Minggu, 14 Juli 2030

Minggu XV Masa Biasa

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Amos 7:12-15

Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: "Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan." Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.

Mazmur Tanggapan Mazmur 85:9-14

(85-10) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
(85-11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
(85-12) Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
(85-13) Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
(85-14) Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Kedua Efesus 1:3-14

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Bacaan Injil Markus 6:7-13

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Renungan

Tas yang Sengaja Kosong

Perhatikanlah orang yang bersiap bepergian jauh. Tasnya penuh berjaga-jaga: baju cadangan, obat, bekal, uang di beberapa kantong. Semakin jauh perjalanan, semakin berat bawaan. Kita menyebutnya persiapan matang.

Hari ini Yesus membuat daftar persiapan yang terbalik. Ia mengutus kedua belas murid berdua-dua dan berpesan: jangan membawa apa-apa, kecuali tongkat. Roti pun jangan. Bekal pun jangan. Uang pun jangan. Boleh alas kaki, tetapi jangan dua baju. Kalau ada panitia perjalanan seperti ini sekarang, pesertanya bubar sebelum berangkat.

Minggu lalu kita mendengar Yesus ditolak di Nazaret, kampung-Nya sendiri. Menarik sekali: justru sesudah pengalaman ditolak itu Ia mengutus. Seolah Ia hendak berkata, penolakan bukan alasan untuk berhenti, melainkan alasan untuk menyebar.

Mengapa tas harus kosong? Sebab tas yang penuh membuat orang bersandar pada isi tasnya. Tas yang kosong memaksa orang bersandar pada Allah dan pada kebaikan sesama. Murid yang kenyang oleh bekalnya sendiri tidak akan pernah tahu rasanya disambut, ditolong, dijamu. Kekosongan bekal adalah ruang bagi penyelenggaraan ilahi.

Mengapa pula berdua-dua? Sebab Injil bukan prestasi perorangan. Dua orang saling menjaga ketika lelah, saling meluruskan ketika keliru, dan menjadi saksi satu sama lain. Sejak awal, kabar gembira berjalan dengan kaki persaudaraan.

Amos dalam bacaan pertama memperlihatkan pola yang sama. Ketika diusir dari Betel, ia menjawab jujur: aku ini bukan nabi dan tidak termasuk golongan nabi; aku peternak dan pemungut buah ara hutan. Tuhan mengambilnya dari belakang kawanan domba. Modal Amos bukan ijazah kenabian, melainkan pengutusan.

Surat Efesus membuka rahasia di balik semuanya: kita telah dipilih di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan, dan dimeteraikan dengan Roh Kudus. Kalau pemilihan-Nya sedalam itu, apa lagi yang perlu dicemaskan soal bekal?

Kita semua sedang menjalani pengutusan masing-masing: keluarga, pekerjaan, lingkungan. Pertanyaannya bukan apakah tas kita cukup penuh, melainkan apakah hati kita cukup percaya. Barangkali minggu ini Tuhan mengajak kita menurunkan satu dua beban: kecemasan yang berlebih, rencana cadangan yang menumpuk, kebutuhan untuk selalu merasa aman.

Berangkatlah lebih ringan. Yang mengutus jauh lebih setia daripada apa pun yang kita bawa.

Tuhan Yesus, Engkau mengutus aku dengan tas yang kosong supaya hatiku penuh dengan Engkau. Berilah aku teman seperjalanan, dan jadikanlah aku pembawa damai-Mu. Amin.

Invitatorium

MINGGU III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Pada hari ini, hari yang pertama,

Nama Allah Bapa kami puji;

Yang, Tuhan dan sumber ciptaan,

Membawa dunia dari kegelapan.
Pada hari ini Putra yang kekal

Mengalahkan maut dengan kemenangan-Nya;

Pada hari ini Roh datang

Dengan karunia api yang hidup.
Bapa, yang membentuk manusia

Serupa dengan-Mu dalam rencana kasih-Mu,

Penuhilah kami dengan kasih ilahi itu,

Dan sesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu.
Sabda yang menjadi daging, salam bagi-Mu!

Engkau telah membebaskan kami dari dosa,

Dan bersama-Mu kami mati dan bangkit

Kepada Allah dalam kurban.
Roh Kudus, Engkau menganugerahkan

Karunia kasih kepada setiap hati;

Berilah kami terang dan rahmat, kami mohon,

Penuhilah hati kami pada hari suci ini.
Allah, Tritunggal Mahakudus,

Terlaksanalah kehendak-Mu yang kudus;

Dalam sabda-Mu jiwa kami bebas.

