Senin, 5 November 2029

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Wahyu 7:2-4,9-14

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-3

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Bacaan Injil Matius 5:1-12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Renungan

Benih yang Belum Kelihatan

Petani menyimpan benih padi di tempat kering. Butirannya kecil, keras, tidak menarik dipandang. Siapa sangka di dalam butir sekecil itu tersimpan hamparan sawah yang menguning? Antara benih dan panen memang ada jarak. Tapi keduanya satu barang yang sama.

Surat Yohanes hari ini berbicara persis seperti petani itu. Sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak. Belum nyata. Bukan belum ada. Seperti benih: sawah itu sudah tersimpan di dalamnya, hanya belum kelihatan.

Ini kabar yang melegakan sekaligus menantang. Melegakan, karena kekudusan bukan prestasi yang harus kita bangun dari nol. Statusnya sudah diberikan lebih dulu: lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa, sehingga kita disebut anak-anak Allah. Menantang, karena benih menuntut pertumbuhan. Benih yang terus disimpan di lumbung tidak akan pernah menjadi apa-apa.

Lalu apa air dan pupuknya? Yesus menjawab dari atas bukit dengan Sabda Bahagia. Miskin di hadapan Allah, itu tanah yang gembur. Lemah lembut, murah hati, membawa damai, itu siraman harian. Lapar dan haus akan kebenaran, itu matahari yang menarik tunas ke atas. Kekudusan tumbuh pelan lewat hal-hal kecil yang diulang-ulang, bukan lewat lompatan ajaib dalam semalam.

Dan panennya? Kitab Wahyu memperlihatkannya: kumpulan besar yang tidak dapat terhitung banyaknya, berjubah putih, memegang daun palem, berseru di hadapan takhta. Semua itu berawal dari butir-butir kecil yang mau ditanam.

Hari ini kita masing-masing sedang di fase benih. Belum kelihatan. Sering merasa bukan siapa-siapa. Tidak apa-apa. Yang penting jangan menolak ditanam. Adakah satu kebiasaan kecil kekudusan yang bisa kusiram hari ini: doa singkat sebelum kerja, kesabaran di rumah, kejujuran di pasar?

Bapa, terima kasih karena Engkau telah menyebutku anak-Mu. Tumbuhkanlah benih itu dalam diriku, sampai kelak aku melihat Engkau dalam keadaan-Mu yang sebenarnya. Amin.

Invitatorium

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Aku memuji kuasa Allah yang perkasa,

yang menjadikan gunung-gunung menjulang,

yang membentangkan lautan luas

dan membangun langit yang tinggi.

Aku memuji hikmat yang menetapkan

matahari menguasai siang;

bulan bersinar penuh atas perintah-Nya,

dan semua bintang patuh.

2 Aku memuji kebaikan Tuhan,

yang memenuhi bumi dengan makanan;

Ia membentuk makhluk-makhluk dengan firman-Nya,

lalu menyatakan semuanya baik.

Tuhan, betapa ajaib karya-Mu terpampang,

ke mana pun mataku memandang,

baik saat aku menelusuri tanah yang kupijak

maupun menatap langit.

3 Tiada tumbuhan atau bunga di bawah

yang tidak menyatakan kemuliaan-Mu;

Dan awan-awan bangkit dan badai bertiup

atas perintah dari takhta-Mu;

sementara semua yang meminjam hidup dari-Mu

selalu dalam pemeliharaan-Mu,

dan di mana pun manusia berada,

Engkau, ya Allah, hadir di sana.

PSALMODI

Ant. 1 Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Mazmur 40

Syukur dan permohonan pertolongan

Bukan kurban dan persembahan yang Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku (Ibrani 10:5).

I
Aku menanti, aku menanti Tuhan

dan Ia menunduk kepadaku;

Ia mendengar seruanku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menarikku dari lubang maut,

dari lumpur kotor.

Ia menempatkan kakiku di atas batu

dan mengukuhkan langkahku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menaruh nyanyian baru di mulutku,

pujian bagi Allah kita.

Banyak orang akan melihat dan takut

dan akan percaya kepada Tuhan.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Berbahagialah orang yang menaruh

kepercayaannya kepada Tuhan

dan tidak berpaling kepada pemberontak

yang mengikuti ilah-ilah palsu.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Betapa banyak, ya Tuhan Allahku,

keajaiban dan rancangan

yang telah Engkau kerjakan bagi kami;

tiada yang setara dengan-Mu.

