Jumat, 17 Agustus 2029

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yehezkiel 24:15-24

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan." Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. Maka bangsa itu berkata kepadaku: "Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?" Lalu kujawab mereka: "Firman TUHAN sudah datang kepadaku: Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan, kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain. Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

Mazmur Tanggapan Ulangan 32:18-21

Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau.
Ketika TUHAN melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.

Bacaan Injil Matius 19:16-22

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Renungan

Penjajah yang Tak Bersenjata

Teks proklamasi yang dibacakan pada 17 Agustus 1945 hanya dua kalimat. Beberapa detik saja untuk membacanya. Tetapi di balik dua kalimat pendek itu ada ratusan tahun penjajahan, jutaan nyawa, dan perjuangan yang belum selesai bahkan setelah bendera berkibar. Mengumumkan kemerdekaan ternyata jauh lebih cepat daripada mengisinya.

Kata proklamasi sendiri berasal dari bahasa Latin proclamare, menyerukan dengan lantang ke segala arah. Ada yang mesti diteriakkan agar semua orang mendengar: kita bukan lagi milik penjajah. Tetapi hari ini Injil menaruh pertanyaan yang lebih senyap: apakah kita sungguh sudah merdeka?

Seorang muda datang kepada Yesus. Hidupnya nyaris sempurna. Muda, kaya, saleh. Semua perintah sudah ia turuti sejak kecil. Negara mana pun akan bangga memiliki warga seperti dia. Tetapi ketika Yesus berkata, 'Juallah segala milikmu, berikanlah kepada orang miskin, lalu ikutlah Aku,' ia pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Perhatikan siapa yang pergi. Bukan Yesus yang mengusir dia. Orang muda itu yang berbalik, karena ada sesuatu yang memegangnya lebih kuat daripada kerinduannya sendiri. Ia bebas secara hukum, kaya, terhormat. Tetapi di dalam batinnya ada tuan yang tak bisa ia tinggalkan.

Ada penjajah yang tidak datang dengan kapal dan meriam. Ia tidak menduduki tanah, melainkan hati. Ia bernama kemelekatan. Bisa berupa harta, bisa jabatan, bisa gengsi, bisa dendam yang enggan kita lepas. Dari luar kita merdeka, ikut upacara, menyanyikan Indonesia Raya. Dari dalam kita masih menyetor upeti setiap hari kepada sesuatu yang menawan kita.

Kemerdekaan yang diproklamasikan para pendiri bangsa adalah anugerah besar yang wajib kita syukuri dan jaga. Tetapi Injil mengingatkan bahwa masih ada satu tanah lagi yang perlu dimerdekakan, yang tidak bisa direbut oleh pahlawan mana pun selain oleh kerelaan kita sendiri melepaskan.

Orang muda itu mengira ia kehilangan banyak jika melepas hartanya. Ia tidak sadar, justru dengan menggenggam, ia sedang dijajah.

Di hari kemerdekaan ini, adakah satu hal yang sudah lama menjajah hatiku, yang belum berani kuproklamasikan lepas?

Tuhan, kami bersyukur untuk kemerdekaan bangsa ini dan bagi mereka yang menebusnya dengan darah. Merdekakanlah kami sekali lagi, kali ini dari dalam, dari segala yang kami genggam terlalu erat sampai tak bebas mengikuti-Mu. Jadikan kami bangsa yang merdeka lahir dan batin. Amin.

Invitatorium

OFISI MOTIF KEMERDEKAAN INDONESIA PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan yang sudah membebaskan kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan yang sudah membebaskan kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Kamis dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Maximilianus Maria Kolbe, Imam dan Martir

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus berdiri dalam jutaan tak terhitung;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang diberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka menaikkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Melalui tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir dalam perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

PSALMODI

Ant. 1 Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Mazmur 89

Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud

Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, lahir dari keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).

IV
Namun Engkau telah menolak dan mencampakkan

dan murka terhadap orang yang telah Engkau urapi.

Engkau telah memutuskan perjanjian-Mu dengan hamba-Mu

dan mencemarkan mahkotanya dalam debu.
Engkau telah merobohkan semua temboknya

dan meruntuhkan benteng-bentengnya.

Ia dijarah oleh semua yang lewat:

ia telah menjadi ejekan tetangganya.
Engkau telah meninggikan tangan kanan musuh-musuhnya;

Engkau telah membuat semua musuhnya bersukacita.