Dan kami beristirahat pada hari ini bersama-Mu.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tuhan, Allah kami, Engkau berpakaian kemegahan dan keagungan, terbungkus cahaya laksana jubah, alleluya.

Mazmur 104

Madah bagi Allah Sang Pencipta

Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).

I
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan Allah, betapa agung Engkau,

berpakaian kemegahan dan kemuliaan,

terbungkus cahaya laksana jubah!

Ant. Tuhan, Allah kami, Engkau berpakaian kemegahan dan keagungan, terbungkus cahaya laksana jubah, alleluya.

Engkau membentangkan langit seperti tenda.

Di atas hujan Engkau membangun kediaman-Mu.

Engkau menjadikan awan kereta-Mu,

dan berjalan di atas sayap angin;

Engkau menjadikan angin utusan-Mu

dan api yang menyala-nyala hamba-Mu.

Ant. Tuhan, Allah kami, Engkau berpakaian kemegahan dan keagungan, terbungkus cahaya laksana jubah, alleluya.

Engkau mendirikan bumi di atas dasarnya,

agar teguh berdiri dari zaman ke zaman.

Engkau membungkusnya dengan samudra laksana jubah:

air berdiri lebih tinggi dari gunung-gunung.

Ant. Tuhan, Allah kami, Engkau berpakaian kemegahan dan keagungan, terbungkus cahaya laksana jubah, alleluya.

Atas ancaman-Mu mereka melarikan diri;

atas suara guntur-Mu mereka lari.

Mereka naik di atas gunung-gunung dan mengalir turun

ke tempat yang telah Engkau tetapkan.

Engkau menetapkan batas yang tidak boleh mereka lewati

agar mereka tidak kembali menutupi bumi.

Ant. Tuhan, Allah kami, Engkau berpakaian kemegahan dan keagungan, terbungkus cahaya laksana jubah, alleluya.

Engkau membuat mata air memancar di lembah-lembah:

mereka mengalir di antara bukit-bukit.

Mereka memberi minum semua binatang di padang;

keledai-keledai liar memuaskan dahaga mereka.

Di tepi-tepi mereka berdiam burung-burung surga;

dari dahan-dahan mereka menyanyikan lagu mereka.

Ant. Tuhan, Allah kami, Engkau berpakaian kemegahan dan keagungan, terbungkus cahaya laksana jubah, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, Allah kami, Engkau berpakaian kemegahan dan keagungan, terbungkus cahaya laksana jubah, alleluya.

Ant. 2 Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

II
Dari kediaman-Mu Engkau menyirami bukit-bukit;

bumi minum sepuasnya dari karunia-Mu.

Engkau menumbuhkan rumput untuk ternak

dan tanaman untuk memenuhi kebutuhan manusia,
agar ia dapat mengeluarkan roti dari bumi

dan anggur untuk menyukakan hati manusia;

minyak, untuk membuatnya gembira

dan roti untuk menguatkan hati manusia.

Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Pohon-pohon Tuhan minum sepuasnya,

pohon-pohon aras yang ditanam-Nya di Lebanon;

di sana burung-burung membangun sarang mereka:

di puncak pohon bangau memiliki rumahnya.

Kambing-kambing menemukan rumah di gunung-gunung

dan kelinci-kelinci bersembunyi di bebatuan.

Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Engkau membuat bulan untuk menandai bulan-bulan;

matahari tahu waktu terbenamnya.

Ketika Engkau menyebarkan kegelapan, itu adalah malam

dan semua binatang hutan merayap keluar.

Singa-singa muda mengaum mencari mangsa mereka

dan meminta makanan mereka dari Allah.

Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Saat matahari terbit mereka menyelinap pergi

dan pergi beristirahat di sarang mereka.

Manusia pergi bekerja,

untuk bekerja sampai malam tiba.

Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.

Ant. 3 Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

III
Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan!

Dalam hikmat Engkau telah membuat semuanya.

Bumi penuh dengan kekayaan-Mu.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Ada laut, luas dan lebar,

dengan gerombolan yang bergerak tak terhitung,

makhluk hidup besar dan kecil.

