Jumat, 28 Juni 2030

Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Tobit 11:5-17

Dalam pada itu duduklah Hana mengamati jalan yang harus ditempuh anaknya. Iapun telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia: "Sungguh anakmu tengah datang dan juga orang yang menyertainya." Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya: "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka. Sapukanlah empedu ikan itu kepada matanya. Obat itu akan memakan dahulu, lalu mengelupaskan bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya." Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya, lalu berkatalah ia kepadanya: "Setelah engkau kulihat, anakku, maka mulai sekarang aku dapat mati." Maka ia menangis. Tobitpun berdiri dan meskipun kakinya tersandung namun ia keluar dari pintu pelataran rumah. Tobia menghampirinya dengan empedu ikan itu di tangan lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya: "Tetapkan hati, pak!" Selanjutnya obat itu dikenakannya padanya dan dibiarkannya sebentar. Lalu dengan kedua tangannya dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya. Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya: "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!" Ia menyambung pula: "Terpujilah Allah, terpujilah nama-Nya yang besar, terpujilah para malaikat-Nya yang kudus. Hendaklah nama Tuhan yang besar ada di atas kita dan terpujilah hendaknya segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kulihat anakku Tobia!" Kemudian masuklah Tobia ke rumah dengan sukacita sambil memuji Allah dengan segenap hatinya. Diceritakannya kepada ayahnya bahwa perjalanannya berhasil baik; bahwa ia telah membawa uang itu dan sudah mengambil Sara anak perempuan Raguel menjadi isterinya dan bahwa isterinya masih dalam perjalanan dan sudah dekat pada pintu gerbang kota Niniwe. Maka keluarlah Tobit menjemput anak menantunya pada pintu gerbang kota Niniwe dengan sukacita seraya memuji Allah. Melihat Tobit berjalan dan maju dengan kekuatannya seperti dahulu tanpa diantar oleh siapapun maka tercengang-cenganglah penduduk kota Niniwe. Tobitpun lalu memaklumkan di hadapan mereka bahwa ia telah dikasihani oleh Allah yang telah mencelikkan matanya. Akhirnya Tobit mendekati Sara, isteri anaknya Tobia, lalu diberkatinya dengan berkata: "Selamat datang, anakku. Terpujilah Allahmu yang mengantar engkau kepada kami, hai anakku! Tuhan memberkati ayahmu, memberkati anakku Tobia dan memberkati engkau sendiri, hai anakku. Masuklah ke rumahmu dengan selamat, dengan berkat dan gembira! Masuklah, hai anakku!"

Mazmur Tanggapan Mazmur 146:1-2,6-10

Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,
yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.
TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

Bacaan Injil Markus 12:35-37

Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

Renungan

Cahaya Mataku

Ada satu seruan yang keluar dari mulut seorang ayah tua yang baru saja bisa melihat lagi. Tobit, yang bertahun-tahun buta, disembuhkan oleh anaknya dengan cara yang aneh, empedu ikan yang disapukan ke matanya. Ketika bintik-bintik putih itu terkelupas dan cahaya masuk kembali, ia memeluk anaknya sambil menangis dan berseru, 'Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!'

Cahaya mataku. Ungkapan seorang yang mengasihi. Bukan matahari yang pertama ingin ia lihat setelah sekian lama gelap, melainkan wajah anaknya. Kasih selalu ingin memandang wajah yang dikasihinya.

Hari ini kita merayakan Hati Yesus yang Mahakudus. Sebuah hari raya tentang hati, tentang kasih Allah yang bukan sekadar gagasan, melainkan denyut yang nyata. Kita menyembah bukan Allah yang berhitung dingin, melainkan Allah yang berhati, yang tergerak oleh belas kasihan, yang matanya memandang kita seperti Tobit memandang anaknya.

Sering kita membayangkan Allah sebagai hakim yang menghitung kesalahan dengan cermat, mata yang mencari cela. Hari raya ini membalik gambar itu. Hati Yesus adalah hati yang tersayat justru karena mengasihi terlalu dalam. Lambung-Nya tertusuk di salib, dan dari situ mengalir darah dan air, tanda kasih yang dicurahkan sampai habis.

Kisah Tobit menolong kita memahami kasih semacam ini. Penyembuhan matanya tidak datang lewat cara yang megah, melainkan lewat empedu ikan, sesuatu yang sederhana bahkan menjijikkan. Kasih Allah sering bekerja begitu, lewat hal-hal kecil dan tak terduga, asal hati kita terbuka menerimanya. Kasih memang kerap datang justru lewat yang pahit, seperti empedu yang menyembuhkan.

