Sabtu, 17 Agustus 2030

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yehezkiel 24:15-24

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan." Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. Maka bangsa itu berkata kepadaku: "Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?" Lalu kujawab mereka: "Firman TUHAN sudah datang kepadaku: Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan, kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain. Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

Mazmur Tanggapan Ulangan 32:18-21

Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau.
Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.

Bacaan Injil Matius 19:16-22

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Renungan

Merdeka yang Tak Selesai di Gerbang

Pagi ini bendera naik di halaman-halaman, di sekolah, di kantor kecamatan, di gang-gang kampung. Tujuh belas Agustus. Delapan puluh lima tahun sejak dua orang membacakan teks singkat di Jakarta dan sebuah bangsa berdiri sebagai bangsa merdeka. Kita bersyukur untuk itu. Kemerdekaan sebuah bangsa adalah rahmat yang mahal, ditebus dengan darah banyak orang.

Tetapi ada satu jenis penjajahan yang tidak selesai oleh proklamasi mana pun. Penjajahan yang masuk lewat pintu hati, bukan lewat pelabuhan. Injil hari ini menunjukkannya lewat seorang muda yang kaya.

Ia datang berlari, penuh semangat, bertanya soal hidup kekal. Ia sudah menjalankan semua perintah sejak muda. Yesus memandangnya dengan kasih dan menawarkan satu langkah terakhir, 'Juallah segala milikmu, berikan kepada orang miskin, lalu ikutlah Aku.' Dan pemuda itu, yang tadi berlari mendekat, kini pergi dengan sedih. Sebab banyak hartanya.

Perhatikan siapa yang sebenarnya memegang siapa. Kita mengira kita memiliki harta. Sering justru harta yang memiliki kita. Pemuda itu tidak bebas melangkah, karena hartanya sudah lebih dulu menjajah kakinya. Ia punya segalanya, kecuali kemerdekaan untuk melepaskannya.

Inilah kemerdekaan yang tidak diurus oleh sidang mana pun: kemerdekaan batin. Kemampuan berkata tidak kepada barang, kepada gengsi, kepada rasa aman yang palsu. Sebuah bangsa bisa merdeka di peta dunia sementara warganya diam-diam dijajah oleh keinginan yang tak habis-habis. Merdeka dari penjajah lama, tetapi terjajah oleh cicilan, oleh pamer, oleh rasa tidak pernah cukup.

Bacaan pertama hari ini keras dan aneh. Yehezkiel kehilangan istrinya yang sangat dicintainya, dan Tuhan menyuruhnya tidak meratap secara terbuka, sebagai tanda bagi umat. Ada saat ketika seseorang dipanggil melepaskan bahkan yang paling dicintainya, demi sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Para pahlawan bangsa dulu mengerti bahasa ini. Mereka melepaskan nyawa, rumah, dan masa muda, supaya orang lain kelak bisa berdiri tegak.

Maka merdeka sejati selalu punya wajah kesediaan melepas. Yang tidak bisa melepaskan apa-apa sebenarnya belum benar-benar bebas. Ia hanya tampak berdiri tegak, padahal terikat pada barang-barang yang menuntunnya.

Di hari kemerdekaan ini, pantas kita bertanya bukan hanya apakah bangsa kita merdeka, melainkan apakah hati kita merdeka. Adakah satu hal yang menggenggam kita begitu erat sampai kita tidak bebas mengikut Tuhan?

Tuhan, kami bersyukur atas kemerdekaan bangsa ini. Merdekakan juga hati kami dari segala yang menjajahnya diam-diam, supaya kami bebas melangkah mengikut Engkau. Amin.

Invitatorium

OFISI MOTIF KEMERDEKAAN INDONESIA PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan yang sudah membebaskan kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan yang sudah membebaskan kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Ya Allah, datanglah menolongku.

Tuhan, bersegeralah menolongku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ave Maria, gratia plena

Maria, gratia plena

Maria, gratia plena

Ave, ave dominus

Dominus tecum

Benedicta tu in mulieribus

Et benedictus

Et benedictus fructus ventris

Ventris tui, Jesus

Ave Maria!
Ave Maria Mater Dei

Ora pro nobis peccatoribus

Ora, ora pro nobis

Ora ora pro nobis peccatoribus

Nunc et in hora mortis

In hora mortis, nostrae

In hora mortis mortis nostrae

In hora mortis, nostrae

Ave Maria!
Terjemahan Bahasa Indonesia
Salam Maria, penuh rahmat,

Tuhan sertamu,

terpujilah Engkau di antara wanita,

dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.