Jika aku harus memberitakan dan menceritakannya,

jumlahnya lebih dari yang dapat kuceritakan!

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Engkau tidak meminta kurban dan persembahan,

tetapi telinga yang terbuka.

Engkau tidak meminta kurban bakaran dan korban.

Sebaliknya, inilah aku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Dalam gulungan kitab tertulis

bahwa aku harus melakukan kehendak-Mu.

Allahku, aku senang akan hukum-Mu

di lubuk hatiku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ant. 2 Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

II
Keadilan-Mu telah kuberitakan

dalam jemaat yang besar.

Bibirku tidak kututup;

Engkau mengetahuinya, ya Tuhan.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Keadilan-Mu tidak kusimpan dalam hatiku

tetapi kuberitakan pertolongan-Mu yang setia.

Kasih dan kebenaran-Mu tidak kusimpan

dari jemaat yang besar.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, Engkau tidak akan menahan

belas kasihan-Mu dariku.

Kasih setia dan kebenaran-Mu

akan selalu menjagaku.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Sebab aku dikepung oleh kejahatan

yang terlalu banyak untuk dihitung.

Dosa-dosaku menimpaku

dan penglihatanku kabur.

Jumlahnya lebih banyak dari rambut kepalaku

dan hatiku tenggelam.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, datanglah menyelamatkanku;

Tuhan, datanglah menolongku.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Biarlah ada sukacita dan kegembiraan

bagi semua yang mencari Engkau.

Biarlah mereka selalu berkata: “Besarlah Tuhan”,

mereka yang mengasihi pertolongan-Mu yang menyelamatkan.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Adapun aku, yang sengsara dan miskin,

Tuhan memikirkanku.

Engkau adalah penyelamatku, penolongku,

ya Allah, janganlah menunda.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ant. 3 Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mazmur 42

Kerinduan akan kehadiran Tuhan di Bait-Nya

Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).

Seperti rusa yang merindukan

aliran air,

demikianlah jiwaku merindukan

Engkau, ya Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku haus akan Allah,

Allah kehidupanku;

kapankah aku dapat masuk dan melihat

wajah Allah?

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Air mataku telah menjadi makananku,

siang dan malam,

saat kudengar sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hal-hal ini akan kuingat

saat kucurahkan jiwaku:

bagaimana aku memimpin kerumunan yang bersukacita

ke dalam rumah Allah,

di tengah seruan kegembiraan dan syukur,

kerumunan yang riuh dengan sukacita.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku tertekan di dalam diriku

saat aku memikirkan Engkau,

dari negeri Yordan dan Gunung Hermon,

dari Bukit Mizar.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jurang memanggil jurang,

dalam deru air;

banjir-Mu dan semua gelombang-Mu

menyapu atasku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Pada siang hari Tuhan akan mengirimkan

kasih setia-Nya;

pada malam hari aku akan menyanyi bagi-Nya,

memuji Allah kehidupanku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Aku akan berkata kepada Allah, batuku:

“Mengapa Engkau melupakan aku?

Mengapa aku berjalan berkabung

ditekan oleh musuh?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Dengan seruan yang menusuk hatiku,

musuh-musuhku mencelaku,

berkata kepadaku sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, tak terhitung belas kasihan-Mu.

Berilah aku hidup sesuai dengan firman-Mu.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

4:16-5:10

Ketika tubuh tempat kediaman kita di bumi ini mati, kita memperoleh tempat kediaman yang kekal di surga.
Sebab itu kami tidak tawar hati, meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari hari ke hari. Sebab penderitaan kami yang ringan dan sesaat ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal.
Karena kami tahu, bahwa jika kemah kediaman kami yang di bumi ini dibongkar, kami memiliki tempat kediaman yang disediakan Allah di surga, suatu tempat kediaman yang tidak dibuat oleh tangan manusia, melainkan yang kekal. Selama kami di sini, kami mengeluh, bahkan kami merindukan untuk mengenakan tempat kediaman surgawi kami. Ini akan terjadi, asalkan kami didapati berpakaian dan tidak telanjang. Selama kami tinggal dalam kemah kami yang sekarang, kami mengeluh; kami terbebani karena kami tidak ingin ditelanjangi, melainkan ingin mengenakan tempat kediaman surgawi, supaya yang fana ini ditelan oleh hidup. Allah telah menciptakan kami untuk hal ini dan telah memberikan Roh sebagai jaminan.
Karena itu kami senantiasa berani. Kami tahu bahwa selama kami tinggal di dalam tubuh, kami jauh dari Tuhan. Kami hidup oleh iman, bukan oleh penglihatan. Aku ulangi, kami penuh keberanian dan lebih suka jauh dari tubuh dan berada di rumah bersama Tuhan. Karena itu, kami berusaha untuk menyenangkan Dia, baik kami bersama Dia maupun jauh dari Dia. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang menerima balasan atas apa yang telah dilakukannya dalam tubuh, baik atau buruk.

