Minggu, 19 Mei 2030
Hari Minggu Paskah V
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 1 Petrus 5:5b-14
Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin. Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya! Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.
Mazmur Tanggapan Mazmur 89:2-3,6-7,16-17
Bacaan Injil Markus 16:15-20
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Renungan
Berangkat dengan Tangan Ringan
Orang yang hendak bepergian jauh selalu tergoda membawa semuanya. Koper penuh, tas cadangan, bungkusan titipan. Padahal para pejalan berpengalaman tahu: makin jauh tujuannya, makin ringan seharusnya bawaannya.
Injil hari ini memuat perintah berangkat paling luas yang pernah diucapkan: 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.' Yang menerima perintah itu sebelas orang. Tanpa kendaraan, tanpa dana, tanpa jaminan keamanan. Modal mereka hanya satu janji, dan janji itu dicatat di ayat terakhir: mereka pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja serta meneguhkan firman itu.
Bagaimana bisa berangkat sejauh itu dengan bekal setipis itu? Petrus, dalam bacaan pertama, menuliskan resep perjalanan ringan kepada jemaat yang sedang menderita: 'Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.' Kata serahkanlah di situ bukan setengah menitip sambil tetap menggenggam. Artinya melemparkan seluruh beban, seperti orang meletakkan pikulan di ujung perjalanan.
Tetapi Petrus bukan orang naif. Kalimat berikutnya justru keras: 'Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.' Iman yang ringan bukan iman yang lengah. Bebannya ringan, matanya awas. Orang yang sudah menyerahkan kekuatirannya tidak menjadi ceroboh; ia justru bebas untuk waspada terhadap hal yang benar-benar penting.
Menarik bahwa perintah ke seluruh dunia itu dilaksanakan bukan oleh orang-orang hebat. Markus dengan jujur mencatat bahwa sesaat sebelumnya mereka masih ditegur karena tidak percaya. Namun mereka tetap disuruh pergi, dan mereka pergi. Peneguhan tidak diberikan di ruang tunggu; peneguhan menyusul di jalan. Urutan itu penting: kita melangkah dulu, tanda-tanda mengikuti kemudian.
Dunia kita mungkin tidak seluas peta. Seluruh dunia bagi kita barangkali sebatas rumah, tempat kerja, dan beberapa gang di lingkungan. Ke situlah kita diutus dengan kabar yang sama. Dan kalau selama ini kita belum juga berangkat, alasannya biasanya bukan larangan dari mana-mana, melainkan kekuatiran yang belum pernah sungguh diserahkan: takut ditolak, takut salah bicara, takut kehabisan tenaga.
Pekan ini, coba satu latihan kecil setiap pagi: sebutkan satu kekuatiran, serahkan kepada Dia yang memelihara, lalu berangkatlah mengerjakan bagian kita.
Tuhan, kuletakkan koper kekuatiranku di kaki-Mu. Berangkatkanlah aku dengan tangan ringan dan mata yang berjaga. Amin.
Invitatorium
MINGGU V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Paskah V
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
Ant. Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Ant. 2 Alleluya, perempuan, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang diurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
Ant. Alleluya, perempuan, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Ant. 3 Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Mazmur 3
Aku aman dalam penjagaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
Ant. Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 14:2; 19:6; 12:10; 19:5
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Ant.1: Barang siapa haus, akan menerima air kehidupan dengan cuma-cuma, Alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Barang siapa haus, akan menerima air kehidupan dengan cuma-cuma, Alleluya.
Ant.2: Hai lautan dan mata air, bersujudlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Alleluya.
Ant.2: Hai lautan dan mata air, bersujudlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Alleluya.
Ant.3: Hendaknya orang takwa bersuka ria atas kejayaan Tuhan, Alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Hendaknya orang takwa bersuka ria atas kejayaan Tuhan, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant.Kidung: Setiap orang akan menghasilkan banyak buah, kalau ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Ant.Kidung: Setiap orang akan menghasilkan banyak buah, kalau ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU V SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.
Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU V SORE 1
Madah
Ant.1: Tanganku kutadahkan bagaikan kurban petang, Alleluya.
