Jumat, 29 Juni 2029

Hari Raya S. Petrus dan Paulus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:1-11

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 34:2-9

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Bacaan Kedua 2 Timotius 4:6-8,17-18

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Bacaan Injil Matius 16:13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Dua Tiang Satu Rumah

Jembatan gantung selalu bertumpu pada dua menara di dua tepian yang berbeda. Keduanya tidak pernah bertemu; jaraknya justru sengaja dijauhkan. Tetapi persis karena berdiri di tempat yang berbeda itulah keduanya bisa memikul satu bentangan yang sama.

Hari ini Gereja merayakan dua menaranya sekaligus: Petrus dan Paulus. Sulit membayangkan dua orang yang lebih berbeda. Petrus nelayan Galilea, kasar tangannya, sederhana pikirannya. Paulus terpelajar, warga negara Roma, jago berdebat. Petrus diutus kepada orang Yahudi, Paulus kepada bangsa-bangsa lain. Mereka bahkan pernah bertengkar terbuka di Antiokhia. Namun Gereja tidak merayakan mereka pada dua hari terpisah. Satu hari untuk keduanya, sebab keduanya memikul satu bentangan yang sama.

Bacaan-bacaan hari ini memotret mereka di dalam penjara, dan di sinilah letak keindahannya. Petrus dijaga empat regu prajurit, dirantai dua rantai, lalu malaikat membangunkannya dan semua pintu terbuka. Ia bebas. Paulus menulis dari penjaranya menjelang mati: darahku sudah mulai dicurahkan; aku telah mengakhiri pertandingan yang baik. Ia tidak dibebaskan. Yang satu diselamatkan dari maut, yang lain diselamatkan melalui maut. Dua akhir yang berbeda, satu iman yang sama. Sebab keselamatan yang dijanjikan Allah rupanya lebih dalam daripada sekadar lolos dari bahaya: Tuhan akan menyelamatkan aku, tulis Paulus, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya.

Dan jangan lupakan hal yang paling menghibur dari keduanya: dua tiang Gereja ini sama-sama pernah roboh. Petrus menyangkal Yesus tiga kali di halaman rumah imam besar. Paulus dulu memburu dan menganiaya jemaat. Gereja tidak dibangun di atas orang-orang tanpa cacat. Gereja dibangun di atas orang-orang yang diampuni dan bangkit lagi. Ketika Yesus berkata kepada Simon, engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, Ia sudah tahu batu itu akan retak. Ia tetap memilihnya.

Maka perayaan hari ini bukan sekadar nostalgia dua tokoh besar. Ini kabar baik untuk semua yang merasa terlalu berbeda, terlalu kasar, terlalu berdosa, atau terlalu terlambat untuk dipakai Allah. Di rumah Allah, perbedaan bukan ancaman melainkan bahan bangunan. Yang penting satu: seperti Petrus di Kaisarea Filipi, berani menjawab pertanyaan yang sampai hari ini masih diajukan Yesus kepada tiap orang: menurutmu, siapakah Aku ini?

Tuhan Yesus, Engkau membangun Gereja-Mu dari batu yang pernah retak. Pakailah juga aku, dengan segala bedaku, untuk memikul bentangan kasih-Mu. Amin.

Invitatorium

JUMAT IV PAGI

Pembukaan

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Tuhan gembalaku, takkan kekurangan aku.
2 Ia membaringkan aku di padang rumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.
3 Ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun aku di jalan kebenaran demi nama-Nya.
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; tongkat dan gada-Mu, itulah yang menghibur aku.
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawan-lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku melimpah.
6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku; dan aku akan diam di rumah Tuhan sepanjang masa.

PSALMODI

Ant. 1 Aku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku.

Mazmur 69:2-22; 30-37

Aku hangus oleh semangat bagi rumah-Mu

Mereka memberi-Nya campuran anggur dan empedu (Matius 27:34).

I
Selamatkanlah aku, ya Allah,

sebab air telah naik sampai ke leherku.
Aku terperosok ke dalam lumpur yang dalam

dan tidak ada pijakan.