Engkau telah membuat pedangnya menyerah,

Engkau tidak menopangnya dalam pertempuran.
Engkau telah mengakhiri kemuliaannya;

Engkau telah menjatuhkan takhtanya ke tanah.

Engkau telah mempersingkat tahun-tahun masa mudanya;

Engkau telah menumpuk aib padanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Ant. 2 Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

V
Berapa lama lagi, ya Tuhan? Akankah Engkau menyembunyikan diri selama-lamanya?

Berapa lama lagi murka-Mu akan menyala seperti api?

Ingatlah, Tuhan, betapa singkatnya hidupku

dan betapa rapuhnya Engkau telah menjadikan anak-anak manusia.

Manusia mana yang dapat hidup dan tidak pernah melihat kematian?

Siapa yang dapat menyelamatkan dirinya dari cengkeraman kubur?
Di manakah belas kasihan-Mu di masa lalu, ya Tuhan,

yang telah Engkau sumpah dalam kesetiaan-Mu kepada Daud?

Ingatlah, Tuhan, bagaimana hamba-Mu diejek,

bagaimana aku harus menanggung semua penghinaan bangsa-bangsa.

Demikianlah musuh-musuh-Mu mengejek aku, ya Tuhan,

mengejek orang yang Engkau urapi di setiap langkah.
Terpujilah Tuhan selama-lamanya. Amin, amin!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Allah belas kasihan dan kesetiaan, Engkau membuat perjanjian baru dan abadi dengan manusia dan memeteraikannya dalam darah Putra-Mu. Ampunilah kebodohan ketidaksetiaan kami dan buatlah kami menaati perintah-perintah-Mu, agar dalam perjanjian baru-Mu kami dapat menjadi saksi dan pewarta kesetiaan dan kasih-Mu di bumi, dan turut serta dalam kemuliaan-Mu di surga.

Ant. Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

Ant. 3 Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Mazmur 90

Semoga kami hidup dalam cahaya Allah

Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).

Ya Tuhan, Engkau telah menjadi perlindungan kami

dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sebelum gunung-gunung lahir

atau bumi atau dunia diciptakan,

Engkau adalah Allah, tanpa awal atau akhir.
Engkau mengembalikan manusia menjadi debu

dan berkata: “Kembalilah, anak-anak manusia.”

Di mata-Mu seribu tahun

adalah seperti kemarin, datang dan pergi,

tidak lebih dari jaga malam.
Engkau menyapu manusia seperti mimpi,

seperti rumput yang tumbuh di pagi hari.

Di pagi hari ia tumbuh dan berbunga:

menjelang malam ia layu dan pudar.
Maka kami binasa dalam murka-Mu,

dilanda ketakutan dalam amarah-Mu.

Kesalahan kami terhampar di hadapan-Mu;

rahasia kami dalam terang wajah-Mu.
Semua hari kami berlalu dalam murka-Mu.

Hidup kami berakhir seperti desahan.

Masa hidup kami tujuh puluh tahun

atau delapan puluh bagi mereka yang kuat.
Dan sebagian besar dari ini adalah kekosongan dan penderitaan.

Mereka berlalu dengan cepat dan kami pun tiada.

Siapa yang memahami kekuatan murka-Mu

dan takut akan kekuatan amarah-Mu?
Buatlah kami mengetahui singkatnya hidup kami

agar kami memperoleh hikmat hati.

Tuhan, berbelas kasihanlah! Apakah murka-Mu selamanya?

Tunjukkanlah belas kasihan kepada hamba-hamba-Mu.
Di pagi hari, penuhilah kami dengan kasih-Mu;

kami akan bersukacita dan bergembira sepanjang hari-hari kami.

Berikanlah kami sukacita untuk menyeimbangkan penderitaan kami

untuk tahun-tahun ketika kami mengalami kemalangan.
Tunjukkanlah karya-Mu kepada hamba-hamba-Mu;

biarkan kemuliaan-Mu bersinar pada anak-anak mereka.

