Senin, 3 Juni 2030
S. Karolus Lwanga dan kawan-kawan
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 19:1-8
Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
Mazmur Tanggapan Mazmur 68:2-7
Bacaan Injil Yohanes 16:29-33
Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah." Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Renungan
Arti Kata Saksi
Ada kata Yunani yang perjalanannya menyedihkan sekaligus mulia: martys. Artinya sederhana, saksi. Orang yang berdiri di pengadilan lalu berkata, aku melihat, aku tahu, ini benar. Tetapi karena begitu banyak orang membayar kesaksiannya dengan nyawa, kata itu bergeser maknanya. Saksi menjadi martir, orang yang mati demi yang disaksikannya.
Hari ini Gereja mengenang Karolus Lwanga dan kawan-kawan, para pemuda dari istana raja di Uganda. Mereka menolak dosa, menolak menyangkal iman, lalu dibakar hidup-hidup. Yang termuda belum lama mengenal Kristus. Baptisan mereka masih basah.
Dalam Injil hari ini Yesus berkata, 'Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.' Kalimat ini diucapkan-Nya justru menjelang sengsara-Nya sendiri. Bukan dari atas panggung kemenangan, melainkan dari ambang salib.
Kita mudah mengira kesaksian selalu berarti berbicara lantang. Padahal sering kesaksian yang paling nyaring adalah yang bungkam. Diam yang tak mau ikut berbohong. Wajah yang tak mau ikut merendahkan orang lain.
Tidak semua dipanggil mati seperti Lwanga. Tetapi setiap orang beriman dipanggil menjadi saksi. Hari ini, di mana kebenaran menunggu seseorang berani berkata, ini benar walau tak populer?
Tuhan, Engkau telah mengalahkan dunia. Kuatkan hatiku menjadi saksi-Mu, dengan kata bila perlu, dengan diam bila itu lebih setia. Amin.
Invitatorium
SENIN VII PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan ke-7 Paskah
MADAH
Ant. 1 Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan, alleluya.
Mazmur 50
Cinta sejati kepada Allah
Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (lihat Matius 5:17)
Ant. Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan, alleluya.
Ant. 2 Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian, alleluya.
Ant. Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian, alleluya.
Ant. 3 Aku menghendaki hati yang mengasihi lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran, alleluya.
Ant. Aku menghendaki hati yang mengasihi lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 4:9; Yohanes 3:16
RESPONSORIUM 1 Korintus 12:6-7, 27
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.
Mazmur 83 (84)
Ant.1: Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.
Ant.2: Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.
Yes 2,2-5
Ant.2: Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.
Ant.3: Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.
Mazmur 95 (96)
Ant.3: Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 10,8b-10)
Ant.Kidung: Di dunia kamu akan dianiaya, tetapi tabahkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Di dunia kamu akan dianiaya, tetapi tabahkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN VII SIANG
Madah
Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.
Mazmur 118 (119),89-96
Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.
Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.
Mazmur 70 (71) I
Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.
Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.
Mazmur 70 (71) II
Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 2,9101.12)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN VII SORE
Madah
Ant.1: Tuhan menjadi cahaya kekal bagimu, dan Allah menjadi seri kemuliaanmu, alleluya.
Mazmur 122 (123)
Ant.1: Tuhan menjadi cahaya kekal bagimu, dan Allah menjadi seri kemuliaanmu, alleluya.
Ant.2: Jerat telah putus, dan kita terlepas, alleluya.
Mazmur 123 (124)
Ant.2: Jerat telah putus, dan kita terlepas, alleluya.
Ant.3: Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 8,1b-3a)
Ant.Kidung: Roh penghibur akan menyertai kamu dan tinggal dalam dirimu, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Roh penghibur akan menyertai kamu dan tinggal dalam dirimu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Karolus Lwanga dan kawan-kawan
Para Martir Uganda · 1860-1886
Karolus Lwanga lahir sekitar tahun 1860 di Kerajaan Buganda, wilayah yang kini menjadi bagian tengah Uganda. Ia berasal dari suku Baganda dan mengabdi di istana Raja Mwanga II sebagai kepala pelayan halaman kerajaan. Setelah mengenal iman Katolik dari para misionaris, ia dibaptis pada 15 November 1885 dan menjadi katekis bagi para pemuda pelayan istana.