Aku telah masuk ke dalam air yang dalam

dan gelombang menenggelamkan aku.
Aku lelah karena semua tangisanku,

tenggorokanku kering.

Mataku telah habis

karena mencari Allahku.
Lebih banyak dari rambut di kepalaku

adalah mereka yang membenci aku tanpa sebab.

Mereka yang menyerang aku dengan dusta

terlalu banyak bagi kekuatanku.
Bagaimana aku dapat mengembalikan

apa yang tidak pernah aku curi?

Ya Allah, Engkau tahu kebodohanku yang berdosa;

dosa-dosaku dapat Engkau lihat.
Janganlah mereka yang berharap kepada-Mu dipermalukan

melalui aku, Tuhan semesta alam:

janganlah mereka yang mencari Engkau dikecewakan

melalui aku, Allah Israel.
Demi Engkaulah aku menderita cemoohan,

sehingga rasa malu menutupi wajahku,

sehingga aku menjadi orang asing bagi saudara-saudaraku,

orang asing bagi anak-anak ibuku sendiri.

Aku hangus oleh semangat bagi rumah-Mu

dan cemoohan terhadap-Mu menimpa aku.
Ketika aku menyiksa jiwaku dengan puasa

mereka menjadikannya cemoohan terhadapku.

Ketika aku mengenakan kain kabung dalam perkabungan

maka mereka menjadikanku bahan ejekan,

gunjingan orang-orang di gerbang,

subjek lagu-lagu pemabuk.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Aku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku.

Ant. 2 Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.

II
Inilah doaku kepada-Mu,

doaku untuk kemurahan-Mu.

Dalam kasih-Mu yang besar, jawablah aku, ya Allah,

dengan pertolongan-Mu yang tak pernah gagal:

selamatkanlah aku dari tenggelam dalam lumpur;

selamatkanlah aku dari musuh-musuhku.
Selamatkanlah aku dari air yang dalam

jangan sampai gelombang menenggelamkan aku.

Jangan biarkan kedalaman menelan aku

jangan pula maut menutup mulutnya atasku.
Tuhan, jawablah, sebab kasih-Mu baik;

dalam belas kasihan-Mu, berpalinglah kepadaku.

Jangan sembunyikan wajah-Mu dari hamba-Mu;

jawablah segera sebab aku dalam kesusahan.

Datanglah mendekat kepada jiwaku dan tebuslah aku;

bebaskanlah aku yang tertekan oleh musuh-musuhku.
Engkau tahu bagaimana mereka mencemooh dan mengejek aku;

semua penindas-Ku ada di hadapan-Mu.

Cemoohan telah menghancurkan hatiku;

aku telah mencapai batas kekuatanku.

Aku mencari belas kasihan dengan sia-sia,

untuk penghibur; tak seorang pun dapat kutemukan.
Untuk makanan mereka memberiku racun;

dalam dahagaku mereka memberiku cuka untuk diminum.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Aku butuh makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.

Ant. 3 Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.

III
Adapun aku dalam kemiskinan dan penderitaanku

biarlah pertolongan-Mu, ya Allah, mengangkat aku.
Aku akan memuji nama Allah dengan nyanyian;

aku akan memuliakan Dia dengan ucapan syukur,

persembahan yang lebih menyenangkan Allah daripada lembu,

lebih daripada binatang yang disiapkan untuk kurban.
Orang miskin ketika melihatnya akan bersukacita

dan hati yang mencari Allah akan hidup kembali;

sebab Tuhan mendengarkan orang yang membutuhkan

dan tidak menolak hamba-hamba-Nya dalam belenggu mereka.

Biarlah langit dan bumi memuji Dia,

laut dan semua makhluk hidupnya.
Sebab Allah akan membawa pertolongan ke Sion

dan membangun kembali kota-kota Yehuda

dan manusia akan tinggal di sana dalam kepemilikan.