RESPONSORIUM

Tuhan, janganlah menghakimi aku menurut perbuatanku:

Aku tidak melakukan apa pun yang layak di hadapan-Mu:

oleh karena itu aku memohon kepada-Mu, Allah yang mulia,

hapuskanlah segala kesalahanku.
Tuhan, basuhlah kejahatanku, dan sucikanlah aku dari dosaku.

Hapuskanlah segala kesalahanku.

BACAAN KEDUA

Dari sebuah buku tentang kematian saudaranya Satyrus oleh Santo Ambrosius, uskup

Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus.
Kita melihat bahwa kematian adalah keuntungan, hidup adalah kerugian. Paulus berkata: Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Apa artinya “Kristus” selain mati dalam tubuh, dan menerima napas kehidupan? Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus. Kita harus memiliki keakraban harian dengan kematian, kerinduan harian akan kematian. Dengan jenis pelepasan ini, jiwa kita harus belajar membebaskan diri dari keinginan tubuh. Ia harus terbang di atas nafsu duniawi ke tempat di mana mereka tidak dapat mendekat, untuk menahannya erat-erat. Ia harus mengambil rupa kematian, untuk menghindari hukuman kematian. Hukum kodrat kita yang jatuh berperang melawan hukum akal kita dan menundukkan hukum akal kepada hukum kesalahan. Apa obatnya? Siapa yang akan membebaskan aku dari tubuh maut ini? Rahmat Allah, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kita memiliki dokter untuk menyembuhkan kita; marilah kita menggunakan obat yang Dia resepkan. Obatnya adalah rahmat Kristus, tubuh yang mati adalah tubuh kita sendiri. Marilah kita menjadi orang buangan dari tubuh kita, agar tidak menjadi orang buangan dari Kristus. Meskipun kita masih dalam tubuh, janganlah kita menyerahkan diri kepada hal-hal duniawi. Kita tidak boleh menolak hak-hak alami tubuh, tetapi kita harus menginginkan di atas segalanya karunia-karunia rahmat.
Apa lagi yang perlu dikatakan? Oleh kematian satu oranglah dunia ditebus. Kristus tidak perlu mati jika Dia tidak mau, tetapi Dia tidak memandang kematian sebagai sesuatu yang patut dicemooh, sesuatu yang harus dihindari, dan Dia tidak dapat menemukan cara yang lebih baik untuk menyelamatkan kita selain dengan mati. Demikianlah kematian-Nya adalah hidup bagi semua. Kita dimeteraikan dengan tanda kematian-Nya; ketika kita berdoa kita memberitakan kematian-Nya; ketika kita mempersembahkan kurban kita mewartakan kematian-Nya. Kematian-Nya adalah kemenangan; kematian-Nya adalah tanda suci; setiap tahun kematian-Nya dirayakan dengan khidmat oleh seluruh dunia.
Apa lagi yang harus kita katakan tentang kematian-Nya karena kita menggunakan contoh ilahi ini untuk membuktikan bahwa hanya kematianlah yang memenangkan kebebasan dari kematian, dan kematian itu sendiri adalah penebusnya? Kematian bukanlah penyebab kesedihan, karena ia adalah penyebab keselamatan umat manusia. Kematian bukanlah sesuatu yang harus dihindari, karena Putra Allah tidak menganggapnya di bawah martabat-Nya, juga tidak berusaha menghindarinya.
Kematian bukanlah bagian dari kodrat; ia menjadi bagian dari kodrat. Allah tidak menetapkan kematian sejak awal; Ia menetapkannya sebagai obat. Kehidupan manusia dikutuk karena dosa untuk kerja keras yang tak henti-hentinya dan kesedihan yang tak tertahankan dan demikianlah mulai mengalami beban kesengsaraan. Harus ada batas bagi kejahatannya; kematian harus mengembalikan apa yang telah hilang dari kehidupan. Tanpa bantuan rahmat, keabadian lebih merupakan beban daripada berkat.
Jiwa harus berpaling dari jalan-jalan kehidupan yang tanpa tujuan ini, dari pencemaran tubuh duniawi; ia harus menjangkau jemaat-jemaat di surga (meskipun hanya orang-orang kudus yang diizinkan masuk ke sana) untuk menyanyikan pujian Allah. Kita belajar dari Kitab Suci bagaimana pujian Allah dinyanyikan dengan iringan harpa: Besar dan ajaiblah perbuatan-Mu, Tuhan Allah Yang Mahakuasa; adil dan benar jalan-Mu, Raja segala bangsa. Siapa yang tidak akan menghormati dan memuliakan kodrat-Mu? Hanya Engkau yang kudus; semua bangsa akan datang dan menyembah di hadapan-Mu. Jiwa juga harus merindukan untuk menyaksikan pernikahan-Mu, Yesus, dan untuk melihat mempelai-Mu diantar dari realitas duniawi ke realitas surgawi, saat semua bersukacita dan bernyanyi: Semua daging akan datang di hadapan-Mu. Mempelai wanita tidak lagi akan tunduk pada dunia yang fana ini tetapi akan disatukan dengan roh.
Di atas segalanya, Daud yang kudus berdoa agar ia dapat melihat dan menatap ini: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, inilah yang akan kudapatkan: untuk tinggal di rumah Tuhan sepanjang hari-hari hidupku, dan untuk melihat betapa murah hati Tuhan.