Raja Mwanga II hidup bejat dan gemar melecehkan para pemuda pelayannya. Karolus Lwanga berulang kali melindungi anak-anak muda itu dari niat jahat sang raja. Sikap ini, ditambah pertumbuhan iman Kristen yang dipandang mengancam kekuasaannya, membuat Mwanga murka. Ia menuntut para pengikut Kristus meninggalkan iman mereka.
Ketika penganiayaan pecah, Karolus diam-diam membaptis para katekumen muda di bawah asuhannya, termasuk Kizito yang paling belia. Bersama rombongan tawanan, mereka digiring berhari-hari menuju Namugongo. Di sana, pada 3 Juni 1886, Karolus Lwanga dibakar hidup-hidup. Konon ia menyusun sendiri kayu bakarnya dengan tenang dan mati sambil menyerukan nama Yesus.
Bersama Karolus, sekitar dua puluh dua martir Katolik dan sejumlah martir Anglikan gugur dalam gelombang penganiayaan tahun 1885 sampai 1887. Paus Paulus VI mengkanonisasi mereka pada 18 Oktober 1964. Sebuah basilika kini berdiri di tempat kemartiran mereka di Namugongo.
Pelindung: kaum muda Katolik dan Aksi Katolik Afrika.
Santa Klotilda
Pengaku Iman
Klotilda adalah puteri raja Burgundia, ia menuntut calon suaminya, Raja Klodwig dari Franken yang masih kafir, supaya tetap diperbolehkan melaksanakan kewajiban agamanya. Ketika anak sulung mereka meninggal sesudah pembaptisannya, Klodwig suaminya hampir membatalkan janjinya. Namun berkat kesabaran dan kelemah-lembutan Klotilda, Klodwig bertobat menjadi Kristen setelah memenangkan pertempuran atas musuhnya. Klotilda meninggal dunia pada tahun 545.
Santo Karolus Lwanga
Martir Uganda
Kebenaran dan keluhuran ajaran Yesus dibela mati-matian oleh para pengikut-Nya dimana-mana meskipun hal itu mengakibatkan kematian. Di Afrika, terutama di Uganda, pembelaan iman ini telah mengakibatkan pembunuhan banyak martir.
Penganiyaan dan pembunuhan atas orang-orang Kristen itu disebabkan oleh ajaran Kristen yang dianggap sebagai perintah utama pelaksanaan adat-istiadat kafir di Uganda. Ketika itu, adat-istiadat disana masih tergolong sangat primitif. Perdagangan budak, poligami dan pemerkosaan anak-anak dianggap hal yang biasa. Demikian juga pelestarian adat-istiadat dan animisme masih dianggap sebagai perkara budaya yang harus digalakkan.
Oleh karena itu kedatangan misionaris-misionaris Katolik pada tahun 1879 untuk mewartakan Injil Kristus dianggap sebagai penghalang keberlangsungan praktek adat-istiadat dan kebiasaan buruk diatas. Akibatnya, penguasa setempat melancarkan aksi pembunuhan terhadap para misionaris itu. Banyak juga pemuda-pemuda Uganda yang sudah menjadi Kristen dibunuh. Karoluk Lwanga adalah salah seorang anak yang melayani raja Muanga. Ia menggantikan temannya Yosef Mukasa. Muanga dikenal sebagai raja yang bejat. Ia biasa memuaskan nafsu seksnya pada anak-anak lelaki yang melayaninya. Melihat kebejatan Muanga ini, Karolus Lwanga selalu bersikap hati-hati. Ia juga mengawaskan anak-anak Kristen Uganda yang sudah menjadi Kristen agar tidak tercemar oleh perbuatan bejat Muanga. Raja Muanga sangat benci terhadap ajaran-ajaran Kristen. Hasutan orang-orang Arab semakin menambah kebencian Muanga terhadap keluhuran ajaran iman Kristen sekaligus misionarisnya. Anak-anak Uganda yang sudah menjadi Kristen tidak terlepas dari berbagai ancaman. Namun anak-anak ini semakin kuat imannya dan tidak menghiraukan segala bentuk ancaman itu.
