Senin, 24 Juni 2030

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 139:1-3,13-15

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Kedua Kisah Para Rasul 13:22-26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil Lukas 1:57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Renungan

Jari yang Menunjuk

Ada satu jenis kebesaran yang justru terletak pada kesediaan untuk menjadi lebih kecil. Yohanes Pembaptis adalah gambarnya yang paling jernih.

Hari ini kita merayakan kelahirannya, sesuatu yang jarang. Dari sekian banyak orang kudus, hanya sedikit yang hari kelahirannya dirayakan Gereja. Umumnya kita mengenang hari kematian, hari seseorang lahir ke keabadian. Tetapi kelahiran Yohanes dirayakan, karena sejak lahir ia sudah menjadi tanda datangnya fajar.

Dalam bacaan kedua, kita mendengar bagaimana Yohanes menempatkan dirinya. 'Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.' Padahal saat itu Yohanes sedang berada di puncak pengaruhnya. Orang berbondong datang kepadanya, banyak menyangka ia sang Mesias. Ia bisa saja menikmati kekaguman itu. Tetapi ia justru menolaknya, dan menunjuk kepada yang lain.

Seluruh hidup Yohanes seperti sebuah jari telunjuk. Ia tidak menarik perhatian kepada dirinya, ia menunjuk kepada Kristus. Dan jari yang baik adalah jari yang membuat orang lupa pada jarinya, dan hanya melihat apa yang ditunjuk.

Betapa sukar sikap ini di zaman yang mengajari kita terus-menerus menunjuk diri sendiri. Tunjukkan pencapaianmu, tonjolkan namamu, pastikan orang melihat andilmu. Yohanes bergerak ke arah sebaliknya. Kemudian hari ia merumuskannya dalam satu kalimat, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Dalam bacaan pertama sang hamba berkata, 'Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.' Anak panah yang baik justru tersembunyi sampai saatnya dilepaskan. Ia tidak sibuk memamerkan diri di dalam tabung. Ia menunggu, siap dipakai, lalu melesat menuju sasaran, bukan menuju perhatian.

Nama Yohanes berarti Tuhan berkenan. Seluruh perutusannya adalah menunjukkan perkenanan itu, lalu mundur.

Dan kerendahan hati Yohanes bukan kelemahan. Dibutuhkan kekuatan besar untuk mundur ke samping justru ketika sorotan sudah ada di tangan. Yang lemah malah mencengkeram perhatian erat-erat.

Kita masing-masing dipanggil menjadi semacam jari telunjuk. Dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam pelayanan. Pertanyaannya, ketika orang melihat hidup kita, kepada siapa mereka akhirnya diarahkan? Kepada diri kita, atau kepada Dia?

Hari ini, adakah bagian hidup kita yang lebih sibuk menunjuk diri sendiri daripada menunjuk kepada Tuhan?

Tuhan, jadikan aku seperti Yohanes, jari yang menunjuk kepada-Mu lalu rela dilupakan. Biarlah Engkau makin besar, dan aku makin kecil, asalkan orang sampai kepada-Mu. Amin.

Invitatorium

SENIN IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Panis angelicus

fit panis hominum;

Dat panis cœlicus

figuris terminum:

O res mirabilis!

Manducat Dominum

Pauper, pauper servus et humilis.

Pauper, pauper servus et humilis.

Te trina Deitas

unaque poscimus:

Sic nos tu visita,

sicut te colimus;

Per tuas semitas

duc nos quo tendimus,

Ad lucem quam inhabitas.

Ad lucem quam inhabitas.

Terjemahan Bahasa Indonesia
Roti malaikat

menjadi roti manusia;

Roti surgawi mengakhiri

segala bayangan:

Oh, hal yang menakjubkan!

Tuhan dimakan

oleh orang miskin, hamba, dan rendah hati.

oleh orang miskin, hamba, dan rendah hati.

Ya Allah Tritunggal,

Engkau yang Esa, kami mohon:

Kunjungilah kami,

seperti kami menyembah-Mu;

Melalui jalan-jalan-Mu,

bimbinglah kami ke tujuan kami,

ke terang yang Engkau diami.

ke terang yang Engkau diami.

PSALMODI

Ant. 1 Katakanlah kepada mereka yang diundang: Lihatlah, hidangan sudah siap; datanglah ke pesta perkawinan.

Mazmur 23

Gembala yang Baik

Anak Domba itu sendiri akan menjadi gembala mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan (Wahyu 7:17).