Santa Maria, Bunda Allah,

doakanlah kami yang berdosa ini,

sekarang dan waktu kami mati.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Bangkitlah, ya Perawan Ratu, Engkau layak dipuji selama-lamanya; ambillah tempat-Mu di kediaman mulia Raja abadi.

Mazmur 24

Tuhan masuk ke dalam bait-Nya

Kristus membukakan surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi serta isinya,

dunia dan semua penduduknya.

Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan,

dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menyerahkan diri kepada kesia-siaan,

dan tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan

dan keadilan dari Allah yang menyelamatkannya.

Itulah angkatan orang-orang yang mencari Dia,

yang mencari wajah Allah Yakub.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa dan gagah perkasa,

Tuhan, yang gagah perkasa dalam peperangan.
Angkatlah kepalamu, hai gerbang-gerbang,

dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi,

supaya masuk Raja kemuliaan!
Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bangkitlah, ya Perawan Ratu, Engkau layak dipuji selama-lamanya; ambillah tempat-Mu di kediaman mulia Raja abadi.

Ant. 2 Tuhan telah memilihnya, kekasih-Nya sejak semula. Ia telah membawanya untuk tinggal bersama-Nya.

Mazmur 46

Allah, perlindungan dan kekuatan kita

Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah beserta kita (Matius 1:23).

Allah adalah bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,

penolong yang selalu siap sedia dalam kesesakan,

maka kita tidak akan takut, sekalipun bumi bergoncang,

sekalipun gunung-gunung jatuh ke dalam dasar laut;

biarpun airnya bergelora dan berbusa,

biarpun gunung-gunung berguncang karena geloranya.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Sungai-sungai yang alirannya menyukakan kota Allah,

tempat kudus kediaman Yang Mahatinggi.

Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goyah;

Allah akan menolongnya pada waktu fajar menyingsing.

Bangsa-bangsa bergolak, kerajaan-kerajaan berguncang:

Ia mengangkat suara-Nya, bumi pun lenyap.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Mari, lihatlah perbuatan-perbuatan Tuhan,

perbuatan-perbuatan dahsyat yang telah Ia lakukan di bumi.

Ia menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi;

busur dipatahkan-Nya, tombak dipotong-Nya.

Ia membakar perisai-perisai dengan api.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah,

Mahatinggi di antara bangsa-bangsa, Mahatinggi di bumi!”
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah memilihnya, kekasih-Nya sejak semula. Ia telah membawanya untuk tinggal bersama-Nya.

Ant. 3 Hal-hal mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria.

Mazmur 87

Yerusalem adalah ibu kita semua

Yerusalem surgawi adalah wanita merdeka; dialah ibu kita (Galatia 4:26).

Di gunung yang kuduslah kota-Nya,

yang dikasihi Tuhan.

Tuhan lebih menyukai pintu-pintu gerbang Sion

daripada segala kediaman Yakub.

Tentang Dikau dikatakan hal-hal mulia,

ya kota Allah!
“Babel dan Mesir akan Kuhitung

di antara mereka yang mengenal Aku;

Filistia, Tirus, Etiopia,

mereka ini akan menjadi anak-anaknya

dan Sion akan disebut “Ibu”

sebab semua akan menjadi anak-anaknya.”
Dialah, Tuhan Yang Mahatinggi,

yang memberikan tempat bagi setiap orang.

Dalam daftar bangsa-bangsa Ia menulis:

“Mereka ini adalah anak-anaknya,”

dan sambil menari mereka akan bernyanyi:

“Dalam Dikau semua menemukan rumahnya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Hal-hal mulia dikatakan tentang Dikau, ya Perawan Maria.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita gema penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berbahagialah Engkau, Maria, karena Engkau percaya.