Mazmur 140
Ant.1: Tanganku kutadahkan bagaikan kurban petang, Alleluya.
Ant.2: Kaukeluarkan daku dari penjara maut untuk memuji nama-Mu, Alleluya.
Mazmur 141
Engkaulah pelindungku,*
Ant.2: Kaukeluarkan daku dari penjara maut untuk memuji nama-Mu, Alleluya.
Ant.3: Putera Allah tetap taat dalam penderitaan-Nya. Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya.
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
Ant.3: Putera Allah tetap taat dalam penderitaan-Nya. Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya.
Bacaan singkat (1Ptr 2:9-10)
Ant.Kidung: Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Hanya melalui Aku orang dapat sampai kepada Bapa, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Ant.Kidung: Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Hanya melalui Aku orang dapat sampai kepada Bapa, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Dunstan
Uskup dan Pengaku Iman
Dunstan lahir di Glastonbury pada tahun 910. Ia terhitung sebagai salah seorang ‘peletak dasar bagi negeri Inggris’ yang berperanan penting dan berpengaruh besar dalam kehidupan politik dan kehidupan agama selama abad ke-10.
Putera bangsawan ini dididik oleh rahib-rahib Irlandia di Glastonsbury. Setelah itu, ia tinggal beberapa tahun di istana Raja Athelstan sebelum menerima tabhisan-tabhisan suci. Penggantai Athelstan, Raja Edmund, mengangkat dia sebagai penasehatnya dan pada tahun 943 sebagai Abbas biara Glastonbury. Pada waktu itu biara Glastonbury, yang porak poranda karena serangan bangsa Denmark, mengalami suatu kemerosotan luar biasa seperti halnya banyak biara lainnya di Inggris. Namun di bawah bimbingan abbas muda Dunstan, Glastonbury bangkit, dengan semarak kembali. Dunstan dengan sekuat tenaga berusaha memperbaiki bangunan-bangunan biara Glastonbury, menghidupkan kembali disiplin hidup monastik, dan menjadikannya sebagai suatu pusat belajar dan pusat monastik di Inggris pada masa itu. Usaha-usaha diikuti oleh biara-biara lainnya.
Setelah terbununhnya Raja Edmund pada tahun 946, Dunstan menjadi ketua dewan penasehat raja Ederd. Dalam kedudukan ini, ia memprakarsai manuver-manuver politik untuk memperkuat kekuasaan kerajaan, mempersatukan kembali negeri Inggris, dan mendamaikan semua orang Denmark yang menetap di Inggris. Ia juga berusaha memberantas praktek kekafiran dan berhasil membaharui kehidupan moral bangsa Inggris dan Imam-imam di seluruh keuskupan. Ketika Edred diangkat oleh raja Edwy pada tahun 955, Dunstan terlibat dalam perselisihan besar dengan penguasa baru itu. Ia mengkritik sikap kepala batu Edred yang tidak pantas bagi seorang raja pada waktu pesta pemahkotaannya. Akibatnya Dunstan dikucilkan dari Inggris. Dunstan mengasingkan diri ke Flanders. Di Flanders ia mendapat kesempatan untuk membaharui biara-biara yang ada disana. Dikemudian hari semua pengalamannya di Flanders mempunyai pengaruh besar terhadap seluruh gagasannya tentang pembaharuan hidup monastik.
Namun pengungsian Dunstan tidak berlangsung lama. Pada tahun 957 suatu pertempuran melawan Edwy pecahlah pertempuran antara orang-orang Mercian dan Northumbria di wilayah-wilayah Utara dan timur Inggris. Edwy dipaksa turun tahkta dan Edgar, saudara Edwy, dipilih sebagai raja. Dalam kedudukannya sebagai raja, Edgar memanggil kembali Dunstan ke Inggris dan mengangkat dia menjadi Uskup Worcester dan Uskup London. Sepeninggal Edwy pada tahun 959, Edgar berhasil mempersatukan kembali seluruh Inggris. Pada waktu Dunstan dingkat menjadi Uskup Agung Canterbury. Ketika ia pergi ke Roma untuk menerima pakaian kebesaran jabatannya, ia diangkat sebagai utusan oleh Paus Yohanes XII (955-964). Dipersenjatai dengan kekuasaan besar ini, ia kembali ke Inggris dan dengan penuh semangat membaharui disiplin Gereja di seluruh negeri. Di bawah kepemimpinannya, banyak biara di Inggris dibaharui dan banyak lagi biara baru didirikan.