Dan perhatikan, yang buta bukan hanya mata Tobit. Kita pun sering buta terhadap kasih yang sebenarnya sudah mengelilingi kita. Buta terhadap perhatian orang di rumah, buta terhadap tanda-tanda Tuhan yang halus, buta terhadap wajah orang yang membutuhkan kita. Hari raya Hati Yesus adalah empedu ikan yang ditawarkan ke mata kita, supaya kita melihat kembali betapa kita dikasihi.

Ketika bintik-bintik itu terkelupas, mungkin kita pun akan berseru seperti Tobit. Bukan kepada anak, melainkan kepada Tuhan, 'Aku melihat Engkau, cahaya mataku.'

Hari ini, terhadap kasih siapa kita sedang buta, padahal ia ada begitu dekat menunggu untuk kita pandang?

Yesus yang berhati lembut, sembuhkan mataku yang buta terhadap kasih-Mu. Buatlah aku memandang wajah-Mu dan wajah sesama dengan mata yang baru, dan berseru dengan syukur, Engkaulah cahaya mataku. Amin.

Invitatorium

JUMAT IV PAGI

Pembukaan

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Tuhan gembalaku, takkan kekurangan aku.
2 Ia membaringkan aku di padang rumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.
3 Ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun aku di jalan kebenaran demi nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; tongkat dan gada-Mu, itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawan-lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku melimpah.
6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku; dan aku akan diam di rumah Tuhan sepanjang masa.

PSALMODI

Ant. 1 Aku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku.

Mazmur 69:2-22; 30-37

Aku hangus oleh semangat bagi rumah-Mu

Mereka memberi-Nya campuran anggur dan empedu (Matius 27:34).

I
Selamatkanlah aku, ya Allah,

sebab air telah naik sampai ke leherku.
Aku terperosok ke dalam lumpur yang dalam

dan tidak ada pijakan.

Aku telah masuk ke dalam air yang dalam

dan gelombang menenggelamkan aku.
Aku lelah karena semua tangisanku,

tenggorokanku kering.

Mataku telah habis

karena mencari Allahku.
Lebih banyak dari rambut di kepalaku

adalah mereka yang membenci aku tanpa sebab.

Mereka yang menyerang aku dengan dusta

terlalu banyak bagi kekuatanku.
Bagaimana aku dapat mengembalikan

apa yang tidak pernah aku curi?

Ya Allah, Engkau tahu kebodohanku yang berdosa;

dosa-dosaku dapat Engkau lihat.
Janganlah mereka yang berharap kepada-Mu dipermalukan

melalui aku, Tuhan semesta alam:

janganlah mereka yang mencari Engkau dikecewakan

melalui aku, Allah Israel.
Demi Engkaulah aku menderita cemoohan,

sehingga rasa malu menutupi wajahku,

sehingga aku menjadi orang asing bagi saudara-saudaraku,

orang asing bagi anak-anak ibuku sendiri.

Aku hangus oleh semangat bagi rumah-Mu

dan cemoohan terhadap-Mu menimpa aku.
Ketika aku menyiksa jiwaku dengan puasa

mereka menjadikannya cemoohan terhadapku.

Ketika aku mengenakan kain kabung dalam perkabungan

maka mereka menjadikanku bahan ejekan,

gunjingan orang-orang di gerbang,

subjek lagu-lagu pemabuk.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Aku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku.

Ant. 2 Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.

II
Inilah doaku kepada-Mu,

doaku untuk kemurahan-Mu.

Dalam kasih-Mu yang besar, jawablah aku, ya Allah,

dengan pertolongan-Mu yang tak pernah gagal:

selamatkanlah aku dari tenggelam dalam lumpur;

selamatkanlah aku dari musuh-musuhku.
Selamatkanlah aku dari air yang dalam

jangan sampai gelombang menenggelamkan aku.

Jangan biarkan kedalaman menelan aku

jangan pula maut menutup mulutnya atasku.
Tuhan, jawablah, sebab kasih-Mu baik;

dalam belas kasihan-Mu, berpalinglah kepadaku.

Jangan sembunyikan wajah-Mu dari hamba-Mu;

jawablah segera sebab aku dalam kesusahan.

Datanglah mendekat kepada jiwaku dan tebuslah aku;

bebaskanlah aku yang tertekan oleh musuh-musuhku.
Engkau tahu bagaimana mereka mencemooh dan mengejek aku;

semua penindas-Ku ada di hadapan-Mu.

Cemoohan telah menghancurkan hatiku;

aku telah mencapai batas kekuatanku.