Anak-anak hamba-hamba-Nya akan mewarisinya;

mereka yang mengasihi nama-Nya akan tinggal di sana.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah Bapa kami, untuk menunjukkan jalan keselamatan, Engkau memilih agar panji salib mendahului kami, dan Engkau menggenapi nubuat-nubuat kuno dalam Paskah Kristus dari kematian menuju kehidupan. Jangan biarkan kami membangkitkan kemarahan-Mu yang membara oleh dosa, melainkan, melalui perenungan akan luka-luka-Nya, buatlah kami membara dengan semangat bagi kehormatan Gereja-Mu dan dengan kasih syukur kepada-Mu.

Ant. Carilah Tuhan dan kamu akan hidup.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita gema penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan akan mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada kita.

Dan kita akan mengikuti jejak-Nya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Hakim-hakim

Kelahiran Simson dinubuatkan
Orang Israel kembali berbuat jahat di hadapan Tuhan, maka Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin selama empat puluh tahun.
Ada seorang laki-laki dari Zora, dari suku Dan, namanya Manoah. Istrinya mandul dan tidak mempunyai anak. Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan berkata kepadanya, “Meskipun engkau mandul dan tidak mempunyai anak, namun engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Sekarang, berhati-hatilah agar tidak minum anggur atau minuman keras dan tidak makan sesuatu yang haram. Adapun anak laki-laki yang akan engkau kandung dan lahirkan, tidak boleh ada pisau cukur menyentuh kepalanya, sebab anak ini akan dikuduskan bagi Allah sejak dari kandungan. Dialah yang akan memulai penyelamatan Israel dari tangan orang Filistin.”
Perempuan itu pergi dan memberitahukan kepada suaminya, “Seorang hamba Allah datang kepadaku; penampilannya seperti malaikat Allah, sangat menakutkan. Aku tidak bertanya dari mana ia berasal, dan ia pun tidak memberitahukan namanya kepadaku. Tetapi ia berkata kepadaku, ‘Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Jadi, jangan minum anggur atau minuman keras, dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab anak itu akan dikuduskan bagi Allah sejak dari kandungan, sampai hari kematiannya.’” Manoah kemudian berdoa kepada Tuhan. “Ya Tuhan, aku mohon kepada-Mu,” katanya, “semoga hamba Allah yang Engkau utus itu kembali kepada kami untuk mengajar kami apa yang harus kami lakukan bagi anak yang akan lahir itu.”
Allah mendengar doa Manoah, dan malaikat Allah datang lagi kepada perempuan itu ketika ia sedang duduk di ladang. Karena suaminya Manoah tidak bersamanya, perempuan itu berlari dengan tergesa-gesa dan memberitahukan kepada suaminya. “Orang yang datang kepadaku tempo hari telah menampakkan diri kepadaku,” katanya kepada suaminya; maka Manoah bangkit dan mengikuti istrinya. Ketika ia sampai kepada orang itu, ia berkata kepadanya, “Apakah Engkau orang yang berbicara kepada istriku?” “Ya,” jawabnya. Lalu Manoah bertanya, “Sekarang, ketika apa yang Engkau katakan itu menjadi kenyataan, apa yang harus kami lakukan bagi anak itu?” Malaikat Tuhan menjawab Manoah, “Istrimu harus menjauhkan diri dari semua hal yang telah aku katakan kepadanya. Ia tidak boleh makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur, tidak boleh minum anggur atau minuman keras, dan tidak boleh makan sesuatu yang haram. Biarlah ia mematuhi semua yang telah aku perintahkan kepadanya.”
Kemudian Manoah berkata kepada malaikat Tuhan, “Dapatkah kami membujuk Engkau untuk tinggal, sementara kami menyiapkan seekor anak kambing untuk Engkau?” Tetapi malaikat Tuhan menjawab Manoah, “Meskipun engkau mendesak aku, aku tidak akan makan makananmu. Tetapi jika engkau mau, engkau boleh mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan.” Tidak mengetahui bahwa itu adalah malaikat Tuhan, Manoah berkata kepadanya, “Siapakah nama-Mu, agar kami dapat menghormati Engkau ketika perkataan-Mu menjadi kenyataan?” Malaikat Tuhan menjawabnya, “Mengapa engkau menanyakan nama-Ku, yang misterius?” Kemudian Manoah mengambil anak kambing itu dengan persembahan sajian dan mempersembahkannya di atas batu kepada Tuhan, yang karya-karya-Nya adalah misteri.
Sementara Manoah dan istrinya melihat, ketika api naik ke langit dari mezbah, malaikat Tuhan naik dalam nyala api mezbah. Ketika Manoah dan istrinya melihat ini, mereka tersungkur ke tanah; tetapi malaikat Tuhan tidak terlihat lagi oleh Manoah dan istrinya. Kemudian Manoah, menyadari bahwa itu adalah malaikat Tuhan, berkata kepada istrinya, “Kita pasti akan mati, sebab kita telah melihat Allah.” Tetapi istrinya menunjukkan kepadanya, “Jika Tuhan bermaksud membunuh kita, Ia tidak akan menerima kurban bakaran dan persembahan sajian dari tangan kita! Ia juga tidak akan membiarkan kita melihat semua ini barusan, atau mendengar apa yang telah kita dengar.”
Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Simson. Anak itu tumbuh besar dan Tuhan memberkatinya; Roh Tuhan pertama kali menggerakkannya di Mahaneh-dan, yang terletak antara Zora dan Esytaol.

