Kamis, 13 Juni 2030
Kamis X Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 18:41-46
Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran." Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan." Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel. Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.
Mazmur Tanggapan Mazmur 65:10-13
Bacaan Injil Matius 5:20-26
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Renungan
Awan Sebesar Telapak Tangan
Kemarin api turun di Karmel. Hari ini kita menunggu air. Setelah bertahun kering, Elia berkata kepada Ahab bahwa hujan akan datang. Tetapi langit masih bersih. Tak ada tanda.
Maka Elia naik ke puncak, membungkuk sampai mukanya di antara lutut, dan berdoa. Ia menyuruh bujangnya menengok ke laut. 'Tidak ada apa-apa,' kata si bujang. Elia menyuruhnya lagi. Tidak ada apa-apa. Sekali lagi. Begitu sampai tujuh kali.
Pada ketujuh kalinya bujang itu berkata, 'Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.' Hanya sekepal. Nyaris tak berarti. Tetapi Elia langsung tahu, hujan lebat sedang datang.
Betapa sering pertolongan Tuhan bermula dari yang sangat kecil. Sebuah kabar baik yang tipis, sebuah pintu yang membuka sedikit, sebuah tanda samar. Kalau kita hanya menunggu mukjizat yang megah, kita bisa melewatkan awan kecil yang sebenarnya awal dari segalanya.
Dan perhatikan ketekunan itu. Tujuh kali menengok. Enam kali kosong. Berdoa sering seperti itu. Kita menengok, tak ada apa-apa, dan tergoda berhenti di tengokan keenam, tepat sebelum awan muncul.
Dalam Injil hari ini Yesus mengajak kita membereskan perkara kecil sebelum membesar: berdamailah dulu dengan saudaramu sebelum mempersembahkan korban. Retak kecil, kalau dibiarkan, bisa jadi badai. Awan kecil kebaikan, kalau dirawat, bisa jadi hujan yang menyuburkan.
Hari ini, awan sebesar telapak tangan mana yang sedang kita remehkan karena terlalu kecil?
Tuhan, ajarilah aku menengok sampai ketujuh kali tanpa putus asa. Dan berilah aku mata untuk mengenali awan kecil-Mu sebagai awal hujan berkat. Amin.
Invitatorium
KAMIS II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Barnabas, Rasul
MADAH
Iman Para Bapa! iman dan doa
Ant. 1 Kami mengerang kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 39
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
Ant. Kami mengerang kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Ant. 2 Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. 3 Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Mazmur 52
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
Ant. Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
BACAAN
RESPONSORIUM Yosua 4:22-24; Mazmur 114:5
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 11:23-24
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.
Mazmur 79 (80)
Ant.1: Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.
Ant.2: Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.
Yes 12,1-6
Ant.2: Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.
Ant.3: Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.
Mazmur 80 (81)
Ant.3: Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.
Bacaan Singkat (Rom 14,17-19)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS II SIANG
Madah
Ant.1: HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.
Mazmur 118 (119),65-72
Ant.1: HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.
Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Mazmur 55 (56),2-7b.9-14
Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Ant.3: Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.
Mazmur 56 (57)
Ant.3: Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.
Bacaan singkat (Gal 5,22.23a.25)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS II SORE
Madah
Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.
Mazmur 71 (72) - I
Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.
Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.
Mazmur 71 (72) - II
Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.
Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Bacaan singkat (1Ptr 1,22-23)
Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria
Peringatan Wajib Maria · Ditetapkan Paus Pius XII 1944
Peringatan ini menghormati Hati Santa Perawan Maria, yaitu lambang cinta batin, kemurnian, dan kesetiaan Maria kepada Allah. Dalam kalender universal, perayaan ini dirayakan pada hari Sabtu sesudah Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, sehingga hati sang Bunda ditempatkan berdampingan dengan Hati Putranya.
