Jumat, 25 Januari 2030
Pesta Pertobatan S. Paulus
PestaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 22:3-16
"Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!
Mazmur Tanggapan Mazmur 117:1-2
Bacaan Injil Markus 16:15-18
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Renungan
Roboh di Tengah Jalan
Ada perjalanan yang berubah arah di tengah jalan, bukan di titik berangkat. Orang sudah tahu tujuannya, sudah membawa surat, sudah mantap dengan rencananya, lalu satu peristiwa membaliknya sama sekali. Hari ini Gereja merayakan salah satu perubahan arah paling terkenal dalam sejarah: pertobatan Paulus.
Saulus sedang menuju Damsyik dengan tekad bulat. Ia membawa surat resmi untuk menangkap para pengikut Yesus. Ia yakin sedang membela Allah. Justru di puncak keyakinannya yang keliru itulah cahaya dari langit merobohkannya, dan terdengar suara: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?
Perhatikan kalimat itu. Yesus tidak berkata mengapa engkau menganiaya pengikut-Ku, melainkan menganiaya Aku. Ia menyatukan diri dengan orang-orang yang disakiti. Apa yang kita lakukan pada saudara yang paling kecil, kita lakukan pada Kristus sendiri. Saulus baru menyadari bahwa yang selama ini ia kejar adalah Tuhan yang ia sangka ia bela.
Yang menghibur, Allah tidak menunggu Saulus jadi baik dulu. Ia dipanggil justru ketika sedang di jalan yang salah, dengan tangan yang masih penuh niat jahat. Dari penganiaya yang paling galak, ia dijadikan pewarta yang paling jauh menempuh dunia. Tidak ada orang yang terlalu keliru untuk dibalikkan oleh Tuhan.
Ini melegakan bagi kita yang merasa sudah terlalu jauh menyimpang. Pertobatan Paulus membuktikan bahwa arah hidup bisa dibalik kapan saja, bahkan di tengah jalan, bahkan di puncak kesalahan. Adakah satu jalan keliru yang selama ini kita tempuh dengan penuh keyakinan?
Tuhan, robohkanlah keyakinanku yang keliru seperti Engkau merobohkan Saulus. Balikkanlah arah hidupku, dan jadikanlah aku pewarta kasih-Mu. Amin.
Invitatorium
JUMAT II PAGI
Pembukaan
Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Jumat dalam Pekan Biasa
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Tuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.
Mazmur 38
Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah
Semua sahabat-Nya berdiri dari kejauhan (Lukas 23:49).
Ant. Tuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.
Ant. 2 Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
Ant. Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
Ant. 3 Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, sebab Engkau adalah penyelamatku.
Ant. Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, sebab Engkau adalah penyelamatku.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 4:19; 5:3; 2:5
RESPONSORIUM Yohanes 3:16; 1 Yohanes 4:10
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Hati yang remuk redam takkan Kautolak, ya Allah.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Hati yang remuk redam takkan Kautolak, ya Allah.
Ant.2: Bila Engkau murka, ya Tuhan, ingatlah akan kerahimanMu.
Hab 3,2-4.13a.15-19
Ant.2: Bila Engkau murka, ya Tuhan, ingatlah akan kerahimanMu.
Ant.3: Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.
Mazmur 147 (147B)
Ant.3: Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.
Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT II SIANG
Madah
Ant.1: Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.
Mazmur 118 (119),73-80
Ant.1: Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.
Ant.2: Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.
Mazmur 58 (59),2-6a.9-11.17-18
Ant.2: Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.
Ant.3: Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.
Mazmur 59 (60)
Ant.3: Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.
Bacaan singkat (Keb 1,13-15)
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT II SORE
Madah
Ant.1: Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.
Ant.1: Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.
Ant.2: Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Mazmur 120 (121)
Ant.2: Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Why 15,3-4
Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Bacaan Singkat (Kor 2,7-10a)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Pertobatan S. Paulus
Pesta
Pesta ini merayakan satu peristiwa yang mengubah arah sejarah keselamatan: pertobatan Saulus dari Tarsus di jalan menuju Damsyik. Saulus adalah orang Farisi yang bersemangat menganiaya para pengikut Kristus. Namun dalam perjalanannya untuk menangkap umat beriman, ia dijumpai oleh Tuhan yang bangkit.