RESPONSORIUM Lukas 1:13, 15; Hakim-hakim 13:5

Malaikat berkata kepada Zakharia: Istrimu akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, dan engkau harus menamainya Yohanes; ia tidak akan minum anggur atau minuman keras apa pun, dan ia akan dipenuhi Roh Kudus bahkan sejak dari kandungan ibunya.

Sebab anak itu akan menjadi seorang Nazir yang dikuduskan bagi Allah.
Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada istri Manoah dan berkata kepadanya: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan tidak boleh ada pisau cukur menyentuh kepalanya.

Sebab anak itu akan menjadi seorang Nazir yang dikuduskan bagi Allah.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Doa Tuhan oleh Santo Siprianus, uskup dan martir

Kita adalah anak-anak Allah; marilah kita tinggal dalam damai-Nya
Kristus dengan jelas menetapkan aturan tambahan untuk mengikat kita dengan suatu kondisi kontraktual tertentu: kita meminta agar hutang-hutang kita diampuni sejauh kita mengampuni orang-orang yang berhutang kepada kita. Demikianlah kita disadarkan bahwa kita tidak dapat memperoleh apa yang kita minta mengenai pelanggaran-pelanggaran kita sendiri kecuali kita melakukan hal yang sama bagi mereka yang melanggar kita. Inilah sebabnya Ia berkata di tempat lain: Ukuran yang kamu berikan akan menjadi ukuran yang kamu dapatkan. Dan hamba yang, setelah tuannya mengampuni semua hutangnya, menolak untuk mengampuni sesama hambanya, dilemparkan ke dalam penjara. Karena ia menolak untuk berbaik hati kepada sesama hambanya, ia kehilangan kemurahan yang telah diberikan tuannya kepadanya.
Bersama dengan perintah-perintah-Nya yang lain, Kristus menetapkan hal ini dengan lebih tegas lagi dengan kecaman yang paling keras. Ia berkata: Apabila kamu berdiri untuk berdoa, jika kamu mempunyai sesuatu terhadap seseorang, lepaskanlah itu, supaya Bapa surgawimu juga mengampuni kamu; tetapi jika kamu tidak mengampuni kesalahan orang, Bapa-Mu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. Kamu tidak akan mempunyai alasan pada hari penghakiman, sebab pada waktu itu kamu akan dihakimi sama seperti kamu telah menghakimi, dan kamu akan menderita apa pun yang telah kamu lakukan kepada orang lain.
Allah memerintahkan kita untuk menjadi pencinta damai, harmonis dan sehati dalam rumah-Nya; Ia ingin kita hidup dengan kehidupan baru yang Ia berikan kepada kita pada kelahiran kedua kita. Sebagai anak-anak Allah, kita harus tinggal dalam damai; karena kita mempunyai satu Roh, kita harus sehati dan sejiwa. Demikianlah Allah tidak menerima kurban dari orang yang hidup dalam konflik, dan Ia memerintahkan kita untuk berbalik dari mezbah dan