Sabda Tuhan kepadamu telah digenapi.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus

1:16-2:10

Dalam Kristus Yesus Allah telah memberikan kita tempat di surga
Aku tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada Allah karena kamu dan menyebut kamu dalam doaku. Semoga Allah Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang mulia, menganugerahkan kepadamu roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan jelas. Semoga Ia menerangi mata hatimu, agar kamu mengetahui betapa besarnya pengharapan yang kepada-Nya Ia telah memanggil kamu, betapa kayanya kemuliaan warisan-Nya bagi para kudus, dan betapa hebatnya kuasa-Nya bagi kita yang percaya. Itu seperti kekuatan yang Ia tunjukkan dalam membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan-Nya di sebelah kanan-Nya di surga, jauh di atas setiap pemerintah, penguasa, kekuatan, dan kekuasaan, dan setiap nama yang dapat disebut, bukan hanya dalam zaman ini, tetapi juga dalam zaman yang akan datang.
Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan telah menjadikan Dia, yang ditinggikan demikian, kepala Gereja, yang adalah tubuh-Nya: kepenuhan Dia yang memenuhi semua dalam segala hal.
Kamu dahulu mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu, ketika kamu mengikuti jalan dunia ini dan penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Dahulu kita semua termasuk di antara mereka; kita hidup menurut hawa nafsu daging, mengikuti setiap keinginan dan pikiran, dan oleh karena itu secara kodrat kita pantas menerima murka Allah seperti yang lain.
Tetapi Allah, yang kaya akan belas kasihan, karena kasih-Nya yang besar kepada kita, telah menghidupkan kita bersama Kristus, ketika kita masih mati dalam dosa. Oleh rahmat ini kamu diselamatkan. Bersama dan dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita dan memberikan kita tempat di surga, agar pada zaman yang akan datang Ia dapat menunjukkan kekayaan besar rahmat-Nya, yang dinyatakan oleh kebaikan-Nya kepada kita dalam Kristus Yesus.
Aku ulangi, oleh rahmat-Nya kamu diselamatkan melalui iman. Ini bukan perbuatanmu sendiri, ini adalah karunia Allah; juga bukan upah atas apa pun yang telah kamu capai, jadi jangan ada yang membanggakan diri. Kita adalah buatan tangan-Nya, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya bagi kita.

RESPONSORIUM

Betapa indahnya dan cantiknya Engkau, ya Perawan Maria. Engkau telah meninggalkan dunia ini untuk bersatu dengan Kristus.

Dihiasi dengan kuasa surgawi Engkau bersinar seperti matahari di antara para kudus.
Para malaikat bersukacita, dan para malaikat agung menyanyikan pujian-Mu, ya Perawan Maria.

Dihiasi dengan kuasa surgawi Engkau bersinar seperti matahari di antara para kudus.
Bacaan Kedua

