Rabu, 17 April 2030
Rabu Pekan Suci
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 50:4-9a
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.
Mazmur Tanggapan Mazmur 69:8-10,21-22,31,33-34
Bacaan Injil Matius 26:14-25
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Renungan
Bukan Aku, ya Tuhan?
Ada satu kalimat yang diucapkan hampir semua orang di meja itu, dan justru karena itu ia mengganggu. Ketika Yesus berkata seorang di antara kamu akan mengkhianati Aku, para murid tidak saling menunjuk. Mereka justru bertanya, satu per satu, 'Bukan aku, ya Tuhan?'
Bukan aku. Tetapi mereka bertanya. Dan pertanyaan itu jujur. Sebab di lubuk hati, setiap murid tahu ada kemungkinan gelap dalam dirinya. Tidak ada yang berani berkata, sudah pasti bukan aku, aku terlalu setia untuk itu. Mereka semua memeriksa hati sendiri lebih dulu.
Hanya ada satu perbedaan kecil yang tajam. Ketika Yudas ikut bertanya, ia tidak berkata Tuhan. Ia berkata, 'Bukan aku, ya Rabi?' Kata Rabi berarti Guru. Kata yang sopan, tetapi berjarak. Sebutan seorang murid pada pengajarnya, bukan sebutan seorang beriman pada Tuhannya. Sepatah kata itu membuka jurang yang sudah lama menganga di hatinya. Sebelumnya Yudas sudah pergi bertanya kepada imam-imam kepala, 'Apa yang hendak kamu berikan kepadaku?' Ia meletakkan Yesus di atas timbangan dan menawar harganya. Tiga puluh uang perak, harga seorang budak. Begitulah dosa bekerja. Ia mulai dengan memberi harga pada hal-hal yang mestinya tak ternilai.
Hari ini, hari yang oleh tradisi disebut hari tobat, Injil tidak mengajak kita menghakimi Yudas dari kejauhan. Ia mengajak kita duduk di meja itu dan ikut bertanya dengan jujur, bukan aku, ya Tuhan? Sebab pengkhianatan jarang datang tiba-tiba. Ia menyelinap lewat kompromi kecil, lewat harga-harga diam yang kita tempelkan pada iman kita, ketika kesetiaan mulai kita tukar dengan keuntungan.
Bacaan pertama menghadirkan wajah yang berlawanan. Sang Hamba memberikan punggungnya kepada yang memukul, tidak menyembunyikan muka dari yang meludahi, sebab ia tahu Tuhan menolongnya. Di satu sisi meja ada yang menjual demi perak. Di sisi lain ada yang menyerahkan diri tanpa harga. Keduanya duduk berdekatan, berbagi roti yang sama, di bawah atap yang sama. Betapa tipis kadang garis yang memisahkan pengkhianat dari saksi setia. Yang membedakan bukan kepintaran, bukan pula lamanya mengikut, melainkan ke mana hati diam-diam berpaling ketika tidak ada yang melihat.
Adakah bagian dari kesetiaan kita yang diam-diam sudah kita beri label harga, siap ditukar bila tawarannya cukup menggiurkan?
Tuhan, periksalah hatiku hari ini. Jangan biarkan aku menyebut-Mu Guru dengan bibir, sementara hatiku sudah menawar-Mu. Amin.
Invitatorium
RABU PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Suci
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 39
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan…oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
Ant. Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Ant. 2 Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Ant. 3 Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal.
Mazmur 52
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
Ant. Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal.
BACAAN
RESPONSORIUM Ul. 5:23-24; lih. Ibr. 12:22
RESPONSORIUM 1 Yohanes 4:9, 11, 10
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Mazmur 76 (77)
Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
1 Sam 2,1-10
Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Mazmur 96 (97)
Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Bacaan Singkat: (Yes 50,5-7)
Lagu Singkat:
Ant.Kidung: Semoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Semoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU SIANG
Madah
Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Mazmur 118 (119),57-64
Ant.1: Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I
Ant.2: Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II
Ant.3: Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU SORE
MADAH
Ant.1: Kaum durhaka berkata: Marilah kita tindas orang jujur itu, sebab ia menentang pekerjaan kita.