Kapal-kapal bergerak di sana

dan monster-monster yang Engkau buat untuk bermain.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Semua ini memandang kepada-Mu

untuk memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau memberikannya, mereka mengumpulkannya:

Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut;

Engkau mengambil kembali roh-Mu, mereka mati,

kembali ke debu dari mana mereka berasal.

Engkau mengutus roh-Mu, mereka diciptakan;

dan Engkau memperbarui wajah bumi.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Semoga kemuliaan Tuhan kekal selamanya!

Semoga Tuhan bersukacita dalam karya-karya-Nya!

Ia memandang bumi dan bumi gemetar;

gunung-gunung mengeluarkan asap saat sentuhan-Nya.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Aku akan bernyanyi bagi Tuhan sepanjang hidupku,

membuat musik bagi Allahku selama aku hidup.

Semoga pikiran-pikiranku menyenangkan bagi-Nya.

Aku menemukan sukacitaku dalam Tuhan.

Biarlah orang-orang berdosa lenyap dari bumi

dan orang-orang fasik tidak ada lagi.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, sebagaimana Engkau membuat mata air di lembah-lembah untuk membentuk aliran-aliran di antara gunung-gunung, demikian pula Engkau membuat aliran-aliran rahmat yang hidup mengalir dari para Rasul agar ajaran mereka membawa keselamatan bagi semua bangsa. Semoga kami memiliki pengetahuan praktis tentang ajaran mereka, taat pada perintah mereka, memperoleh pengampunan dosa-dosa kami melalui doa-doa mereka, dan akhirnya menerima upah kebahagiaan abadi.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berbahagialah mata-Mu, karena melihat karya-karya Allah.

Dan telinga-Mu, karena mendengar sabda-Nya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Kedua Samuel

12:1-25

Pertobatan Daud
Tuhan mengutus Natan kepada Daud, dan ketika ia datang kepadanya, ia berkata: “Hakimilah perkara ini bagiku! Di sebuah kota tertentu ada dua orang, yang satu kaya, yang lain miskin. Orang kaya itu memiliki kawanan domba dan ternak dalam jumlah besar. Tetapi orang miskin itu tidak memiliki apa-apa kecuali seekor anak domba betina kecil yang telah dibelinya. Ia memeliharanya, dan anak domba itu tumbuh bersamanya dan anak-anaknya. Ia berbagi sedikit makanan yang dimilikinya dan minum dari cawan-Nya dan tidur di pangkuannya. Ia seperti seorang putri baginya. Sekarang, orang kaya itu menerima seorang tamu, tetapi ia tidak mau mengambil dari kawanan domba dan ternaknya sendiri untuk menyiapkan makanan bagi musafir yang datang kepadanya. Sebaliknya ia mengambil anak domba betina milik orang miskin itu dan menjadikannya makanan bagi tamunya.” Daud sangat marah kepada orang itu dan berkata kepada Natan: “Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan ini pantas mati! Ia harus mengembalikan anak domba betina itu empat kali lipat karena ia telah melakukan ini dan tidak memiliki belas kasihan.”