Dari konstitusi apostolik Munificentissimus Deus oleh Paus Pius XII

Tubuh-Mu kudus dan unggul dalam kemuliaan
Dalam homili dan khotbah mereka pada pesta ini, para Bapa Suci dan para doktor besar berbicara tentang pengangkatan Bunda Allah sebagai sesuatu yang sudah dikenal dan diterima oleh umat beriman. Mereka memberikan kejelasan yang lebih besar dalam khotbah mereka dan menggunakan argumen yang lebih mendalam dalam menguraikan sifat dan maknanya. Di atas segalanya, mereka lebih jelas menyoroti fakta bahwa apa yang diperingati dalam pesta ini bukan hanya ketiadaan total kerusakan dari tubuh Bunda Maria yang telah meninggal, tetapi juga kemenangan-Nya atas kematian dan pemuliaan-Nya di surga, mengikuti pola yang ditetapkan oleh Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus.
Demikianlah Santo Yohanes Damaskus, yang terkemuka sebagai pengkhotbah besar kebenaran tradisi ini, berbicara dengan kefasihan yang kuat ketika ia menghubungkan pengangkatan tubuh Bunda Allah yang penuh kasih dengan karunia-karunia dan hak-hak istimewa-Nya yang lain: “Perlu bahwa Dia yang telah menjaga keperawanan-Nya tetap utuh dalam melahirkan anak juga memiliki tubuh-Nya yang bebas dari segala kerusakan setelah kematian. Perlu bahwa Dia yang telah menggendong Sang Pencipta sebagai seorang anak di dada-Nya harus tinggal di kemah-kemah Allah. Perlu bahwa mempelai yang diperistri oleh Bapa harus membuat rumah-Nya di kamar-kamar pengantin surga. Perlu bahwa Dia, yang telah memandang Putra-Nya yang disalibkan dan ditusuk hatinya oleh pedang kesedihan yang telah Dia hindari dalam melahirkan-Nya, harus memandang-Nya duduk bersama Bapa. Perlu bahwa Bunda Allah harus berbagi kepemilikan Putra-Nya, dan dihormati oleh setiap makhluk sebagai Bunda dan hamba Allah.”
Santo Germanus dari Konstantinopel menganggap bahwa sesuai tidak hanya dengan keibuan ilahi-Nya tetapi juga dengan kekudusan unik tubuh keperawanan-Nya bahwa tubuh itu tidak rusak dan diangkat ke surga: “Dalam kata-kata Kitab Suci, Engkau tampak dalam keindahan. Tubuh keperawanan-Mu sepenuhnya kudus, sepenuhnya murni, sepenuhnya rumah Allah, sehingga karena alasan ini juga tubuh itu selanjutnya asing bagi pembusukan: tubuh yang diubah, karena tubuh manusia, menjadi kehidupan keabadian yang unggul, tetapi tetap tubuh yang hidup, unggul dalam kemuliaan, tubuh yang tidak tercemar dan berbagi dalam kesempurnaan hidup.”
Penulis awal lainnya menyatakan: “Oleh karena itu, sebagai Bunda Kristus yang paling mulia, Allah dan Juruselamat kita, pemberi kehidupan dan keabadian, Ia dihidupkan oleh-Nya untuk berbagi keabadian tubuh yang kekal bersama Dia yang membangkitkan-Nya dari kubur dan mengangkat-Nya kepada diri-Nya sendiri dengan cara yang hanya dapat Ia ceritakan.”
Semua penalaran dan pertimbangan para Bapa Suci ini bersandar pada Kitab Suci sebagai dasar utama mereka. Kitab Suci menggambarkan Bunda Allah yang penuh kasih, hampir di depan mata kita, sebagai yang paling intim bersatu dengan Putra ilahi-Nya dan selalu berbagi dalam takdir-Nya.
Di atas segalanya, perlu dicatat bahwa sejak abad kedua para Bapa Suci menyajikan Perawan Maria sebagai Hawa yang baru, paling erat terkait dengan Adam yang baru, meskipun tunduk kepada-Nya dalam perjuangan melawan musuh dari dunia bawah. Perjuangan ini, seperti yang tersirat dalam janji pertama seorang penebus, akan berakhir dengan kemenangan sempurna atas dosa dan kematian, selalu terkait bersama dalam tulisan-tulisan Rasul bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, sama seperti kebangkitan Kristus yang mulia adalah bagian penting dari kemenangan ini dan piala terakhirnya, demikian pula perjuangan yang dibagikan oleh Perawan Terberkati dan Putra-Nya akan berakhir dengan pemuliaan tubuh keperawanan-Nya. Seperti yang dikatakan Rasul yang sama: Apabila tubuh yang dapat binasa ini telah mengenakan keabadian, maka akan digenapi firman Kitab Suci: Maut telah ditelan dalam kemenangan.
Maka, Bunda Allah yang agung, secara misterius bersatu sejak kekekalan dengan Yesus Kristus dalam satu dan keputusan predestinasi yang sama, tak bernoda dalam konsepsi-Nya, seorang perawan yang tak tercemar dalam keibuan ilahi-Nya, pendamping sepenuh hati dari Penebus ilahi yang memenangkan kemenangan penuh atas dosa dan konsekuensinya, akhirnya memperoleh mahkota tertinggi dari hak-hak istimewa-Nya—untuk dilindungi dari kerusakan kubur, dan, seperti Putra-Nya, ketika kematian telah dikalahkan, untuk diangkat tubuh dan jiwa ke kemuliaan surga yang luhur, di sana untuk duduk dalam kemuliaan di sebelah kanan Putra-Nya, Raja abadi segala abad.

RESPONSORIUM

Inilah hari yang mulia, di mana Bunda Perawan Allah diangkat ke surga; marilah kita menyanyikan kata-kata ini sebagai pujian-Nya:

Terpujilah Engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.
Berbahagialah Engkau, Perawan Maria yang kudus, dan paling layak dipuji, dari rahim-Mu Kristus Matahari Kebenaran telah terbit.