Mazmur 61 (62)
Ant.1: Kaum durhaka berkata: Marilah kita tindas orang jujur itu, sebab ia menentang pekerjaan kita.
Ant.2: Ia menanggung dosa semua orang dan berdoa bagi orang-orang jahat.
Mazmur 66 (67)
Ant.2: Ia menanggung dosa semua orang dan berdoa bagi orang-orang jahat.
Ant.3: Dalam Kristus kita memperoleh penebusan berkat darahNya, yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita.
Kol 1,12-20
Ant.3: Dalam Kristus kita memperoleh penebusan berkat darahNya, yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita.
Bacaan Singkat: (Ef 4,32--5,2)
Ant.Kidung: Guru berpesan: SaatKu hampir tiba. Di dalam rumahmu Aku mau merayakan Paska bersama para muridKu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Guru berpesan: SaatKu hampir tiba. Di dalam rumahmu Aku mau merayakan Paska bersama para muridKu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Klara Gambacorta OP
Pengaku Iman
Klara hidup diantara tahun 1362-1419. Pada umur 17 tahun ia telah dinikahkan. Setahun kemudian dia menjanda. Lalu Klara masuk biara Dominikanes. Akhirnya ia berhasil mendirikan sebuah biara cabang dengan aturan yang amat keras dan berusaha keras memperbaharui ordonya.
Santo Anisetus
Paus dan Martir
Anisetus lahir di Syria, Asia Kecil. Ia terdaftar sebagai Paus kesepuluh pengganti rasul Petrus dan memimpin Gereja pada tahun 155 sampai 166 pada akhir masa pemerintahan Kaisar Antonius Pius. Sangat sedikit berita yang diketahui perihal kepemimpinannya sebagai Paus.
Ketika ia memimpin Gereja, ia pernah menerima Polykarpus, Uskup Smyrna yang datang ke Roma untuk membicarakan tanggal hari raya Paskah, yang tidak sama diseluruh gereja. Sikapnya yang arif terhadap perselisihan antar Gereja di Asia Kecil dengan Gereja lainnya tentang tanggal perayaan Paskah membuat namanya dikenal luas di seluruh Gereja. Di negeri asalnya, hari Paskah dirayakan tepat pada tanggal 14 bulan Nisan sesuai kalender hari rayanya orang Yahudi. Kebiasaan yang diwariskan oleh Santo Yohanes rasul dan santo Philipus rasul ini menyebabkan hari raya paskah jatuh pada hari yang tidak menentu. Pada masa itu, kematian Yesus lebih ditekankan daripada kebangkitan Yesus. Sebaliknya, di Gereja-gereja lain, hari Paskah di rayakan pada hari Minggu sesudah tanggal 14 Nisan, karena pada hari inilah Yesus bangkit dari kubur-Nya. Kecuali itu, perayaan Paskah bertujuan pula untuk memperbaharui penghayatan iman dan kehidupan rohani umat beriman.
Masing-masing gereja memegang kebiasaan dan perdiriannya, bahkan dengan tegas membela tradisinya. Paus Anisetus menyerahkan perselisihan ini kepada Penyelenggara Ilahi. Keputusannya untuk mengunggulkan salah satu kebiasaan di tunda hingga perselisihan itu mereda. Atas doa dan imannya yang teguh maka perselisihan dalam tubuh Gereja dapat diselesaikan dengan damai. Lalu perayaan Paskah pada hari Minggu lama kelamaan diterima oleh Gereja Asia Kecil.
Banyak kesulitan yang dialaminya selama masa kepemimpinannya, menyebabkan ia mengalami bermacam-macam penyakit. Meskipun ia tidak mati karena dibunuh, namun karena penderitaannya yang sedemikian banyak demi kesatuan gereja dan tegaknya ajaran iman yang benar, ia digelari martir oleh gereja. Ia meninggal dunia pada tahun 586.