Kisah Para Rasul menceritakan bahwa sekitar tengah hari cahaya dari langit memancar mengelilinginya. Ia rebah ke tanah dan mendengar suara, Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? (Kisah Para Rasul 9:4). Sang penganiaya diubah menjadi rasul. Saulus yang buta selama tiga hari dibaptis dan menerima kembali penglihatannya, lalu menjadi pewarta Injil yang tak kenal lelah.
Yang dirayakan Gereja bukan terutama jasa manusiawi Paulus, melainkan kuasa rahmat Allah yang sanggup membalikkan hati yang paling keras sekalipun. Dari penganiaya lahirlah Rasul para bangsa yang membawa Injil hingga ke Roma dan menjadikan Gereja sungguh bersifat universal, terbuka bagi semua bangsa.
Pesta pertobatan Santo Paulus sudah dirayakan sejak abad-abad awal dan tersebar luas di Gereja Barat pada Abad Pertengahan. Perayaan ini juga menutup Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen, sebab pertobatan Paulus mengingatkan bahwa persatuan dan pembaruan adalah karya rahmat Allah. Bagi umat hari ini, pesta ini adalah pengharapan: tidak ada masa lalu yang terlalu gelap untuk disentuh belas kasih Tuhan.
Pertobatan Santo Paulus
Rasul
Aku inilah yang paling hina diantara semua rasul, sebab aku telah menganiaya umat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah, aku adalah sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras daripada mereka semua; tetapi bukan aku, melainkan kasih karunia Allah menyertai aku (Kor15:9-10). Demikianlah kata-kata Paulus terhadap dirinya sendiri.
Selama tigapuluh tahun setelah peristiwa Pentakosta, Paulus yang saat itu masih bernama Saulus, menganiaya orang-orang nasrani di Yerusalem. Ia pun menyaksikan peristiwa pembunuhan atas diri Stefanus, seorang diakon yang penuh hikmah dan Roh Kudus. Pada suatu ketika, Paulus pergi ke Damsyik untuk menangkap orang-orang Kristen yang ada disana. Ia mendapat izin khusus dari imam besar. Dengan izin itu, ia merasa berhak dan berkuasa untuk membawa orang-orang Kristen ke dalam Yerusalem untuk dianiaya.
Tetapi apa yang terjadi? Di tengah perjalanan, ia dihadang oleh Yesus dengan suatu pancaran cahaya ajaib dari langit, yang membutakan mataya. Paulus rebah ke tanah. Lalu berserulah Yesus dari dalam cahaya itu: Saulus, Saulus mengapakah engkau menganiaya Aku? Saulus menjawab: Siapakah engkau Tuhan? Akulah Yesus yang kau aniaya itu. (Kis9:1-19a).
Kepada Yesus, Paulus bertanya: Tuhan apa yang kau kehendaki aku perbuat? Kata-kata ini meluncur dari sebuah hati yang dahulu keras bagaikan batu, namun telah lembut karena firman Allah. Inilah kata-kata awal yang menghantar Paulus ke gerbang tugasnya sebagai para rasul kaum kafir. Ia tidak lagi menjadi penganiaya Yesus melainkan penyayang Yesus yang paling unggul, orang ini adalah alat pilihan bagiKu untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta Raja-raja dan orang-orang Israel demikian kata Yesus kepada Ananias.
Paulus kemudian tampil sebagai seorang Rasul yang besar pengaruhnya di kalangan bangsa kafir. Dialah pewarta Injil dan pendiri Gereja-gereja diantara kaum kafir. Pada pesta pertobatannya ini, patutlah kita mendoakan orang yang belum mengenal Yesus dan Injil-Nya agar mereka pun peroleh keselamatan dalam Kristus Yesus serta kemuliaan kekal (2Tim1:10).