Kemudian Natan berkata kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Demikianlah firman Tuhan Allah Israel: ‘Aku telah mengurapi engkau menjadi raja Israel. Aku telah menyelamatkan engkau dari tangan Saul. Aku telah memberikan kepadamu rumah tuanmu dan istri-istri tuanmu untuk engkau miliki. Aku telah memberikan kepadamu rumah Israel dan Yehuda. Dan jika ini tidak cukup, Aku masih bisa menghitung lebih banyak lagi untukmu. Mengapa engkau menghina Tuhan dan melakukan kejahatan di mata-Nya? Engkau telah membunuh Uria orang Het dengan pedang; engkau mengambil istrinya sebagai milikmu sendiri, dan ia engkau bunuh dengan pedang orang Amon. Maka sekarang, pedang tidak akan pernah menjauh dari rumahmu, karena engkau telah menghina Aku dan telah mengambil istri Uria menjadi istrimu.’ Demikianlah firman Tuhan: ‘Aku akan mendatangkan kejahatan atasmu dari rumahmu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu selagi engkau hidup untuk melihatnya, dan akan memberikannya kepada tetanggamu. Ia akan tidur dengan istri-istrimu di siang bolong. Engkau telah melakukan perbuatan ini secara rahasia, tetapi Aku akan melaksanakannya di hadapan seluruh Israel, dan dengan matahari memandang.’”
Kemudian Daud berkata kepada Natan, “Aku telah berdosa terhadap Tuhan.” Natan menjawab Daud: “Tuhan pada bagian-Nya telah mengampuni dosamu: engkau tidak akan mati. Tetapi karena engkau telah benar-benar menghina Tuhan dengan perbuatan ini, anak yang lahir bagimu pasti akan mati.” Kemudian Natan kembali ke rumahnya.
Tuhan menimpa anak yang dilahirkan istri Uria bagi Daud, dan anak itu menjadi sakit parah. Daud memohon kepada Allah untuk anak itu. Ia berpuasa, pensiun untuk malam itu untuk berbaring di tanah dengan mengenakan kain kabung. Para tua-tua rumahnya berdiri di sampingnya mendesaknya untuk bangkit dari tanah; tetapi ia tidak mau, juga tidak mau makan bersama mereka. Pada hari ketujuh, anak itu meninggal. Namun, hamba-hamba Daud takut untuk memberitahunya bahwa anak itu telah meninggal, karena mereka berkata: “Ketika anak itu masih hidup, kami berbicara kepadanya, tetapi ia tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan. Bagaimana kami bisa memberitahunya bahwa anak itu telah meninggal? Ia mungkin melakukan sesuatu yang buruk!” Tetapi Daud memperhatikan hamba-hambanya berbisik-bisik di antara mereka sendiri dan menyadari bahwa anak itu telah meninggal. Ia bertanya kepada hamba-hambanya, “Apakah anak itu sudah meninggal?” Mereka menjawab, “Ya, ia sudah meninggal.”
Bangkit dari tanah, Daud mandi dan mengurapi dirinya, dan mengganti pakaiannya. Kemudian ia pergi ke rumah Tuhan dan beribadah. Ia kembali ke rumahnya sendiri, di mana atas permintaannya makanan disajikan di hadapannya, dan ia makan. Hamba-hambanya berkata kepadanya: “Apa yang sedang engkau lakukan ini? Ketika anak itu masih hidup, engkau berpuasa dan menangis dan berjaga; sekarang setelah anak itu meninggal, engkau bangkit dan makan.” Ia menjawab: “Ketika anak itu masih hidup, aku berpuasa dan menangis, berpikir, ‘Mungkin Tuhan akan mengaruniakan hidup anak itu kepadaku.’ Tetapi sekarang ia sudah meninggal. Mengapa aku harus berpuasa? Bisakah aku membawanya kembali? Aku akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.”
Kemudian Daud menghibur istrinya Batsyeba. Ia pergi dan tidur dengannya; dan ia mengandung dan melahirkan seorang putra, yang diberi nama Salomo. Tuhan mengasihi dia dan mengutus nabi Natan untuk menamainya Yedidya, atas nama Tuhan.