Biarlah kemurahan Tuhan ada pada kami:

berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami,

berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa yang kekal, Engkau memberi kami hidup meskipun kami bersalah dan bahkan menambah hari dan tahun pada hidup kami untuk membawa kami pada hikmat. Buatlah kami mengasihi dan menaati Engkau, agar karya tangan kami selalu menunjukkan apa yang telah dilakukan tangan-Mu, sampai hari kami memandang keindahan wajah-Mu.

Ant. Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku telah mengalami kesengsaraan dan kesusahan.

Tetapi dalam perintah-Mu aku menemukan penghiburan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Mikha

4:14–5:7

Kristus akan menjadi damai sejahtera kita
Demikianlah firman Tuhan:

Sekarang, bentengilah dirimu, Bat-gader!

“Mereka telah mengepung kita!”

Dengan tongkat mereka memukul pipi

penguasa Israel.

Tetapi engkau, Betlehem-Efrata,

terlalu kecil untuk berada di antara kaum-kaum Yehuda,

Dari padamu akan keluar bagiku

seorang yang akan menjadi penguasa di Israel;

Yang asal-usulnya dari dahulu kala,

dari zaman purbakala.
(Oleh karena itu Tuhan akan menyerahkan mereka, sampai waktu

ketika dia yang akan melahirkan telah melahirkan,

Dan sisa saudara-saudaranya akan kembali

kepada anak-anak Israel.)

Ia akan berdiri teguh dan menggembalakan kawanan dombanya

dengan kekuatan Tuhan,

dalam nama Tuhan, Allahnya, yang agung;

Dan mereka akan tetap tinggal, karena sekarang kebesarannya

akan mencapai ujung bumi;

ia akan menjadi damai sejahtera.
Jika Asyur menyerbu negeri kita

dan menginjak-injak tanah kita,

Kita akan membangkitkan melawannya tujuh gembala,

delapan orang berpangkat raja;

Dan mereka akan menggembalakan tanah Asyur dengan pedang,

dan tanah Nimrod dengan pedang terhunus;

Dan kita akan diselamatkan dari Asyur,

jika ia menyerbu negeri kita

dan menginjak-injak perbatasan kita.
Sisa Yakub akan ada

di tengah-tengah banyak bangsa,

Seperti embun yang datang dari Tuhan,

seperti tetesan hujan di atas rumput,

Yang tidak menunggu siapa pun,

tidak pula menanti anak-anak manusia.

Dan sisa Yakub akan ada di antara bangsa-bangsa,

di tengah-tengah banyak bangsa,

Seperti singa di antara binatang-binatang hutan,

seperti singa muda di antara kawanan domba;

Ketika ia lewat, ia menginjak-injak

dan mencabik-cabik, dan tidak ada yang dapat menyelamatkan.

RESPONSORIUM Mikha 5:2, 4, 5; Zakharia 9:10

Betlehem, kota Allah Yang Mahatinggi,

dari padamu akan keluar seorang penguasa bagi Israel,

seorang yang asal-usulnya akan kembali ke masa lalu yang jauh,

ke zaman purbakala.

Kebesarannya akan mencapai ujung bumi,

dan ia akan menjadi damai sejahtera kita.
Ia akan memberitakan damai sejahtera kepada bangsa-bangsa;

kekuasaannya akan meluas dari laut ke laut.

