mengembalikan semua kekayaan Gereja yang dijarah oleh penguasa Roma yang lalim, dan menghadiahkan banyak bidang tanah kepada Gereja.

Sebagai penghormatan kepada ibunya yang saleh itu, Konstantinus mengangkat ibunya menjadi ratu; Drepanum, kota asal ibunya diubah namanya menjadi Helenapolis. Helana sendiri pada tahun 324 berziarah ke Tanah Suci Yerusalem untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang telah mengaruniakan banyak rahmat keluarganya. Dalam ziarah itu pula, Helena bertekad menemukan Salib Suci, tempat Yesus menebus seluruh umat manusia dengan mengucurkan DarahNya. Setelah berjerih payah menemukan Salib Yesus itu, ditemukanlah tiga buah salib di sebuah sumur dekat bukit Golgota di Yerusalem. Paku-pakunya pun masih ada pula. Kesulitan yang timbul ialah ‘betulkah ketiga salib itu adalah salib yang bersejarah itu? Manakah Salib Yesus? Dengan bantuan Uskup Makarios, ketiga salib itu disentuhkan berturut-turut pada seorang wanita yang sakitnya tidak tersembuhkan. Ketika salib ketiga disentuhkan pada wanita itu, ia langsung sembuh sama sekali. Salib itulah Salib Yesus. Saking gembiranya, Helena memohon kepada puteranya Konstantinus agar mendirikan sebuah gereja di atas bukit Golgota untuk menyimpan Salib yang tak ternilai itu. Ia memotong sebagian untuk dikirim masing-masing ke Roma dan Konstantinopel. Dua buah gereja lain dibangunnya, masing-masing di Betlehem, tempat kelahiran Yesus dan di bukit Zaitun, tempat Yesus mengalami sakratul maut dan diangkat ke surga. Helena meninggal dunia pada tahun 330 dan jenazahnya dikuburkan di makam keluarga kaisar.