Senin, 20 Mei 2030
Senin V Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 14:5-18
Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu. Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil. Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari. Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia." Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru: "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan." Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka.
Mazmur Tanggapan Mazmur 115:1-4,15-16
Bacaan Injil Yohanes 14:21-26
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Renungan
Kami Ini Manusia Biasa
Panggung punya daya sihirnya sendiri. Sekali orang bertepuk tangan untuk kita, turun dari panggung menjadi perkara yang sulit.
Di Listra, Paulus menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir. Orang banyak berteriak dalam bahasa daerah mereka: dewa-dewa telah turun! Barnabas disebut Zeus, Paulus disebut Hermes. Imam kuil Zeus bergegas membawa lembu-lembu jantan dan karangan bunga, siap mempersembahkan kurban kepada dua manusia itu.
Reaksi keduanya luar biasa: mereka mengoyakkan pakaian dan terjun ke tengah kerumunan sambil berseru, 'Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu.' Mereka menolak kurban yang paling memabukkan di dunia: pemujaan.
Inilah godaan halus setiap pelayanan. Pujian pelan-pelan berpindah alamat, dari Tuhan kepada pelayan-Nya. Khotbah yang bagus, suara yang merdu, sumbangan yang besar, semuanya bisa menjadi panggung. Menerima ucapan terima kasih itu wajar dan sehat. Menikmati disembah, itu awal bencana.
Dalam Injil, Yesus menjanjikan Roh Kudus yang 'akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu'. Salah satu hal yang paling perlu terus diingatkan kepada kita rupanya sederhana: kami ini manusia biasa.
Tuhan, bila tepuk tangan datang, ingatkan aku untuk meneruskannya kepada-Mu. Amin.
Invitatorium
SENIN V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Senin Pekan V Paskah
MADAH
Ant. 1 Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan peliharalah aku, alleluya.
Mazmur 6
Seorang yang menderita memohon belas kasihan Allah
Aku diliputi kegelisahan… Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini. (Yohanes 12:27)
Ant. Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan peliharalah aku, alleluya.
Ant. 2 Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka. Allah ada di sini untuk menolong mereka, alleluya.
Ant. Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka. Allah ada di sini untuk menolong mereka, alleluya.
Ant. 3 Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul, alleluya.
Ant. Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 19:13,15,16
RESPONSORIUM 1 Korintus 15:21-22; 2 Petrus 3:13
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Orang yang berlindung padaMu akan bersukacita dan bergembira selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Orang yang berlindung padaMu akan bersukacita dan bergembira selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Engkaulah raja, ya Tuhan, unggul melampaui semua penguasa, alleluya.
Ant.2: Engkaulah raja, ya Tuhan, unggul melampaui semua penguasa, alleluya.
Ant.3: Tuhan bersemayam sebagai raja selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 28
Ant.3: Tuhan bersemayam sebagai raja selama-lamanya, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 10,8b-10)
Ant.Kidung: Siapa yang mengasihi Aku, dia akan dikasihi oleh BapaKu, dan Aku juga akan mengasihinya serta menyatakan diriKu kepadanya, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Siapa yang mengasihi Aku, dia akan dikasihi oleh BapaKu, dan Aku juga akan mengasihinya serta menyatakan diriKu kepadanya, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN V SIANG
Madah
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata, alleluya.
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata, alleluya.
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil, alleluya.
Mazmur 7 I
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil, alleluya.
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati, alleluya.
Mazmur 7 II
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 2,9101.12)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN V SORE
Madah
Ant.1: Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia, alleluya.
Mazmur 10
Ant.1: Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia, alleluya.
Ant.2: Orang jujur akan menumpang di kemahMu, ya Tuhan, dan tinggal di gunungMu yang suci, alleluya.
Mazmur 14
Ant.2: Orang jujur akan menumpang di kemahMu, ya Tuhan, dan tinggal di gunungMu yang suci, alleluya.
Ant.3: Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 8,1b-3a)
Ant.Kidung: Penghibur, yaitu Roh kudus, akan diutus Bapa dalam namaKu. Dialah yang akan mengajar kamu dan mengingatkan kamu akan semua sabdaKu, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Penghibur, yaitu Roh kudus, akan diutus Bapa dalam namaKu. Dialah yang akan mengajar kamu dan mengingatkan kamu akan semua sabdaKu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Bernardius dari Siena
Pengaku Iman
Kesalehan hidup Bernardius dari Siena di luar dugaan telah dikenal oleh Santo Vinsensius Ferreri. Gelar “Kudus” yang diberi oleh Gereja kepada Bernardius telah dikatakan secara jelas oleh Vinsensius Ferreri dalam kesempatan khotbahnya di Siena. Dalam khotbahnya di Siena, Vinsensius Ferreri secara tiba-tiba mengatakan kepada para pendengarnya: “Saudara-saudara, diantara kalian yang sekarang hadir disini terdapat seorang saudara kita yang nanti akan menjadi pengkhotbah besar dan akan dihormati Gereja sebagai “Orang Kudus”. Dialah Bernardius yang ada diantara kalian.”
