Minggu, 7 Juli 2030
Minggu XIV Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yehezkiel 2:2-5
Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga. Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Dan baik mereka mendengarkan atau tidak--sebab mereka adalah kaum pemberontak--mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka.
Mazmur Tanggapan Mazmur 123:1-4
Bacaan Kedua 2 Korintus 12:7-10
Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Bacaan Injil Markus 6:1-6
Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.(6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Renungan
Anak Tukang Kayu
Ada pengalaman yang dikenal hampir semua perantau: pulang kampung. Bertahun-tahun merantau, membawa ilmu dan pengalaman, lalu duduk di acara keluarga dan tetap saja dipanggil dengan nama kecil. Mau bicara serius, orang tersenyum: dulu dia ingusan di sini. Di kampung sendiri, orang sulit dilihat sebagai orang baru.
Minggu lalu kita mendengar iman yang berani: Yairus bersujud, perempuan sakit menjamah jubah, anak kecil dibangkitkan. Hari ini pemandangannya berbalik. Yesus pulang ke Nazaret, mengajar di rumah ibadat, dan orang-orang takjub sebentar lalu tersandung: "Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?" Mereka merasa sudah tahu segalanya tentang Dia. Dan rasa sudah tahu itulah yang menutup pintu. Markus mencatat kalimat yang menggetarkan: Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana. Bukan karena kuasa-Nya berkurang, melainkan karena tidak ada tangan terbuka yang menerimanya.
Yehezkiel dalam bacaan pertama diutus kepada bangsa yang keras kepala, dengan pesan yang membebaskan: baik mereka mendengarkan atau tidak, katakanlah firman itu. Ukuran seorang utusan bukan tepuk tangan, melainkan kesetiaan. Yesus pun begitu. Ditolak di kampung sendiri, Ia tidak berhenti. Ia berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Lalu Paulus menyempurnakan pelajaran ini dari sisi yang paling pribadi. Ia menyebut duri dalam dagingnya, sesuatu yang menyakitkan dan tidak kunjung diangkat meski sudah tiga kali ia mohon. Jawaban Tuhan hanya satu kalimat: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Kuasa Allah rupanya tidak alergi pada kelemahan. Ia justru betah tinggal di sana.
Ketiga bacaan ini bertemu pada satu titik: Allah suka bekerja lewat yang biasa dan yang lemah. Nabi yang ditolak, rasul yang berduri, tukang kayu dari kampung kecil. Masalahnya, kita sering menuntut Tuhan tampil hebat dulu baru mau percaya. Padahal bisa jadi Ia sedang menyapa lewat orang yang paling kita kenal: pasangan yang mengingatkan, anak yang bertanya polos, tetangga yang menegur. Karena terlalu akrab, sapaan itu kita anggap angin lalu.
Pekan ini, cobalah satu latihan kecil: dengarkan orang serumah seolah baru pertama kali mendengarnya. Siapa tahu, lewat suara yang paling biasa itu, Tuhan sedang membuat mukjizat yang selama ini gagal terjadi karena kita merasa sudah tahu.
Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menolak-Mu karena Engkau datang lewat wajah yang terlalu kukenal. Berilah aku hati yang selalu baru, dan cukupkanlah rahmat-Mu dalam kelemahanku. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Biasa
MADAH
1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan
PSALMODI
Ant. 1 Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. 2 Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. 3 Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
BACAAN
RESPONSORIUM Lihat 1 Tawarikh 10:13, 14
RESPONSORIUM
2 Timotius 1:10; Yohanes 1:16; Kolose 1:16-17
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi II): Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU II SORE II
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Odo
Abbas
Odo lahir sebagai karunia khusus dari Allah. Ayahnya-seorang perwira militer Prancis-terus berdoa memohon dari Tuhan seorang anak laki-laki. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengaruniakan Odo kepadanya.
Ketika dipermandikan, sang ayah mempersembahkan Odo kepada perlindungan Santo Martinus dari Tours. Sepanjang hidupnya, Odo menaruh hormat dan devosi khusus kepada Santo Martinus. Ayahnya menginginkan Odo menjadi seorang ksatria yang tangkas menggunakan pedang. Tetapi Tuhan merencanakan sesuatu yang lain dari kehendak ayahnya.
Kesehatan Odo yang terus terganggu dan karena itu tidak layak untuk menjalani hidup kemiliteran, menjadi suatu alasan kuat baginya untuk menolak rencana ayahnya. Sementara itu keinginannya untuk menjadi seorang imam semakin membara. Akhirnya ia secara terbuka mengatakan keinginan dan cita-citanya itu kepada ayahnya. Lalu dengan restu ayahnya, Odo berangkat ke Tours untuk menjalani pendidikan imamat.
Odo masuk ordo Santo Benediktus. Pada tahun 927, ia dipilih menjadi Abbas di biara Cluni. Sebagai pemimpin biara, ia bersikap tegas dalam hal pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan sebiara. Ia pun tetap menjadi seorang pengagum Santo Martinus dengan devosi-devosinya.
Ia pergi ke Roma dan di sana ia jatuh sakit. Ia segera kembali ke Tours, karena keinginannya untuk meninggal di sana dan dikuburkan di samping Santo Martinus. Ia tiba di Tours tepat pada pesta Santo Martinus. Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo meninggal pada tanggal 18 November 942