Aku mencari belas kasihan dengan sia-sia,

untuk penghibur; tak seorang pun dapat kutemukan.
Untuk makanan mereka memberiku racun;

dalam dahagaku mereka memberiku cuka untuk diminum.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.

Ant. 3 Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.

III
Adapun aku dalam kemiskinan dan penderitaanku

biarlah pertolongan-Mu, ya Allah, mengangkat aku.
Aku akan memuji nama Allah dengan nyanyian;

aku akan memuliakan Dia dengan ucapan syukur,

persembahan yang lebih menyenangkan Allah daripada lembu,

lebih daripada binatang yang disiapkan untuk kurban.
Orang miskin ketika melihatnya akan bersukacita

dan hati yang mencari Allah akan hidup kembali;

sebab Tuhan mendengarkan orang yang membutuhkan

dan tidak menolak hamba-hamba-Nya dalam belenggu mereka.

Biarlah langit dan bumi memuji Dia,

laut dan semua makhluk hidupnya.
Sebab Allah akan membawa pertolongan ke Sion

dan membangun kembali kota-kota Yehuda

dan manusia akan tinggal di sana dalam kepemilikan.

Anak-anak hamba-hamba-Nya akan mewarisinya;

mereka yang mengasihi nama-Nya akan tinggal di sana.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah Bapa kami, untuk menunjukkan jalan keselamatan, Engkau memilih agar panji salib mendahului kami, dan Engkau menggenapi nubuat-nubuat kuno dalam Paskah Kristus dari kematian menuju kehidupan. Jangan biarkan kami membangkitkan kemarahan-Mu yang membara oleh dosa, melainkan, melalui perenungan akan luka-luka-Nya, buatlah kami membara dengan semangat bagi kehormatan Gereja-Mu dan dengan kasih syukur kepada-Mu.

Ant. Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita gema penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan akan mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada kita.

Dan kita akan mengikuti jejak-Nya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Hakim-hakim

Kelahiran Simson dinubuatkan
Orang Israel kembali berbuat jahat di hadapan Tuhan, maka Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin selama empat puluh tahun.
Ada seorang laki-laki dari Zora, dari suku Dan, namanya Manoah. Istrinya mandul dan tidak mempunyai anak. Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan berkata kepadanya, “Meskipun engkau mandul dan tidak mempunyai anak, namun engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Sekarang, berhati-hatilah agar tidak minum anggur atau minuman keras dan tidak makan sesuatu yang haram. Adapun anak laki-laki yang akan engkau kandung dan lahirkan, tidak boleh ada pisau cukur menyentuh kepalanya, sebab anak ini akan dikuduskan bagi Allah sejak dari kandungan. Dialah yang akan memulai penyelamatan Israel dari tangan orang Filistin.”
Perempuan itu pergi dan memberitahukan kepada suaminya, “Seorang hamba Allah datang kepadaku; penampilannya seperti malaikat Allah, sangat menakutkan. Aku tidak bertanya dari mana ia berasal, dan ia pun tidak memberitahukan namanya kepadaku. Tetapi ia berkata kepadaku, ‘Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Jadi, jangan minum anggur atau minuman keras, dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab anak itu akan dikuduskan bagi Allah sejak dari kandungan, sampai hari kematiannya.’” Manoah kemudian berdoa kepada Tuhan. “Ya Tuhan, aku mohon kepada-Mu,” katanya, “semoga hamba Allah yang Engkau utus itu kembali kepada kami untuk mengajar kami apa yang harus kami lakukan bagi anak yang akan lahir itu.”
Allah mendengar doa Manoah, dan malaikat Allah datang lagi kepada perempuan itu ketika ia sedang duduk di ladang. Karena suaminya Manoah tidak bersamanya, perempuan itu berlari dengan tergesa-gesa dan memberitahukan kepada suaminya. “Orang yang datang kepadaku tempo hari telah menampakkan diri kepadaku,” katanya kepada suaminya; maka Manoah bangkit dan mengikuti istrinya. Ketika ia sampai kepada orang itu, ia berkata kepadanya, “Apakah Engkau orang yang berbicara kepada istriku?” “Ya,” jawabnya. Lalu Manoah bertanya, “Sekarang, ketika apa yang Engkau katakan itu menjadi kenyataan, apa yang harus kami lakukan bagi anak itu?” Malaikat Tuhan menjawab Manoah, “Istrimu harus menjauhkan diri dari semua hal yang telah aku katakan kepadanya. Ia tidak boleh makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur, tidak boleh minum anggur atau minuman keras, dan tidak boleh makan sesuatu yang haram. Biarlah ia mematuhi semua yang telah aku perintahkan kepadanya.”
Kemudian Manoah berkata kepada malaikat Tuhan, “Dapatkah kami membujuk Engkau untuk tinggal, sementara kami menyiapkan seekor anak kambing untuk Engkau?” Tetapi malaikat Tuhan menjawab Manoah, “Meskipun engkau mendesak aku, aku tidak akan makan makananmu. Tetapi jika engkau mau, engkau boleh mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan.” Tidak mengetahui bahwa itu adalah malaikat Tuhan, Manoah berkata kepadanya, “Siapakah nama-Mu, agar kami dapat menghormati Engkau ketika perkataan-Mu menjadi kenyataan?” Malaikat Tuhan menjawabnya, “Mengapa engkau menanyakan nama-Ku, yang misterius?” Kemudian Manoah mengambil anak kambing itu dengan persembahan sajian dan mempersembahkannya di atas batu kepada Tuhan, yang karya-karya-Nya adalah misteri.
Sementara Manoah dan istrinya melihat, ketika api naik ke langit dari mezbah, malaikat Tuhan naik dalam nyala api mezbah. Ketika Manoah dan istrinya melihat ini, mereka tersungkur ke tanah; tetapi malaikat Tuhan tidak terlihat lagi oleh Manoah dan istrinya. Kemudian Manoah, menyadari bahwa itu adalah malaikat Tuhan, berkata kepada istrinya, “Kita pasti akan mati, sebab kita telah melihat Allah.” Tetapi istrinya menunjukkan kepadanya, “Jika Tuhan bermaksud membunuh kita, Ia tidak akan menerima kurban bakaran dan persembahan sajian dari tangan kita! Ia juga tidak akan membiarkan kita melihat semua ini barusan, atau mendengar apa yang telah kita dengar.”
Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Simson. Anak itu tumbuh besar dan Tuhan memberkatinya; Roh Tuhan pertama kali menggerakkannya di Mahaneh-dan, yang terletak antara Zora dan Esytaol.