terlebih dahulu berdamai dengan saudara kita, agar Allah juga ditenangkan oleh doa-doa orang yang berdamai. Persembahan terbesar yang dapat kita berikan kepada Allah adalah damai kita, keharmonisan di antara sesama Kristen, suatu umat yang bersatu dengan kesatuan Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Ketika Kain dan Habel pertama kali mempersembahkan kurban mereka, Allah tidak begitu memperhatikan persembahan-persembahan itu melainkan roh pemberi: Allah berkenan dengan persembahan Habel karena Ia berkenan dengan rohnya. Demikianlah Habel, orang yang benar, pembawa damai, dalam kurbannya yang tanpa cela mengajarkan manusia bahwa ketika mereka mempersembahkan persembahan mereka di mezbah, mereka harus mendekat seperti yang ia lakukan, dalam takut akan Allah, kesederhanaan hati, diatur oleh keadilan dan keharmonisan yang damai. Karena inilah karakter persembahan Habel, maka pantaslah ia sendiri kemudian menjadi kurban. Sebagai saksi pertama kemartiran dan memiliki sifat-sifat Tuhan akan keadilan dan damai, ia melambangkan penderitaan Tuhan dalam kemuliaan kematiannya sendiri. Demikianlah, orang-orang seperti itu yang dimahkotai oleh Tuhan dan akan dibenarkan bersama-Nya pada hari penghakiman.
Tetapi Santo Paulus dan Kitab Suci memberitahu kita bahwa orang yang suka bertengkar dan pembuat onar, yang tidak pernah berdamai dengan saudara-saudaranya, tidak dapat lolos dari tuduhan perselisihan internal meskipun ia mungkin mati demi nama Kristus. Sebab tertulis: Barangsiapa membenci saudaranya adalah pembunuh, dan ia tidak dapat mencapai kerajaan surga. Allah tidak dapat menerima seorang pembunuh. Ia tidak dapat bersatu dengan Kristus, yang lebih memilih meniru Yudas daripada Kristus.

RESPONSORIUM Efesus 4:1, 3, 4; Roma 15:5, 6

Aku memohon kepadamu untuk menjalani hidup yang layak bagi panggilan yang telah kamu terima. Berhati-hatilah untuk memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai.

Hanya ada satu harapan yang diberikan kepadamu oleh panggilanmu.
Semoga Allah mengaruniakan kepadamu untuk hidup rukun satu sama lain, agar bersama-sama kamu dapat memuliakan Allah dengan satu suara.

Hanya ada satu harapan yang diberikan kepadamu oleh panggilanmu.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

kekuatan bagi mereka yang berharap kepada-Mu,

dengarkanlah dengan murah hati permohonan kami, dan,

karena tanpa Engkau kelemahan manusia tidak dapat berbuat apa-apa,

karuniakanlah kepada kami selalu pertolongan rahmat-Mu,

agar dalam mengikuti perintah-perintah-Mu kami dapat menyenangkan Engkau

dengan tekad dan perbuatan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Madah