Dunstan terus menjadi penasehat raja selama kepemimpinan raja Edgar, dan kemudian menjadi juga penasehat raja Edward Martir. Namun ia tidak mengambil bagian dalam pemerintahan setelah Ethelred dimahkotai pada tahun 970. Ia menghabiskan sisa-sisa hidupnya di Canterbury sampai meninggal dunia pada tanggal 19 Mei 988. Jenazahnya di kuburkan di Katedral Canterbury.
Santo Petrus Salestinus
Paus dan Pengaku Iman
Petrus Morone, demikian nama kecil Santo ini, lahir di Italia pada tahun 1210. Ia berasal dari sebuah keluarga dengan 12 orang anak. Petrus adalah anak kesebelas dari kedua belas bersaudara itu. Dari mereka semua, hanya Petrus-lah yang mendapatkan pendidikan formal. Pada umur 20 tahun, ia menjadi pertapa di sebuah gunung dan kemudian ia masuk Ordo Dominikan. Akhirnya ia ditabhiskan menjadi imam dalam ordo itu.
Untuk meluputkan diri dari perhatian dan penghormatan orang, ia masuk lebih jauh ke dalam hutan. Namun akhirnya ia pun tidak bisa terus mengelakkan diri dari kunjungan beberapa orang murid yang setia mencarinya dan ingin memperoleh pendidikan dari padanya. Bersama murid-muridnya ini, ia kemudian mendirikan sebuah pertapaan. Apa yang tidak diinginkannya sama sekali, kini justru terjadi atas dirinya. Sudah 27 bulan lamanya Gereja tidak dipimpin oleh seorang Paus. Para Kardinal belum mencapai kata sepakat untuk memilih seorang Paus. Akhirnya atas dorongan Roh Kudus para Kardinal menemui Petrus di pertapaannya dan memintanya menjadi Paus. Pertapa tua ini sangat keheranan atas pilihan yang dijatuhkan pada dirinya. Ia sendiri merasa tidak mampu menjadi pemimpin Gereja Kristus dan karena itu menolak pilihan itu. Tetapi ia tidak berhasil membendung tawaran Ilahi itu. Atas desakan para Kardinal, ia ditabhiskan menjadi Uskup dan dimahkotai sebagai Paus dengan nama Salestinus.
Untuk melanjutkan hidup tapanya, ia mendirikan sebuah pondok disekitar halaman kePausan. Tetapi hal ini tidak bisa dipertahankan karena berbagai gangguan berupa urusan-urusan penting Gereja yang menuntut penyelesaian segera, dan para tamu agung yang harus dilayani. Kecuali itu, Raja Karlo dari Napoli, penipu yang pintar dan licik, menyalahgunakan kejujuran dari Salestinus untuk kepentingan dirinya sendiri. Gereja menderita kerugian besar karena ulah raja Karlo. Demi keamanan di dalam tubuh Gereja, Salestinus-yang sudah tidak berdaya menangani semua masalah Gereja-meletakkan jabatannya yang baru berjalan empat bulan di depan para Kardinal. Ia lebih senang menghabiskan sisa hidupnya dengan menjalani hidup tapa di pegunungan. Tetapi keinginannya untuk kembali bertapa itu tidak direstui oleh para Kardinal. Sebagai gantinya ia diberikan sebuah tempat pertapaan yang sunyi di dalam sebuah puri. Di dalam puri ini, beliau kembali kepada pergaulan mesra dengan Allah dan para Orang Kudus. Katanya: “Saya tidak menginginkan sesuatu yang lain daripada sebuah kamar sederhana untuk berdoa.” Pada tahun 1296 dalam usia 86 tahun, ia meninggal dunia di dalam puri itu.