RESPONSORIUM Lihat 2 Makabe 12:45; Matius 13:43

Ada beberapa orang yang telah meninggal dengan kematian yang saleh;

mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.
Maka orang-orang benar akan bersinar seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

Mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami,

ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu,

yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam,

demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan

bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

RABU II PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Madah

Mari kami putra terang

Tampil maju dan berjuang

Diresapi s’mangat Kristus

Jadi abdi dengan tulus.
Jangan lupa mohon Tuhan

Agar kami diarahkan

Pada tujuan sejati

Setia sepanjang hari.
Allah cahaya sejati

Sinarilah hati kami

Agar mampu memantulkan

Kristus terang kehidupan.
Terpujilah Allah Bapa

Terpujilah Allah Putra

Bersama Roh -Kudus pula

Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*

aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.
Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+

malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*

dan tiada hiburan bagiku.
Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*

apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.
Mataku tiada terpejamkan,*

aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.
Kupikirkan zaman yang lampau,*

tahun yang silam kukenang.
Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*

dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.
“Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*

dan tiada lagi bermurah hati?
Sudah habiskah kasih setia-Nya selama-lamanya,*

sudah batalkah janji-Nya yang turun-temurun?
Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*

ataukah Ia menutup kerahiman-Nya dengan kemurkaan?”
Sungguh inilah yang menikam hatiku,*

bahwa Allah merubah sikap-Nya.
Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*

karya yang mengagumkan pada masa yang silam.
Segala karya-Mu akan kurenungkan,*

akan kukenangkan segala perbuatan-Mu.
Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu,*

dewa manakah seagung Allah kami?
Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*

Engkau menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
Dengan tangan kuat Kautebus umat-Mu,*

keturunan Yakub dan Yusuf.
Air laut melihat Engkau, ya Allah,+

melihat Engkau, lalu gemetar,*

bahkan samudera raya bermendapatar ketakutan.
Awan-awan mencurahkan air hujan,+

awan meledakkan guntur gemuruh,*

halilintar sambar-menyambar.
Deru guntur-Mu sabung-menyabung,+

kilapan kilat menyinari jagat,*

bumi gemetar dan berguncang.
Jalan-Mu melalui laut, melalui air yang luas,*

rahasia karya-Mu tak terselami.
Demikian umat-Mu Kaubimbing seperti kawanan domba,*

dengan perantaraan -Musa dan Harun.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10
Hatiku bersukaria karena Tuhan,*

aku bermegah-megah karena Allahku.
Mulutku mengejek musuh,*

karena aku gembira atas pertolongan-Mu.
Tak ada orang sekudus Tuhan,*

tak ada wadas sekokoh Allah kami.
Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*

membualkan kata yang congkak-congkak.
Tuhan Allah yang mahatahu,*

bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!
Sudah patahlah busur para perkasa,*

dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.
Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*

orang kelaparan mengaso dari kerjanya.
Orang mandul melahirkan tujuh kali,*

tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.
Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*

menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.
Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*

Ia merendahkan dan meninggikan.
Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*

mengangkat dari persampahan orang miskin.
Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*

dan memberinya tempat kehormatan.
Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*

Ia menaruh daratan di atasnya.
Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihi-Nya,+

dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*

sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.
Tuhan menggentarkan para lawan-Nya,+

Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*

Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.
Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*

dan menguatkan orang yang diurapi-Nya.