Dasar Kitab Sucinya adalah gambaran Injil Lukas tentang Maria yang menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (Lukas 2:19). Hati yang dimaksud bukanlah sekadar organ tubuh, melainkan pusat pribadi Maria, tempat imannya, kasihnya, dan kepasrahannya yang utuh kepada kehendak Allah. Simeon pun bernubuat bahwa suatu pedang akan menembus jiwa Maria (Lukas 2:35), menandai keterlibatannya dalam sengsara Putranya.
Devosi kepada Hati Maria berkembang selama berabad-abad dan semakin kuat sesudah penampakan di Fatima tahun 1917, yang menyerukan doa dan silih melalui Hati Tak Bernoda Maria. Dalam suasana kelam Perang Dunia Kedua, Paus Pius XII mempersembahkan seluruh dunia kepada Hati Tak Bernoda Maria pada tahun 1942.
Kemudian, melalui dekret 4 Mei 1944, Paus Pius XII menetapkan peringatan ini bagi seluruh Gereja. Ia berharap agar melalui perantaraan Maria diperoleh perdamaian antarbangsa, kebebasan bagi Gereja, pertobatan para pendosa, serta cinta akan kemurnian dan keutamaan. Bagi umat hari ini, peringatan ini mengajak meneladani hati yang selalu terbuka dan setia kepada Allah.
Ditetapkan: bagi seluruh Gereja oleh Paus Pius XII melalui dekret 4 Mei 1944; tanggalnya dipindahkan ke Sabtu sesudah Hati Yesus dalam pembaruan liturgi tahun 1969.
Santo Antonius dari Padua
Imam dan Pujangga Gereja
Sebelum masuk biara, Antonius bernama Ferdinand. Ia lahir di Lisabon, Portugal pada tahun 1195. Sejak masa mudanya, ia sangat tertarik pada doa, studi dan pekerjaan-pekerjaan rohani bagi kepentingan jiwa-jiwa. Ia masuk Ordo Santo Agustinus di Koimbra dan ditabhiskan menjadi imam. Setelah beberapa waktu berkarya, ia pindah ke Ordo Saudara-saudara Dina atau Fransiskan, terdorong oleh teladan para martir Fransiskan. Ia menerima Ordo Fransiskan dan mendapat nama baru Antonius.
Sebagai seorang Fransiskan muda, Antonius di kirim ke Afrika. Tetapi karena kesehatannya yang terus terganggu, ia kemudian kembali lagi ke biara pusat. Di sana selain kegiatan doa dan belajar, ia dengan senang hati mengerjakan tugas-tugas rumah yang paling hina.
Pada tahun 1221 ia juga mengikuti kapitel di Asisi yang dipimpin langsung oleh Santo Fransiskus sendiri. Pada kesempatan itu, ia diminta untuk berkhotbah. Semua saudaranya kagum akan khotbahnya yang menarik dan mendalam itu. Sejak itulah, Antonius mulai dikenal sebagai seorang ahli KeTuhanan dan pujangga yang pandai. Ia diutus untuk berkhotbah kepada umat di Prancis, Italia dan Sisilia.
Paus Gregorius yang pernah mendengarkan khotbahnya sangat kagum dan lalu memberinya gelar “ahli Kitab Suci” karena khotbah-khotbahnya yang bernafaskan ayat-ayat Kitab Suci yang mengena dan jitu. Pengajarannya yang penuh semangat cinta kepada Tuhan dan sesama membawa hasil yang luar biasa. Banyak penganut aliran sesat bertobat kembali oleh karena khotbah-khotbahnya.
Pada tahun 1231 ia meninggal dunia di Padua dalam usia 36 tahun. Sejak wafatnya banyak orang beriman meminta bantuannya. Mukjizat-mukjizat yang terjadi oleh pengantaraannya terjadi dimana-mana. Ketika Sri Paus Pius XII (1939-1958) meresmikan penggelaran Antonius sebagai “Pujangga Gereja”, ia mengatakan bahwa semua ajaran yang disampaikan santo ini berjiwakan Injil Suci. Pengantaraannya amat berkuasa menemukan kembali barang yang hilang terutama untuk kembalinya rahmat pengudusan yang hilang karena dosa.