Dan ia akan menjadi damai sejahtera kita.
Bacaan Kedua

Dari Surat-surat Maximilianus Maria Kolbe

Semangat apostolik untuk keselamatan dan pengudusan jiwa-jiwa
Semangat membara untuk kemuliaan Allah yang memotivasi Engkau memenuhi hatiku dengan sukacita. Sungguh menyedihkan bagi kita melihat di zaman kita sendiri bahwa indiferentisme dalam berbagai bentuknya menyebar seperti epidemi tidak hanya di kalangan awam tetapi juga di kalangan religius. Tetapi Allah layak menerima kemuliaan yang tak terukur, dan oleh karena itu sangat penting dan utama untuk mencari kemuliaan itu dengan segala kekuatan sumber daya kita yang lemah. Karena kita hanyalah makhluk, kita tidak pernah dapat mengembalikan kepada-Nya semua yang menjadi hak-Nya. Manifestasi kemuliaan Allah yang paling cemerlang adalah keselamatan jiwa-jiwa, yang ditebus Kristus dengan mencurahkan darah-Nya. Oleh karena itu, bekerja untuk keselamatan dan pengudusan sebanyak mungkin jiwa adalah tujuan utama kehidupan apostolik. Izinkanlah saya, kemudian, mengatakan beberapa patah kata yang mungkin menunjukkan jalan menuju pencapaian kemuliaan Allah dan pengudusan banyak jiwa.
Allah, yang mahatahu dan mahabijaksana, paling tahu apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kemuliaan-Nya. Melalui wakil-wakil-Nya di bumi, Ia terus-menerus menyatakan kehendak-Nya kepada kita; demikianlah ketaatan dan ketaatan sajalah yang merupakan tanda pasti bagi kita akan kehendak ilahi. Seorang atasan mungkin, memang, membuat kesalahan; tetapi tidak mungkin bagi kita untuk salah dalam menaati perintah atasan. Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah kasus atasan yang memerintahkan sesuatu yang sedikit pun akan bertentangan dengan hukum Allah. Atasan seperti itu tidak akan menyampaikan kehendak Allah.
Allah sajalah yang tak terbatas dalam kebijaksanaan, kekudusan, belas kasihan, Tuhan kita, Pencipta, dan Bapa; Ia adalah awal dan akhir, kebijaksanaan dan kekuatan dan kasih; Ia adalah segalanya. Segala sesuatu selain Allah memiliki nilai sejauh ia merujuk kepada-Nya, pembuat segala sesuatu dan penebus kita sendiri, tujuan akhir segala sesuatu. Dialah yang, menyatakan kehendak-Nya yang mengagumkan kepada kita melalui wakil-wakil-Nya di bumi, menarik kita kepada-Nya dan yang rencana-Nya adalah menarik orang lain kepada-Nya melalui kita dan menyatukan kita semua kepada-Nya dalam kasih yang semakin mendalam.
Lihatlah, kemudian, martabat tinggi yang oleh belas kasihan Allah menjadi milik keadaan hidup kita. Ketaatan mengangkat kita melampaui batas-batas kekecilan kita dan menyelaraskan kita dengan kehendak Allah. Dalam kebijaksanaan dan pemeliharaan yang tak terbatas, kehendak-Nya membimbing kita untuk bertindak dengan benar. Berpegang teguh pada kehendak itu, yang tidak dapat digagalkan oleh makhluk mana pun, kita dipenuhi dengan kekuatan yang tak tertandingi.
Ketaatan adalah satu-satunya jalan kebijaksanaan dan kehati-hatian bagi kita untuk mempersembahkan kemuliaan kepada Allah. Jika ada jalan lain, Kristus pasti akan menunjukkannya kepada kita dengan perkataan dan teladan. Namun, Kitab Suci merangkum seluruh hidup-Nya di Nazaret dalam kata-kata: Ia tunduk kepada mereka; Kitab Suci menetapkan ketaatan sebagai tema sisa hidup-Nya, berulang kali menyatakan bahwa Ia datang ke dunia untuk melakukan kehendak Bapa-Nya. Marilah kita mengasihi Bapa kita yang penuh kasih dengan segenap hati kita. Biarlah ketaatan kita meningkatkan kasih itu, terutama ketika itu menuntut kita untuk menyerahkan kehendak kita sendiri. Yesus Kristus yang disalibkan adalah pembimbing kita yang luhur menuju pertumbuhan dalam kasih Allah.
Kita akan mempelajari pelajaran ini lebih cepat melalui Perawan Tak Bernoda, yang telah dijadikan Allah sebagai penyalur belas kasihan-Nya. Tidak diragukan lagi bahwa kehendak Maria mewakili bagi kita kehendak Allah sendiri. Dengan mengabdikan diri kepada-Nya, kita menjadi di tangan-Nya instrumen belas kasihan Allah sebagaimana Ia adalah instrumen seperti itu di tangan Allah. Kita harus membiarkan diri kita dibimbing dan dipimpin oleh Maria dan beristirahat dengan tenang dan aman di tangan-Nya. Ia akan menjaga kita, menyediakan bagi kita, memenuhi kebutuhan tubuh dan jiwa kita; Ia akan melenyapkan semua kesulitan dan kekhawatiran kita.

RESPONSORIUM Efesus 5:1-2; 6:6

Jadilah peniru Allah sebagai anak-anak-Nya yang terkasih. Ikutilah jalan kasih, sama seperti Kristus mengasihi kita dan menyerahkan diri-Nya bagi kita sebagai persembahan kepada Allah.

