Jumat, 1 Maret 2030
Jumat VII Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yakobus 5:9-12
Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan. Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.
Mazmur Tanggapan Mazmur 103:1-4,8-9,11-12
Bacaan Injil Markus 10:1-12
Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Renungan
Sambungan Tanpa Paku
Tukang kayu zaman dulu punya keahlian yang kini langka: menyambung dua papan tanpa paku. Ujung kayu ditakik, dipaskan, lalu dikunci. Dua batang menjadi satu tubuh. Justru karena tidak dipaku, sambungan itu kuat. Ia menyatu dari dalam, bukan ditekan dari luar.
Orang Farisi datang kepada Yesus membawa soal surat cerai. Musa memberi izin, kata mereka. Yesus menjawab dengan menunjuk jauh ke belakang, ke awal penciptaan: keduanya menjadi satu daging. Apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Pernikahan bukan kontrak yang dipaku aturan, melainkan sambungan yang dikerjakan Allah sendiri.
Kemarin Yakobus menegur orang-orang kaya yang menindas. Hari ini ia melanjutkan: jangan bersungut-sungut, jangan saling mempersalahkan. Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak. Rumah tangga jarang runtuh karena badai besar. Lebih sering karena kata-kata kecil yang tidak lagi bisa dipegang.
Adakah janji yang mulai kita longgarkan diam-diam?
Tuhan, Engkau menyatukan dan menepati janji. Jadikan ya kami sungguh-sungguh ya, sampai akhir. Amin.
Invitatorium
JUMAT III PAGI
Pembukaan
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Jumat dalam Pekan Biasa
MADAH
Ant. 1 Aku lelah menangis, merindukan Allahku.
Ant. Aku lelah menangis, merindukan Allahku.
Ant. 2 Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.
Ant. Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.
Ant. 3 Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.
Ant. Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Korintus 2:9-10; Pengkhotbah 8:17
RESPONSORIUM Mazmur 16:8-9, 5
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Yer 14,17-21
Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Ant.3: Tuhan itu Allah, kita umatNya, domba penggembalaanNya.
Mazmur 99 (100)
Ant.3: Tuhan itu Allah, kita umatNya, domba penggembalaanNya.
Bacaan Singkat (2Kor 12,9b-10)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT III SIANG
Madah
Ant.1: Ia dihina dan disalibkan orang, manusia penuh sengsara, yang tahu apa artinya menderita.
Mazmur 21 (22) I
Ant.1: Ia dihina dan disalibkan orang, manusia penuh sengsara, yang tahu apa artinya menderita.
Ant.2: Mereka membagi-bagi pakaian Yesus di antara mereka dan membuang undi atas jubahNya.
Mazmur 21 (22) II
Ant.2: Mereka membagi-bagi pakaian Yesus di antara mereka dan membuang undi atas jubahNya.
Ant.3: Seluruh keluarga bangsa-bangsa akan bersembah sujud di hadapan Tuhan.
Mazmur 21 (22) III
Ant.3: Seluruh keluarga bangsa-bangsa akan bersembah sujud di hadapan Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 1,16b-17)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT III SORE
Madah
Ant.1: Tuhan itu agung melebihi segala dewata.
Mazmur 134 (135) - I
Ant.1: Tuhan itu agung melebihi segala dewata.
Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi namaNya yang indah.
Mazmur 134 (135) - II
Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi namaNya yang indah.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Why 15,3-4
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Bacaan Singkat (Yak 1,2-4)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo David
Pengaku Iman
David mungkin lahir di Cardigan, Wales, Inggris pada tahun 520 dari sebuah keluarga Bangsawan. Ia terkenal sebagai seorang biarawan yang aktif mendirikan biara-biara: kurang lebih 12 biara yang didirikannya. Dari antara biara-biara itu, biara Menevia dibagian baratdaya Wales adalah biara pusat sekaligus menjadi tempat tinggalnya sebagai pemimpin tertinggi.
Dalam kedudukannya itu, David memainkan peranan besar dalam perkembangan Gereja Keltik. Banyak perintis gereja Irlandia dididik di Menevia; antara lain Santo Finnianus dari Clonard, yang dijuluki sebagai bapa Monastik Irlandia. Ketenaran namanya pada zaman itu dapat dilihat dari begitu banyak gereja kuno-lebih dari 50 buah gereja-di bagian selatan Wales yang memilih dia sebagai pelindungnya. David meninggal dunia pada tahun 601 di Menevia. Ia digelari Kudus pada tahun 1120 pada masa kepemimpinan Sri Paus Kalistus II (1119-1124), dan diangkat sebagai pelindung suci Wales.
Santo Felix III (II)
Paus
Felix berasal dari sebuah keluarga berdarah Romawi. Ia menjadi Paus menggantikan Paus Santo Simplisius pada tahun 483. Ia dinamakan Felix III (II) karena kira-kira pada tahun 365 ada seorang Paus tandingan yang menamakan dirinya Felix II.
Selama masa kePausannya, Felix menghadapi bidaah Monophysitisme yang menolak ajaran iman tentang kedwitunggalan kodrat Yesus Kristus: Ilahi sekaligus manusiawi. Untuk memecahkan masalah itu, Kaisar Zeno mengeluarkan suatu rumusan kesatuan yang bermakna ganda, yang disebut Henotikon. Rumusan ini tidak disetujui baik oleh Sri Paus maupun oleh pengikut aliran bidaah Monophysitisme.
Demi pemecahan selanjutnya, Sri Paus Felix memanggil Acacius, Patriakh Konstantinopel, penyusun rumusan itu. Acacius menolak datang ke Roma. Maka dia diekskomunikasikan oleh Felix III. Sejak berlakunya ekskomunikasi ini, skisma Acacian mulai tersebar dan terus berkembang hingga kematian Felix III pada tanggal 1 Maret 492.