RESPONSORIUM Doa Manasye 9, 10; Mazmur 51:5,6

Dosa-dosaku lebih banyak dari pasir di laut, dan pelanggaran-pelanggaranku banyak. Aku tidak layak mengangkat mataku ke ketinggian surga karena pelanggaran-pelanggaranku yang tak terhitung; karena aku telah membangkitkan amarah-Mu,

dan aku telah melakukan kejahatan di hadapan-Mu.
Aku tahu kesalahanku, dan dosaku selalu ada di hadapanku, karena aku telah berdosa terhadap-Mu sendiri.

Dan aku telah melakukan kejahatan di hadapan-Mu.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Kurban bagi Allah adalah roh yang hancur
Aku mengakui pelanggaranku, kata Daud. Jika aku mengakui kesalahanku, maka Engkau akan mengampuninya. Jangan pernah kita berasumsi bahwa jika kita menjalani hidup yang baik kita akan tanpa dosa; hidup kita harus dipuji hanya ketika kita terus memohon pengampunan. Tetapi manusia adalah makhluk yang putus asa, dan semakin sedikit mereka berkonsentrasi pada dosa-dosa mereka sendiri, semakin tertarik mereka pada dosa-dosa orang lain. Mereka mencari untuk mengkritik, bukan untuk mengoreksi. Tidak dapat memaafkan diri sendiri, mereka siap menuduh orang lain. Ini bukanlah cara yang ditunjukkan Daud kepada kita untuk berdoa dan menebus kesalahan kepada Allah, ketika ia berkata: Aku mengakui pelanggaranku, dan dosaku selalu ada di hadapanku. Ia tidak berkonsentrasi pada dosa-dosa orang lain; ia mengarahkan pikirannya pada dirinya sendiri. Ia tidak hanya mengelus permukaan, tetapi ia menyelam ke dalam dan masuk jauh ke dalam dirinya sendiri. Ia tidak menyayangkan dirinya sendiri, dan oleh karena itu tidak kurang ajar dalam meminta untuk disayangkan.
Apakah Engkau ingin Allah ditenangkan? Pelajarilah apa yang harus Engkau lakukan agar Allah berkenan kepada-Mu. Perhatikan lagi mazmur: Jika Engkau menginginkan kurban, aku pasti akan memberikannya; dalam kurban bakaran Engkau tidak akan bersukacita. Apakah Engkau kemudian akan tanpa kurban? Apakah Engkau tidak akan mempersembahkan apa-apa? Apakah Engkau akan menyenangkan Allah tanpa persembahan? Perhatikan apa yang Engkau baca dalam mazmur yang sama: Jika Engkau menginginkan kurban, aku pasti akan memberikannya; dalam kurban bakaran Engkau tidak akan bersukacita. Tetapi teruslah mendengarkan, dan katakanlah bersama Daud: Kurban bagi Allah adalah roh yang hancur; Allah tidak menghina hati yang hancur dan rendah hati. Buanglah persembahan-persembahan-Mu yang lama, karena sekarang Engkau telah mengetahui apa yang harus Engkau persembahkan. Pada zaman bapa-bapa-Mu Engkau akan membuat persembahan ternak—ini adalah kurban-kurban. Jika Engkau menginginkan kurban, aku pasti akan memberikannya. Maka ini, Tuhan, Engkau tidak menginginkannya, namun Engkau menginginkan kurban.
Engkau tidak akan bersukacita dalam kurban bakaran, kata Daud. Jika Engkau tidak akan bersukacita dalam kurban bakaran, apakah Engkau akan tetap tanpa kurban? Sama sekali tidak. Kurban bagi Allah adalah roh yang hancur; Allah tidak menghina hati yang hancur dan rendah hati.
Engkau sekarang memiliki persembahan yang harus Engkau buat. Tidak perlu memeriksa kawanan, tidak perlu melengkapi kapal dan melakukan perjalanan ke provinsi-provinsi terjauh untuk mencari kemenyan. Carilah di dalam hati-Mu apa yang menyenangkan Allah. Hati-Mu harus hancur. Apakah Engkau takut bahwa ia mungkin binasa begitu saja? Engkau memiliki jawaban: Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah. Agar hati yang bersih tercipta, hati yang kotor harus dihancurkan.
Kita harus tidak senang dengan diri kita sendiri ketika kita melakukan dosa, karena dosa tidak menyenangkan Allah. Meskipun kita berdosa, marilah kita setidaknya seperti Allah dalam hal ini, bahwa kita tidak senang dengan apa yang tidak menyenangkan-Nya. Maka dalam beberapa ukuran Engkau akan selaras dengan kehendak Allah, karena Engkau menemukan tidak menyenangkan dalam diri-Mu apa yang menjijikkan bagi Pencipta-Mu.

RESPONSORIUM

Dosa-dosaku, ya Tuhan, telah menembusku seperti panah; tetapi sebelum mereka melukaiku,

sembuhkanlah aku, ya Allah, dengan minyak pertobatan.
Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah, dan taruhlah roh yang baru dan teguh di dalam diriku.

Sembuhkanlah aku, ya Allah, dengan minyak pertobatan.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah kuasa dan kekuatan,

langit dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menghina rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang dibeli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang dalam kerendahan Putra-Mu

telah mengangkat dunia yang jatuh,

penuhilah umat-Mu yang setia dengan sukacita kudus,

karena kepada mereka yang telah Engkau selamatkan dari perbudakan dosa

Engkau menganugerahkan kebahagiaan abadi.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Ant.1: Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Mazmur 92 (93)

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*
dan kejayaan ikat pinggangNya.

Bumi Kaualaskan dengan kokoh tak tergoyangkan,+
takhtaMu teguh sejak dahulu,*
dari sediakala Engkau ada.

Air pasang meningkat, ya Tuhan,+
air pasang meningkatkan suaranya,*
air pasang meningkatkan deru geloranya.

Namun Tuhan dahsyat melebihi deru air pasang,+
hebat melebihi empasan samudera,*
agung melebihi angkasa raya.