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*

dan pulau-pulau bersukacita.
Awan kelam menyelubungi Tuhan,*

keadilan dan hukum tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan Tuhan,*

menghanguskan para lawan di sekamir-Nya.
Halilintar menyinari jagat,*

bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*

di hadapan Tuhan semesta alam.
Langit mewartakan keadilan Tuhan,*

dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+

yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*

hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.
Sion mendengarnya dan bersukacita,+

kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*

karena keputusan-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*

Engkau mahaagung di atas segala dewata.
Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+

sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihi-Nya,*

dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.
Terang terbit bagi orang benar,*

sukacita bagi orang yang tulus hati.
Bergembiralah dalam Tuhan, hai orang benar,*

muliakan nama-Nya yang kudus.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)
Apakah yang dapat memisahkan kami dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya kami akan menang dengan jaya karena kekuasaan Krtistus yang mencintai kami.
Lagu Singkat
P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.

U: Aku.

P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku.

U: Setiap waktu.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, penyelamat kami, sebab Ia telah berjanji akan menyertai Gereja-Nya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kami bersyukur kepada-Nya dan berkata:

U: Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

P: Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmat-Mu yang menyinari kami jangan sampai terbenam.

P: Kepada-Mu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan.

P: Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahaya-Mu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat.

P: Semoga cinta kasih Roh kudus-Mu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahaya-Mu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintah-Mu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU II SIANG

Madah

Marilah kami bernyanyi

Bagi penebus Illahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.
Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firman-Mu,*

itulah kekayaan hatiku.
Aku memohon belaskasihan-Mu dengan segenap hati,*

kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*

dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Aku bergegas dan tidak berlambat,*

untuk memenuhi perintah-Mu.
Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*

tetapi hukum-Mu tidak pernah kulupakan.
Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu,*

karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*

dengan orang yang menepati perintah-Mu.
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – I
Ya Allah, dengarkanlah doaku,*

jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.
Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*

aku mengembara dan menangis.
Aku cemas karena teriakan musuh,*

karena aniaya orang berdosa.
Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*

dan dengan geramnya memusuhi aku.
Hatiku gelisah di dalam dadaku,*

kengerian maut mendatangi aku.
Aku ketakutan dan gemetar,*

perasaan seram meliputi aku.
Kataku: “Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*

supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.
Aku ingin lari jauh-jauh,*

dan tinggal di padang gurun.
Aku akan mencari tempat perlindungan,*

terhadap angin ribut dan badai”.
Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*

sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.
Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*

di dalam kota ada kelaliman dan bencana.
Kebinasaan merajalela dalam kota,*

lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – II
Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*

masih dapat kuterima.
Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*

aku masih dapat menyembunyikan diri.
Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*

sahabat dan orang kepercayaanku;
dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*

bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.
Aku tetap berseru kepada Allah,*

Tuhan akan menyelamatkan daku.
Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*

dan Tuhan mendengarkan jeritanku.
Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*

sebab banyaklah mereka yang melawan daku.
Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*

Dialah hakim sejak sediakala.
Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*

dan tidak mau takut akan Allah.
Orang mengepalkan tangannya melawan sahabat,*

dan melanggar perjanjiannya.
Mulutnya licin melebihi mentega,*

tetapi hatinya merancangkan perang.
Kata-katanya lembut melebihi minyak,*

tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.
Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*

orang benar tidak dibiarkan-Nya goyah.
Tetapi orang-orang jahat,*

Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.
Para penumpah darah dan penipu,+

takkan mencapai setengah umur hidupnya,*

tetapi aku ini percaya kepada-Mu, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus Engkau dengarkan tanpa memandang muka. Sebab Engkau mengadili atas nama Allah.
P: Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan.

U: Ia memandang orang benar.

