Minggu, 2 Juni 2030
Hari Minggu Paskah VII
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 1:15-17,20a,20c-26
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 103:1-2,11-12,19-20
Bacaan Kedua 1 Yohanes 4:11-16
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Bacaan Injil Yohanes 17:11b-19
Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
Renungan
Undian dan Kasih
Ada satu adegan ganjil di awal Kisah Para Rasul. Sebelas rasul kekurangan satu orang. Tempat Yudas kosong. Bagaimana mengisinya? Mereka mengusulkan dua nama, lalu membuang undi. Seperti orang mengocok arisan.
Aneh, bukan? Jabatan sepenting rasul ditentukan lewat undian.
Tetapi perhatikan yang mendahului undian itu. Mereka berdoa lebih dulu: 'Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang.' Undian bukan judi di tangan mereka. Undian adalah cara mereka berkata, biarlah Engkau yang memilih, bukan selera kami. Yang tampak seperti kebetulan sebenarnya penyerahan.
Minggu lalu kita mendengar Yohanes menulis kalimat yang membalik arah: bukan kita yang lebih dulu mengasihi Allah, melainkan Allah yang lebih dulu mengasihi kita. Hari ini ia melanjutkan. Kalau Allah sedemikian mengasihi kita, haruslah kita juga saling mengasihi.
Perhatikan urutannya. Kasih selalu turun lebih dulu, baru mengalir mendatar. Kita bisa mengasihi sesama karena sudah lebih dulu dikasihi. Seperti kincir yang hanya berputar kalau ada air yang jatuh dari atas.
Dalam Injil, Yesus berdoa untuk murid-murid-Nya menjelang perpisahan. Ia tidak meminta agar mereka diangkat dari dunia. Ia meminta agar mereka dijaga di dalam dunia, dan menjadi satu. Satu, seperti Bapa dan Anak satu.
Matias terpilih bukan karena ia paling hebat, tetapi karena ada tempat kosong yang perlu diisi demi kesatuan. Persekutuan yang berlubang ingin kembali utuh.
Yohanes menaruh kalimat yang mengejutkan dalam bacaan kedua. 'Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.' Betapa berani. Allah yang tak kelihatan itu justru menjadi kelihatan ketika kita saling mengasihi. Kasih antar sesama adalah jendela tempat orang mengintip Allah. Kalau kita ingin menunjukkan Allah kepada dunia, bukan penjelasan yang paling dibutuhkan, melainkan kasih yang nyata.
Barangkali di sekitar kita juga ada tempat kosong. Seseorang yang undur diri, sebuah relasi yang retak. Kita menunggu orang lain memulai. Padahal kasih tidak menunggu. Ia yang lebih dulu. Mengasihi lebih dulu memang berisiko ditolak, tetapi justru begitulah cara Allah sendiri mengasihi kita, jauh sebelum kita membalas.
Hari ini, adakah satu nama yang Tuhan letakkan di hati kita untuk kembali kita rangkul?
Tuhan, Engkau lebih dulu mengasihi kami saat kami belum tahu apa-apa. Ajarilah kami meneruskan kasih itu, bukan menimbunnya. Jadikan kami satu, seperti Engkau satu. Amin.
Invitatorium
MINGGU VII PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ant. 1 Bernyanyilah bagi Allah, nyanyikanlah mazmur bagi nama-Nya, siapkanlah jalan bagi Dia yang berkendara di atas awan, alleluya.
Mazmur 68
Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya
Naik ke tempat tinggi, Ia menawan tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).
Ant. Bernyanyilah bagi Allah, nyanyikanlah mazmur bagi nama-Nya, siapkanlah jalan bagi Dia yang berkendara di atas awan, alleluya.
Ant. 2 Tuhan Allah naik ke tempat tinggi; Ia telah menawan tawanan, alleluya.
Ant. Tuhan Allah naik ke tempat tinggi; Ia telah menawan tawanan, alleluya.
Ant. 3 Mereka melihat perarakan-Mu, ya Allah, perarakan Allahku dan rajaku ke tempat kudus, alleluya.
Ant. Mereka melihat perarakan-Mu, ya Allah, perarakan Allahku dan rajaku ke tempat kudus, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Efesus 4:8 (Mazmur 68:19); Mazmur 47:6
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 1:3, 9, 4
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU VII PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh Kudus, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh Kudus, Alleluya.
Madah
Ant.1: Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, Alleluya.
Mazmur 92 (93)
Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*
dan kejayaan ikat pinggang-Nya.
Ant.1: Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, Alleluya.
Ant.2: Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, Alleluya.
Ant.2: Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, Alleluya.
Ant.3: Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, Alleluya.
Mazmur 148
Pujilah Tuhan dari surga,*
pujilah Dia di angkasa raya!
Ant.3: Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant.Kidung: Bapa, Aku telah memuliakan Dikau di dunia ini dengan menyelesaikan pekerjaan yang Kautugaskan, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Bapa, Aku telah memuliakan Dikau di dunia ini dengan menyelesaikan pekerjaan yang Kautugaskan, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU VII SIANG
Madah
Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.
Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, Alleluya.
Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, Alleluya.
Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, Alleluya.
Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami, Alleluya.
Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami, Alleluya.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU VII SORE I
Madah
Ant.1: Tuhan menguasai segala bangsa. Ia mengangkat orang lemah dari debu, Alleluya.
Mazmur 112 (113)
Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*
pujilah nama Tuhan.
Ant.1: Tuhan menguasai segala bangsa. Ia mengangkat orang lemah dari debu, Alleluya.