TakhtaMu diteguhkan dari sediakala, ya Tuhan,*
rumahMu menggemakan pujian para kudus, untuk selama-lamanya.

Ant.1: Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Ant.2: Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Ant.2: Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Ant.3: Pujilah Tuhan dari surga.

Mazmur 148

Pujilah Tuhan dari surga,*
pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikatNya,*
pujilah Dia, seluruh bala tentaraNya!

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
pujilah Dia, segala bintang yang gemerlapan!

Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi,*
dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan,*
Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

Tuhan menempatkan mereka untuk selama-lamanya,*
ketetapan Tuhan senantiasa berlaku.

Pujilah Tuhan di bumi,*
naga lautan dan segenap samudera raya,

api dan hujan es, salju dan kabut,*
angin badai, yang melaksanakan firmanNya.

Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,*
pohon buah dan segala pohon kayu,

binatang liar dan segala ternak,*
binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,*
para penguasa dan segala suku di dunia;

para memuda dan pemudi,*
kaum tua berserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan,*
sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahanNya mengatasi langit dan bumi,*
namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsaNya.

Pujilah Tuhan, semua sahabatNya,*
hai Israel, umat yang dekat padaNya.

Ant.3: Pujilah Tuhan dari surga.

Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)

Beginilah firman Tuhan Allah: "Hai umatKu, sungguh, kuburmu akan Kubuka, dan Aku akan membangkitkan kamu dari kubur serta mengantar kamu kembali ke negeri Israel. Maka ketahuilah, hai umatKu, bahwa Aku Tuhan, yakni bila Aku membuka kuburmu dan membangkitkan kamu. Aku akan mencurahkan daya hidupKu dalam dirimu, lalu kamu akan hidup, dan Aku akan menempatkan kamu di tanah airmu. Maka kamu akan tahu, bahwa Aku, Tuhan, sudah bersabda dan melaksanakannya".

Lagu Singkat

P: Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami. U: Kristus. P: Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa. U: Kasihanilah kami. P: Kemuliaan. U: Kristus.

Ant.Kidung (Mi III): Tuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.

Doa Permohonan

Allah telah mengutus Roh kudus untuk menyinari hati setiap manusia. Maka hendaklah kita bertekun dalam doa dan berkata:
U: Terangilah umatMu, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, ya Allah, cahaya kami,* sebab Engkau telah membimbing kami sampai kepada hari baru ini.
P: Engkau telah menerangi dunia dengan kebangkitan PuteraMu,* maka curahkanlah cahayaMu ke dalam hati setiap manusia.
P: Engkau telah menyinari murid-murid Kristus dengan cahaya Roh kudus,* maka utuslah kiranya RohMu kepada umat yang setia kepadaMu.
P: Ya cahaya para bangsa, perhatikanlah orang yang masih tinggal dalam kegelapan,* dan bukalah kiranya hati mereka supaya mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi III)

Allah yang kekal dan kuasa, bimbinglah langkah kami sesuai dengan kehendakMu. Semoga kami selalu sanggup berbuat baik dengan bantuan rahmat PuteraMu yang tercinta, yaitu Yesus Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

MINGGU PEKAN III — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (Rom 8, 15-16)
15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Ayat Singkat
P. Pada-Mu, ya Tuhan, ada sumber hayat.
U. Dan dalam terang-Mu kami melihat terang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU III SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bacaan singkat (2Tim 1,9)

Allah telah menyelamatkan kita dan memanggil kita masuk umatNya. Allah berbuat begitu, bukanlah karena jasa kita, melainkan karena rahmat dan rencanaNya. Dan rencana Allah itu sudah ditetapkan bagi kita sebelum awal zaman dalam Kristus Yesus.

P: Pujilah Tuhan hai hatiku.
U: Dialah yang meluputkan hidupmu dari kematian.

Doa Penutup (Mi III)

Allah yang kekal dan kuasa, bimbinglah langkah kami sesuai dengan kehendakMu. Semoga kami selalu sanggup berbuat baik dengan bantuan rahmat PuteraMu yang tercinta, yaitu Yesus Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

MINGGU PEKAN III — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (2 Tim 1, 9)
9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ayat Singkat
P. Tuhan menuntun mereka dengan aman, sehingga tidak gentar.
U. Dan membawa mereka ke tanah-Nya yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU III SORE II

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Ant.2: Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Mazmur 110 (111)

Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,*
dalam lingkungan orang jujur dan di tengah umat.