Sebuah persembahan yang harum.
Lakukanlah kehendak Allah dengan segenap hatimu sebagai hamba-hamba Kristus.

Sebuah persembahan yang harum.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang memenuhi Imam dan Martir Santo Maximilianus Kolbe

dengan kasih yang membara kepada Perawan Maria Tak Bernoda

dan dengan semangat bagi jiwa-jiwa serta kasih kepada sesama,

dengan murah hati kabulkanlah, melalui perantaraannya,

agar berjuang demi kemuliaan-Mu dengan melayani sesama dengan giat,

kami dapat disesuaikan, bahkan sampai mati, dengan Putra-Mu.

Yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Pada perayaan ini
Kami bersama bernyanyi
Sambil mohon kepadaMu
Ya Bapa yang mahatahu.

Jauhkanlah rasa benci
Dari tanah air kami
Agar sinta menjiwai
Pangkuan ibu pertiwi.

Bimbinglah Indonesia
Dalam keluarga bangsa
Agar menjadi bentara
Hak asasi manusia.

Hendaknya seluruh bangsa
Memuji Allah yang esa
Bapa, Putra dan Roh suci
Yang hidup kekal abadi. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Tanpa 'Kemuliaan'.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Bacaan Singkat (Gal 5,13-15.26;6, 10)

Saudara-saudara, kamu telah dipanggil kepada kemerdekaan. Tetapi janganlah kamu pergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup seturut hawa nafsumu, melainkan abdi-mengabdilah dalam cinta kasih. Sebab seluruh hukum terpenuhi dalam perintah ini: "Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri!" Hendaknya hidup kita dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki, tetapi marilah kita berbuat baik kepada semua orang.

Lagu Singkat

P: Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,* Berkatilah pusakaMu. U: Selamatkanlah. P: Gembalakanlah dan dukunglah mereka selama-lamanya. U: Berkatilah pusakaMu. P: Kemuliaan. U: Selamatkanlah.

Ant.Kidung: Segala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk kepada atasannya, dan barang siapa menentang kuasa itu, ia menentang Allah.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Segala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk kepada atasannya, dan barang siapa menentang kuasa itu, ia menentang Allah.

Doa Permohonan

Marilah kita meluhurkan ALlah yang memberikan fajar harapan baru kepada kita pada hari raya kemerdekaan Indonesia ini. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan dan berkata:
U: Terangilah umatMu, ya Tuhan.
P: Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau telah memanggil setiap orang kepada kemerdekaan sejati dalam Kristus,* semoga kami mengisi kemerdekaan bangsa kami dengan keadilan dan cinta kasih.
P: Tuhan, pemersatu umat manusia, Engkau telah menghimpun kami dalam umatMU dan membebaskan kami dari kuasa kegelapan,* semoga kami memupuk kesatuan dan kerukunan dalam keluarga kami dan dalam seluruh bangsa kami.
P: Tuhan, pemberi hikmat dan kebijaksanaan, Engkau menerangi hati manusia dengan kebenaranMu, dan membebaskan kami dari jerat dosa dan kejahatan,* semoga kami mendukung usaha para wakil rakyat kami untuk menciptakan suatu masyarakat yang sungguh adil dan makmur.
P: Tuhan, pencipta damai dan kesejahteraan, Engkau telah menerbitkan fajar harapan baru bagi umatMu dalam membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan,* semoga kami tetap memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi setiap orang, juga kalau fajar harapan yang segar menjadi siang kenyataan yang panas terik.

Bapa kami

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus PuteraMu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepadaMu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

OFISI MOTIF KEMERDEKAAN INDONESIA SIANG

Madah dari Hari yang bersangkutan, Antifon dari Ibadat Pagi, Mazmur tambahan hal. 822

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Mazmur 122 (123)

KepadaMu kutengadahkan mataku,*
ya Tuhan, yang bersemayam di surga.

Seperti hamba memandang tuannya,*
dan sahaya memandang majikannya,

demikian kita memandang Tuhan Allah,*
sampai Ia mengasihani.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*
sebab sudah banyak kami dihina.

Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*
dan dihina orang yang sombong.

Ant.1: Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kita,*
ketika musuh bangkit melawan kita,

mereka pasti sudah menelan kita hidup-hidup,*
ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kita.