Tuhan adalah gembalaku,

takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang rumput hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang.

Ia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benar,

demi nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,

aku tidak takut bahaya,

sebab Engkau besertaku;

gada-Mu dan tongkat-Mu,

itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku

di hadapan lawan-lawanku;

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;

pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka

akan mengikuti aku seumur hidupku;

dan aku akan diam dalam rumah Tuhan

sepanjang masa.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Katakanlah kepada mereka yang diundang: Lihatlah, hidangan sudah siap; datanglah ke pesta perkawinan.

Ant. 2 Barang siapa haus, biarlah ia datang kepada-Ku dan minum dari aliran-aliran yang tak pernah kering.

Mazmur 42

Kerinduan akan hadirat Tuhan di Bait-Nya

Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).

Seperti rusa merindukan

sungai yang mengalir,

demikianlah jiwaku merindukan

Engkau, ya Allahku.

Jiwaku haus akan Allah,

akan Allah yang hidup;

bilakah aku boleh datang

dan melihat wajah Allah?

Air mataku menjadi makananku,

siang dan malam,

karena sepanjang hari orang berkata kepadaku:

“Di manakah Allahmu?”

Ini akan kuingat

ketika aku mencurahkan jiwaku:

bagaimana aku memimpin kerumunan yang bersukacita

ke dalam rumah Allah,

di tengah sorak-sorai kegembiraan dan syukur,

kerumunan yang riuh dengan sukacita.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,

dan gelisah di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan memuji Dia lagi,

penyelamatku dan Allahku.

Jiwaku tertekan di dalam diriku

ketika aku memikirkan Engkau,

dari negeri Yordan dan Gunung Hermon,

dari Bukit Mizar.

Samudra memanggil samudra,

dalam deru air bah:

banjir-Mu dan segala gelombang-Mu

melanda aku.

Pada siang hari Tuhan akan mengirimkan

kasih setia-Nya;

pada malam hari aku akan menyanyikan pujian bagi-Nya,

memuji Allah yang hidupku.

Aku akan berkata kepada Allah, batuku:

“Mengapa Engkau melupakan aku?

Mengapa aku berjalan berkabung

ditekan oleh musuh?”

Dengan seruan yang menusuk hatiku,

musuh-musuhku mencela aku,

berkata kepadaku sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,

dan gelisah di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan memuji Dia lagi,

penyelamatku dan Allahku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Barang siapa haus, biarlah ia datang kepada-Ku dan minum dari aliran-aliran yang tak pernah kering.

Ant. 3 Tuhan memberi kita makan gandum terbaik dan mengisi kita dengan madu dari batu.

Mazmur 81

Pembaharuan Perjanjian yang Meriah

Perhatikanlah, supaya jangan ada di antara kamu yang berhati tidak percaya (Ibrani 3:12).

Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita,

bersukacitalah bagi Allah Yakub.

Angkatlah nyanyian dan bunyikanlah rebana,

harpa yang merdu dan kecapi,

tiuplah sangkakala pada bulan baru,

ketika bulan purnama, pada hari raya kita.

Sebab inilah hukum Israel,

perintah Allah Yakub.

Ia menetapkannya sebagai peraturan bagi Yusuf,

ketika ia keluar melawan tanah Mesir.

Suara yang tidak kukenal berkata kepadaku:

“Aku membebaskan bahumu dari beban;

tanganmu dibebaskan dari muatan.

Engkau berseru dalam kesusahan dan Aku menyelamatkan engkau.

Aku menjawab, tersembunyi dalam awan badai,

di air Meriba Aku menguji engkau.

Dengarkanlah, umat-Ku, peringatan-Ku,

hai Israel, sekiranya engkau mau memperhatikan!

Jangan ada allah asing di antaramu,

jangan menyembah allah lain.

Akulah Tuhan, Allahmu,

yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir.

Bukalah mulutmu lebar-lebar dan Aku akan mengisinya.

Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku

dan Israel tidak mau taat,

maka Aku membiarkan mereka dalam kekerasan hati mereka

untuk mengikuti rancangan mereka sendiri.

Oh, sekiranya umat-Ku mau mendengarkan Aku,

sekiranya Israel mau berjalan di jalan-Ku!

Seketika itu juga Aku akan menundukkan musuh-musuh mereka,

membalikkan tangan-Ku melawan musuh-musuh mereka.

Musuh-musuh Tuhan akan berlutut di kaki mereka

dan penaklukan mereka akan berlangsung selamanya.