Terpujilah Engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan para martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang yang percaya.
Engkau duduk di sebelah kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Dikau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah, yang,

memandang kerendahan hati Santa Perawan Maria,

mengangkat-Nya ke rahmat ini,

bahwa Putra Tunggal-Mu lahir dari-Nya menurut daging

dan bahwa Ia dimahkotai hari ini dengan kemuliaan yang melampaui,

berikanlah melalui doa-doa-Nya,

agar, diselamatkan oleh misteri penebusan-Mu,

kami layak diangkat oleh-Mu ke tempat yang tinggi.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Pada perayaan ini
Kami bersama bernyanyi
Sambil mohon kepadaMu
Ya Bapa yang mahatahu.

Jauhkanlah rasa benci
Dari tanah air kami
Agar sinta menjiwai
Pangkuan ibu pertiwi.

Bimbinglah Indonesia
Dalam keluarga bangsa
Agar menjadi bentara
Hak asasi manusia.

Hendaknya seluruh bangsa
Memuji Allah yang esa
Bapa, Putra dan Roh suci
Yang hidup kekal abadi. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Tanpa 'Kemuliaan'.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Bacaan Singkat (Gal 5,13-15.26;6, 10)

Saudara-saudara, kamu telah dipanggil kepada kemerdekaan. Tetapi janganlah kamu pergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup seturut hawa nafsumu, melainkan abdi-mengabdilah dalam cinta kasih. Sebab seluruh hukum terpenuhi dalam perintah ini: "Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri!" Hendaknya hidup kita dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki, tetapi marilah kita berbuat baik kepada semua orang.

Lagu Singkat

P: Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,* Berkatilah pusakaMu. U: Selamatkanlah. P: Gembalakanlah dan dukunglah mereka selama-lamanya. U: Berkatilah pusakaMu. P: Kemuliaan. U: Selamatkanlah.

Ant.Kidung: Segala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk kepada atasannya, dan barang siapa menentang kuasa itu, ia menentang Allah.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Segala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk kepada atasannya, dan barang siapa menentang kuasa itu, ia menentang Allah.

Doa Permohonan

Marilah kita meluhurkan ALlah yang memberikan fajar harapan baru kepada kita pada hari raya kemerdekaan Indonesia ini. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan dan berkata:
U: Terangilah umatMu, ya Tuhan.
P: Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau telah memanggil setiap orang kepada kemerdekaan sejati dalam Kristus,* semoga kami mengisi kemerdekaan bangsa kami dengan keadilan dan cinta kasih.
P: Tuhan, pemersatu umat manusia, Engkau telah menghimpun kami dalam umatMU dan membebaskan kami dari kuasa kegelapan,* semoga kami memupuk kesatuan dan kerukunan dalam keluarga kami dan dalam seluruh bangsa kami.
P: Tuhan, pemberi hikmat dan kebijaksanaan, Engkau menerangi hati manusia dengan kebenaranMu, dan membebaskan kami dari jerat dosa dan kejahatan,* semoga kami mendukung usaha para wakil rakyat kami untuk menciptakan suatu masyarakat yang sungguh adil dan makmur.
P: Tuhan, pencipta damai dan kesejahteraan, Engkau telah menerbitkan fajar harapan baru bagi umatMu dalam membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan,* semoga kami tetap memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi setiap orang, juga kalau fajar harapan yang segar menjadi siang kenyataan yang panas terik.

Bapa kami

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus PuteraMu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepadaMu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

OFISI MOTIF KEMERDEKAAN INDONESIA SIANG

Madah dari Hari yang bersangkutan, Antifon dari Ibadat Pagi, Mazmur tambahan hal. 822

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Mazmur 122 (123)

KepadaMu kutengadahkan mataku,*
ya Tuhan, yang bersemayam di surga.

Seperti hamba memandang tuannya,*
dan sahaya memandang majikannya,

demikian kita memandang Tuhan Allah,*
sampai Ia mengasihani.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*
sebab sudah banyak kami dihina.

Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*
dan dihina orang yang sombong.

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kita,*
ketika musuh bangkit melawan kita,

mereka pasti sudah menelan kita hidup-hidup,*
ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kita.