Bernardius lahir di Massa, Siena, Italia, pada tanggal 8 September 1380. Semenjak kecilnya ia sudah hidup sebagai yatim. Ia dibesarkan oleh tantenya. Keluarganya tergolong keluarga berada. Tetapi cita-cita luhur yang berkobar dalam dirinya untuk mengabdikan diri kepada Tuhan membuat dia tidak menaruh harapan pada kekayaan itu. Ia menaruh perhatian besar pada nasib orang-orang miskin. Sekali peristiwa, bibinya mengusir seorang miskin yang datang meminta bantuan. Menyaksikan perbuatan bibinya itu, Bernardius mogok makan sepanjang hari, karena ia terus memikirkan pengemis malang yang kosong perut itu.
Bernardius kemudian belajar Hukum Gereja dan Hukum Negara. Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 1397, ia masuk persekutuan Bunda Maria, yang berpusat di rumah sakit terkenal Santa Maria della Scala di Siena. Tiga tahun kemudian, ketika Bernardus menjabat sebagai direktur rumah sakit itu, wabah epidemi melanda kota Siena. Ia tanpa lelah berusaha menyelamatkan jiwa-jiwa yang terserang epidemi itu. Sementara itu, panggilan suci untuk menjadi seorang imam biarawan pun terus bergejolak dalam dirinya. Maka pada tahun 1402, ia masuk tarekat saudara-saudara Dina Fransiskus, dan ditabhiskan menjadi imam dua tahun kemudian. Setelah menjadi imam, dikatakan bahwa selama 12 tahun ia tidak menampakkan diri di depan umum. Kemungkinan ia memanfaatkan tahun-tahun itu untuk bertapa dalam kesunyian di Capriola, Italia. Setelah itu barulah pada tahun 1417, ia memulai karya misionernya di Milan dan menjelajahi seluruh Italia. Mulanya ia sedikit terhalang oleh suaranya yang halus sehingga khotbah-khotbahnya terasa kurang berhasil. Tetapi atas bantuan Santa Perawan Maria, rintangan itu dapat lenyap. Semenjak itu ia mulai dikenal luas sebagai seorang pengkhotbah ulung selama 38 tahun. Dalam khotbah-khotbahnya ia mengdesak penghapusan riba dan perdamaian antara kubu politik Guelph dan Ghibelline serta mendorong umat untuk melakukan devosi kepada Nama Yesus yang Tersuci.
Senjatanya yang paling utama untuk menentang setiap perbuatan kekafiran umat dan ketidakpedulian umat akan Hukum-hukum Allah, ialah Nama Yesus yang Tersuci. Diatas nama Yesus itulah, Bernardius memulai karyanya dan membangun hidupnya. Karena dituduh menyebarkan ajaran-ajaran sesat seperti menganjurkan devosi kepada Nama Yesus yang Tersuci, maka ia dipanggil ke Roma pada tahun 1427. Disana untuk beberapa waktu, ia dilarang berkhotbah oleh Paus Martinus V (1417-1431). Tetapi karena tuduhan-tuduhan itu tidak benar, maka ia diijinkan berkhotbah kembali. Oleh Sri Paus ia ditawarkan menjadi Uskup Siena. Tawaran ini ditolaknya dengan tegas karena ia lebih suka berkhotbah dimana-mana untuk membaharui hati umat beriman.
Dikemudian hari devosinya kepada Nama Yesus yang Tersuci direstui oleh Gereja dan dirayakan secara khusus dalam Liturgi Gereja. Setelah berkarya selama bertahun-tahun, ia meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 1444 di Aquila, Italia. Karena karya pewartaannya sangat berhasil, ia dijuluki “Rasul Italia”.
Santo Ivo
Uskup
Ivo lahir di Beauvais pada tahun 1040. Ia belajar Teologi di biara Bec dan dikenal sebagai orang pandai. Ia kemudian bekerja di Nestle, Picardy, Perancis Utara, lalu berpindah ke biara Santo Quentin. Di biara ini, Ivo mengajar Teologi, Hukum Gereja dan Kitab Suci. Kemudian ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi selama 14 tahun lamanya. Sebagai pemimpin tertinggi biara, Ivo berusaha meningkatkan disiplin hidup dan kegiatan belajar untuk para biarawan, serta berusaha membaharui banyak aturan yang lama.
Karena kesalehan hidupnya, kepandaian serta kepribadiannya yang menarik, Ivo diajukan oleh umat dan segenap imam pada tahun 1091 untuk menggantikan Goffrey sebagai Uskup Chartres. Setelah didesak oleh Paus Urbanus II (1088-1099), Ivo menerima jabatan itu dan ditabhiskan menjadi Uskup Chartres.
Dalam kepemimpinannya sebagai Uskup Chartres, Ivo dengan tegas menentang raja Philip I yang menceraikan istrinya Bertha dan mengawini Bertrada, istri Fulk, seorang hakim dari Anjou. Oleh raja Philip I, Ivo ditangkap dan dipenjarakan. Seluruh kekayaan dan penghasilannya disita oleh Philip. Tetapi atas desakan Paus Urbanus II dan seluruh umat, Ivo dilepaskan kembali dan menjalankan tugasnya seperti biasa. Selanjutnya, Ivo juga tetap setia kepada raja Philip I dan berusaha mendamaikan raja dengan Tahkta Suci pada kesempatan Konsili Beaugency pada tahun 1104. Ivo meninggal dunia pada tahun 1116.