RESPONSORIUM Lukas 1:13, 15; Hakim-hakim 13:5

Malaikat berkata kepada Zakharia: Istrimu akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, dan engkau harus menamainya Yohanes; ia tidak akan minum anggur atau minuman keras apa pun, dan ia akan dipenuhi Roh Kudus bahkan sejak dari kandungan ibunya.

Sebab anak itu akan menjadi seorang Nazir yang dikuduskan bagi Allah.
Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada istri Manoah dan berkata kepadanya: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan tidak boleh ada pisau cukur menyentuh kepalanya.

Sebab anak itu akan menjadi seorang Nazir yang dikuduskan bagi Allah.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Doa Tuhan oleh Santo Siprianus, uskup dan martir

Kita adalah anak-anak Allah; marilah kita tinggal dalam damai-Nya
Kristus dengan jelas menetapkan aturan tambahan untuk mengikat kita dengan suatu kondisi kontraktual tertentu: kita meminta agar hutang-hutang kita diampuni sejauh kita mengampuni orang-orang yang berhutang kepada kita. Demikianlah kita disadarkan bahwa kita tidak dapat memperoleh apa yang kita minta mengenai pelanggaran-pelanggaran kita sendiri kecuali kita melakukan hal yang sama bagi mereka yang melanggar kita. Inilah sebabnya Ia berkata di tempat lain: Ukuran yang kamu berikan akan menjadi ukuran yang kamu dapatkan. Dan hamba yang, setelah tuannya mengampuni semua hutangnya, menolak untuk mengampuni sesama hambanya, dilemparkan ke dalam penjara. Karena ia menolak untuk berbaik hati kepada sesama hambanya, ia kehilangan kemurahan yang telah diberikan tuannya kepadanya.
Bersama dengan perintah-perintah-Nya yang lain, Kristus menetapkan hal ini dengan lebih tegas lagi dengan kecaman yang paling keras. Ia berkata: Apabila kamu berdiri untuk berdoa, jika kamu mempunyai sesuatu terhadap seseorang, lepaskanlah itu, supaya Bapa surgawimu juga mengampuni kamu; tetapi jika kamu tidak mengampuni kesalahan orang, Bapa-Mu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. Kamu tidak akan mempunyai alasan pada hari penghakiman, sebab pada waktu itu kamu akan dihakimi sama seperti kamu telah menghakimi, dan kamu akan menderita apa pun yang telah kamu lakukan kepada orang lain.
Allah memerintahkan kita untuk menjadi pencinta damai, harmonis dan sehati dalam rumah-Nya; Ia ingin kita hidup dengan kehidupan baru yang Ia berikan kepada kita pada kelahiran kedua kita. Sebagai anak-anak Allah, kita harus tinggal dalam damai; karena kita mempunyai satu Roh, kita harus sehati dan sejiwa. Demikianlah Allah tidak menerima kurban dari orang yang hidup dalam konflik, dan Ia memerintahkan kita untuk berbalik dari mezbah dan terlebih dahulu berdamai dengan saudara kita, agar Allah juga ditenangkan oleh doa-doa orang yang berdamai. Persembahan terbesar yang dapat kita berikan kepada Allah adalah damai kita, keharmonisan di antara sesama Kristen, suatu umat yang bersatu dengan kesatuan Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Ketika Kain dan Habel pertama kali mempersembahkan kurban mereka, Allah tidak begitu memperhatikan persembahan-persembahan itu melainkan roh pemberi: Allah berkenan dengan persembahan Habel karena Ia berkenan dengan rohnya. Demikianlah Habel, orang yang benar, pembawa damai, dalam kurbannya yang tanpa cela mengajarkan manusia bahwa ketika mereka mempersembahkan persembahan mereka di mezbah, mereka harus mendekat seperti yang ia lakukan, dalam takut akan Allah, kesederhanaan hati, diatur oleh keadilan dan keharmonisan yang damai. Karena inilah karakter persembahan Habel, maka pantaslah ia sendiri kemudian menjadi kurban. Sebagai saksi pertama kemartiran dan memiliki sifat-sifat Tuhan akan keadilan dan damai, ia melambangkan penderitaan Tuhan dalam kemuliaan kematiannya sendiri. Demikianlah, orang-orang seperti itu yang dimahkotai oleh Tuhan dan akan dibenarkan bersama-Nya pada hari penghakiman.