Agunglah karya Tuhan,*
layak diselidiki oleh orang yang mengaguminya.

Agung dan semarak karya Tuhan,*
keadilanNya tetap selamanya.

PerbuatanNya yang agung pantas dikenang,*
Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Kepada orang takwa diberikanNya santapan,*
Ia selalu ingat akan perjanjianNya.

Kepada umatNya Ia membuktikan kekuasaanNya,*
dengan menganugerahinya milik pusaka para bangsa.

Adil dan benarlah karya tanganNya,*
segala titahNya teguh.

PerintahNya ditetapkan untuk selama-lamanya,*
diberikan dengan tulus dan jujur.

DianugerahkanNya keselamatan kepada umatNya,+
diikatNya perjanjian untuk selama-lamanya,*
kudus dan dahsyatlah namaNya.

Sikap yang takwa itu pangkal kebijaksanaan,+
besarlah ganjaran bagi orang yang berpegang padanya,*
terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Ant.2: Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 1,3-5)

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Sebab, oleh belaskasihanNya yang besar, Allah memberi kita kehidupan baru dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut. Kita diberi hidup penuh harapan untuk memperoleh warisan yang disimpan Allah bagimu; warisan mulia dan abadi yang tidak dapat binasa. Kuasa Allah telah memeliharamu dengan baik, sebab kamu percaya akan keselamatan, yang akan dinyatakan pada akhir zaman.

Lagu Singkat

P: Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya. U: Terpujilah. P: KepadaMulah pujian selama segala abad. U: Di angkasa raya. P: Kemuliaan. U: Terpujilah.

Ant.Kidung (Mi III): Roh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Roh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.

Doa Permohonan

Allah menciptakan dunia pada awal mula, menciptakannya kembali dengan penebusan dan tetap membaharuinya dalam cinta kasih. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:
U: Lanjutkanlah karya cinta kasihMu, ya Tuhan.
P: Syukur padaMu, ya Allah, sebab kekuasaanMu Kauwahyukan dalam alam semesta,* dan bimbinganMu Kaunyatakan dalam peredaran zaman.
P: Demi PuteraMu, pewarta damai dan pemenang di salib,* bebaskanlah kami dari ketakutan yang tak berasalan dan dari rasa putus asa.
P: Bantulah semua orang yang mencari keadilan dan mencintai kejujuran,* sehingga mereka berusaha membangun dunia dalam damai sejati.
P: Lindungilah orang yang tertindas, bebaskanlah orang yang tertawan, hiburkanlah orang yang berduka, puaskanlah orang yang lapar, kuatkanlah orang yang lemah,* dan tunjukkanlah kemenangan salib dalam setiap orang yang menderita.
P: Engkau memuliakan dan membangkitkan PuteraMu setelah Ia wafat dan dimakamkan,* maka terimalah orang mati ke dalam kehidupan bersama Kristus.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi III)

Allah yang kekal dan kuasa, bimbinglah langkah kami sesuai dengan kehendakMu. Semoga kami selalu sanggup berbuat baik dengan bantuan rahmat PuteraMu yang tercinta, yaitu Yesus Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo Fransiskus Solanus

Pengaku Iman

Fransiskus lahir di Montilla, Spanyol pada tahun 1549. Semenjak kecil ia tidak suka akan segala bentuk perselisihan. Bila terjadi perselisihan, ia selalu tampil sebagai pendamai. Ketika berusia 20 tahun, Fransiskus masuk Ordo Fransiskan di Montilla. Sebagai seorang pengikut Santo Fransiskus, ia berusaha meneladani semangat hidup Santo Fransiskus. Besar sekali perhatiannya kepada orang-orang sakit, sampai ia sendiri pun terjangkit penyakit menular yang membahayakan hidupnya.

Fransiskus Solanus kemudian diutus sebagai misionaris ke wilayah misi Amerika. Namun di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya karam. Sesuai wataknya yang periang itu, Fransiskus tidak gentar menghadapi musibah itu. Ia bahkan dengan tenang meneguhkan semua penumpang, menghibur mereka dan berhasil mempermandikan mereka semua sebelum kapal itu ditelan samudra. Pada peristiwa itu ia bersama beberapa penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri dan mendarat di daratan Peru.