Air pasang pasti sudah menghanyutkan kita,*
dan sungai sudah melanda kita.

Kita pasti sudah tenggelam,*
ditelan banjir yang meluap-luap.

Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kita,*
menjadi mangsa mereka!

Kita terlepas dari mereka,*
seperti burung dari jerat penangkap.

Jerat telah putus,*
dan kitapun terlepas.

Penolong kita ialah Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.2: Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Mazmur 124 (125)

Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion,*
tak tergoncangkan, teguh selama-lamanya.

Seperti gunung-gemunung mengelilingi Yerusalem,+
demikianpun Tuhan melindungi umatNya,*
sekarang dan selama-lamanya.

Orang berdosa takkan bertahan,+
menguasai tanah pusaka orang jujur,*
asal orang jujur tidak melakukan kejahatan.

Berbuatlah baik, ya Tuhan, kepada orang baik,*
dan kepada orang yang tulus hati.

Tetapi orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit,+
hendaknya dienyahkan Tuhan,*
bersama orang yang melakukan kejahatan.

Ant.3: Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Bacaan singkat (Rom 8,19.21.23)

Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Sebab semua makhluk masih mempunyai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah. Dan kita juga merindukan pengngkatan sebagai putera, dan pembebasan tubuh kita.

P: Engkau berseru dalam kesesakan, hai umatKu.
U: Maka Aku membebaskan dikau.

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus PuteraMu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepadaMu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Ibadat Sore

OFISI MOTIF KEMERDEKAAN INDONESIA SORE II

Madah

Tuhan yang berhati Bapa
Pencipta alam semesta
Engkaulah yang memberikan
Kurnia kemerdekaan.

Pandanglah negeri kami
Dengan kasihMu yang sakti
Agar dapat menikmati
Kemakmuran yang sejati.

Bimbinglah kami selalu
Dalam naungan damaiMu
Supaya aman sentosa
Tanah air yang tercinta.

Mulyalah Bapa dan Putra
Bersama Roh kudus pula
Pemberi kuntum merdeka
Kepada Indonesia. Amin.

Ant.1: Aku memperhatikan kesengsaraan umatKu. Maka mereka Kaubebaskan dan Kuhantar ke tanah yang mengalirkan susu dan madu.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Ant.1: Aku memperhatikan kesengsaraan umatKu. Maka mereka Kaubebaskan dan Kuhantar ke tanah yang mengalirkan susu dan madu.

Ant.2: Lihatlah, kusediakan seluruh tanah ini bagimu. Paergilah dan milikilah sebagai tanah airmu.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Ant.2: Lihatlah, kusediakan seluruh tanah ini bagimu. Paergilah dan milikilah sebagai tanah airmu.

Ant.3: KerajaanKu adalah kerajaan abadi, dan kekuasaanKu bertahan turun temurun.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: KerajaanKu adalah kerajaan abadi, dan kekuasaanKu bertahan turun temurun.

Bacaan Singkat (1Ptr 1,13-14.16-17)

Demi Allah tunduklah kepada semua lembaga pemerintahan, baik kepada pemegang pucuk pimpinan negara, maupun kepada pemerintahan setempat yang bertugas menghukum orang-orang jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Hiduplah sebagai orang merdeka. dan bukan sebagai orang yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatannya. Hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, taatilah Allah, hormatilah pemimpin negara.

Lagu Singkat

P: Berbahagialah bangsa,* Yang Allahnya Tuhan. U: Berbahagialah. P: Umat yang terpilih menjadi milikNya. U: Yang Allahnya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Berbahagialah.

Ant.Kidung: Kalau Putera membebaskan kamu, niscaya kamu sungguh bebas, sabda Tuhan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kalau Putera membebaskan kamu, niscaya kamu sungguh bebas, sabda Tuhan.