Tetapi Santo Paulus dan Kitab Suci memberitahu kita bahwa orang yang suka bertengkar dan pembuat onar, yang tidak pernah berdamai dengan saudara-saudaranya, tidak dapat lolos dari tuduhan perselisihan internal meskipun ia mungkin mati demi nama Kristus. Sebab tertulis: Barangsiapa membenci saudaranya adalah pembunuh, dan ia tidak dapat mencapai kerajaan surga. Allah tidak dapat menerima seorang pembunuh. Ia tidak dapat bersatu dengan Kristus, yang lebih memilih meniru Yudas daripada Kristus.

RESPONSORIUM Efesus 4:1, 3, 4; Roma 15:5, 6

Aku memohon kepadamu untuk menjalani hidup yang layak bagi panggilan yang telah kamu terima. Berhati-hatilah untuk memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai.

Hanya ada satu harapan yang diberikan kepadamu oleh panggilanmu.
Semoga Allah mengaruniakan kepadamu untuk hidup rukun satu sama lain, agar bersama-sama kamu dapat memuliakan Allah dengan satu suara.

Hanya ada satu harapan yang diberikan kepadamu oleh panggilanmu.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

kekuatan bagi mereka yang berharap kepada-Mu,

dengarkanlah dengan murah hati permohonan kami, dan,

karena tanpa Engkau kelemahan manusia tidak dapat berbuat apa-apa,

karuniakanlah kepada kami selalu pertolongan rahmat-Mu,

agar dalam mengikuti perintah-perintah-Mu kami dapat menyenangkan Engkau

dengan tekad dan perbuatan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

JUMAT III PAGI

Pembukaan

Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.

Madah

Meski Kristus ada di setiap waktu

Namun jangan tunda janganlah menunggu

Carilah wajah-Nya sekarangpun juga

Tanpa menantikan senja.
Kristus sungguh ada dalam diri kami

Meski kami hina meski kami papa

Carilah wajah-Nya serukan nama-Nya

Kita pasti dibimbing-Nya.
Ya Bapa surgawi tolonglah hamba-Mu

Agar mengikuti Roh Kudus selalu

Hingga hari ini kami sungguh mampu

Mencari wajah Putra-Mu. Amin.

Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,*

menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah kesalahanku.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*

dan cucilah aku dari dosaku.
Kusadari pelanggaranku,*

dosaku selalu membayang di hadapan mataku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*

yang jahat di hadapan-Mu kulakukan.
Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*

dan tepatlah keputusan-Mu.
Sungguh aku dIllahirkan dalam kesalahan,*

dan dalam dosa aku dikandung ibu.
Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*

Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.
Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*

basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.
Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*

semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.
Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku,*

hapuskanlah segala kesalahanku.
Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*

baharuilah semangat tabah dalam batinku.
Janganlah Kaubuang aku dari hadapan-Mu,*

janganlah Kauambil roh-Mu yang kudus dari padaku.
Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatan-Mu,*

dan berilah aku semangat yang rela.
Maka aku akan mengajarkan sikap hati-Mu kepada orang berdosa,*

supaya mereka kembali kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*

maka aku akan memashyurkan keadilan-Mu.
Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*

supaya mulutku mewartakan pujian-Mu.
Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*

kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.
Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*

hati remuk redam takkan Kautolak.

Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.

Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.

Yer 14,17-21
Mataku becucuran air mata,*

siang malam tiada hentinya.
Sebab malapetaka besar menimpa rakyatku,*

suatu malapetaka yang amat besar.
Bila aku keluar ke padang,*

kulihat orang yang ditembusi pedang.
Bila aku masuk kota,*

kulihat orang yang merana kelaparan.
Bahkan nabi dan imampun,*

berkeliaran tanpa tujuan.
Sungguhkah Yehuda Kautolak sama sekali?+

Merasa muakkah Engkau terhadap Sion?*

Mengapa kami Kaupukul tanpa harapan akan sembuh?
Kami berharap akan selamat, tetapi tak ada kabar baik.*

Kami berharap akan sembuh, tetapi hanya ada kegelisahan.
Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa,+

dan bahwa leluhur kami berbuat jahat.*

Sungguh, kami telah berdosa terhadap-Mu.
Demi kemuliaan nama-Mu, janganlah menolak kami,+

janganlah membiarkan takhta-Mu yang mulia dihinakan.*

Ingatlah, ya Tuhan, jangan membatalkan perjanjian-Mu dengan kami.

Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.

Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya .

Mazmur 99 (100)

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*

berbaktilah kepada-Nya dengan gembira.
Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*

ketahuilah bahwa Tuhan Allah.
Dialah pencipta, dan kami milik-Nya,*

kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.
Masukilah pintu gerbang-Nya dengan lagu syukur,*

pelataran-Nya dengan puji-pujian.
Bersyukurlah kepada-Nya, pujilah nama-Nya,*

sebab Tuhan baik.
Cinta kasih-Nya tetap selama-lamanya,*

dan kesetiaan-Nya turun-temurun.

Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.

Bacaan Singkat (2Kor 12,9b-10)

Aku senang bermegah atas kelemahanku, agar kekuatan Kristus tinggal dalam diriku. Karena itu, demi Kristus, aku senang dan rela dalam kelemahanku, dalam siksaan dan kesukaran, dalam penganiayaan dan dalam kecemasan. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Lagu Singkat
P: Nyatakanlah kemurahan-Mu kepadaku,* Di pagi hari.

U: Nyatakanlah.

P: Tunjukkanlah kepadaku jalan yang harus kutempuh.

U: Di pagi hari.

P: Kemuliaan.

U: Nyatakanlah.

Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Doa Permohonan

Kristus telah lahir, wafat dan bangkit kembali untuk umat-Nya. Marilah kami menengadah kepada-Nya, dan dalam kepercayaan yang teguh berdoa:

U: Selamatkanlah kami dengan darah-Mu, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Yesus, penyelamat manusia, sebab Engkau telah rela menderita sengsara pada salib bagi kami,* dan Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu yang berharga.

P: Engkau telah berjanji memberi kami air hidup yang memancarkan kehidupan abadi,* maka curahkanlah Roh-Mu kepada semua manusia.

P: Engkau telah mengutus para murid-Mu untuk mewartakan Injil kepada semua bangsa,* maka bantulah mereka meluaskan kemenangan salib-Mu.

P: Engkau telah mengikutsertakan orang yang sakit dan malang dalam penderitaan-Mu di salib,* maka berilah mereka kekuatan dan ketabahan.

Bapa Kami

Doa Penutup

Bapa yang Maha -Kuasa, urapilah kiranya hati dan budi kami, supaya kami berjalan dalam cahaya kebenaran-Mu dan selalu mengikuti Engkau sebagai guru dan pemimpin kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

JUMAT IV SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka".

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Bacaan singkat (Rom 12,17a.19b-21)

Janganlah membalas kejatan dengan kejahatan. Sebab ada tertulis: Pembalasan itu hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi kalau seterumu lapar, berilah dia makan. Kalau ia haus, berilah dia minum. Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

P: Kemurahan Tuhan berlangsung turun-temurun.
U: Bagi orang yang berpegang pada perjanjianNya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

JUMAT III SORE

Madah

Yesus cahaya sejati

Yang bersinar dalam hati

Membawa keselamatan

Dan damai yang tahan zaman.
Engkau laksana pelita

Di tengah gelap gulita

Yang menjamin perjalanan

Agar mencapai tujuan.
Bila senja sudah tiba

Engkau tetap bercahaya

Menyinarkan kasih suci

Memancarkan cinta murni.
Terpujilah Kristus Tuhan

Yang rela menjadi kurban

Namun kini sudah jaya

Mulia untuk selamanya. Amin.

Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.

Mazmur 134 (135) – I
Pujilah nama Tuhan,*

pujilah karya Tuhan.
hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan,*

di pelataran rumah Allah kami.
Pujilah Tuhan, sebab Tuhan baik,*

bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama indah.
Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi diri-Nya,*

dan Israel sebagai milik pusaka-Nya
Sungguh kuakui, bahwa Tuhan agung,*

bahwa Tuhan kami melebihi segala dewata.
Tuhan melakukan semua yang dikehendaki-Nya,*

di langit dan di bumi, maupun di laut sampai ke dasar-dasarnya.
Tuhan membubungkan awan dari pinggir bumi,+

memanahkan kilat yang menyertai hujan,*

menyuruh angin ke luar dari sumbernya.
Tuhan memukul mati anak sulung Mesir,*

baik manusia maupun hewan.
Tuhan mendatangkan tanda dan mukjizat di tengah-tengah Mesir,*

melawan Firaun dan semua hambanya.
Tuhan menaklukkan bangsa-bangsa besar,*

dan membunuh raja-raja yang kuat.
Sihon, raja bangsa Amori, dan Og, raja negeri Basan,*

dan semua raja Kanaan.
Tuhan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka,*

sebagai milik pusaka kepada Israel, umat-Nya.

Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.

Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.

Mazmur 134 (135) – II
Ya Tuhan, nama-Mu kekal abadi,*

ya Tuhan, gelar-Mu berlaku turun-temurun
Sebab Tuhan membela hak umat-Nya,*

dan menaruh kasih sayang kepada para hamba-Nya.
Berhala kaum kafir perak dan emas belaka,*

buatan tangan manusia.
Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berbicara,*

mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat.
Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,*

juga nafas tidak ada dalam mulut mereka.
Yang membuat mereka akan sama nasibnya,*

dan juga semua yang percaya pada mereka.
Hai kaum Israel, pujilah Tuhan,*

hai kaum Harun, pujilah Tuhan.
Hai kaum Lewi, pujilah Tuhan,*

hai semua orang takwa, pujilah Tuhan.
Terpujilah Tuhan yang tinggal di Sion,*

Tuhan yang diam di Yerusalem!

Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.

Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Mengapa 15,3-4
Agung dan mengagumkan segala karya-Mu,*

ya Tuhan Allah yang Maha -Kuasa
Adil dan benar segala tindakan-Mu,*

ya raja segala bangsa!
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*

dan tidak memuliakan nama-Mu?
Sebab hanya Engkaulah kudus,+

semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu,*

sebab telah nyatalah segala keputusan-Mu.

Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Bacaan Singkat (Yak 1,2-4)
Saudara-saudara, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, kalau Engkau diuji dengan pelbagai godaan. Sebab Engkau tahu, bahwa ujian terhadap imanmu akan menghasilkan ketekunan. Biarkanlah ketekunan menghasilkan buah yang matang, supaya Engkau menjadi sempurna dan utuh, dan tak kekurangan apa pun juga.
Lagu Singkat
P: Kristus telah mencintai dan menyucikan kami,* Dalam darah-Nya.

U: Kristus.

P: Ia menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.

U: Dalam darah-Nya.

P: Kemuliaan.

U: Kristus.

Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha -Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.

Doa Permohonan

Bapa telah menyerahkan Tuhan Yesus kepada kematian karena pelanggaran kami, dan membangkitkan-Nya demi penyelamatan kami. Maka marilah kami berdoa:

U: Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan Yesus.

P: Dengarkanlah, ya Tuhan, doa kami dan ampunilah kesalahan kami,* limpahilah kami dengan rahmat dan damai.

P: Rasul Paulus berkata: “Ketika dosa bertambah, rahmat semakin melimpah”,* maka ampunilah kiranya dosa kami yang banyak itu.

P: Kami memang sudah berdosa banyak, ya Tuhan, namun kami berharap kepada kemurahan-Mu yang tak terbatas,* ubahlah hati kami, supaya kami bertobat.

P: Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dari segala dosa,* supaya Engkau berkenan kepada kami.