Air pasang pasti sudah menghanyutkan kita,*
dan sungai sudah melanda kita.

Kita pasti sudah tenggelam,*
ditelan banjir yang meluap-luap.

Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kita,*
menjadi mangsa mereka!

Kita terlepas dari mereka,*
seperti burung dari jerat penangkap.

Jerat telah putus,*
dan kitapun terlepas.

Penolong kita ialah Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Mazmur 124 (125)

Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion,*
tak tergoncangkan, teguh selama-lamanya.

Seperti gunung-gemunung mengelilingi Yerusalem,+
demikianpun Tuhan melindungi umatNya,*
sekarang dan selama-lamanya.

Orang berdosa takkan bertahan,+
menguasai tanah pusaka orang jujur,*
asal orang jujur tidak melakukan kejahatan.

Berbuatlah baik, ya Tuhan, kepada orang baik,*
dan kepada orang yang tulus hati.

Tetapi orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit,+
hendaknya dienyahkan Tuhan,*
bersama orang yang melakukan kejahatan.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Bacaan singkat (Rom 8,19.21.23)

Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Sebab semua makhluk masih mempunyai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah. Dan kita juga merindukan pengngkatan sebagai putera, dan pembebasan tubuh kita.

P: Engkau berseru dalam kesesakan, hai umatKu.
U: Maka Aku membebaskan dikau.

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus PuteraMu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepadaMu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Ibadat Sore

OFISI MOTIF KEMERDEKAAN INDONESIA SORE II

Madah

Tuhan yang berhati Bapa
Pencipta alam semesta
Engkaulah yang memberikan
Kurnia kemerdekaan.

Pandanglah negeri kami
Dengan kasihMu yang sakti
Agar dapat menikmati
Kemakmuran yang sejati.

Bimbinglah kami selalu
Dalam naungan damaiMu
Supaya aman sentosa
Tanah air yang tercinta.

Mulyalah Bapa dan Putra
Bersama Roh kudus pula
Pemberi kuntum merdeka
Kepada Indonesia. Amin.

Ant.1: Aku memperhatikan kesengsaraan umatKu. Maka mereka Kaubebaskan dan Kuhantar ke tanah yang mengalirkan susu dan madu.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Ant.1: Aku memperhatikan kesengsaraan umatKu. Maka mereka Kaubebaskan dan Kuhantar ke tanah yang mengalirkan susu dan madu.

Ant.2: Lihatlah, kusediakan seluruh tanah ini bagimu. Paergilah dan milikilah sebagai tanah airmu.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Ant.2: Lihatlah, kusediakan seluruh tanah ini bagimu. Paergilah dan milikilah sebagai tanah airmu.

Ant.3: KerajaanKu adalah kerajaan abadi, dan kekuasaanKu bertahan turun temurun.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: KerajaanKu adalah kerajaan abadi, dan kekuasaanKu bertahan turun temurun.

Bacaan Singkat (1Ptr 1,13-14.16-17)

Demi Allah tunduklah kepada semua lembaga pemerintahan, baik kepada pemegang pucuk pimpinan negara, maupun kepada pemerintahan setempat yang bertugas menghukum orang-orang jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Hiduplah sebagai orang merdeka. dan bukan sebagai orang yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatannya. Hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, taatilah Allah, hormatilah pemimpin negara.

Lagu Singkat

P: Berbahagialah bangsa,* Yang Allahnya Tuhan. U: Berbahagialah. P: Umat yang terpilih menjadi milikNya. U: Yang Allahnya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Berbahagialah.

Ant.Kidung: Kalau Putera membebaskan kamu, niscaya kamu sungguh bebas, sabda Tuhan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kalau Putera membebaskan kamu, niscaya kamu sungguh bebas, sabda Tuhan.