Tetapi Israel akan Kuberi makan gandum terbaik

dan mengisi mereka dengan madu dari batu.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan memberi kita makan gandum terbaik dan mengisi kita dengan madu dari batu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Hikmat membangun rumah bagi dirinya, alleluya.

Ia mencampur anggurnya dan menyiapkan mejanya, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

24:1-11

Mereka melihat Allah, dan mereka makan serta minum
Musa sendiri diberitahu, “Naiklah kepada Tuhan, engkau dan Harun, bersama Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel. Kamu semua harus menyembah dari kejauhan, tetapi Musa sendiri yang boleh mendekat kepada Tuhan; yang lain tidak boleh terlalu dekat, dan rakyat sama sekali tidak boleh naik bersama Musa.”
Ketika Musa datang kepada rakyat dan menyampaikan segala firman dan peraturan Tuhan, mereka semua menjawab dengan satu suara, “Segala yang telah difirmankan Tuhan akan kami lakukan.” Kemudian Musa menuliskan segala firman Tuhan dan, bangun pagi keesokan harinya, ia mendirikan di kaki gunung sebuah mezbah dan dua belas tugu untuk dua belas suku Israel.
Kemudian, setelah menyuruh beberapa pemuda Israel untuk mempersembahkan kurban bakaran dan mengurbankan lembu-lembu muda sebagai kurban pendamaian kepada Tuhan, Musa mengambil separuh darah dan menaruhnya dalam mangkuk-mangkuk besar; separuh lainnya ia percikkan pada mezbah. Mengambil kitab perjanjian, ia membacanya dengan suara nyaring kepada rakyat, yang menjawab, “Segala yang telah difirmankan Tuhan, akan kami perhatikan dan lakukan.” Kemudian ia mengambil darah itu dan memercikkannya pada rakyat, sambil berkata, “Inilah darah perjanjian yang telah dibuat Tuhan dengan kamu sesuai dengan segala firman-Nya ini.”
Musa kemudian naik bersama Harun, Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel, dan mereka melihat Allah Israel. Di bawah kaki-Nya tampak seperti lantai ubin safir, sejelas langit itu sendiri. Namun Ia tidak memukul orang-orang Israel pilihan ini. Setelah memandang Allah, mereka masih bisa makan dan minum.

RESPONSORIUM Yohanes 6:48, 49, 50, 51, 52

Akulah roti hidup. Nenek moyangmu makan manna di padang gurun, dan mereka mati.

Inilah roti yang turun dari surga; barang siapa makan roti ini tidak akan pernah mati.
Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barang siapa makan roti ini akan hidup selama-lamanya.

Inilah roti yang turun dari surga; barang siapa makan roti ini tidak akan pernah mati.
Bacaan Kedua

Dari karya Santo Tomas Aquinas, imam

O perjamuan yang berharga dan menakjubkan!
Karena adalah kehendak Putra Tunggal Allah agar manusia mengambil bagian dalam keilahian-Nya, Ia mengambil kodrat kita agar dengan menjadi manusia Ia dapat menjadikan manusia ilahi. Terlebih lagi, ketika Ia mengambil daging kita, Ia mendedikasikan seluruh substansi-Nya untuk keselamatan kita. Ia mempersembahkan tubuh-Nya kepada Allah Bapa di altar salib sebagai kurban untuk pendamaian kita. Ia mencurahkan darah-Nya untuk tebusan dan pemurnian kita, agar kita ditebus dari keadaan perbudakan kita yang menyedihkan dan dibersihkan dari segala dosa. Tetapi untuk memastikan bahwa kenangan akan karunia yang begitu besar akan tetap ada bersama kita selamanya, Ia meninggalkan tubuh-Nya sebagai makanan dan darah-Nya sebagai minuman bagi umat beriman untuk dikonsumsi dalam rupa roti dan anggur.
O perjamuan yang berharga dan menakjubkan, yang membawa kita keselamatan dan mengandung segala kemanisan! Adakah yang lebih berharga dari ini? Di bawah hukum lama, daging anak sapi dan kambing yang dipersembahkan, tetapi di sini Kristus sendiri, Allah yang sejati, disajikan di hadapan kita sebagai makanan kita. Apa yang bisa lebih menakjubkan dari ini? Tidak ada sakramen lain yang memiliki kekuatan penyembuhan yang lebih besar; melaluinya dosa-dosa dihapuskan, kebajikan-kebajikan ditingkatkan, dan jiwa diperkaya dengan kelimpahan setiap karunia rohani. Ini dipersembahkan di Gereja untuk orang hidup dan mati, agar apa yang ditetapkan untuk keselamatan semua dapat bermanfaat bagi semua. Namun, pada akhirnya, tidak ada yang dapat sepenuhnya mengungkapkan kemanisan sakramen ini, di mana kenikmatan rohani dirasakan pada sumbernya, dan di mana kita memperbarui kenangan akan kasih yang melampaui batas bagi kita yang diungkapkan Kristus dalam sengsara-Nya.
Untuk menanamkan kebesaran kasih ini lebih kuat dalam hati umat beriman, Tuhan kita menetapkan sakramen ini pada Perjamuan Terakhir. Ketika Ia akan meninggalkan dunia untuk pergi kepada Bapa, setelah merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya, Ia meninggalkannya sebagai peringatan abadi akan sengsara-Nya. Itu adalah penggenapan gambaran-gambaran kuno dan mukjizat terbesar dari semua mukjizat-Nya, sementara bagi mereka yang akan mengalami kesedihan kepergian-Nya, itu ditakdirkan untuk menjadi penghiburan yang unik dan abadi.

