Rabu, 5 Juni 2030
Rabu VII Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 20:28-38
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.
Mazmur Tanggapan Mazmur 68:29-30,33-36
Bacaan Injil Yohanes 17:11b-19
Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
Renungan
Lebih Berbahagia
Kemarin Paulus baru saja mengucapkan salam perpisahan. Hari ini kita mendengar lanjutannya, dan ujungnya membuat hati sesak. Setelah semua nasihat, ia berlutut, berdoa bersama para penatua, lalu semua menangis dan memeluknya. Mereka tahu tak akan berjumpa lagi.
Sebelum berpisah, Paulus meninggalkan satu kalimat Tuhan Yesus yang tak tercatat di keempat Injil: 'Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.'
Kita biasa berpikir sebaliknya. Yang berbahagia itu yang menerima. Yang menerima gaji, hadiah, pujian. Memberi terasa seperti berkurang. Tetapi Paulus bersaksi dengan hidupnya sendiri. Ia bekerja dengan tangannya membuat tenda, supaya tidak membebani siapa pun. Perak dan emas tak pernah ia ingini.
Orang tua yang bekerja seharian untuk anak-anaknya diam-diam tahu kebenaran ini. Lelah, tetapi ada damai yang aneh. Memberi tanpa menghitung, dalam bahasa nenek moyang kita disebut sepi ing pamrih, sunyi dari pamrih. Tangan yang memberi ternyata pulang membawa sesuatu yang tak bisa dibeli.
Tetapi kita jujur saja. Memberi sambil menunggu balasan itu lebih ringan daripada memberi tanpa syarat. Yang kedua menuntut kita percaya, bahwa kepenuhan hidup tidak datang dari yang masuk ke tangan, melainkan dari yang keluar.
Hari ini, adakah pemberian yang kita tahan karena diam-diam menunggu imbalan?
Tuhan, Engkau memberi tanpa henti dan tak pernah menagih. Ajarilah aku menemukan bahagia bukan saat menerima, melainkan saat memberi. Amin.
Invitatorium
RABU VII PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan ke-7 Paskah
MADAH
Pujilah Tuhan, Yang Mahakuasa, Raja ciptaan!
Ant. 1 Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran, alleluya.
Mazmur 89:2-38
Kebaikan Allah kepada keluarga Daud
Menurut janji-Nya, Tuhan telah membangkitkan Yesus, seorang Juruselamat, dari keluarga Daud (Kis. 13:22, 23).
Ant. Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran, alleluya.
Ant. 2 Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Dia dilahirkan dari garis keturunan Daud, alleluya.
Ant. Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Dia dilahirkan dari garis keturunan Daud, alleluya.
Ant. 3 Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal, alleluya.
Ant. Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 5:6; Zakharia 13:1
RESPONSORIUM Yohanes 7:37, 38, 39
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Segala bangsa akan datang menyembah Engkau, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 85 (86)
Ant.1: Segala bangsa akan datang menyembah Engkau, ya Tuhan, alleluya.
Ant.2: Kami akan melihat Raja dalam kemegahanNya, alleluya.
Yes 33,13-16
Ant.2: Kami akan melihat Raja dalam kemegahanNya, alleluya.
Ant.3: Segala penjuru bumi menyaksikan penyelamatan Allah kita, alleluya.
Mazmur 97 (98)
Ant.3: Segala penjuru bumi menyaksikan penyelamatan Allah kita, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 6,8-11)
Ant.Kidung: Syhukur kepada Allah yang memberi kita kemenangan berkat jasa Tuhan kita Yesus Kristus, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Syhukur kepada Allah yang memberi kita kemenangan berkat jasa Tuhan kita Yesus Kristus, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU VII SIANG
Madah
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119),105-112
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan, alleluya.
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Mazmur 69 (70)
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan, alleluya.
Mazmur 74 (75)
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 4,24-25)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU VII SORE
Madah
Ant.1: Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita, alleluya.
Mazmur 125 (126)
Ant.1: Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita, alleluya.
Ant.2: Hidup atau mati, kita milik Tuhan, alleluya.
Mazmur 126 (127)
Ant.2: Hidup atau mati, kita milik Tuhan, alleluya.
Ant.3: Segala sesuatu diciptakan berdasarkan Kristus dan dalam Kristus, alleluya.
Kol 1,12-20
Ant.3: Segala sesuatu diciptakan berdasarkan Kristus dan dalam Kristus, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 7,24-27)
Ant.Kidung: Kristus akan membaptis kamu dengan Roh kudus dan api, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kristus akan membaptis kamu dengan Roh kudus dan api, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Bonifasius
Uskup dan Martir, Rasul Jerman · ± 672-754
Bonifasius lahir sekitar tahun 672 di Wessex, Inggris, dengan nama Winfrid. Sejak kecil ia dididik di biara dan menjadi rahib Benediktin yang terpelajar. Meski memperoleh kedudukan terhormat sebagai guru dan imam, hatinya terdorong meninggalkan segala kenyamanan demi mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa Jermania yang masih kafir.
Ia pergi ke Roma dan menerima perutusan langsung dari Sri Paus, yang memberinya nama Bonifasius. Pada tahun 723 ia ditahbiskan menjadi uskup dengan kuasa untuk mendirikan keuskupan di seluruh tanah Jerman. Ia dikenang sebagai Rasul Jerman.
Kisahnya yang paling termasyhur terjadi di Geismar. Penduduk setempat menyembah sebatang pohon ek raksasa yang dipersembahkan kepada dewa guntur Thor. Untuk menunjukkan bahwa berhala itu tak berkuasa, Bonifasius menebang pohon keramat itu. Ketika pohon besar itu roboh tanpa hukuman dewa menimpanya, banyak orang kafir bertobat dan menerima pembaptisan. Dari kayunya ia membangun sebuah kapel bagi Santo Petrus.
Bonifasius mendirikan banyak keuskupan, biara termasuk Fulda, dan menyelenggarakan sinode untuk membaharui Gereja. Di usia lanjut ia kembali berkarya di antara orang Frisia. Pada tahun 754, saat menantikan para calon baptis baru, ia diserang gerombolan bersenjata. Ia melarang para pengikutnya melawan dan gugur sebagai martir sambil memegang kitab Injil di kepalanya.
Pelindung: Jerman dan para pembuat bir.
Santo Ferdinandus Constante
Martir
Ferdinandus dijuluki ‘Pangeran Tabah’ (=El Pricipe Constante) ia ditangkap oleh tentara Maroko ketika bersama saudaranya, Henrikus Navigator, berperang di Ceuta. Ia menjadi sandera dan karena tak mampu membayar uang tebusan, Ferdinandus tidak dibebaskan. Lalu ia disiksa dengan keji sampai mati pada tahun 1443.