Di Peru ia mulai mewartakan Injil Kristus sambil melakukan perbuatan-perbuatan amal di antara penduduk baru. Ia dikenal luas sebagai pembawa damai bagi penduduk sekitar. Banyak sekali usahanya untuk memperbaiki hidup orang-orang Indian di Peru dan juga di Argentina, yang berhasil dipermandikannya. Ketika sekelompok orang Indian mencoba membunuh orang-orang Kristen pada waktu Pekan Suci, Fransiskus berhasil menggugah hati mereka hingga mereka menyerahkan diri untuk dipermandikan. Ketika ia berkhotbah melawan korupsi di Lima, seluruh penduduk kota itu panik dan takut akan akibat perbuatan busuk mereka. Uskup setempat terpaksa turun tangan untuk menentramkan mereka. Fransiskus meninggal pada tahun 1610.

Santo Kamilus de Lellis

Pengaku Iman

Kamilus lahir di Bocchionico, Italia Tengah pada tahun 1550. Pada masa remajanya, ia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda positif akan menjadi seorang Abdi Allah. Putra Pejabat militer ini terkenal nakal dan karena itu harus diawasi secara ketat oleh ayahnya setelah kematian ibunya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi tentara di Venesia. Tetapi tujuh tahun kemudian ia dipecat karena lekas naik darah dan suka berjudi. Setelah meninggalkan dinas militer, Kamilus semakin gemar saja berjudi, hingga berkali-kali ia jatuh miskin dan akhirnya menjadi pengemis. Pada tahun 1574, ia menjadi seorang pekerja bangunan di biara Kapusin Manfredonia. Disana ia bertobat lalu melamar menjadi seorang bruder Kapusin di biara itu. Namun ia ditolak karena luka parah pada kakinya sewaktu menjadi tentara.

Kamilus kemudian berangkat ke Roma untuk mencari pengobatan yang lebih baik untuk lukanya. Di sana ia bertemu dengan Santo Philipus Neri. Philipus menjadi bapa pengakuannya. Setelah beberapa lama, Kamilus diterima menjadi pasien di rumah sakit San Giacomo. Di rumah sakit ini, Kamilus kemudian menjadi seorang perawat. Ia ditugaskan untuk merawat orang-orang sakit yang tidak bisa terobati lagi. Kesabaran dan kesanggupannya untuk merawat orang ini menaikkan prestasinya. Oleh karena itu kemudian Kamilus diangkat menjadi Direktur rumah sakit itu.

Semangat pelayanannya kepada para pasien sungguh besar. Ia kemudian berkeputusan untuk membaktikan dirinya lagi bagi pelayanan orang-orang sakit. Kelalaian para perawat, bahkan imam-imam terhadap kepentingan orang-orang sakit mendorong dia semakin menekuni pelayanan terhadap orang-orang sakit. Atas nasehat Philipus Neri, Kamilus memutuskan untuk menjadi imam. Untuk itu ia giat belajar dan kemudian ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1584 di Roma. Pada tahun itu juga ia mendirikan sebuah tarekat baru. Tarekat Hamba Orang-orang Sakit, yang disebut juga Imam-Imam Kamilian. Anggota tarekat ini mengabdikan diri pada pelayanan orang-orang sakit. Dua tahun berikutnya kongregasi ini direstui olehSri Paus Sixtus V pada tahun 1586, dan pada tahun 1591 Paus Gregorius XIV meningkatkan statusnya menjadi sebuah ordo religius. Kamilus menjadi pemimpin pertama Ordo itu dan membangun biara-biara di Napoli dan kota-kota Italia lainnya. Kepada rekan-rekannya, ia menasehatkan: "Mengabdikan seikhlas-ikhlasnya hingga titik darah yang terakhir, karena Tuhan hadir secara paling nyata di dalam diri orang-orang sakit yang kita layani. Kita ditugaskan Tuhan untuk melayani Dia di dalam diri orang-orang sakit ini."

Kamilius meninggal dunia pada tanggal 14 Juli 1614 dalam usia 64 tahun. Jenazahnya dikuburkan di gereja Santa Magdalena di Roma. Banyak mukjizat dialami oleh orang-orang yang berdoa dengan perantaraannya. Kamilius dinyatakan sebagai 'beato' pada tahun 1742 dan digelari 'santo' oleh Paus Benediktus XIV pada tahun 1746. Ia dihormati sebagai santo pelindung orang-orang sakit, para perawat dan organisasi-organisasi kesehatan.