Ant.2: Engkau telah melepaskan belengguku, ya Tuhan, aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, Alleluya.
Ant.2: Engkau telah melepaskan belengguku, ya Tuhan, aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, Alleluya.
Ant.3: Putera Allah tetap taat dalam penderitaan-Nya; Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya, Alleluya.
Ant.3: Putera Allah tetap taat dalam penderitaan-Nya; Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya, Alleluya.
Bacaan singkat (1Ptr 2:9-10)
Ant.Kidung: Aku tidak akan meninggalkan Engkau sebagai anak yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu, dan hatimu akan bersukacita, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Ant.Kidung: Aku tidak akan meninggalkan Engkau sebagai anak yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu, dan hatimu akan bersukacita, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Para Martir dari Lyon
Prancis
Pada tahun 177 sewaktu kekaisaran Romawi diperintah oleh Kaisar Markus Aurelius, terjadi penganiayaan besar terhadap orang-orang Kristen, baik di Roma maupun daerah-daerah jajahan Roma.
Pada waktu itu, kota Lyon, Prancis Selatan, sudah terkenal sebagai pusat perdagangan dan pusat kehidupan orang-orang kafir. Disana juga ada banyak orang Kristen. Sebagaimana di Roma, orang-orang Kristen di Lyon juga dikejar-kejar, dipenjarakan bahkan dibunuh. Harta milik mereka disita. Dari surat-surat yang dikirim umat di Lyon dan Vienne kepada umat di Asia Kecil, diketahui ada 48 orang martir di sana dan sebagian besar berasal dari kota Lyon.
Yang pantas dicatat adalah Uskup Lyon, Potinus, Blandina bersama saudaranya Pontikus, Maturus yang baru saja dibaptis dan Sanktus, yang dengan gagah berani mempertahankan imannya di hapadan para penganiaya mereka. Penganiayaan itu sungguh kejam.
Potinus, terhadap pertanyaan hakim di pengadilan “Siapakah Allah orang Kristen?”, dengan tegas menjawab: “Jika tuan layak, tuan akan mengetahuinya nanti!” Jawaban ini menghantar Potinus kepada penganiyaan yang keras hingga mati dua hari kemudian. Blandina, gadis budak belian itu menguatkan hati saudaranya Pontikus yang kurang tahan terhadap beratnya penyiksaan atas mereka. Maturus yang baru dibaptis dan Sanktus, dengan gagah berani menahan derita sengsara yang dilakukan atas mereka, hingga para algojo kafir itu tercengang dan menanyai asal-usul mereka. Mereka mati demi mempertahankan imannya kepada Kristus.
Santo Erasmus
Uskup dan Martir
Erasmus, yang juga dipanggil Elmo, dikenal sebagai Uskup kota Farmiae, Italia. Kemungkinan ia dihukum mati sekitar tahun 303 tatkala terjadi penganiyaan atas orang-orang Kristen di masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Kisah menyeluruh tentang masa hidupnya tidak banyak diketahui. Dari laporan Paus Gregorius I pada abad ke nam diketahui bahwa relikiunya disemayankan di Katedral Famiae.
Banyak cerita yang beredar waktu itu sering menyamakan Elmo dengan Erasmus lain, orang kudus kebangsaan Syria yang menjadi Uskup Antiokia. Menurut cerita ini, Erasmus atau Elmo adalah uskup Antiokia yang dikejar-kejar oleh para musuh sampai akhirnya ditangkap dan dibunuh di Farmiae.
Erasmus atau Elmo dihormati sebagai pelindung para pelaut Italia. Hal ini mungkin didasarkan pada cerita bahwa kemartirannya terjadi di atas sebuah kapal. Para pelaut Italia percaya bahwa cahaya biru yang sering dilihat di puncak tiang kapal sebelum dan sesudah kilatan halilintar, menandakan perlindungan Santo Erasmus. Oleh karena itu, cahaya ini dinamakan “Cahaya Santo Elmo”. Erasmus dihormati sebagai pelindung para pelaut.
Santo Marselinus dan Petrus
Martir
Petrus dikenal sebagai pelayan Gereja yang dipenjarakan semasa pemerintahan kaisar Diokletianus. Ketika itu ia baru saja menerima tabhisan exorsista yang memberi kuasa untuk mengusir setan. Dengan karisma yang ada padanya, ia menyembuhkan kepala penjara dari penyakitnya. Kesembuhan ini mempertobatkan kepala penjara itu bersama keluarganya ke pangkuan iman Kristen. Mereka dipermandikan menjadi Kristen oleh Marselinus, seorang iman yang saleh. Karena perbuatan ini, Petrus dan Marselinus dijatuhi hukuman mati oleh penguasa Romawi pada tahun 302.
Santo Nicephorus dari Konstantinopel
Pengaku Iman
Nicephorus dikenal sebagai negarawan dan filsuf. Ia lahir di Konstantinopel kira-kira pada tahun 758. Putra sekretaris Konstantin V (741-775) ini bekerja sebagai komisaris kekaisaran. Ketika Konsili Nicea (787) berlangsung, ia diangkat sebagai sekretaris Konsili.
Dari statusnya sebagai seorang awam, ia dipilih dan ditabhiskan menjadi Patriakh Konstantinopel pada tahun 806. Kemudian pada tahun 815, ia dibuang oleh Kaisar Leo, seorang Armenia karena melawan gerakan bidaah yang melarang penghormatan gambar-gambar Kudus (ikonklasme). Hari-hari terakhir hidupnya dihabiskan di dalam sebuah biara yang ia dirikan di Bosphorus.