Minggu, 2 Desember 2029
Hari Minggu Adven I
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 2:1-5
Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!
Mazmur Tanggapan Mazmur 122:1-9
Bacaan Kedua Roma 13:11-14
Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.
Bacaan Injil Matius 24:37-44
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Renungan
Ketika Semua Tampak Biasa
Yang paling menakutkan dari cerita air bah bukanlah airnya, melainkan betapa biasanya hari-hari sebelum itu. Orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Justru karena semuanya berjalan normal, tidak seorang pun merasa perlu waspada.
"Mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang." Bukan karena mereka jahat luar biasa, tetapi karena mereka terlalu tenggelam dalam yang biasa. Hidup yang rutin punya daya bius tersendiri. Ia membuat kita percaya bahwa hari esok pasti sama dengan hari ini, dan lusa sama dengan esok.
Ke dalam ketenangan seperti itulah Adven berseru. Paulus mengatakannya dengan lugas: saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Bukan tidur di ranjang. Tidur yang ia maksud adalah keadaan setengah sadar, ketika kita menjalani hari tanpa sungguh hadir, tanpa sungguh menanti apa pun.
Menariknya, Adven tidak menyuruh kita takut. Yesaya melukiskan tujuan penantian kita dengan gambar yang damai: segala bangsa berduyun naik ke gunung Tuhan, pedang ditempa menjadi mata bajak, tombak menjadi pisau pemangkas. Yang kita nanti bukan kehancuran, melainkan hari ketika alat pembunuh diubah menjadi alat penanam. Ketika tangan yang biasa mengangkat senjata belajar memegang cangkul.
Itulah arah kedatangan Tuhan. Bukan untuk menghukum yang sedang makan dan minum, tetapi untuk membangunkan mereka yang lupa bahwa hidup sedang menuju suatu penggenapan. Berjaga berarti hidup seperti orang yang tahu bahwa dunia ini punya tujuan, dan tujuannya baik.
Bagaimana caranya tetap terjaga? Bukan dengan menegangkan diri seperti penjaga malam yang cemas sepanjang waktu. Melainkan dengan sesekali berhenti di tengah kesibukan dan bertanya: untuk apa semua ini, dan ke mana hidupku sedang menuju? Pertanyaan sederhana itu sudah cukup untuk menyalakan kembali kesadaran yang mulai redup, seperti orang yang membasuh muka supaya matanya melek lagi. Adven memberi kita empat pekan justru untuk melatih pertanyaan itu, sampai ia berubah menjadi kebiasaan, dan hidup yang tadinya berjalan otomatis mulai kita jalani dengan sadar.
Empat pekan ke depan kita diajak melatih satu hal yang sederhana namun sulit: hadir, sadar, tidak membiarkan yang rutin membius yang abadi.
Di manakah hidupku sedang berjalan otomatis, tanpa aku sungguh terjaga di dalamnya?
Tuhan, bangunkan aku dari tidur yang tidak kusadari. Ajar aku menanti kedatangan-Mu dengan mata yang terbuka dan hati yang siap. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Sabtu dalam Masa Adven, Peringatan Santa Lusia, Perawan dan Martir
MADAH
Ya Allah, mahkota dan ganjaran agung
PSALMODI
Ant. 1 Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.
Mazmur 106
Kebaikan Tuhan; kesetiaan umat-Nya
Semua ini telah ditulis sebagai peringatan bagi kita, karena kita hidup pada akhir zaman (1 Korintus 10:11)
Ant. Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.
Ant. 2 Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.
Ant. Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.
Ant. 3 Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.
Ant. Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 54:4; 29:5, 6, 7
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU I PAGI
Pembukaan:
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Madah
Ant.1: Pada pagi gunung-gemunung akan melimpahkan kemanisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan madu, alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Pada pagi gunung-gemunung akan melimpahkan kemanisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan madu, alleluya.
Ant.2: Gunung dan bukit akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan hutan akan bertepuk tangan, sebab Tuhan datang dan berkuasa selama-lamanya.
Ant.2: Gunung dan bukit akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan hutan akan bertepuk tangan, sebab Tuhan datang dan berkuasa selama-lamanya.
Ant.3: Sungguh, akan datang nabi agung, ia akan membaharui Yerusalem, alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Sungguh, akan datang nabi agung, ia akan membaharui Yerusalem, alleluya.
Bacaan Singkat (Rom 13, 11-12)
Ant.Kidung (Mi I): Roh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Roh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Gal 6,9-10)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE I
Madah
Ant.1: Wartakanlah kepada para bangsa : “Sungguh, Allah penyelamat kami akan datang”.
Mazmur 140
Ant.1: Wartakanlah kepada para bangsa : “Sungguh, Allah penyelamat kami akan datang”.
Ant.2: Sungguh Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari akan bersinarlah cahaya gemilang, alleluya.
Mazmur 141
Engkaulah pelindungku,*
Ant.2: Sungguh Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari akan bersinarlah cahaya gemilang, alleluya.
Ant.3: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
Ant.3: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.
Ant.Kidung (Mi I): Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahanNya akan memenuhi seluruh bumi.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Bibiana
Perawan dan Martir
Bibiana berasal dari sebuah keluarga Kristen yang seluruh anggotanya mati sebagai martir. Ayahnya, Flavianus, yang berpangkat Prefek kota Roma, dipenjarakan oleh Kaisar Yulianus dan menemui ajalnya di sana pada tahun 360 karena berbagai penderitaan. Ibunya, Daprosa, mula-mula ditahan di rumah bersama kedua anaknya: Bibiana dan Demetria. Setelah beberapa lama ia pun mati dipenggal kepalanya. Tinggallah Bibiana bersama adiknya, Demetria. Kedua gadis tak berdosa ini dipenjarakan dalam sebuah sel yang sempit, gelap lagi kotor, dan tidak diberi makanan sedikit pun. Dengan penyiksaan itu diharapkan mereka akhirnya menyangkal imannya.
Namun perhitungan penguasa itu meleset. Kedua kakak-beradik itu tetap teguh dan berani mempertahankan imannya. Oleh karena itu mereka dihadapkan sekali lagi ke depan pengadilan. Berbagai ancaman yang sangat mengerikan ditimpakan kepada mereka, namun semuanya itu sia-sia belaka di hadapan keteguhan hati kedua gadis bersaudara ini. Mereka dibawa kembali ke penjara. Tak lama kemudian Demetria meninggal dunia di dalam sel yang mengerikan itu. Sekarang tinggallah Bibiana seorang diri. Ia diserahkan kepada seorang penjahat wanita yang ditugaskan untuk merobah sikap dan pikiran Bibiana. Namun segala daya-upaya mulai dari bujuk-rayu yang lembut manis hingga penganiayaan yang kejam-bengis tidak berhasil mematahkan semangat iman Bibiana. Akhirnya ia disesah sampai mati patia tahun 363.