Bapa penguasa waktu

Lihat kini fajar baru

Mulai memancarkan sinar

Lambang cahaya yang benar.
Rahmat baru ditawarkan

Terselubung kejadian

Yang menyampaikan undangan

Untuk berbakti berkurban.
Kami sambut kesempatan

Melayani Kristus Tuhan

Yang hadir dalam sesama

Tersembunyi namun nyata.
S’moga pengabdian kami

Dijiwai Roh Illahi

Dijadikan karya Putra

Demi kemuliaan Bapa. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*

perhatikanlah permohonanku.
Demi kesetiaan-Mu jawablah aku,*

kabulkanlah doaku demi keadilan-Mu.
Janganlah mengajukan daku ke pengadilan-Mu,*

karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapan-Mu.
Sebab musuh mengejar aku,*

dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.
Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*

tiada bedanya aku dengan orang mati.
Semangatku lemah lesu dalam batinku,*

hatiku membeku dalam diriku.
Maka teringatlah aku akan masa lampau,+

aku mengenangkan segala karya-Mu,*

dan merenungkan perbuatan tangan-Mu.
Aku menadahkan tanganku kepada-Mu,*

aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.
Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*

sebab habislah semangatku, ya Allah.
Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku,*

jangan sampai aku turun ke liang kubur.
Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar,*

sebab kepada-Mu aku percaya.
Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*

sebab kepada-Mu kuarahkan hatiku.
Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*

sebab pada-Mu aku berteduh.
Ajarlah aku melaksanakan kehendak-Mu,*

sebab Engkaulah Allahku.
Semoga kebaikan hati-Mu menuntun daku,*

di jalan yang rata.
Demi nama-Mu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*

demi keadilan-Mu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a
Bergembiralah atas Yerusalem,+

bersorak-sorailah karena Sion,*

hai Engkau semua yang mencintai dia.
Bergirang dan bergembiralah,*

hai Engkau semua yang dulu berkabung bersama dia.
Semoga Engkau dihibur dalam pelukannya yang mesra,*

dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.
Sebab, demikianlah firman Tuhan,+

kesejahteraan -Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*

dan kemuliaan para bangsa -Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.
Bagaikan bayi Engkau akan digendong,*

Engkau akan dibelai-belai dan dipangku.
Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*

demikianpun Aku akan menghibur Engkau.
Mengalami itu, Engkau akan bersukaria,*

dan Engkau akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Mazmur 146 (147A)
Betapa indahnya memuji Allah kami,*

betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.
Tuhan membangun kembali Yerusalem,*

Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.
Tuhan menghibur orang yang patah hati,*

dan menyembuhkan luka mereka.
Tuhan menentukan jumlah bintang,*

dan memberi nama kepada masing-masing.
Agunglah Tuhan kami dan mahakuasa,*

kearifan-Nya tidak terhingga.
Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*

Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.
Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*

bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.
Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+

Ia menyediakan hujan bagi bumi,*

dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.
Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*

dan rezeki kepada burung gaggak.
Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*

bukan pula karen ototnya yang kuat,
tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*

yang berharap pada kasih setia-Nya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)
Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kami. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.
Lagu Singkat
P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.

U: Pagi.

P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku.

U: Aku mengingat Engkau.

P: Kemuliaan.

U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umat-Nya. Marilah kami memuji Dia dan berkata:

U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmat-Mu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkamin Yesus Kristus dari alam maut.

P: Manusia telah Kauciptakan menurut citra-Mu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan Putera-Mu.

P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh Kudus.

P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepada-Mu tanpa takut dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Mu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS IV SIANG

Madah

Kita bersama memuji

Tuhan Allah Maha Suci

Yang mengurniakan rahmat

Kepada seluruh umat.
Kita menyatakan hormat

Pada Tuhan penyelamat

Sambil sujud mohon berkat

Agar tabah lagi kuat.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),153-160

Lihatlah sengsaraku dan bebaskanlah aku,*

sebab aku tidak lupa akan hukum-Mu.
Perjuangkanlah perkaraku dan tolonglah aku,*

hidupkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.
Orang berdosa jauh dari keselamatan-Mu,*

sebab mereka tidak memperhatikan ketetapan-Mu.
Kasih setia-Mu melimpah, ya Tuhan,*

hidupkanlah aku seturut sabda-Mu.
Meskipun banyak yang mengejar dan membenci aku,*

namun aku tidak menyimpang dari peraturan-Mu.
Melihat orang murtad, aku merasa kesal,*

sebab mereka tidak berpegang pada perintah-Mu.
Lihatlah, Tuhan, betapa aku mencintai titah-Mu,*

hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.
Firman-Mu seluruhnya benar, ya Allah kekal,*

keputusan-Mu seluruhnya adil.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*

yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.
Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*

hidupmu akan bahagia dan sejahtera.
Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*

anak-anak-Mu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.
Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*

semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.
Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*

dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Mazmur 128 (129)