RESPONSORIUM

Ketahuilah bahwa dalam roti ini adalah tubuh Kristus yang tergantung di salib, dan dalam cawan ini, darah Kristus yang mengalir dari lambung-Nya. Ambillah, oleh karena itu, dan makanlah tubuh-Nya; ambillah dan minumlah darah-Nya,

dan Engkau akan menjadi anggota tubuh-Nya.
Makanlah makanan kudus ini, agar ikatan kesatuan-Mu dengan Kristus tidak pernah putus. Minumlah darah kudus ini, harga yang Ia bayar untuk-Mu, agar Engkau tidak pernah putus asa karena keberdosaan-Mu.

Dan Engkau akan menjadi anggota tubuh-Nya.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.

Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa,

surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.

Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang agung memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.

Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.

Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.

Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.

Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.

Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.

Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang ditebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.

Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.

Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.

Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.

Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.

Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang dalam Sakramen yang menakjubkan ini

telah meninggalkan kami peringatan akan Sengsara-Mu,

kami mohon, berilah kami untuk menghormati misteri-misteri kudus

Tubuh dan Darah-Mu sedemikian rupa sehingga kami selalu mengalami

dalam diri kami buah-buah penebusan-Mu.

Yang hidup dan berkuasa bersama Allah Bapa dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SABTU III PAGI

Pembukaan

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

Madah

Kristus cahaya dunia

Terbitlah bagaikan surya

Datanglah, kami menunggu

Kami siap menyambut-Mu.
Kristus Anak Domba Paska

Yang dibunuh namun jaya

Datanglah, kami menanti

Sudah rindu hati kami.
Kristus gembala utama

Yang wafat membela domba

Datanglah, jangan terlambat

Kami mendambakan slamat.
Terpujilah Yesus Kristus

Dengan Bapa dan Roh kudus

Yang hidup dan berkuasa

Kini dan sepanjang masa. Amin.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*

ketetapan-Mu hendak kupegang.
Aku berseru kepada-Mu: selamatkanlah aku!*

Perintah-Mu akan kutepati.
Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolongan-Mu,*

aku berharap pada firman-Mu.
Semalam-malaman mataku tertuju kepada-Mu,*

untuk merenungkan janji-Mu.
Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu,*

ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukum-Mu.
Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*

mereka menjauh dari hukum-Mu.
Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*

dan segala perintah-Mu benar.
Sejak lama aku mengakui ketetapan-Mu,*

sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Kebij 9,1-12
Allah leluhur kami, Tuhan yang berbelaskasih,*

Engkau menciptakan semesta alam dengan sabda-Mu.
Engkau membentuk manusia dengan hikmat-Mu,*

agar ia menguasai makhluk ciptaan-Mu,
agar ia memerintah dunia dengan suci dan adil,*

dan memegang kekuasaan dengan lurus hati.
Berikanlah kepadaku hikmat yang memerintah bersama Engkau,*

dan janganlah aku Kauusir dari lingkungan anak-Mu.
Sebab aku ini hamba-Mu dan anak sahaya-Mu,+

manusia yang lemah dan pendek umur,*

kurang pengertian tentang hukum dan keadilan.
Bahkan orang yang paling sempurna tidak berarti sama sekali,*

