Selasa, 18 September 2029
Pesta Salib Suci
PestaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Bilangan 21:4b-9
Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Mazmur Tanggapan Mazmur 78:1-2,34-38
Bacaan Injil Yohanes 3:13-17
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Renungan
Obat yang Tidak Kita Minta
Coba dengarkan keluhan bangsa Israel di padang gurun: 'Di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.' Kalimat kedua membatalkan kalimat pertama. Katanya tidak ada roti, tetapi muak dengan makanan. Ternyata ada, hanya bosan. Manna turun setiap pagi, dan keajaiban yang datang tiap hari akhirnya dianggap hambar.
Bukankah kita mengenal keluhan macam itu? Sehat tiap hari terasa biasa, sampai jatuh sakit. Pasangan yang setia terasa hambar, sampai kehilangan. Kebosanan membuat kita menghitung yang tidak ada dan melupakan yang ada.
Lalu datanglah ular-ular itu, dan bangsa itu bertobat. Menariknya, Allah tidak menjawab doa mereka persis seperti permintaannya. Mereka minta ular dijauhkan; Allah tidak menjauhkannya. Ia memberi cara untuk tetap hidup di tengah ular: memandang ular tembaga yang ditinggikan. Obatnya bukan hilangnya masalah, melainkan arah pandang yang baru.
Yesus berkata, seperti itulah Anak Manusia harus ditinggikan. Salib tidak menghapus kesulitan dari hidup kita. Tetapi siapa memandang Dia yang tersalib, sanggup melintasi kesulitan itu tanpa binasa.
Hari ini, kita sibuk menuntut masalah lenyap, atau mulai belajar memandang ke arah yang benar?
Tuhan, bila ular tidak Kauambil, angkatlah mataku kepada salib-Mu, sumber hidupku. Amin.
Invitatorium
SELASA IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Perawan Maria Berdukacita
MADAH
Jiwaku memuliakan Tuhan
PSALMODI
Ant. 1 Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang tulus hati!
Mazmur 73
Mengapa orang baik banyak mengalami kesukaran?
Berbahagialah orang yang tidak kehilangan iman kepada-Ku (Matius 11:6).
Ant. Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang tulus hati!
Ant. 2 Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
Ant. Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
Ant. 3 Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; sukacitaku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
Ant. Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; sukacitaku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
BACAAN
RESPONSORIUM Yehezkiel 3:17; 2:6,8;3:8
RESPONSORIUM
Lukas 23:33; Yohanes 19:25; lihat Lukas 2:35
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Mazmur 100 (101)
Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Dan 3,26.27.29.34-41
Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Mazmur 143 (144), 1-10
Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Bacaan Singkat (Yes 55,1)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA IV SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Mazmur 118 (119),137-144
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88) I
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Mazmur 87 (88) II
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Bacaan singkat (1Yoh 3,17-18)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA IV SORE
Madah
Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Mazmur 136 (137),1-6
Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Mazmur 137 (138)
Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Kol 3,16)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Yosef Cupertino
Pengaku Iman
Yosef lahir di Cupertino, Lecce, Italia Selatan pada tanggal 17 Juni 1603. Keluarganya miskin sesuai dengan pendapatan ayahnya sebagai seorang tukang sepatu. Namanya sejak kecil adalah Yosef Desa. Di sekolah ia terkenal bodoh dan lamban. Tugas-tugas sekolah yang paling mudah pun tak mampu diselesaikannya. Kesehatannya pun selalu terganggu hingga ia berusia 10 tahun. Meskipun begitu ia bercita-cita tinggi. Tuhan kiranya mempunyai rencana khusus atas dirinya dengan menganugerahkan kepadanya kemampuan ber-ekstase. Karena itu kawan-kawan sekolahnya menjuluki dia: "Si mulut ternganga" (kebiasaan orang berekstase).
Kesehatannya, yang selalu terganggu oleh berbagai penyakit, membuat ibunya hampir-hampir putus asa. Banyak uang dihabiskan untuk biaya perawatan. Suatu hari ibunya membawa dia kepada seorang pertapa yang tinggal tak jauh dari Kupertino, untuk meminta doa penyembuhan. Akhirnya berkat doa-doa sang pertapa dan iman ibunya, Yosef dapat sembuh dari penyakitnya.Cita-citanya menjadi seorang biarawan mulai dipikirkannya lagi. Ia lebih tertarik pada cara hidup Santo Fransiskus Asisi dan bermaksud menjadi pengikutnya. Pada usia 17 tahun ia diterima dalam novisiat bruder-bruder Kapusin. Tetapi segera tampak bahwa Yosef adalah pemuda yang minder, bodoh, banyak melakukan kesalahan dalam tugasnya. Oleh karena itu setelah 8 bulan di dalam biara, Yosef dikeluarkan. Memang ia sedih namun tidak berputus asa. Ia tetap berusaha untuk meraih cita-citanya. Dengan pertolongan pamannya, seorang imam Konventual, ia diterima di dalam biara itu. Ia ditugaskan menjaga kuda-kuda di Grotela dan sesekali ditugaskan mengemis di kota untuk kepentingan biara. Tugas-tugas ini dilaksanakannya dengan sabar dan penuh tanggung jawab.
Kehidupan doa tidak pernah dilupakannya. Lama-kelamaan ia mulai dikenal oleh seluruh penduduk kota dan rekan-rekannya sebiara sebagai seorang biarawan yang saleh. Oleh rekan-rekannya, Yosef dianggap sebagai teladan kesucian hidup. Melihat kemajuan hidup rohaninya yang besar, pimpinan biara mengizinkan dia memasuki masa novisiat dan selanjutnya mengizinkan dia mempersiapkan diri untuk menjadi imam. Berkat Tuhan menyertai dia. Pada ujian penghabisan, Yosef dinyatakan lulus dengan baik dan layak ditahbiskan menjadi imam, pada tahun 1628. Anehnya, walaupun Yosef sulit sekali membaca namun ia dapat memecahkan masalah teologi yang rumit-rumit. Rahmat Tuhan pun makin lama makin berlimpah. Ia dianugerahi karisma dapat terbang, mampu meramal dan menyembuhkan penyakit.
Ada suatu kejadian luar biasa yang disaksikan orang banyak: pada suatu hari, ia terbang di atas kepala orang-orang yang ada di dalam gereja dari pintu gereja sampai ke altar. Ia pernah terbang ke puncak pohon zaitun dan bergantung di situ sambil bermeditasi. Anehnya dahan pohon itu tidak melengkung sama sekali. Semuanya itu menarik minat banyak orang termasuk rekan-rekannya. Dengan sendirinya rumah biara selalu dikerumuni banyak orang untuk menemui Yosef. Oleh sebab itu, pemimpin biara memindahkan dia ke biara yang terpencil selama 35 tahun hingga wafatnya. Yosef meninggal di Osimo, Italia, pada tanggal 18 September 1663.