Doa Penutup

Allah yang Maha Kuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hati-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

RABU II SORE

Madah

Pada waktu senja ini

Malam mulai mendekat

Kami menyerahkan diri

Penuh pasrah dan hormat

Kepada-Mu Bapa kami

Sumber segala rahmat.
Kami bersyukur pada-Mu

Atas kurnia hari

Yang kini akan berlalu

Dan atas kasih suci

Yang Kaucurahkan selalu

Ke dalam hati kami.
Semoga kami semua

Yang khidmat menghadap-Mu

Siap menanggapi cinta

Dengan tiada ragu

Membaktikan jiwa raga

Demi kerajaan-Mu.
Terpujilah Allah Bapa

Tuhan Maha Kuasa

Terpujilah Yesus Kristus

Yang menjadi penebus

Terpujilah Roh Illahi

Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

sebab dari pada-Nyalah keselamatanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Berapa lamakah Engkau masih menyerbu manusia lemah,*

bersama-sama mencoba meruntuhkannya!
Seperti menyerang dinding yang miring,*

menggempur tembok yang mau roboh!
Rencana mereka tipuan belaka,*

mereka suka akan dusta.
Dengan mulut, mereka memberkati,*

tetapi dalam hati, mereka mengutuki.
Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

dan pada-Nyalah segala harapanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*

Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.
Percayalah kepada-Nya selalu, hai umatku,+

curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*

Dialah perlindungan kami.
Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*

kehampaan semata, anak-anak manusia.
Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*

berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.
Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*

jangan menggantungkan diri pada perampasan.
Apabila harta milikmu bertambah,*

janganlah hatimu melekat kepadanya.
Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*

Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kami,*

semoga wajah-Nya berseri-seri kepada kami.
Ya Allah, semoga karya-Mu dikenal di bumi,*

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*

dan menuntun segala bangsa di bumi.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Tanah telah memberi hasilnya,*

sebab Tuhan, Allah kami, telah memberkati kami.
Semoga Allah tetap memberkati kami,*

semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20
Marilah kami dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+

yang membuat kami layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.
Ia telah merebut kami dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kami ke dalam kerajaan Putera-Nya yang terkasih.
Dalam Kristus, kami mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.
Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.
Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;
Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia,+

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan-Nya diam dalam Kristus,+

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)
Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi yang rendah hati. Karena rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya Engkau ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kecemasanmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara Engkau.
Lagu Singkat
P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.

U: Peliharalah.

P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.

U: Seperti biji mata.

P: Kemuliaan.

U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, marilah kami bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umat-Nya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kami penuh semangat berkata:

U: Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.

P: Allah kekal, bagi-Mu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang.

P: Kurniakanlah roti surgawi kepada umat-Mu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi.

P: Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang.

P: Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah.

P: Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Kuduslah nama-Mu, ya Tuhan, dan kasih sayang-Mu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umat-Mu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santa dan Santo Elisabeth dan Zakarias

Cerita perihal kehidupan Elisabeth dan Zakarias dan peranan mereka yang istimewa di dalam sejarah keselamatan Allah, hanya kita ketahui sedikit dari Injil terutama Injil Lukas bab 1:5-80.

Elisabeth adalah isteri Zakarias-seorang imam Israel dari kelompok Abia (1Taw 24:10, Luk 1:5)-dan ibu kandung Santo Yohanes Pemandi. Keduanya berasal dari keturunan Harun (ay. 5) dan hidup pada masa pemerintahan Herodes di wilayah Yudea. Di hadapan Tuhan, mereka hidup saleh dan benar, tanpa cela menghayati dan melaksanakan hukum Musa. Namun sayang Mereka tidak dikaruniai anak sampai umur tuanya. Dari sudut pandang Yahudi, hal ini merupakan aib bagi mereka, namun inilah rahasia Tuhan di luar batas pemahaman manusia. Karena melalui mereka Tuhan kemudian menunjukkan secara lebih tandas kuasaNya atas hidup manusia. Melalui mereka Tuhan mau melaksanakan rencana keselamatanNya atas manusia yang akan dijalankan sendiri oleh Putera-Nya. Ternyata dari kedua orang kudus ini Tuhan mengaruniakan seorang nabi besar, Yohanes Pemandi, pendahulu Yesus, Sang Mesias.

Injil menceritakan bahwa Elisabeth adalah sanak Santa Maria, Bunda Yesus, namun hubungan itu tidak diketahui secara jelas dan pasti, (ay 36). Hubungannya dengan Maria, Ibu Yesus diceritakan di dalam kisah kunjungan Maria kepada Elisabeth sebelum kelahiran Yesus (ay. 39).