Senin, 24 Juni 2030
Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Mazmur Tanggapan Mazmur 139:1-3,13-15
Bacaan Kedua Kisah Para Rasul 13:22-26
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.
Bacaan Injil Lukas 1:57-66,80
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.
Renungan
Jari yang Menunjuk
Ada satu jenis kebesaran yang justru terletak pada kesediaan untuk menjadi lebih kecil. Yohanes Pembaptis adalah gambarnya yang paling jernih.
Hari ini kita merayakan kelahirannya, sesuatu yang jarang. Dari sekian banyak orang kudus, hanya sedikit yang hari kelahirannya dirayakan Gereja. Umumnya kita mengenang hari kematian, hari seseorang lahir ke keabadian. Tetapi kelahiran Yohanes dirayakan, karena sejak lahir ia sudah menjadi tanda datangnya fajar.
Dalam bacaan kedua, kita mendengar bagaimana Yohanes menempatkan dirinya. 'Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.' Padahal saat itu Yohanes sedang berada di puncak pengaruhnya. Orang berbondong datang kepadanya, banyak menyangka ia sang Mesias. Ia bisa saja menikmati kekaguman itu. Tetapi ia justru menolaknya, dan menunjuk kepada yang lain.
Seluruh hidup Yohanes seperti sebuah jari telunjuk. Ia tidak menarik perhatian kepada dirinya, ia menunjuk kepada Kristus. Dan jari yang baik adalah jari yang membuat orang lupa pada jarinya, dan hanya melihat apa yang ditunjuk.
Betapa sukar sikap ini di zaman yang mengajari kita terus-menerus menunjuk diri sendiri. Tunjukkan pencapaianmu, tonjolkan namamu, pastikan orang melihat andilmu. Yohanes bergerak ke arah sebaliknya. Kemudian hari ia merumuskannya dalam satu kalimat, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
Dalam bacaan pertama sang hamba berkata, 'Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.' Anak panah yang baik justru tersembunyi sampai saatnya dilepaskan. Ia tidak sibuk memamerkan diri di dalam tabung. Ia menunggu, siap dipakai, lalu melesat menuju sasaran, bukan menuju perhatian.
Nama Yohanes berarti Tuhan berkenan. Seluruh perutusannya adalah menunjukkan perkenanan itu, lalu mundur.
Dan kerendahan hati Yohanes bukan kelemahan. Dibutuhkan kekuatan besar untuk mundur ke samping justru ketika sorotan sudah ada di tangan. Yang lemah malah mencengkeram perhatian erat-erat.
Kita masing-masing dipanggil menjadi semacam jari telunjuk. Dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam pelayanan. Pertanyaannya, ketika orang melihat hidup kita, kepada siapa mereka akhirnya diarahkan? Kepada diri kita, atau kepada Dia?
Hari ini, adakah bagian hidup kita yang lebih sibuk menunjuk diri sendiri daripada menunjuk kepada Tuhan?
Tuhan, jadikan aku seperti Yohanes, jari yang menunjuk kepada-Mu lalu rela dilupakan. Biarlah Engkau makin besar, dan aku makin kecil, asalkan orang sampai kepada-Mu. Amin.
Invitatorium
SENIN IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Katakanlah kepada mereka yang diundang: Lihatlah, hidangan sudah siap; datanglah ke pesta perkawinan.
Mazmur 23
Gembala yang Baik
Anak Domba itu sendiri akan menjadi gembala mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan (Wahyu 7:17).
Ant. Katakanlah kepada mereka yang diundang: Lihatlah, hidangan sudah siap; datanglah ke pesta perkawinan.
Ant. 2 Barang siapa haus, biarlah ia datang kepada-Ku dan minum dari aliran-aliran yang tak pernah kering.
Mazmur 42
Kerinduan akan hadirat Tuhan di Bait-Nya
Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).
Ant. Barang siapa haus, biarlah ia datang kepada-Ku dan minum dari aliran-aliran yang tak pernah kering.
Ant. 3 Tuhan memberi kita makan gandum terbaik dan mengisi kita dengan madu dari batu.
Mazmur 81
Pembaharuan Perjanjian yang Meriah
Perhatikanlah, supaya jangan ada di antara kamu yang berhati tidak percaya (Ibrani 3:12).
Ant. Tuhan memberi kita makan gandum terbaik dan mengisi kita dengan madu dari batu.
BACAAN
RESPONSORIUM Yohanes 6:48, 49, 50, 51, 52
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
SABTU III PAGI
Pembukaan
Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.
Madah
Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.
Mazmur 118,145-152
Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.
Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.
manusia yang lemah dan pendek umur,*
dan mesbah dalam kota kediaman-Mu,*
Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.
Ant.3 Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Mazmur 116 (117)
Ant.3: Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SABTU III SIANG
Madah
Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119), 121-128
Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.
Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Mazmur 33 I
Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.
Mazmur 33 II
Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.
Bacaan singkat (Gal 5,26; 6,2)
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS II SORE
Madah
Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.
Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.
Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan .
Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.
Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.
Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.
Bacaan singkat (1Ptr 1,22-23)
Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Kelahiran S. Yohanes Pembaptis
Hari Raya
Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.
Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).
Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).
Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.
Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.
Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).
Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”
Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).
Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).
Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.