Sejak masa mudaku aku sangat dianiaya,*

namun aku tidak dikalahkan.
Punggungku rasanya digarap bajak,*

alur demi alur punggungku digarap.
Semoga Tuhan yang adil,*

menghancurkan bajak itu.
Semoga mundurlah tersipu-sipu,*

semua orang yang membenci Sion.
Biarlah mereka seperti rumput di atas atap,*

yang menjadi layu sebelum dicabut,
yang tak akan digenggam oleh penyabit,*

tidak pula diberkas oleh penuai.
Mereka takkan mendengar salam “Berkat Tuhan bagimu”,*

tak ada yang memberkati mereka.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Bacaan singkat (Keb 1,1-2)

Cintailah kejujuran, hai para pemimpin umat. Satukanlah dirimu dengan Tuhan dalam kebaikan dan carilah Dia dengan tulus ikhlas. Sebab Tuhan ditemukan oleh orang yang tidak mencobai Dia, dan Ia menyatakan diri kepada orang yang percaya kepada-Nya.
P: Percayalah kepada Tuhan dan berbuatlah baik.

U: Tinggallah dalam tanah yang diberikan Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahaya-Mu, supaya kami dapat mengenal kehendak-Mu dan mengikuti bimbingan-Mu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

KAMIS IV SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Mazmur 143 (144) – I
Terpujilah Tuhan, pelindungku,*

yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.
Dialah pengasih dan pembelaku,*

Dialah benteng dan pembebasku.
Dialah panglimaku, pada-Nya aku berharap,*

Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.
Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*

siapakah dia, sehingga Kaupelihara?
Manusia sesungguhnya angin belaka,*

hari hidupnya laksana bayang berlalu.
Ya Tuhan, bungkukkanlah langit-Mu dan turunlah,*

sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.
Lontarkanlah kilat-Mu dan cerai-beraikanlah musuh,*

lepaskanlah panah-Mu dan kacau-balaukan mereka.
Ulurkanlah tangan-Mu dari surga,+

tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*

dan dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Mazmur 143 (144) – II
Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagi-Mu,*

dan bermazmur bagi-Mu dengan iringan kecapi.
Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-Mu,*

Engkaulah yang membebaskan Daud, hamba-Mu.
Luputkanlah aku dari pedang orang jahat,*

lepaskanlah aku dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.
Semoga para pemuda kami diberkati,*

tumbuh gagah bagaikan pohon pada masa mudanya.
Semoga para pemudi kami langsing bagaikan tiang berukir,*

bagaikan tiang hiasan istana.
Semoga lumbung kami penuh,*

berlimpahkan hasil bumi beraneka ragam.
Semoga domba kami berkembang biak beribu-ribu,+

bahkan berjuta-juta di padang kami,*

semoga ternak kami segar dan makmur semuanya.
Semoga tiada serbuan, tiada pula pembuangan,*

semoga tiada ratap tangis di kampung halaman kami.
Berbagialah bangsa yang demikian adanya,*

berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat (lh. Kol 1,23)

Hendaklah Engkau bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang. Jangan Engkau menyimpang dari pengharapan Ijil yang telah Engkau dengar, dan yang telah diwartakan kepada semua makhluk yang ada di bawah kolong langit.
Lagu Singkat
P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.

U: Tuhanlah.

P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

U: Aku takkan berkekurangan.

P: Kemuliaan.

U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Kristuslah cahaya para bangsa dan kesukaan setiap makhluk. Marilah kami dengan gembira memanjatkan doa dan berkata:

U: Berilah terang, damai dan sejahtera, ya Tuhan.

P: Cahaya abadi dan sabda Bapa, Engkau datang menyelamatkan semua orang,* bimbinglah para calon baptis kami dan terangilah mereka.