Pada tanggal 25 Maret 1886, raja mendapati para pelayannya sedang mengikuti pelajaran agama dari seorang misionaris. Ia sangat marah dan lalu membunuh anak-anak itu. Keesokan harinya, ia mengumpulkan para ketua suku dan meminta pertimbangan mereka untuk menghukum anak-anak Kristen yang lain. Hal ini sama sekali tidak menggentarkan hati mereka. Mereka rela mati demi imannya.
Anak-anak Kristen yang belum dibunuh, termasuk di dalamnya Karolus Lwanga, ditangkap dan dipenjarakan. Karolus yang tertua segera mempermandikan dan mengajar mereka tentang ajaran-ajaran iman Kristen. Ia menguatkan hati mereka untuk menerima segala akibat yang paling buruk. Iman mereka teguh dan mereka bersedia menjalani hukuman bakar yang ditimpakan atas mereka.
Karolus dibunuh bersama kawan-kawannya demi membela iman Kristen. Mereka yakin bahwa Tuhan akan memberi mereka pahala di surga yang jauh lebih membahagiakan. Oleh Sri Paus Paulus VI, Karolus dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1964.
Santo Kevin
Pengaku Iman
Puing-puing biara Glendalough di wilayah Wicklow, Irlandia, mengingatkan kita akan santo Kevin, seorang rahib abad keenam. Konon beliaulah yang mendirikan biara Glendalough yang terkenal itu. Umurnya kurang lebih 120 tahun (498-618). Ada berbagai versi cerita tentang santo Kevin, namun semuanya tidak memiliki nilai sejarah yang kokoh karena tidak ada suatu tanggal pasti tentang masa hidupnya sendiri. Kemungkinan Kevin dididik oleh rahib-rahib kemudian ditabhiskan menjadi imam. Ketika meninjak usia dewasanya, ia memilih hidup sebagai pertapa di Glendalough, salah satu tempat paling indah di Irlandia. Menurut tradisi, ia tinggal disebuah gua sempit di gunung lugduf. Gua itu, yang masih ada sampai sekarang, dapat dicapai dengan sebuah perahu menyusuri sebuah danau yang ada disitu. Kevin hidup akrab dengan alam, makan ikan dan hasil-hasil hutan dan bersahabat dengan binatang-binatang liar.
Kehidupan Kevin yang keras sebagai pertapa berakhir ketika sekelompok orang mengetahui tentang keberadaannya dan mulai menyebarkan berita-berita tentang hidupnya di gua itu. Semenjak itu, banyak orang datang untuk berguru padanya dan hidup bersamanya. Akhirnya lahirlah sebuah komunitas pertapaan di tempat itu. Demi kehidupan yang lebih baik, Kevin bersama murid-muridnya pindah dari gua itu dan mendirikan sebuah biara di lembah gunung Lugduf. Setelah kematian Kevin, Glendalough tetap merupakan pusat keagamaan dan pendidikan yang terkenal selama berabad-abad. Semenjak itu seorang uskup di tempatkan di Glendalough sampai tahun 1214, ketika Glendalough disatukan dengan tahkta keuskupan Dublin. Dewasa ini banyak wisatawan datang ke Glendalough untuk melihat bekas biara Kevin berupa sebuah bekas bangunan biara, sebuah katedral dan beberapa buah gereja. Glendalough merupakan salah satu tempat ziarah ramai di Irlandia.