Senin, 6 Mei 2030
Senin III Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 6:8-15
Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini--anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria--bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah." Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama. Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: "Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat, sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita." Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
Mazmur Tanggapan Mazmur 119:23-24,26-27,29-30
Bacaan Injil Yohanes 6:22-29
Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
Renungan
Karena Kenyang
Warung yang membagikan makan gratis selalu ramai. Tetapi coba tanyakan pelan-pelan kepada yang antre: yang dicari masakannya, pemiliknya, atau gratisnya?
Orang banyak menyeberangi danau demi mencari Yesus. Kelihatannya rajin sekali. Namun Yesus membaca isi hati mereka: 'Kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.' Mereka mencari pemberian, bukan Pemberinya.
Kita pun perlu jujur. Doa kita sering ramai justru ketika sedang butuh: menjelang ujian, saat sakit, waktu dagangan sepi. Setelah kenyang, sepi lagi. Menariknya, Yesus tidak mengusir para pencari roti itu. Ia mengajak mereka naik kelas: 'Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.'
Dan ketika mereka bertanya pekerjaan apa itu, jawabannya mengejutkan karena sederhana: percayalah kepada Dia yang diutus Allah. Percaya juga pada hari-hari kita tidak sedang lapar. Setia juga ketika tidak sedang perlu.
Kalau semua permintaanku hari ini dikabulkan, masihkah aku datang kepada-Nya besok pagi?
Tuhan, aku sering mencari tangan-Mu dan lupa menatap wajah-Mu. Ajarilah aku mencintai-Mu, bukan hanya pemberian-Mu. Amin.
Invitatorium
SENIN III PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Senin dalam Pekan ke-3 Paskah
MADAH
Ant. 1 Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan, alleluya.
Mazmur 50
Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (lihat Matius 5:17).
Ant. Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan, alleluya.
Ant. 2 Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian, alleluya.
Ant. Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian, alleluya.
Ant. 3 Aku menginginkan hati yang mengasihi lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran, alleluya.
Ant. Aku menginginkan hati yang mengasihi lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 7:13, 14; 6:9
RESPONSORIUM 1 Petrus 2:9; Ulangan 7:7; 13:5
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.
Mazmur 83 (84)
Ant.1: Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.
Ant.2: Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.
Yes 2,2-5
Ant.2: Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.
Ant.3: Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.
Mazmur 95 (96)
Ant.3: Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 10,8b-10)
Ant.Kidung: Bekerjalah bukan untuk rezeki yang dapat binasa, melainkan untuk rezeki yang tahan untuk hidup kekal, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Bekerjalah bukan untuk rezeki yang dapat binasa, melainkan untuk rezeki yang tahan untuk hidup kekal, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN III SIANG
Madah
Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.
Mazmur 118 (119),89-96
Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.
Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.
Mazmur 70 (71) I
Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.
Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.
Mazmur 70 (71) II
Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 2,9101.12)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN III SORE
Madah
Ant.1: Tuhan menjadi cahaya kekal bagimu, dan Allah menjadi seri kemuliaanmu, alleluya.
Mazmur 122 (123)
Ant.1: Tuhan menjadi cahaya kekal bagimu, dan Allah menjadi seri kemuliaanmu, alleluya.
Ant.2: Jerat telah putus, dan kita terlepas, alleluya.
Mazmur 123 (124)
Ant.2: Jerat telah putus, dan kita terlepas, alleluya.
Ant.3: Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 8,1b-3a)
Ant.Kidung: Inilah karya Allah: hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Inilah karya Allah: hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Dominikus Savio
Pengaku Iman
Dominikus Savio lahir di Riva di Chieri, Italia Utara pada tanggal 2 April 1842. semenjak kecilnya, dia sudah menunjukkan suatu perhatian dan penghargaan yang tinggi pada doa dan perayaan Misa Kudus. Setelah menerima komuni Pertama pada usia 7 tahun, ia menjadi putra altar yang rajin di gereja parokinya. Orangtuanya kagum, lebih-lebih akan ucapannya yang terkenal berikut: “Lebih baik mati daripada berbuat dosa.” Ucapan ini menunjukkan suatu tahap kematangan rohani yang melampaui umurnya yang masih sangat muda itu. Setelah menamatkan sekolah dasarnya, Dominikus menjadi murid Santo Yohanes Don Bosco di Turin pada sebuah sekolah yang khusus bagi anak-anak orang miskin. Di mata Don Bosko, Dominikus adalah seorang remaja yang berkepribadian menarik, bahkan seorang anak yang dikaruniai Rahmat Allah yang besar. Oleh karena itu, Don Bosco memberi perhatian khusus padanya selama berada di Turin dengan maksud memasukkannya ke pendidikan seminari.
Sementara menjalani pendidikan di Turin, tumbullah dalam hatinya suatu kepastian bahwa ia akan menemui ajalnya dalam masa mudanya. Kepada Don Bosco gurunya, ia mengatakan: “Tuhan membutuhkan aku untuk menjadi orang Kudus di surga. Aku akan mati. Bila aku tidak mati, aku akan tergolong manusia yang gagal.”
Pada usia 20 tahun, ia mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria dengan suatu janji untuk selalu hidup murni. Kepada bunda Maria, ia pun meminta agar ia boleh meninggal sebelum melanggar janji itu. Permintaan ini didorong oleh rasa takutnya pada kemungkinan jatuh dalam dosa. Untuk menjaga janji kemurniaannya, ia senantiasa berdoa dan memohon pengampunan dosa dari Pastor Don Bosco.
Oleh pengaruh kesalehan Don Bosco, Dominikus dengan tekun mengusahakan keberhasilan dalam usaha belajarnya. Di antara kawan-kawannya, ia menjadi seorang rasul yang aktif. Ia membantu memberi pelajaran agama dan mata pelajaran lainnya serta merawat orang-orang sakit. Untuk mendidik anak-anak yang bandel, ia mendirikan sebuah klub remaja dan memberi mereka pelajaran agama.
Pada tahun 1856 ia jatuh sakit. Dokter yang merawatnya membujuk agar ia pulang saja ke rumah orangtuanya. Tetapi dia menolak bujukan itu. Pada tanggal 9 Mei 1857, ia menerima sakramen Pengurapan Orang Sakit. Lalu pada pukul sembilan malam itu, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Pada tahun 1950, ia dinyatakan ‘Beato’ dan pada tahun 1957 dinyatakan sebagai ‘Santo’. Dominikus Savio diangkat sebagai pelindung klub-klub remaja.