P: Janganlah memperhatikan kejahatan kami, ya Tuihan,* sebab Engkau murah hati dan berbelaskasih.

P: Engkau memberi manusia kecakapan untuk menyelidiki rahasia alam guna mengatur dunia,* semoga ilmu dan karya manusia memuliakan Dikau dan membahagiakan semua orang.

P: Lindungilah mereka yang membaktikan diri demi kepentingan sadudara-saudaranya,* agar mereka bebas dan tanpa gangguan dapat menjalankan keryanya.

P: Tuhan, ingalah semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi,* dan hantarkanlah mereka kepada terang cahaya-Mu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sambutlah dengan rela ibadat sore kami ini. Semoga kami mengikuti jejak Putera-Mu, berbuat baik dengan sabar dan tekun serta menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Petrus dan Paulus

Para Rasul · abad ke-1 (wafat ± 67)

Pada 29 Juni Gereja merayakan bersama dua tiang penyangga iman, Rasul Petrus dan Rasul Paulus, yang keduanya menumpahkan darah bagi Kristus di kota Roma. Meski watak dan jalan hidup mereka berbeda, keduanya disatukan dalam satu iman, satu perutusan, dan satu kemartiran.

Petrus, yang semula bernama Simon, adalah seorang nelayan Galilea yang dipanggil Yesus menjadi murid. Kepadanyalah Yesus berkata bahwa di atas wadas ini Gereja akan dibangun. Meski pernah menyangkal Gurunya tiga kali, ia bertobat dengan air mata dan menjadi pemimpin para rasul serta uskup pertama Roma. Menurut tradisi, ia dihukum mati dengan disalibkan. Karena merasa tidak layak wafat serupa Tuhannya, ia meminta disalibkan dengan kepala di bawah, di Bukit Vatikan sekitar tahun 67.

Paulus, yang semula bernama Saulus, awalnya seorang penganiaya umat Kristen. Dalam perjalanan ke Damsyik ia dijumpai Kristus yang mulia dan berbalik total menjadi rasul yang paling giat. Ia digelari Rasul bagi bangsa-bangsa karena menempuh perjalanan jauh mewartakan Injil dan menulis banyak surat yang menjadi bagian Kitab Suci. Sebagai warga negara Romawi, ia tidak disalibkan melainkan dipenggal dengan pedang, juga di Roma sekitar tahun 67.

Kematian mereka menjadikan Roma pusat iman Katolik. Sejak abad-abad awal umat menghormati makam mereka, tempat kini berdiri Basilika Santo Petrus dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Pelindung: Kota Roma dan Gereja semesta; Petrus pelindung para nelayan dan Paus, Paulus pelindung para misionaris.

Santo Petrus dan Paulus

Rasul

Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru gereja.

Simon anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur, dan rajin. Ia tidak berpendidikan tinggi tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya sangat menarik perhatian Yesus; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang muridNya, bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.

Pada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. “Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus”, kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, “Engkau anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).(Yoh1:41-42) Kefas artinya wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.

Petrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Petrus berkata kepada Yesus: “Guru, sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dengan kepercayaan itu, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias.” Dan di depan Yesus yang penuh kuasa Ilahi itu Petrus bersujud: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”. Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.

Di samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat16:21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaanNya, dan Petrus serta merta berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”. “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”, demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan diadili. Mat26:30-35; 69-75).

Sesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus juga yang menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin konsili pertama di Yerusalem.

Paulus (Saulus) dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Saulus tiada henti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus.

Dalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir. Ia dipermandikan oleh Ananias. Ia menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa kafir. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan dengan kaum kafir. Di Yerusalem ia ditangkap oleh bangsa Yahudi, lalu dipenjarakan dan di bawa ke Roma, sebab ia naik banding kepada kaisar. Akhirnya ia dibebaskan. Tak lama kemudian, dia ditangkap lagi dan akhirnya menemui ajalnya sebagai martir di Roma pada tahun 67.