P: Engkau membuka pintu firdaus bagi penjahat yang mengakui Engkau sebagai penyelamat,* maka janganlah Kaututup pintu surga bagi kaum kerabat kami yang telah berpulang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, Bapa yang kudus, Engkau telah menyerahkan Kristus Putera-Mu sebagai tebusan bagi keselamatan kami. Semoga dalam kehidupan ini kami mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, supaya dikuatkan pula oleh kebangkamin-Nya. Sebab Dialah Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Ireneus

Uskup dan Martir · ± 130-202

Ireneus lahir sekitar tahun 130 di Asia Kecil, kemungkinan di Smirna. Pada masa mudanya ia berguru kepada Santo Polikarpus, uskup Smirna yang sendiri adalah murid Rasul Yohanes. Warisan ajaran para rasul yang diterimanya langsung dari mata rantai sedekat itu kelak menjadi tumpuan seluruh pemikirannya.

Ireneus lalu berkarya di Galia dan menjadi imam di Lyon. Ketika Uskup Pothinus gugur sebagai martir dalam penganiayaan tahun 177, Ireneus terpilih menggantikannya. Sebagai gembala, ia dikenal sebagai pembawa damai, sesuai arti namanya, yang menengahi perselisihan di dalam Gereja dengan lemah lembut.

Zamannya diguncang ajaran sesat Gnostisisme yang menyelewengkan iman. Untuk membendungnya, Ireneus menulis karya besar Adversus Haereses atau Melawan Ajaran Sesat, sekitar tahun 180. Dalam lima jilid ia membongkar kekeliruan kaum gnostik dan menegaskan kebenaran iman Gereja. Ia mengajarkan bahwa kebenaran diwariskan secara utuh melalui tradisi para rasul dan para uskup penerusnya. Ungkapannya yang termasyhur berbunyi Kemuliaan Allah adalah manusia yang hidup sepenuhnya.

Menurut tradisi, Ireneus wafat sebagai martir di Lyon sekitar tahun 202. Karena jasanya membela dan menjelaskan iman, pada tahun 2022 ia dinyatakan sebagai Pujangga Gereja dengan gelar Pujangga Kesatuan.

Pelindung: para katekis dan kesatuan Gereja.

Santo Ireneus dari Lyons

Uskup dan Martir

Ireneus lahir di Asia Kecil kira-kira pada tahun 140. Pendidikannya berlangsung di Smyrna. Pelajaran agama diperolehnya dari Santo Polykarpus, seorang murid Santo Yohanes Rasul. Riwayat hidupnya kurang diketahui, tetapi dari tulisan-tulisannya sendiri dapatlah diperoleh banyak informasi tentang dirinya. Pada masa tuanya, ia mengirimkan sepucuk surat kepada seorang temannya di Smyrna. Dari surat itu diketahui kesannya terhadap pengajaran Santo Polykarpus. Sebagian suratnya dapat dibaca dalam kutipan berikut: “Peristiwa-peristiwa pada masa itu masih kuingat baik daripada yang terjadi baru-baru ini. Karena yang kita pelajari pada masa muda tumbuh subur dan mengakar dalam batin. Saya masih mengingat dimana Polykarpus duduk ketika ia mengajar, bagaimana caranya berjalan dan bagaimana sikapnya. Saya masih ingat akan khotbah-khotbahnya kepada umat, dan bagaimana ia mengisahkan pergaulannya dengan Yohanes serta orang-orang lain yang menjadi saksi hidup Tuhan. Polykarpus mengajarkan apa yang didengarnya dari saksi-saksi mata kehidupan Yesus dan mukzijat-mukzijatNya. Semua berkat kemurahan Allah itu telah kuterima dengan sepenuh hati dan kucatat bukannya di atas selembar kertas, melainkan di dalam hatiku, serta oleh rahmat Allah selalu kurenungkan dengan seksama”.

Irenues bekerja di Lyons sebagai seorang imam. Pada tahun 177, timbullah aksi penghambatan agama di Lyons. Uskup kota Lyons, Potinus, meninggal karena suatu penganiayaan yang kejam atas dirinya. Ireneus diangkat menjadi penggantinya. Sebagai uskup, ia menggembalakan umatnya dengan penuh perhatian dan cinta. Kepada umatnya ia selalu berkhotbah dalam bahasa setempat, meskipun ia sendiri dibesarkan dalam bahasa Yunani. Dalam kepemimpinannya, ia selalu berusaha membela ajaran iman yang benar. Ia juga memperjuangkan kesatuan Gereja dan menegakkan kewibawaan Paus.

Namanya Ireneus, yang berarti pencinta damai, diusahakan menjadi kenyataan di dalam seluruh hidupnya. Dalam perselisihan antara Gereja Latin dan Yunani tentang tanggal hari raya Paska, ia menjadi juru bicara Sri Paus. Ia meninggal pada tahun 202 selaku seorang martir Kristus