Doa Permohonan

Marilah kita pada hari raya kemerdekaan Indonesia memuji Allah dengan hati gembira, mengucap syukur kepadaNya, dan berkata:
U: Terpujilah Engkau, Ya Tuhan yang mahaesa.
P: Tuhan Allah kami, Engkaulah Allah dan tiada Allah selain dikau, ya pencipta semesta alam,* dampingilah tanah air kami dan semua penduduknya, agar kami tetap mengakui Engkau sebagai dasar hidup kami.
P: Bapa yang mahamurah, Engkau telah menunjukkan cinta kasih dan peri kemanusiaanMu kepada kami dalam PuteraMu Yesus Kristus,* bantulah kami menjunjung tinggi keadilan serta perikemanusiaan yang beradab dan sopan.
P: Bapa yang mahaluhur, Engkau telah mempersatukan kami dalam Kristus, pengantara kami dihadapan hadiratMu,* bukakanlah hati kami agar tetap bersedia memperhatikan pendapat orang lain dalam permusyawaratan yang bijaksana.
P: Bapa yang mahabaik, Engkau telah memberi kami tanah air yang luas dan subur serta kekayaan alam sebagai milik kami bersama,* doronglah kami agar bekrja giat dan rajin untuk menciptakan keadilan sosial bagi setiap anggota keluarga di Indonesia.
P: Bapa yang mahamulya, Engkau tidak menciptakan maut dan tidak berkenan melihat kematian,* ingatlah saudara kami yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak azasi manusia, dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi.

Bapa kami

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus PuteraMu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepadaMu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo Hyasintus

Pengaku Iman

Hyasintus lahir tahun 1185 di Breslan, Silesia, Jerman Timur, dari keluarga bangsawan Odrowaz. Setelah menamatkan studinya, ia ditabhiskan menjadi imam. Karya imamatnya dimulai di Katedral Krakau, Polandia. Pada umur 35 tahun, bersama adiknya Seslaus, Hyasintus menemani uskupnya dalam perjalanan ke Roma.

Kesempatan itu dipakai untuk menemui Santo Dominikus, pendiri ordo Pengkhotbah. Semangat kerasulan dan kemiskinan para biarawan ordo itu sangat mereka kagumi. Pada pertemuan itu, Hyasintus meminta Dominikus agar mengutus beberapa biarawannya untuk mewartakan Injil di Eropa Utara. Permohonan ini tidak dikabulkan karena masalah kekurangan tenaga imam. Secara tak terduga, kedua bersaudara itu meminta Dominikus agar diterima dalam Ordo Pengkhotbah. Dengan senang hati Dominikus menerima kedua bersaudara itu dalam pengakuan ordonya.

Hyasintus bersama Seslaus, meskipun sudah lama bekerja sebagai imam, bersedia menjalani lagi masa novisiat untuk melatih diri dan membentuk diri mengikuti semangat Ordo Pengkhotbah dan semua keutamaan Kristen yang diperjuangkan ordo itu. Setelah mereka mengikrarkan kaul-kaul kebiaraan, Hyasintus dan Seslaus diutus ke Eropa Utara sebagai misionaris Dominikan pertama di wilayah itu.

Sebagai perintis Ordo Pengkhotbah di Eropa Utara, kedua bersaudara itu mengalami banyak hambatan dalam karyanya. Namun Tuhan senantiasa menyertai mereka dengan banyak karunia mukzijat. Mula-mula Hyasintus menjelajahi seluruh wilayah Polandia untuk mewartakan Injil. Ia berhasil mentobatkan banyak orang di semua kota. Selanjutnya ia berkotbah di wilayah-wilayah Jerman, Denmark, Swedia, Austria, dan Rusia sampai ke Laut Hitam. Kehidupannya yang sederhana dan suci menjadi pendukung kuat bagi khotbah-khotbahnya dan hal ini berhasil menarik minat banyak pemuda.

Pemuda-pemuda dengan rela meneladani Hyasintus dibina untuk menjadi imam-imam Dominikan. Untuk itu Hyasintus mendirikan banyak biara Dominikan di berbagai tempat sebagai pusat pendidikan bagi semua muda yang mau menjadi imam dalam Ordo Dominikan.

Dikatakan bahwa Hyasintus sepanjang hidupnya (72 tahun) tidak pernah mengalami sakit, termasuk penyakit ketuaan dan semua penderitaan lain yang disebabkan oleh usia yang sudah lanjut. Ia akhirnya gugur sebagai seorang ksatria Kristus yang memberi kesaksian iman secara luar biasa. Pada tanggal 14 Agustus 1257, ia jatuh sakit dan meninggal pada tanggal 15 Agustus 1257, tepat pada pesta Maria diangkat ke Surga.