Doa Permohonan

Marilah kita pada hari raya kemerdekaan Indonesia memuji Allah dengan hati gembira, mengucap syukur kepadaNya, dan berkata:
U: Terpujilah Engkau, Ya Tuhan yang mahaesa.
P: Tuhan Allah kami, Engkaulah Allah dan tiada Allah selain dikau, ya pencipta semesta alam,* dampingilah tanah air kami dan semua penduduknya, agar kami tetap mengakui Engkau sebagai dasar hidup kami.
P: Bapa yang mahamurah, Engkau telah menunjukkan cinta kasih dan peri kemanusiaanMu kepada kami dalam PuteraMu Yesus Kristus,* bantulah kami menjunjung tinggi keadilan serta perikemanusiaan yang beradab dan sopan.
P: Bapa yang mahaluhur, Engkau telah mempersatukan kami dalam Kristus, pengantara kami dihadapan hadiratMu,* bukakanlah hati kami agar tetap bersedia memperhatikan pendapat orang lain dalam permusyawaratan yang bijaksana.
P: Bapa yang mahabaik, Engkau telah memberi kami tanah air yang luas dan subur serta kekayaan alam sebagai milik kami bersama,* doronglah kami agar bekrja giat dan rajin untuk menciptakan keadilan sosial bagi setiap anggota keluarga di Indonesia.
P: Bapa yang mahamulya, Engkau tidak menciptakan maut dan tidak berkenan melihat kematian,* ingatlah saudara kami yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak azasi manusia, dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi.

Bapa kami

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus PuteraMu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepadaMu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU I

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat (Ul 6,4-7)

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Santo Hyasintus

Pengaku Iman

Hyasintus lahir tahun 1185 di Breslan, Silesia, Jerman Timur, dari keluarga bangsawan Odrowaz. Setelah menamatkan studinya, ia ditabhiskan menjadi imam. Karya imamatnya dimulai di Katedral Krakau, Polandia. Pada umur 35 tahun, bersama adiknya Seslaus, Hyasintus menemani uskupnya dalam perjalanan ke Roma.

Kesempatan itu dipakai untuk menemui Santo Dominikus, pendiri ordo Pengkhotbah. Semangat kerasulan dan kemiskinan para biarawan ordo itu sangat mereka kagumi. Pada pertemuan itu, Hyasintus meminta Dominikus agar mengutus beberapa biarawannya untuk mewartakan Injil di Eropa Utara. Permohonan ini tidak dikabulkan karena masalah kekurangan tenaga imam. Secara tak terduga, kedua bersaudara itu meminta Dominikus agar diterima dalam Ordo Pengkhotbah. Dengan senang hati Dominikus menerima kedua bersaudara itu dalam pengakuan ordonya.

Hyasintus bersama Seslaus, meskipun sudah lama bekerja sebagai imam, bersedia menjalani lagi masa novisiat untuk melatih diri dan membentuk diri mengikuti semangat Ordo Pengkhotbah dan semua keutamaan Kristen yang diperjuangkan ordo itu. Setelah mereka mengikrarkan kaul-kaul kebiaraan, Hyasintus dan Seslaus diutus ke Eropa Utara sebagai misionaris Dominikan pertama di wilayah itu.

Sebagai perintis Ordo Pengkhotbah di Eropa Utara, kedua bersaudara itu mengalami banyak hambatan dalam karyanya. Namun Tuhan senantiasa menyertai mereka dengan banyak karunia mukzijat. Mula-mula Hyasintus menjelajahi seluruh wilayah Polandia untuk mewartakan Injil. Ia berhasil mentobatkan banyak orang di semua kota. Selanjutnya ia berkotbah di wilayah-wilayah Jerman, Denmark, Swedia, Austria, dan Rusia sampai ke Laut Hitam. Kehidupannya yang sederhana dan suci menjadi pendukung kuat bagi khotbah-khotbahnya dan hal ini berhasil menarik minat banyak pemuda.

Pemuda-pemuda dengan rela meneladani Hyasintus dibina untuk menjadi imam-imam Dominikan. Untuk itu Hyasintus mendirikan banyak biara Dominikan di berbagai tempat sebagai pusat pendidikan bagi semua muda yang mau menjadi imam dalam Ordo Dominikan.

Dikatakan bahwa Hyasintus sepanjang hidupnya (72 tahun) tidak pernah mengalami sakit, termasuk penyakit ketuaan dan semua penderitaan lain yang disebabkan oleh usia yang sudah lanjut. Ia akhirnya gugur sebagai seorang ksatria Kristus yang memberi kesaksian iman secara luar biasa. Pada tanggal 14 Agustus 1257, ia jatuh sakit dan meninggal pada tanggal 15 Agustus 1257, tepat pada pesta Maria diangkat ke Surga.