kalau tidak mempunyai hikmat yang berasal dari pada-Mu.
Engkau telah memilih aku menjadi raja bangsa-Mu,*

untuk memerintah putera-puteri-Mu.
Engkau menyuruh aku membangun kenisah di atas gunung-Mu yang kudus,+

dan mesbah dalam kota kediaman-Mu,*

gambaran yang serupa dengan kemah suci di surga.
Pada-Mulah hikmat yang mengenal segala karya-Mu,*

yang hadir tatkala Engkau menciptakan bumi.
Ia menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu,*

dan yang sesuai dengan firman-Mu.
Utuslah hikmat dari surga suci,*

dari takhta-Mu yang mulia.
Agar mendampingi aku dalam usahaku,*

untuk menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu.
Sebab hikmat-Mu menmendapatahui dan memahami segala-galanya,+

ia menuntun aku dengan bijaksana dalam segala tingkah laku,*

dan melindungi aku dengan cahaya kemuliaannya.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Ant.3 Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*

megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.
Sebab besar kasih-Nya kepada kami,*

kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Ant.3: Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya Engkau tiada bercela dan tiada bernoda. Sebab Engkau harus hidup di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sebagai anak-anak Allah yang lurus hati. Maka Engkau akan bercahaya di antara mereka laksana bintang-bintang yang menyinari dunia.
Lagu Singkat
P: Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,* Engkaulah yang melindungi aku.

U: Aku.

P: Engkaulah warisanku yang menghidupkan.

U: Engkaulah yang melindungi aku.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Doa Permohonan

Allah memuliakan Maria, bunda Kristus, di atas semua makhluk di surga dan di dunia. Marilah kami penuh kepercayaan berdoa kepada Allah:

U: Indahkanlah bunda Putera-Mu, dan dengarkanlah kami.

P: Bapa yang mahamurah, kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah memberi kami Maria sebagai bunda dan teladan,* sucikanlah hati kami berkat doanya.

P: Engkau mendorong Maria untuk menerima sabda-Mu dan menjadi hamba-Mu yang setia,* berilah kami buah hasil Roh kudus berkat doanya.

P: Engkau telah menguatkan Maria ketika berdiri di kaki salib, dan Engkau menggembirakan dia ketika Putera-Mu bangkit,* ringankanlah kesukaran kami dan teguhkanlah harapan kami berkat doanya.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkaulah sumber dan pangkal keselamatan kami. Semoga kami selalu berusaha menyatakan kemuliaan-Mu dengan tingkah laku kami, sehingga di surgapun kami Kauizinkan memuji Engkau selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU III SIANG

Madah

Yesus penebus Illahi

Kami mohon Kaudampingi

Dalam usaha mengabdi

Kepada sesama kami.
Sudilah Engkau berkarya

Melalui suka duka

Yang harus kami alami

Dalam kehidupan ini.
Sampaikanlah doa ini

Ya Yesus junjungan kami

Kepada Bapa surgawi

Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119), 121-128

Aku bertindak adil dan jujur,*

jangan aku Kauserahkan kepada pemerasku.
Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu,*

jangan sampai orang sombong menganiaya aku.
Mataku sangat merindukan keselamatan-Mu,*

dan keadilan yang Kaujanjikan.
Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu,*

dan ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.
Hamba-Mulah aku, beri aku pengertian,*

supaya aku memahami perintah-Mu.
Ya Tuhan, telah tiba saatnya Engkau bertindak,*

mereka telah memperkosa hukum-Mu.
Itulah sebabnya aku mencintai perintah-Mu,*

melebihi emas yang paling murni.
Itulah sebabnya aku hidup sesuai dengan segala titah-Mu,*

segala jalan dusta kubenci.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*

mulutku tetap menyanyikan pujian-Nya.
Karena Tuhan aku bermegah-megah,*

hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.
Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*

mari kami bersama memasyhurkan nama-Nya.
Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*

Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.
Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*

Ia tak akan mengecewakan dikau.
Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*

Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.
Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*

untuk melindunginya terhadap bahaya.
Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*

berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya.
Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*

sebab yang takwa tidak berkekurangan.
Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*

yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*

kuajar Engkau menjadi takwa.
Siapakah yang merindukan hidup,*

merindukan umur panjang penuh bahagia?
Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*

dan bibirmu jangan menipu.
Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*

perjuangkanlah damai sejahtera.
Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*

telinga-Nya kepada seruan mereka
Wajah Tuhan menentang para penjahat,*

untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*

dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.
Tuhan dekat pada orang yang bertobat,*

Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.
Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*

tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.
Tuhan melindungi segala tulangnya,*

tak satupun akan dipatahkan.
Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*

yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.
Tuhan menyelamatkan para hamba-Nya,*

semua yang berlindung kepada-Nya tidak menanggung hukuman.

Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Bacaan singkat (Gal 5,26; 6,2)

Janganlah kami gila hormat, janganlah kami saling menentang dan saling mendengking. Hendaklah kami saling menanggung beban. Demikianlah Engkau memenuhi hukum Kristus.
P: Alangkah baik dan menyenangkan.

U: Tinggal bersama sebagai saudara.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

KAMIS II SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Mazmur 71 (72) – I
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja,*

dan anugerahkanlah keadilan-Mu kepadanya.
Semoga ia memerintah umat-Mu sesuai dengan hukum,*

dan para hamba-Mu yang miskin dengan adil.
Hendaknya gunung-gunungpun menghasilkan kemakmuran umat,*

dan bukit-bukit melimpahkan kesejahteraan.
Semoga baginda membela hak rakyat jelata,*

menolong kaum miskin dan menghancurkan para penindas.
Semoga panjang usia baginda seperti matahari,*

turun-temurun selama bulan beredar.
Semoga baginda bagaikan embun di atas padang rumput,*

bagaikan hujan yang menggenangi bumi.
Keadilan akan berkembang dalam zamannya,*

dan damai sejahtera berlimpah selama bulan beredar.
Ia akan memerintah dari laut ke laut,*

dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
Para penguasa akan berlutut di depannya,*

dan musuh-musuhnya meniarap menjilat debu.
Raja-raja dari Tarsis dan dari pantai yang jauh,+

akan datang membawa persembahan,*

raja-raja Arabia dan Etiopia membayar upeti.
Semua raja sujud menyembah,*

dan segala bangsa menjadi hamba baginda.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan .

Mazmur 71 (72) – II
Ya Allah, raja-Mu membebaskan orang miskin yang berseru,*

ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.
Ia sayang kepada kaum papa dan miskin,*

dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.
Ia melepaskan mereka dari penindasan dan kekerasan,*

sebab hidup mereka sangat bernilai baginya.
Hiduplah raja! Semoga dipersembahkan emas kepadanya,*

semoga ia tetap didoakan dan dimohonkan berkat.
Semoga negerinya berlimpahkan panenan sampai di gunung,*

semoga penduduk kotanya sebanyak rumput di padang.
Semoga ia hidup selama-lamanya,*

dan namanya termasyhur selama matahari bersinar.
Semoga segala bangsa saling memberkati demi namanya,*

dan memuji baginda bahagia.
Terpujilah Tuhan Allah, Allah Israel,*

hanya Dialah yang mengerjakan karya agung.
Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya,*

seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak Domba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat (1Ptr 1,22-23)

Kamu telah menyucikan dirimu karena taat kepada kebenaran, sehingga Engkau dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Hendaklah Engkau sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Karena Engkau telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yan baka, yaitu sabda Allah yang hidup dan kekal.
Lagu Singkat
P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.

U: Tuhanlah.

P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

U: Aku takkan berkekurangan.

P: Kemuliaan.

U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Tuhan dan penyelamat kami melimpahi umat-Nya dengan segala berkat rohani. Marilah kami mengarahkan hati kepada-Nya dan berdoa:

U: Berkatilah umat-Mu, ya Tuhan.

P: Allah Yang Maha Rahim, lindungilah paus kami bapa… dan uskup kami bapa…* dan anugerahilah mereka kesehatan dan kebijaksanaan demi kepentingan Gereja.

P: Lindungilah tanah air kami dengan murah hati, ya Tuhan,* dan bebaskanlah kami dari segala malapetaka.

P: Undanglah banyak pemuda untuk mengikuti panggilan-Mu,* semoga mereka berani meninggalkan segala sesuatu demi kerajaan Allah.

P: Peliharalah pemudi-pemudi yang bertekad hidup sebagai perawan,* supaya mereka dapat mengikuti Engkau, Anak Domba Allah.

P: Semoga orang-orang mati beristirahat dalam damai abadi,* dan kami semakin erat bersatu dengan mereka dalam iman.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami memuji Engkau dalam ibadat sore ini. Semoga kami setia mengindahkan perintah-Mu dan tekun merenungkan sabda-Mu, supaya pantas melihat cahaya kehidupan abadi. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.

Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).

Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).

Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.

Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).

Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).

Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).

Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.